Viona Lusia Casandra seorang gadis genius dan elegan. Memiliki wajah yang cantik, definisi dari kata sempurna .
Ia meninggal di usia 20 tahun, bukannya ke surga ia malah bertransmigrasi ke tubuh kembaran antagonis dari novel 'kesayangan Elgara'
Alasya Queenzy Antera adalah seorang gadis sangat cantik. Dia sangat menyayangi adik kembar nya itu, karena itu ia meminta tolong untuk menjaga adik kembar nya kepada Viona.
___________________________
Tampak seorang gadis yang sangat cantik dengan kulit putih susunya. Tengah memoles bedak bayi di wajah nya dan lip balm di bibir ceri nya. Menatap cermin dan tersenyum smirik dengan tatapan mata tajam.
"Let's start the game Bich " ucap nya dengan nada yang dingin.
_______________
cerita ini sepenuhnya hanya khayalan author semata. ⚠️⚠️
Jika ada kesamaan pada nama tokoh atau yang lainnya mohon maaf🙏
Yang gak suka skip aja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon menthik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab //29
**#**
Prok prok prok
" Ayo anak anak, waktu istirahat habis" teriak Mommy Liona.
" Baik Mom " ucap anggota muda Antera.
Mereka pun berdiri dan berjalan ke arah para Mommy dan para Daddy.
" Baiklah, untuk awalan satu lawan satu, lakukan yang terbaik terbaik karena ini akan aku nilai kembali kemampuan kalian" ucap Opa Alex dengan dingin dan datar.
" Baik King" ucap semua klan Antera kecuali ( Oma Fanya).
Mengangguk singkat, " Gavin dan Franz, kalian yang pertama" ucap Oma Fanya.
Gavin dan Daddy Franz pun bersiap di tengah lapangan. Mereka menatap tajam satu sama lain. Dan.
Bugh
Gavin memulai serangan dengan memukul kepala Daddy Franz. Namun Daddy Franz bisa menangkisnya bahkan langsung memukul perut Gavin dengan sangat keras.
Seketika Gavin langsung mundur, dan menyerang kembali.
Bugh
Krak
Bagh
Bugh, bagh, bagh
Gavin menyerang Daddy Franz namun serangan itu kembali di tahan, dan untuk serangan balik Daddy Franz mematahkan tangan kiri Gavin. Pada saat yang sama Gavin langsung menendang dagu Daddy Franz, tak memperdulikan rasa sakit di lengan kirinya yang patah.
Daddy Franz langsung mundur setelah mendapat tendangan dari Gavin, namun sebelum berhasil mundur dengan jarak yang cukup, Gavin kembali menyerang nya membabi-buta dan sangat keras, dengan meninju tepat di paru paru dan menendang lehernya, lalu menendang nya lagi di perut.
" Uhuk..uhuk... Hah.. hah..." Daddy Franz terjatuh dan memuntahkan darah. Pertandingan dimenangkan oleh Gavin.
" Ini mengerikan" gumam Kelvin yang melihat itu.
" Bu- bukannya mereka sangat dekat ya " ucap Alaya dengan wajah pucat karena melihat adegan berdarah dimana seorang paman mematahkan tangan keponakannya sendiri. Dan seorang pemuda yang menyerang pamannya sendiri dengan membabi buta, bahkan sampai pamannya itu memuntahkan darah.
" Entahlah, apa kamu mau masuk Al" tanya Kelvin.
" Enggak bang, aku mau lihat kak asya bertarung" ucap Alaya. Mendengar itu Kelvin hanya mengangguk, karena dia juga masih ingin melihat seperti apa kekuatan seorang Antera.
" Bagus, sekarang Celly dan Mommy Diana" ucap Opa.
Mereka pun memulai sparing mereka. Disaat yang sama Alasya menghampiri Gavin dan untuk mengobati tangan kiri nya.
