NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Seragam Pelayan

Rahasia Di Balik Seragam Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Pembantu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

-Spin off 'NOVEL PURA-PURA JADI SUPIR'-

Sepuluh tahun mendekam di penjara mengubah Bianca Adytama dari nona muda angkuh menjadi wanita yang haus akan ketenangan. Membuang nama besarnya, ia pergi ke sebuah desa di Jawa Barat dan menyamar sebagai pelayan bernama Gita.
Di sebuah villa mewah milik seorang juragan perkebunan, Gita berharap bisa hidup tenang. Namun, kedatangan Arlan Dirgantara—putra sulung sang juragan yang baru bercerai—mengacaukan segalanya.
Arlan tidak buta. Ia tahu Gita bukan pelayan biasa. Gerak-geriknya terlalu elegan, bicaranya terlalu cerdas, dan sorot matanya menyimpan rahasia gelap. Dari rasa penasaran menjadi obsesi, Arlan mulai menjerat Gita dalam permainan cinta yang menegangkan.
Sanggupkah Bianca mempertahankan penyamarannya saat masa lalu yang ia kubur mulai tercium oleh pria yang terobsesi memilikinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Matahari siang membentur hamparan kaca gedung pencakar langit di kawasan bisnis Jakarta, memantulkan kilau yang menyilaukan sekaligus gerah. Di dalam ruang kerja pribadinya yang kedap suara, Mahendra menghempaskan sebuah asbak kristal berat ke lantai marmer hingga hancur berkeping-keping. Puing-puingnya berserakan, sewarna dengan emosinya yang sedang koyak. Kabar dari wilayah hulu Jawa Barat benar-benar merusak seluruh rencana matang yang sudah ia bangun bersama Stella.

"Bagaimana bisa?! Siapa sebenarnya Bianca Adytama ini?!" raung Mahendra, napasnya memburu kaku. Wajahnya yang biasa dipenuhi senyum sinis kini memerah padam, dilingkupi urat-urat yang menonjol di sekitar pelipis.

Stella yang duduk di sofa kulit mahal di sudut ruangan hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Gaun desainer yang dikenakannya tidak lagi mampu memancarkan aura keangkuhan seperti biasanya. Ponsel di tangannya terus bergetar tanpa henti, menampilkan belasan panggilan tak terjawab dari para investor utama yang mendadak menarik dukungan mereka dari konsorsium bentukan Mahendra.

"Aku tidak tahu, Mahendra!" balas Stella dengan suara yang melengking panik. "Para pemegang saham asing yang kemarin menjanjikan modal untuk mendepak Arlan mendadak mundur teratur siang ini. Mereka bilang, ada manuver bisnis rahasia dari Surabaya yang mengunci seluruh aset agunan kita. Seseorang bergerak di balik layar menggunakan nama Dirgantara Group, dan para investor ketakutan!"

Hubungan antara Mahendra dan Stella selalu berjalan di atas landasan yang sama: hasrat egois yang dangkal, keserakahan yang saling menguntungkan, dan ambisi untuk saling menguasai. Ketika salah satu pilar bisnis mereka goyah, keintiman palsu itu segera menguap, digantikan oleh saling tuduh dan kepanikan yang saling mencabik.

Mahendra mencengkeram kerah kemejanya yang mulai terasa mencekik. Otak kriminalnya berputar cepat, menyatukan kepingan informasi yang tersebar.

Selama ini, dia tahu Arlan Dirgantara memiliki kedekatan yang sangat erat dengan keluarga Mahardika—sebuah dinasti penguasa ekonomi yang tak tersentuh di ibu kota. Kemunculan tiba-tiba Adytama Properti dari Surabaya yang mengunci lahan ulayat di dekat villa hulu Jawa Barat bukan lagi sebuah kebetulan di mata Mahendra.

"Ini pasti ulah keluarga Mahardika," desis Mahendra, matanya menyipit penuh kebencian yang mendalam. "Arlan tidak mungkin memiliki kekuatan hukum agraria secepat ini di Jawa Timur tanpa bantuan jaringan intelijen Mahardika Group. Aliansi rahasia di antara mereka sudah terbentuk sejak lama, dan sosok misterius bernama Bianca Adytama ini... pasti adalah agen penghubung yang dikirim oleh Mahardika untuk mengamankan posisi Arlan!"

