NovelToon NovelToon
Unlimited World

Unlimited World

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Fantasi / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: One-di Chainel

Up? tergantung situasi dan kondisi

Prolog ada di deskripsi, jadi baca yang disini dulu sebelum masuk ke dalam cerita

Di chapter-chapter awal masih belajar menulis, jadi mohon di maklumi. Alur lambat, santai, dengan sedikit bumbu action. Cerita lebih mengarah ke prinsip hidup sang MC dengan lawakannya yang khas

~

Prolog

Manusia adalah mahluk yang sangat menakutkan...

Orang-orang bilang, jika kau bekerja keras, kau pasti akan dapat mengubah takdir. Jika kau bekerja keras, orang yang tak berbakat pun dapat mengalahkan yang berbakat. Jika kau terus bekerja keras, semua keinginanmu pasti akan terwujud.

Tapi semua itu omong kosong.

Memang benar kerja keras tidak akan mengkhiati hasil, tapi kerja keras dapat mengkhiatimu.


Q. Semisalnya, andai saja. Kau dapat kembali ke masa lalu, apa menurutmu kehidupanmu yang sekarang akan berubah?

A. Tidak.

Q. Kalau begitu, kenapa jawabannya tidak?

A. Karena itu hanya "semisalnya".

Kenyataan itu lebih kejam dari apa yang bisa kau bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon One-di Chainel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan Hidup

Tengah berada tepat di depan pintu mansion besar milik seorang Demon bernama Stela, aku benar-benar merasa akan terkena masalah besar.

"Kenapa kristal sihirnya hanya tersisa 2 Fu? Selama ini apa yang kau lakukan? Kenapa kau bisa menghabiskan barang yang sangat langka secepat ini?!" tanya Stela benar-benar marah.

"Ehhh, bukannya kau punya banyak yang seperti itu?" tanyaku kembali pada Stela.

"Aku memberikan semuanya padamu," kata Stela dengan wajah kecut.

"Maksudmu kau tidak punya lagi yang seperti itu?" tanyaku mulai khawatir.

"Tidak ada," balas Stela, memasang senyum memebunuh di dekat wajahku.

Seram, menyeramkan.

"Ja-jadi kristal itu benar-benar langka ya?"

Aku benar-benar di buat gugup oleh senyum menakutkan Stela.

"Ya, kristal ini sangat, sangat, sangat langka. Apa kau tahu seberapa dalam lubang yang harus kugali untuk mendapatkan kristal ini? Dan kau hanya menyisahkan 2 dari 5 kristal sihir yang kuberikan padamu?!"

"Oi, kenapa kau jadi menyalahkanku? Bukankah itu semua salahmu?" bantahku.

"Hah?!"

Stela bertambah marah, tapi aku harus tetap melakukan pembelaan.

"Jika kau tahu kristal itu sangat berharga, kenapa kau berikan kepadaku?!"

Entah kenapa aku juga menjadi sedikit kesal.

"Karena kau adalah calon Raja Iblis, tentu saja keselamatanmu adalah hal yang sangat penting!" ujar Stela.

"Oh, terima kasih," kataku, "Aku akan menggatinya saja kalau begitu."

Merogoh ke dalam tas yang tersembunyi di balik jubah yang kupakai, aku berusaha mengambil sesuatu.

"Kau ingin menggatinya dengan apa, uang? Asal tahu saja 1 keristal sihir ini seharga 10 koin emas, orang yang tak punya uang sepertimu mana mungkin bisa menggatinya!" sahut kesal Stela.

Memang benar aku tak memiliki uang, tapi setidaknya tak usah mengatakan itu dengan jelas bukan?

"Aku akan menggatinya dengan kristal yang kutemukan ini," kataku.

"Hah! Kristal murahan yang kau temukan di jalanan tak akan bisa menggantikan kristal sihir ini."

Stela memperlihatkan kristal sihir putih transparan yang baru saja kembalikan tadi.

"Setidaknya lihat dulu," kataku, memperlihatkan sebuah kristal biru transparan dengan salah satu tanganku.

"I-itu, k-k-kristal itu! Dimana kau mendapatkannya?" tanya Stela menunjuk gemtar ke arah kristal yang kuperlihatkan.

"Aku menemukannya di jalanan," balasku.

"Di jalan mana kau menemukannya?" tanya Stela dengan serius.