Daddy Franz mematahkan tangan kiri Gavin dengan menekuk nya kearah berlawanan. Dan Alasya meminta Gavin menggigit sapu tangannya agar tidak menggigit lidah Gavin sendiri.
Krak
Gavin memekik tertahan saat Alasya memperbaiki posisi tulang tangannya. Untung nya Alasya menyuruh Gavin menggigit sapu tangannya, jika tidak Gavin pasti menggigit lidah nya sekarang, dan tentu saja berakhir dengan mati. Tepat setelah Alasya selesai memperbaiki posisi tulang tangan Gavin, sparing Mommy Diana selesai dan dimenangkan oleh Mommy Diana.
Mommy Diana menekan beberapa titik vital Celly, yang membuat tubuh Celly membeku dan kemudian pingsan.
" Posisi tangan nya sudah di perbaiki princess? " Tanya Mommy Diana.
" Sudah mom" ucap Alasya. Mommy Diana langsung mengambil alih pengobatan Gavin.
Kembali ke Alaya dan Kelvin yang meringis melihat Alasya memperbaiki posisi tulang tangan Gavin. Apalagi suara tulang berpindah yang sangat nyaring terdengar di telinga mereka.
Sedangkan Celly sudah di baringkan di pinggir lapangan.
" Kemajuan yang bagus Ana, berikutnya Liona dan Fanya " ucap Opa.
Pertarungan kembali terjadi, kali ini dimenangkan oleh Mommy Liona. Dengan mommy Liona yang mengunci semua pergerakan Oma Fanya. Karena semua pergerakan nya terkunci dan langkah berikutnya menusuk jantung. Jadi dengan mengunci pergerakan Oma Fanya, mommy Liona sudah dinyatakan menang.
_kalo dilanjut meninggal kan • • • (θ‿θ)_
" Good, sekarang Bryan dan Daddy Ryan" ucap Opa Alex.
Pertarungan kembali dimulai, namun pertarungan kali ini lebih lama dan sengit. Tentu saja itu terjadi karena yang saling melawan adalah anggota yang memiliki kemampuan tempur yang hebat.
Tepat saat pertarungan Bryan dan Daddy Ryan dimulai, Melvin, Grecia, keluarga Naira, ibu Naira dan ayah William baru datang ke lapangan itu. Sebenarnya mereka kesana karena mendengar keributan, karena penasaran mereka semua datang untuk melihat apa yang terjadi.
Setibanya, mereka disuguhkan dengan pertarungan sengit yang terjadi antara Bryan dan Daddy Ryan. Yang mana Bryan tak henti hentinya menyerang dan Daddy Ryan yang menangkis, menghindar dan mencari celah untuk melawan.
Mereka terkejut melihat itu, apalagi melihat kondisi 2 klan Antera yang lain terluka dan tak sadarkan diri ( Celly dan Gavin).
Setelah 27 menit pertarungan akhirnya selesai dan dimenangkan oleh Daddy Ryan. Bryan dikalahkan setelah dicekik dan kepalanya dibenturkan di tanah beberapa kali yang membuat kepalanya berdarah.
Semua orang yang menonton syok melihat itu ( - klan Antera). Bagaimana tidak, selama ini mereka terlihat sangat dekat dan sayang satu sama lain, namun lihatlah apa yang mereka lakukan terhadap keluarga sendiri.
Jika saja mereka tau, kalau selama pertaruhan mereka ( klan Antera) sudah memperkirakan serangan yang tidak membuat keluarga mereka meninggal atau terluka parah.
_ bagi mereka patah tulang atau kepala berdarah itu hal biasa (ー_ー )_
" KYAAAAAAAAAAA" Grecia, Keyra dan Lisa spontan berteriak karena terkejut melihat adegan berdarah itu.
Semua atensi beralih ke mereka bertiga, Begitupun dengan klan Antera.
" Da- Daddy, a- apa yang kalian lakukan" tanya William terbata-bata karena sedikit takut dan terkejut.
" ____________" ucap Opa Alex.
## selamat menikmati ## maaf jika ada typo ya ##