Tak kusangka takdir hidupku akan jadi serumit ini
Kisah percintaan seorang gadis cantik idola SMA Nusa Bangsa, bernama Ariana Kamilla dengan seorang cowok cool bernama Eza. menjadi awal mula dilema panjang cinta segi tiga dimasa yang akan datang
Pelecehan, penghianatan dan dendam membawa Ariana pada kehidupan kelam yang menyedihkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon morieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penopang Jiwa Yang Di Rampas
Rupanya yang datang adalah Amel dengan membawa nampan yang berisi semangkuk bubur dan segelas susu
"ini tugasmu ya Za.., Arin harus menghabiskan bubur dan susu ini hingga tak bersisa"
Diletakkanya nampan itu diatas nakas, kemudian Amel melangkah keluar dengan wajah yg terlihat menahan tawa, sedang tak sepatah katapun keluar dari mulut Arin dan Eza, mereka berdua tampak sangat kikuk, hingga berulang kali Eza menggaruk garuk kepalanya yg tak gatal.
Belum hilang tubuh Amel dari ujung pintu suaranya kembali terdengar "inget Za...bikin kenyang perut Arin ya...bukan ngeyangin bibir loo...,Arin masih sakit tuu" sambil setengah tertawa tubuh Amel lenyap di ujung pintu
"Sial" umpat Eza, sambil menahan malu mendengar ucapan Amel barusan
Sedang Arin hanya tertunduk sambil menutup mulutnya dengan telapan tangan menahan tawa dan malu.
"Ayo sayang..kita lanjuut" mendadak mata Arin membulat mendengar perkataan Eza barusan. Dan di pandangnya wajah Eza seolah ingin mendengar kejelasan
"lanjut makan bubur maksudnya sayaaang"
Dengan sangat telaten Eza menyuapi Arin sesendok demi sesendok bubur yg ada di mangkuk, meski awalnya Arin menolak karna mulutnya masih terasa pahit tapi dengan trik dan rayuannya, Eza berhasil membuat Arin menghabiskan semangkuk penuh bubur dan segelas susu itu.
Setelah Arin menghabiskan bubur dan meminum susu yg di bawakan Amel tadi, Eza merasa sangat lega, paling tidak itu sedikit membayar rasa bersalahnya pada Arin. di kecupnya lembut kening Arin sambil menatap matanya dalam dalam "sayang kamu harus janji sama aku, kamu harus bangkit, hadapi masalah ini dengan tegar, aku yakin kamu gadisku yg kuat, kamu jangan takut karena aku selalu ada di samping kamu untuk menemani kamu menjalani semuanya.
Setelah kepulangan Eza dan sahabat sahabatnya, semangat Arin untuk mencoba bangkit dan menghadapi permasalah yg ada mulai tumbuh. Walau akan jadi serumit apapun, ia akan terus berusaha menghadapinya.
Arin menyadari keterpurukannya saat ini adalah akibat keterkejutanya menghadapi hal yg selama ini tak pernah ia bayangkan. Selama ini Arin nyaris tidak pernah merasakan permasalahan hidup yg terlampau rumit. Hidupnya terbilang datar datar saja, bagaimana tidak, selama ini ia di besarkan di tengah keluarga yg tampak harmonis dengan kondisi ekonomi yg berkecukupan, urusan sekolah dan pergaulanyapun lancar lancar saja. Dan baru ia sadari keluarganya yg tampak harmonis ternyata sangat rapuh di dalam. terbukti rumah tangga yg di bina oleh kedua orang tua Arin selama 30 tahun ternyata dengan sangat mudah di porak porandakan oleh badai yg bernama perselingkuhan
Dengan berbekal semua keberanian yg ia miliki perlahan Arin mencoba untuk menceritakan prihal hubungan Ayah dan tante Siska pada Kak Rio. Untuk menghindari kemungkinan terburuk bunda akan mendengar pembicaraanya dengan kakaknya itu, Arin memilih membuat janji dengan kak Rio di luar rumah. agar mereka lebih leluasa. meskipun nantinya ia tak berniat menyembinyikan kebenaran ini pada bunda, tapi ia memilih waktu yg tepat untuk menceritakan semua pada bunda.
Kemarahan yang memuncak terlihat dari sorot mata kak Rio. Meski ia lebih banyak diam dan hanya sesekali mengumpat kasar pada Ayah, tapi ini semua di luar ekspektasi Arin sebelumnya, ia mengira Kak Rio akan berusaha mencari Ayah dan menghajarnya. Karena telah tega menghianati bunda. meskipun masalah belum selesai tapi Arin sedikit lega karena bisa berbagi bebanya pada Kak Rio
Dengan tanpa sepengetahuan Arin rupanya Kak Rio menghubungi Kak Fikri dan menceritakan tentang penghianatan Ayah. Dan Kak Fikri berjanji akan pulang dalam waktu dekat untuk menyelesaikan masalah ini, terutama memberi tahu tentang semua hal yg terjadi pada bunda, karena bunda berhak tahu semua ini, meski sudah pasti hal ini akan membuatnya hancur.
