NovelToon NovelToon
Hug His Darkness

Hug His Darkness

Status: tamat
Genre:Model / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Annora tidak pernah jatuh cinta pada pria manapun, padahal banyak yang mengejar dan antri untuk menjadi pasangannya. Dia merasa tak ada satu pun pria yang berhasil membuatnya tertarik. Hingga suatu ketika ia bertemu seseorang yang berhasil menggetarkan hatinya.

Jika biasanya Annora selalu menolak pria, justru keadaan membalik, dia ditolak oleh seseorang yang mampu membuatnya tertarik. Pria misterius dengan wajah dingin dan sorot mata gelap.

Meski selalu dipukul mundur oleh penolakan, tapi Annora tetap maju. Ada sesuatu yang membuatnya ingin sekali terus berada di sisi pria itu. Tapi, Quirinus sengaja menunjukkan sisi hidup yang paling gelap dan buruk supaya Annora menjauh.

Apakah Annora tetap tertarik dengan pria yang berhasil menggetarkan hatinya? Atau justru memilih untuk berhenti dan menyerah saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

Pertanyaan macam apa itu? Napsu atau hal lain? Memangnya selain gairah, apa lagi yang berani ia pikirkan? Quirinus terlalu sadar diri kalau kehidupannya itu sangat buruk, mana berani menaruh hati pada orang seperti Annora. Meski dia merasa nyaman bersama wanita itu, tapi tak cukup membuatnya berani memikirkan perasaan lebih. Annora pantas mendapatkan yang lebih baik darinya.

“Kalau tidak mau membantu, ya sudah, tidak perlu banyak mengajukan pertanyaan.” Quirinus memilih tidak memberikan jawaban. Bibirnya enggan mengatakan kalau hanya napsu. Terkesan sangat brengsek, sementara Annora sudah memperlakukannya baik.

Pria itu segera berbalik lagi dan melangkah menuju tangga. Menjejakkan kaki dengan tergesa-gesa karena yang ada di bawah sana kian meronta ingin dibebaskan.

Sementara Annora yang melihat kepergian Quirinus pun menghembuskan napas. Menyandarkan punggung ke sofa. “Apa susahnya mencintai aku? Padahal semua sudah ku curahkan. Ternyata sulit sekali membuat pria dingin menaruh hati padaku.”

Sudah tahu tidak mudah mendapatkan balasan cinta. Tapi Annora masih saja berdiam diri di rumah Quirinus. Entah wanita itu memang memiliki perasaan yang dalam dan tulus, atau sekedar penasaran saja ingin menakhlukkan pria dingin?

Mengingat bagaimana ketertarikan itu muncul hanya sekedar sekali pertemuan dan tidak ada apa pun perjuangan yang ditunjukkan oleh Quirinus padanya. Bisa jadi alasannya tetap bertahan adalah lebih condong pada penasaran. Biasanya, cinta yang menggebu di awal hanya akan berakhir setelah rasa penasaran tuntas.

Benarkah Annora seperti itu? Apakah dia akan meninggalkan Quirinus seandainya perasaan dibalas?

Selama tangan pria itu bekerja keras, pikiran Quirinus justru berkelana memikirkan hal tersebut. Terlalu banyak rasa gundah yang menyelimuti hati dan pikirannya. Mungkin memang sebaiknya hubungan mereka tetap seperti sekarang. Setidaknya Annora ada di sisinya untuk memperlihatkan dan mengajarkan bahwa ada banyak hal yang ia tak ketahui.

...........

Tepat satu bulan Annora berada di rumah Quirinus. Beberapa kali ia pulang ke mansion orang tuanya hanya sekedar mengambil pakaian atau menjenguk Mommy serta Daddy.

Sekarang Annora tidak lagi memakai baju dan celana pendek. Sesuai kemauan Quirinus, panjang semua. Dia memang senang melihat wajah pria itu saat sedang bergairah yang wajah sampai telinga memerah. Tapi, kasihan juga kalau setiap hari dikerjai.

Satu bulan penuh Annora tidak berangkat kerja. Sedikit keterlaluan memang membatalkan banyak kontrak demi memastikan pria yang ditaksir sembuh. Untung masih ada perusahaan yang bisa dikontrol virtual.

Annora terlihat sibuk di dapur seperti biasa. Sejak kehadirannya, Quirinus tidak pernah terlambat makan.

“Qui ... makan malam sudah siap.” Annora berteriak. Rumah yang awalnya sunyi itu tiba-tiba selalu penuh oleh suaranya.

Tak lama kemudian, orang yang dipanggil pun turun. Mereka makan dengan sunyi karena Annora masih sibuk menatap ponsel, lalu mendadak mengangkat telepon.

“Ya?”

“Ada file yang perlu Anda cek, Nona. Saya sudah kirim ke email.”

“Oh, oke.” Hanya sebentar, Annora langsung meletakkan ponsel ke atas meja. Dia lupa tidak membawa MacBook ke sana, ketinggalan di mansion. Pandangannya naik untuk menatap pria di hadapannya. “Boleh aku pinjam laptopmu?”

“Aku tidak punya.”

“Kalau begitu, komputer?”

Quirinus juga menggelengkan kepala. “Tak ada juga.”

Annora justru menanggapi dengan kernyitan bingung. Bagi seusia mereka, laptop atau komputer adalah hal yang penting dan harus punya. “Lalu, kalau kau mau bekerja menggunakan apa?” Setelah dipikir-pikir, ia tidak pernah melihat Quirinus sibuk. Justru selalu dia yang sering menerima telepon penting tanpa henti setiap harinya.

1
imoe nawar
👍
Bungas Dhin
Laahhh bilangnya "tamatan" sehhhh...ya wajar tamat beneran 😅
Dysha♡💕
jujur sekale kamu Bambang🤣
Dysha♡💕
anora namanya juga,ntar anora pulang kamu kesepian Lo hugoo🤭
Riana Zahrah
suka bgt yg ringan konflik, luvvv sekebon untuk author 😽
Wahyunni Winarto
huhuhuu
terhuraa baca nya
💞Aulia Adriani💕
recommended
mars
ini baru cowok
mars
klu menurutku ga masalah ya ka'seburuk2 nya setiap makhluk pasti ada alasan dibalik itu'kecuali emng bner2 berhati setan
mars
dihelsinki masa ada mie sih ka
Prilya Mcvee
ya Allah thor.. kata² pesan terakhir dari si othor bikin ngakak/Facepalm//Facepalm/
Rose Reea
what a Real true love
Nayy
thoooorrrr..... serius aq syukakk karyamu
3 judul sekaligus maraton bacanya
vote,like, subscribe, 10 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 dan full 🌟🌟🌟🌟🌟
Fajar Mulia Fitri Maharani
lanjutttt/Rose/
Siti patma
ada yg sependapat dgn aku namanya makin aneh semua
Hieny Firman
Luar biasa
Hieny Firman
Lumayan
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰
mommy neng
serrreeeemmmmm
mommy neng
waduuhhh lelaki berbayar ini mah.. hmmm daddy danesh gmn yaaa klo tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!