Stella menegakkan tubuhnya, matanya melebar. "Jika itu benar, berarti wanita pelayan bernama Gita yang disembunyikan Arlan di villa itu... bisa jadi adalah umpan atau mata-mata yang sengaja ditempatkan untuk mengelabui kita?"

"Siapa pun pelayan itu, dialah titik lemah sekaligus kunci dari benteng Arlan saat ini," Mahendra berjalan mendekati meja kerjanya, menekan tombol interkom untuk memanggil tim investigasi swasta terbaiknya. "Kirim seluruh mata-mata terbaik kita ke desa terpencil itu sekarang. Kepung villa Dirgantara. Aku ingin tahu setiap senti gerakan perempuan bernama Gita itu sebelum matahari terbenam hari ini!"

Ratusan kilometer dari bisingnya ibu kota, suasana di teras belakang villa mewah keluarga Dirgantara justru dilingkupi oleh kedamaian yang teramat kontras. Udara siang hari di hulu Jawa Barat terasa sejuk, membawa aroma pucuk teh yang segar bercampur dengan wangi tanah yang baru saja basah oleh sisa gerimis. Gulungan kabut putih berenang lambat di antara berundak-undaknya perkebunan, menciptakan sekat alami yang mengisolasi tempat itu dari kekejaman dunia luar.

Di sinilah hubungan antara Arlan dan Bianca terjalin dalam bentuk yang teramat berbeda dari hubungan penuh hasrat egois antara Stella dan Mahendra. Hubungan mereka berjalan dalam ritme yang pelan, mendalam, elegan, dan penuh dengan kehati-hatian yang sarat akan rasa hormat.

Bianca berdiri diam di dekat pagar pembatas batu alam, memegang sebuah nampan kayu kosong. Seragam pelayannya yang bersahaja tidak mampu menyembunyikan aura berkelas yang memancar dari cara berdirinya yang tegak namun anggun. Sisi dewasanya membuat dia tetap tenang meskipun dia tahu, di balik layar komputer kamarnya, dia baru saja menggerakkan jaringan Pak Haryo untuk menghancurkan logistik Mahendra di Jakarta.

Arlan melangkah mendekat dari belakang. Pria tiga puluh enam tahun itu tidak lagi memakai jas mahalnya. Dia hanya mengenakan kemeja putih tipis dengan lengan yang digulung, membiarkan angin gunung menerpa wajah tegasnya yang tampak lebih rileks setelah semalaman terjaga.

Langkah kaki Arlan berhenti tepat satu jengkal di samping Bianca. Dia tidak langsung menyentuh wanita itu, melainkan ikut menatap hamparan hijau perkebunan teh di bawah mereka, memberikan ruang kenyamanan yang sangat dihargai oleh Bianca.

"Doni memberi tahu bahwa pergerakan saham Mahendra di Jakarta terkunci total siang ini," Arlan membuka suara, nadanya bariton, rendah, dan dilingkupi kelembutan yang hanya dia tunjukkan pada wanita di sampingnya. "Tuduhan penggelapan dana itu menguap begitu saja setelah dokumen lahan ulayat Adytama dirilis ke publik."

Bianca melirik Arlan sekilas melalui sudut matanya, menyunggingkan senyum tipis yang matang. "Itu berita bagus untuk Dirgantara Group, Tuan Arlan. Posisi Anda sebagai CEO tidak akan ada yang berani menggugat lagi dalam rapat komisaris besok."

Arlan membalikkan tubuhnya, menumpukan satu lengannya pada pagar batu, menatap lekat-lekat ke arah profil samping wajah Bianca. "Aku tidak peduli dengan posisi CEO itu, Gita. Aku sudah mengatakannya padamu tadi."

Bianca menarik napas perlahan, dadanya berdesir mendengar ketulusan pria yang biasanya sedingin es ini.

"Anda terlalu impulsif, Tuan. Bisnis bukan tentang perasaan pribadi."

"Bagi seorang penguasa, bisnis adalah tentang siapa yang paling bisa dipercaya," Arlan memotong dengan intonasi yang tegas namun sarat akan emosi yang pas. Tangannya terulur perlahan, dengan gerakan yang sangat hati-hati—seolah takut merusak ketenangan yang ada—dia menyelipkan beberapa helai rambut Bianca yang terbang tertiup angin gunung ke belakang telinganya. Sentuhan jemarinya yang hangat membuat kulit Bianca meremang halus.