Entah takut atau belum siap, setelah kejadian malam itu Ayah tak lagi pulang ke rumah, sudah hampir 10 hari Ayah tidak pulang, meski berulang kali bunda menelepon dan menanyakan kapan Ayah pulang tapi jawaban Ayah selalu sama, ia selalu berkilah sedang sangat sibuk sehingga belum bisa pulang dari luar kota, padahal pernah suatu malam Arin dan Kak Rio mendatangi Rumah Ayah, meski hanya dari kejauhan. Tapi mereka bisa melihat jelas bahwa Ayah pulang ke rumah itu.
Dengan segala cara Arin berusaha menenangkan Kak Rio malam itu, karena kemarahanya yg begitu memuncak saat ia melihat jelas sosok Ayah yg turun dari mobil dan kedatanganya di sambut mesra oleh tante Siska. Kak Rio berusaha keluar dari mobil dan hendak berlari ke rumah itu namun Arin mencegahnya karena pasti akan terjadi keributan hebat nantinya. Arin sadar walau sepanas apapun hati tapi pikiran harus tetap dingin.
Malam itu Arin mengintip dari sela sela pintu kamar bunda, tampak bunda dan Kak Fikri duduk di pinggir ranjang dan tengah berbicara dengan sangat serius, wajah bunda menunjukkan ekspresi sangat terkejut dan terpukul, beberapa saat kemudian terdengar bunda terisak membuat Arin yg masih berdiri di luar pintu ikut menitikkan air mata.
Tak ingin membiarkan bunda meratap sendiri, perlahan Arin membuka pintu kamar dan melangkah mendekati bunda, dipeluknya tubuh bunda erat erat dengan tubuh bersimpuh di lantai. suara tangis bunda makin keras dengan kedua mata terpejam seolah menyiratkan luka yg begitu dalam.Arin menempelkan keningnya pada pipi bunda, sesekali di sekanya air mata yg membasahi wajah bunda. Arin tau pasti, hati bunda terasa remuk saat ini. bagaimana tidak, di usianya yg tak lagi muda saat ini, sosok suami menjadi penopang jiwanya. bisa di banyangkan saat tiba tiba itu harus di rampas paksa. melihat bundanya mengalami rasa sakit yg seperti ini semakin, membuat Arin membenci sosok Ayahnya, seperti tak ingin lagi melihat wajahnya muncul di rumah ini. membiarkanya menghabiskan kesenangan dunia yg membuatnya melupakan Anak istri yg selama ini begitu mencintai dan menghormatinya
Wajah Pak Rudy tampak begitu tegang, sejak datang beberapa saat lalu ia hanya tertunduk. sengaja hari ini atas nama bunda Kak Fikri meminta tangan kanan Ayahnya itu untuk datang ke rumah. untuk menceritakan yg sebenarnya semua hal tentang Ayah dan sekertarisnya.
Air mata tampak mulai menggenang di kedua kelopak mata bunda saat pak Rudy memulai ceritanya.
Ternyata semua sudah terjadi sekitar 3 tahun yg lalu, saat itu tante Siska sudah bekerja sekitar 1 tahun di kantor milik Ayah, Sejak saat itulah kedekat mereka mulai terjalin. karena tante Siska kerap kali ikut Ayah keluar kota untuk urusan proyek, dimana selain sebagai sekertaris tante Siska juga melayani semua kebutuhan yg di perlukan Ayah selama di luar kota. mungkin disela sela waktu kerja itulah hubungan terlarang itu terjadi, Pak Rudy menjelaskan bahwa awalnya itu adalah sebuah kehilafan semata dan akhirnya berlanjut menjadi kisah cinta yg sebenarnya, hingga sekitar akhir tahun lalu tante Siska mengatakan pada Ayah bahwa dirinya tengah hamil, saat itu Ayah sangat kalut. meski sebenarnya sejak awak pak Rudy menjelaskan bahwa Ayah sama sekali tak ada niat untuk menikahi tante Siska. tapi tante Siska yg dilanda kekalutan karena tengah hamil tanpa suami mengancam Ayah akan melakukan bunuh diri bila Ayah sampai tidak menikahinya. hingga akhirnya ayahpun meluluskan niat tante Sisika dengan menikahinya secara siri. dan sekitar 5 bulan lalu putri mereka telah lahir.
udh bosan kali erza..si arin ukur 17 thn kaya umur 25 thn keliatan tua,,peyot,suram wajahnya tubuhnya langsung melar, pantatnya langsung turunnnn, buah dada nya langsung kendor kaya udh netein anak.
si arza nanti nikahnya sama yg msh perawan, yg msh suci,tertutup dan tdk liar lagj murahan.