NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Pelakor / Romansa / Penyesalan Suami / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:293.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nurmay

Hanya ada dua orang yang sangat ia percayai dan hanya mereka berdua juga yang dia punya. Tapi siapa sangka ternyata mereka yang sangat Anjani percaya telah menusuknya dari belakang.

Anjani Rubella wanita pekerja keras, dari yang tidak memiliki apapun sampai memiliki beberapa mall. Pernikahannya bersama Marko yang berjalan baik-baik saja seketika hancur karena hadirnya orang ketiga yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.

Lalu bagaimana nasib Anjani Rubella, apakah dia akan menyerah atau mempertahankan pernikahannya bersama Marko, simak selengkapnya hanya di novel ini !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemeja Yang Kedodoran

Diluar kamar, Axel justru tertawa kecil mengingat wajah Roger yang terlihat sangat garang itu. Ia memasang kembali kancing kemejanya seraya berpesan pada kedua pria yang ditugaskan tadi menjaga pintu. Yang mana saat ini terlihat banyak luka di wajah mereka. ''Pastikan jangan dibuka sebelum fajar!''

''Baik Tuan!'' seru keduanya.

''Sekarang waktunya membebaskan rubah kecil itu!'' gumam Axel yang berjalan menuju lift.

Sudah hampir fajar. Dua penjaga yang semalaman berjaga akhirnya memutar kuncinya lalu pergi dari sana. Sedangkan didalam kamar tersebut, keduanya masih saling mendekap dibawah selimut yang sama.

Lelapnya mereka menandakan bahwa semalam habis bertarung panas diatas ranjang.

tuk tuk tuk ... paruh burung terus mengetuk jendela kamar, yang membuat penghuni ranjang raksasa itu terganggu, Anjani mengerjapkan matanya beberapa kali karena mendengar suara bising itu. Tangannya menekan kepalanya yang masih sedikit terasa nyeri, saat ia akan bangun, ia merasa ada sesuatu yang menahan perutnya. Dengan perlahan ia mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang menindih perut rampingnya.

Tangan besar berurat dan kekar. Anjani terkesip, ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam, dan ingatannya pun bergulir disaat ia memohon pada Roger. ''Roger?'' gumam Anjani yang segera menoleh kesamping kirinya karena ingin melihat benar atau tidak, tadi malam ia bersama Roger.

''Astaga …'' lirih Anjani menutup mulutnya sendiri. Sungguh wajahnya sudah seperti kepiting rebus, merah padam, karena malu kala mengingat tingkah bodohnya tadi malam.

''Lagi?'' ucapnya lagi dengan penyesalan, ini kedua kalinya memang ia berada diatas ranjang bersama Roger, tapi kali ini mereka benar-benar melakukannya, dia ingat betul akan hal itu.

Anjani tidak menyalahkan Roger, karena dia tahu kalau dialah yang memaksa biarpun Roger terus mencoba menyadarkannya.

Matanya mencoba menatap Roger lagi yang masih terlelap. Satu hal yang baru ia sadari, kalau Roger sangatlah tampan, bahkan ketampanannya melebihi Marko, mantan suaminya. Walaupun memang permainan Roger malam tadi tidak sepanas Marko, tapi itu sangat dimaklumkan karena Roger bukanlah pria yang berpengalaman dan ini kali pertama untuknya.

''Sudah! jangan terus menatap ku,'' suara Roger yang serak membuat Anjani tersadar dari lamunannya.

Anjani tidak membalas ucapan Roger, ia bahkan mematung tidak berani bergerak. Perlahan pemilik bulu mata lentik itu membuka matanya, tatapan sayu dan bibirnya yang tersenyum tipis membuat jantung Anjani berdetak lebih cepat dari biasanya.

Entah dari mana dia selama ini. Kenapa baru menyadari kalau Roger setampan ini. Tidak dipungkiri Anjani memang terus menutup mata dengan pesona pria lain selain Marko, pria yang dulu ia sangat cintai.

''Maafkan aku,'' ucapan Roger mampu membuat Anjani kembali menatap kearahnya lalu menggelengkan kepalanya samar.

''Sungguh aku benar-benar minta maaf. Aku tahu kamu marah—''

''Ssstt! tidak Roger, ini bukan salah mu!'' Anjani memotong ucapan Roger dengan meletakkan telunjuknya didepan bibir Roger agar pria itu berhenti bicara.