"Tentu saja bukan, dasar bodoh!"

Aku tak menyangka Stela benar-benar percaya aku menemukannya di jalan.

"Tak baik memanggil seorang yang lebih tua darimu dengan sebutan bodoh, dasar bodoh!" balas kesal Stela.

"Bukankah kau juga barusan mengatakan aku bodoh, dasar bodoh!"

Saling menatap tajam. Saling bertemu di tengah, sebuah percikan muncul dari kedua mata kami.

Woi, tunggu dulu, ini adalah perangkap percakapan bodoh, aku harus segera menghentikannya.

"Hahhh…" kami berdua menghela napas panjang hampir di saat yang bersamaan.

"Jika kristal biru ini belum cukup, maka aku akan menambahkannya lagi dengan ini," kataku, mengambil sesuatu dari tas kecilku lalu memperlihatkannya kepada Stela.

Mata Stela melebar, tekejut melihat sesuatu yang baru saja kukeluarkan dari balik jubahku ini.

"Be-be-benda itu! Dimana kau mendapatkannya…" suara Stela semakin melemah sebelum akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

...----------------...

Setelah waktu yang cukup lama berlalu, Stela akhirnya terbangun dari tidurnya selama 2 jam, kurasa.

"Aku, dimana?" tanya Stela pada dirinya sendiri , kurasa.

"Rumahmu, atau mansionmu? Aku tak tahu harus menyebutnya apa. Bagaimana dengan kandang tempatmu tinggal?" kataku.

"Apa yang terjadi padaku?"

Stela menoleh ke arahku yang duduk tak jauh darinya.

"Kau tiba-tiba pingsan, jadi aku yang membawamu ke sini," kataku.

"Jadi begitu, terima kasih," Jawab Stela dengan nada lembut dan sebuah senyum kecil hangat di wajahnya.

Seandainya sikapnya selalu seperti ini, mungkin dia sudah memiliki pasangan.

Seketika, tiba-tiba, tanpa sadar, tubuhku telah terlempar oleh sebuah pukulan yang mendarat keras tepat di wajahku.

"Ssstt!"

Aku memegang wajahku yang kesakitan selagi berusaha untuk bangkit kembali.

"Apa maksud dari pikiranmu tadi? Fu."

Dengan senyum membunuh, Stela telah bangkit dari tidurnya, mengepalkan tangan, serta mengeluarkan sebuah aura kelam di sekitarnya.

Gawat! Aku lupa dia bisa membaca pikiran orang lain.

"Fu?"

Meskipun tersenyum, dahi Stela mengeluarkan urat - dan juga, dia masih di selimuti aura mencekam.

"Ok ok, aku mengerti, aku salah, aku minta maaf."

Instingku seketika menyuruhku untuk meminta maaf. Wanita yang tak memiliki pasangan, menyeramkan, serius!

Meski perlahan, aura yang menyelimuti Stela menghilang dengan sendirinya, "Sampai mana tadi?" tanya Stela dengan senyum hangat di wajahya.

Aku menghela, "Untuk sekarang, duduklah dulu."

Stela pun duduk di kursi panjang tempatnya tidur tadi, "Kristalnya, mana kristalnya!?" tanya Stela terlihat khawatir.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku mengeluarkan 2 buah kristar transparan berwarna biru dan hijau, menaruhnya ke atas meja yang ada di depan kami berdua.

Stela memeriksa kedua kristal dengan sangat teliti.

"Ini benar-benar asli, dimana kau mendapatkannya?" tanya Stela penasaran.

"Jurang Kematian."

Stela terlihat terkejut mendengar perkataanku, "Apa yang kau lakukan di tempat berbahaya itu?" tanyanya khawatir, mungkin.

"Bisa di bilang, aku punya sebuah urusan di sana."

Tidak mungkin aku mengatakan bahwa alasanku ke sana hanya karena cerita seorang kakek misterius.

"Oh,"

Stela tiba-tiba menjadi tak peduli, dia terus memperhatikan 2 kristal biru dan hijau yang sempat kuambil untuk menerangi jalan keluarku - itu, saat aku naik kembali dari dasar Jurang Kematian, apa kau ingat?

"Apa kristal itu memang sangatlah berharga? Kau telihat sangat terkejut saat pertama kali melihatnya, terutama yang berwana hijau," kataku.