"Mantan istriku dulu, Stella, mendekatiku dengan senyuman paling manis di dunia, tapi matanya hanya menatap angka di rekeningku," lanjut Arlan, matanya mengunci manik mata jernih Bianca dengan intensitas posesif yang ekstrem namun protektif.

"Tapi kamu... kamu datang ke sini dengan seragam pelayan, menolak fasilitas mewah di sayap barat ini, namun kamu memberikan analisis hukum yang menyelamatkan hidupku tanpa meminta imbalan apa pun. Keunikan karaktermu inilah, Gita, yang membuatku menyadari bahwa pertahananku selama ini tidak ada artinya di depanmu."

Bianca terpaku di tempatnya berdiri. Tatapan mata Arlan begitu murni, memancarkan cinta tulus seorang pria dewasa yang siap mengorbankan dunianya demi melindunginya. Rasa bersalah kembali meremas hulu hati Bianca dengan kejam.

Arlan mencintai sosok "Gita Ivara", seorang pelayan mandiri yang mencari kedamaian, tanpa tahu bahwa di balik baju bersahaja ini tersimpan nama Bianca Adytama—sosok yang saat ini sedang menjadi buruan utama mata-mata Mahendra di Jakarta akibat kesalahpahaman aliansi Mahardika Group.

"Tuan Arlan, jangan menaruh harapan terlalu besar pada saya," bisik Bianca, suaranya bergetar tipis menahan beban rahasia yang kian berat. "Masa lalu saya... mungkin jauh lebih rumit dari apa yang bisa Anda bayangkan."

Arlan justru memperpendek jarak di antara mereka, tangan kirinya beralih menggenggam pergelangan tangan Bianca yang halus dengan erat, sebuah gestur kepemilikan mutlak yang tidak menerima bantahan.

"Aku tidak peduli seberapa rumit masa lalumu, Gita. Aku yang akan menjadi masa depanmu."

***

1
@Tie
nasibnya mahendra gmn thor
apa dipenjara jg sama spt stell
Mundri Astuti
ngomong" napa jadi muter" y thor si Arlan dan Bianca, ga da kemajuan
✦͙͙͙*͙*ᴍs.ʀ͠ᴇɴᴀ✨: maaf ya, kalo bikin gumoh. pelan-pelan nanti diperbaiki kok 😊🙏
total 3 replies
💟노르 아스마💟
lahhh ...provokatornya gk di habisin itu
Mukeseh
setela salah lawan woe setela setela 🤣🤣
Anonim
😍😍
Anonim
Mantap
ryuka
duuhhh bianca gimana cara nya arlan biar kamu luluhhh 🫠🫠🫠🤭🤭🤭
merry yuliana
jd dejavu sm.kirana yak..
Anonim
😍😍😍😍
Del Vina
cerita bagus cuma alurnya lambat
Tangsah Jagad
gak mungkin Raditya gak ngasih tau kalo di tanya arlan
Mukeseh
hubhihi 🤣🤣🤣🤣 othor pintar bikin q deg deg pyor 😂
Mundri Astuti
Arlan kamu main ke rumah Raditya, sapa tau ada foto keluarga Kirana dan keluarganya
Anonim
😍😍😍😍
@Tie
bianca kabur aja yg jauh ke luar negeri sekalian, kl msh di indo gk aman
mkn maen rahasia arlan makin posesif
fatmawati (pipit)
gita harus jujur saja bahwa dia adalah Bianca aditama yg menyamar sebagai gita ivara
untuk doni harus secepatnya menemukan kejanggalan tentang gita dan bianca adytama
ryuka
bianca.. gapapa kok jujur. kamu berhak bahagia 🫠🫠🫠
Tangsah Jagad
Bianca apa salah nya sih jujur, dan arlan ngapain juga ngotot hbngan mereka hanya batas pekerjaan
Verawati Naycyl
sudah Bi...jangan maen teka teki terus ...kasihan Arlan sampai puyeng cari tau identitas kamu yg sebenarnya..
Mukeseh
deg deg thor 😂😂tp cepat atau lmbt pasti aksn tsu arlsn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!