Karena semakin Roger bicara, semakin pula jantungnya tidak karuan berdebar. Terlebih lagi saat ini Roger kembali tersenyum padanya. Ah! sungguh Anjani sangat ingin melompat dari sana. Hatinya seperti ada ribuan kupu-kupu. Pesona Roger dipagi hari, benar-benar membuat mabuk kepayang.

''Aku ke kemar mandi dulu, hmm?'' Roger beranjak dari tempat tidur dan ternyata ia hanya memakai underwear boxer yang ngepas dirinya. Anjani terkesip melihatnya, dulu ia gadis yang polos tapi ketika menikah dengan Marko yang hiper membuat ia terbawa dengan kebiasaan Marko. Pipinya terasa panas ketika melihat paha dan betis Roger yang berurat, dan sebelum Roger memergokinya yang sedang memandang bagian tubuhnya, Anjani segera menutup wajahnya menggunakan selimut.

Dan benar saja, Roger kembali berbalik, ia tersenyum gemas saat melihat Anjani yang sudah tenggelam dibawah selimut.

Setelah mendengar suara pintu tertutup, Anjani baru membuka selimutnya. Helaan nafas panjang Anjani lakukan, ia meraba dadanya yang masih terasa ramai itu. Tapi ia baru menyadari satu hal, ya dia memakai pakaian Roger, kemeja besar Roger melekat seksih ditubuhnya. Entah kapan dan bagaimana ia bisa memakai itu, tapi intinya dia sangat malu.

''Anjani kau bodoh sekali … bagaimana aku menunjukan wajahku didepan Roger,'' sesalnya.

Beberapa saat kemudian, Roger keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe. Matanya melirik kearah ranjang dimana Anjani masih menutup seluruh tubuhnya dibawah selimut. Roger tersenyum jahil dan …

Srrretttt

Roger menarik selimut itu yang membuat Anjani terjingkat kaget dengan tingkah Roger.

''Roger!''

Hahahahha! ''Kamu kenapa? apa kamu marah sama aku?''

''Bukan!''

''Lalu?''

''Aku malu!''

Jawaban Anjani membuat Roger tertawa terbahak-bahak. ''Malu kok ngaku,'' goda Roger.

''Eh?'' Roger tertegun, jakunnya bergerak naik turun ketika melihat Anjani yang duduk dan memakai kemeja miliknya yang terlihat kedodoran ditubuh mungil Anjani.

''Ekhemm!'' Roger pun berdehem, ia merasa tenggorokannya serat.

Ketika pintu terdengar, Roger menoleh kearah pintu dan Anjani, lalu ia mengambil selimut yang terjatuh dilantai karenanya dan memasangkannya pada tubuh Anjani. Setelah itu barulah ia menuju pintu untuk membukakannya.

Sungguh, sikap kecil Roger membuat Anjani tersipu.

1
guntur 1609
kok jadi alex. bukanya axel
guntur 1609
dasar pada ngakali semuanta
guntur 1609
ohh rupanya ni axel yg punya ketja
guntur 1609
mampus lah kau marko. end kau
guntur 1609
enak kali kau ngomongnya sampah
guntur 1609
sdh ketahuan saling menyalahkan dasar sampah. pecundang
guntur 1609
lah kok delisa. bukanya jani
guntur 1609
mampus kau marko. si miskin yg gak tahu diri
guntur 1609
calon pelakor
Iyas Masriyah
Luar biasa
nand channel
karya yang singkat padat dan jelas...aku sukaaaa thor🥰🥰🥰
Yuli Astuti
kok and
Aditya HP/bunda lia
yaaah, .... sekalinya up langsung end
tapi gak heran juga soalnya novelmu gak panjang2 dan bertele-tele makasih ...🙏😘
Nuna V🥰: makssiihh kaaa🙏🏻🥰
total 1 replies
Aditya HP/bunda lia
dikit amat Thor
Nina Har
baca nya tanggung 2 bngt thooor.lanjut lg dong
Nina Har
waah Roger di buat panas dingin nih sm alex.lanjut thooor
Aditya HP/bunda lia
Dasar kamu Lex ...
S
Hahaja...dibanding Roger lebih cerdas Endy si assisten.Jangan d jodohin sama Anjani deh
S
Iya Roger bodo dan lamban pake ragu lagi nolong anjani ,apa tidak melihat situasinya bukannya manggil polisi malah manggil adiknya hadeh
Osie
tdk ada kesempatan kedua utkbseorg pengkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!