"Tentu saja, ini adalah sebuah kristal yang sangat langka," Stela kembali memperhatikan kedua kristal itu, "Ini hanya bisa di temukan di dalam gua yang sangat dalam. Kau akan sangat beruntung jika berhasil menemukan bongkahan kecil kristal ini," jawab Stela antusias.

"Apa benar begitu? Di dasar Jurang Kematian, kristal yang kau katakan sangat langka yang itu, tersebar dimana-mana sampai-sampai menerangi dasar jurang."

Aku masih tak percaya bahwa kristal biru dan hijau yang kutemukan ini sangatlah langka.

"Kristal seperti ini tersebar dimana-mana katamu?" tanya Stela yang terkejut.

"Ya, bahkan ada yang sebesar batang pohon kalau tak salah."

"Kau tidak bohong kan?" tanya kembali Stela seoalah tak percaya dengan apa yang kukatakan.

"Saat masih di dalam gua, kedua kristal itu masih bersinar, tapi setelah kubawa naik, sinarnya menghilang dan menjadi seperti yang kau lihat sekarang ini," jelasku.

"Ayo pergi!?"

Tiba-tiba, Stela menjadi sangat, sangat bersemangat.

"Ha, kemana?" tanyaku.

"Jurang Kematian," jawab Stela berdiri dengan mata yang berbinar-binar.

"Jika kau ingin turun mengambil kristal yang sama, itu sudah mustahil. Jalan yang menuju ke bawah sudah hancur," kataku berusaha mematahkan semangat Stela.

Mau bagaimana lagi, aku benar-benar sudah tidak ingin turun ke jurang itu.

Stela yang mendengar ucapanku seketika tertunduk lemas, dan akhirnya duduk kembali.

"Memangnya apa yang membedakan kristal itu dengan kristal yang biasanya?" tanyaku.

Stela tersenyum, "Kau benar-benar ingin tahu perbedaannya?"

"Tidak juga."

"Baiklah akan kuberi tahu," kata Stela, "Perbedaannya terletak pada jumlah energi sihir yang dapat di tampung, dan juga ketahanan sihir yang ada di dalamnya."

Hanya sebagian yang kumengerti, jelaskan lebih detail.

"Aku memang belum selelsai menjelaskannya," Stela menghela, "Jika kristal sihir yang kuberikan padamu dapat menyimpan 5 energi sihir, maka kristal biru ini dapat menyimpan 20. Dan kristal hijau ini, mungkin sekitar 50."

Oh.

"Jika kristal sihir putih yang kuberikan padamu dapat menyimpan sihir selama 10 tahun, maka kristal biru ini dapat menyimpan sihir selama 50 tahun, dan yang hijau ini, mungkin sekitar 100 tahun?" jelas Stela.

"Jadi kristal itu benar-benar berharga huh?"

"Ya begitulah," balas Stela.

Setelah itu suasana dalam ruangan menjadi tenang, Stela sibuk memperhatikan kristal yang kuberikan, sedangkan aku sedang sangat serius memikirkan tentang sesuatu.

1
Anonim
Tf bhsa jaksel!!!
Anonim
Ehem
Anonim
Bukan baik tapi naif
Joujou
kapan lanjut thor
Adit ㅤ ㅤ Ajah
mantap
Dark Knight
Dunia nya hancur balaskan dendammu bangsattt
Dark Knight
goblok berterimakasih pada org yg membuat Dunia nya hancur akibat pemanggilan..
ngotak
NH
mantul mantul
Winter`pawn
awal-awal udh seru aja
Khalil
nga ngerti alurnya
SyaSyi
keren k ceritanya
terus semangat
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
zoo
29 like yang tertinggal sudah mendarat. Lanjut dan semangat terus kak. semoga makin sukses dan berjaya selalu. Maaf telat mampir😊
Hary Zeen
👍
Cahaya mata
Lanjut kakak

salam sayang
Pahit Manis Mencintaimu😘
Cahaya mata
Semangat kakak 🤍🤎
Cahaya mata
Semangat kak🧡

salam sayang
Pahit Manis Mencintaimu😘
Cahaya mata
Mampir lagi nih kak🤎🤎
★Merepotkan~
Ragnarok-san KELUAR!! Keren namanya 👍🌲🎉
ͼӈªȋϩȧ
semangat up Thor
imars
❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!