NovelToon NovelToon
Suamiku Sakit Mental

Suamiku Sakit Mental

Status: tamat
Genre:Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Angst / Tamat
Popularitas:970.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rani

Jesika terpaksa menggantikan adik angkatnya untuk menikah dengan pria kaya, tapi mentalnya sakit. Namun, keterpaksaan itu membawa Jesi tahu akan seberapa tersiksanya kehidupan Jonathan dengan gangguan mental yang dia alami.

Mampukah Jesi menyembuhkan sakit mental sang suami? Lalu, bagaimana jika setelah sakit mental itu sembuh? Akankah Jona punya perasaan pada Jesi yang sudah menyembuhkannya? Atau, malah sebaliknya? Melupakan Jesi dan memilih menjauh. Temukan jawabannya di sini! Di Suamiku Sakit Mental.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

*Episode 29

Ketika Jesi dan Jona baru ingin menjejakkan kaki ke pintu utama. Lagi-lagi, suara mama Jona menggelegar, menghentikan langkah keduanya.

"Jesi! Mau kamu bawa ke mana putraku, hah!"

Sontak, langkah keduanya sama-sama terhenti. Dan, beberapa saat kemudian, mereka berdua kompak sama-sama memutar tubuh untuk melihat mama Jona yang masih berada di lantai atas.

Saat Jesi ingin membuka mulut untuk menjawab. Jona langsung menahan niat Jesi dengan mengangkat tangannya.

"Kenapa mama selalu saja membentak, Jesi? Dia tidak salah apa-apa. Aku yang ingin pergi bersamanya. Kenapa mama tidak pernah tanya padaku ketika kami ingin pergi, Ma?"

Pertanyaan itu langsung memukul diam Sesilia untuk sesaat. Dia merasa semakin ingin menyingkirkan Jesi secepatnya. Karena sejak keberadaan Jesika di kehidupan anaknya, anaknya malah terus memihak ke Jesi yang dia anggap hanya orang lain. Orang yang dia datangkan hanya sebatas pelayan buat mengurusi semua keperluan anaknya.

'Dasar sialan! Aku kalah lagi dari Jesika yang bukan siapa-siapa itu. Tidak hanya papa yang memihak ke dia. Jona juga tidak membiarkan aku sedikitpun mengatai Jesika. Dasar kurang ajar. Benar-benar tidak bisa dibiarkan.' Sesilia berkata dalam hati sambil menggenggam erat tangannya.

"Jona, sayang. Maksud mama itu tidak seperti yang kamu pikirkan kok, Jo. Mama gak niat buat bentak Jesika. Mama ... mama itu cuma panik aja tadi. Kamu dandan, terus .... "

"Apa mama tidak suka aku seperti ini? Mama ingin aku tetap mengurung diri di rumah? Mama lebih suka aku yang kemarin, Ma?"

"Jona. Ngomong apa sih kamu? Tentu saja mama lebih suka kamu yang sekarang. Mama suka perubahan anak mama. Sejak beberapa tahun, mama selalu berusaha untuk memulihkan kamu dari apa yang kamu derita. Tapi sayangnya, mama tidak berhasil. Mama tidak punya mantra hebat seperti Jesi yang bisa mengubah kamu, Jo."

Secara tidak langsung, mama Jona masih saja ingin menjelekkan Jesi. Dengan cara menuduh Jesi mengunakan mantra penyembuh yang sama sekali tidak pernah ada.

Jona langsung mengukir senyum kecil yang terlihat seperti sebuah ejekan. Karena ucapan sang mama barusan, sama sekali tidak nyangkut di benaknya. Dan, dia juga sangat tahu betul siapa mamanya ini. Sejak dulu hingga sekarang, masih sama. Tidak ada yang berubah sedikitpun. Masih menganggapnya seperti anak kecil yang harus dikekang dengan sangat erat.

"Mama bilang apa barusan, Ma? Mantra? Mama yang benar saja? Ini kita berada di dunia modern, Ma. Bukan zaman kuno yang masih ada hal mistis yang berkaitan dengan mantra."

"Jo, kamu jangan anggap remeh hal ini. Meski kita berada di zaman modern. Itu tidak menutup kemungkinan kalau hal mistis itu masih ada."

"Terserah mama saja. Jika mama anggap seperti itu, maka itu hak mama. Tapi, aku katakan dengan tegas pada mama. Jangan menuduh orang tanpa bukti yang kuat, Ma. Karena itu sama saja dengan memfitnah. Itu hal yang sangat buruk."

"Ayo kita pergi sekarang, Jes. Kamu akan terlambat jika kita tetap berada di sini,' ucap Jona dengan cepat sambil menarik tangan Jesi.

Hal itu sangat membuat Sesilia kesal. Diabaikan oleh anaknya, hatinya sangat sakit. Tanpa memikirkan kesalahan yang sudah dia perbuat, Sesilia malah semakin menyalahkan Jesi. Dia semakin membenci Jesi sekarang.

"Dasar kurang ajar. Perempuan itu semakin menguasai putraku. Lama-lama, aku bisa benar-benar kehilangan anak. Kalau begini, lebih baik Jona tetap dengan keadaan sakit mentalnya dari pada sembuh tapi tidak menganggap aku sebagai mamanya lagi."

Sesilia berucap sambil menatap dirinya di depan cermin. Rasa kesal itu sangat kuat, sampai dia tidak bisa menahan diri untuk tidak melampiaskan rasa kesal itu pada barang-barang yang ada di depannya.

"Aaa ...!"

Prank! Teriakan itu bersamaan dengan barang-barang yang jatuh. Semua barang yang ada di atas meja rias, Sesilia sapu semuanya dengan tangan hanya untuk melampiaskan rasa kesal yang ada dalam hatinya.

"Nyonya. Ada apa, Nyonya? Apa yang terjadi?"

Pelayan pribadi mama Jona itu langsung datang karena mendengar bunyi barang yang jatuh. Dengan wajah panik, dia melihat wajah majikannya.

"Nyonya."

"Aku kesal, Imah. Kesal sekali. Putraku malah terus-terusan memihak pada perempuan asing yang baru juga beberapa waktu dia kenali."

"Nyonya. Tuan muda itu masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Mungkin, tuan muda sekarang sedang merasa nyaman dengan teman barunya itu."

Ucapan itu langsung membuat Sesilia menatap tajam ke arah Imah, pelayan pribadinya.

"Kamu juga sedang membela perempuan itu, Imah? Kamu juga?"

Imah langsung merasa tidak enak. Karena beberapa saat ini, dia sedikit merasa tidak nyaman dengan hatinya yang membenci Jesika. Karena hatinya malah menginginkan dia baik pada Jesi, bukan malah membenci.

"Itu ... saya tidak membela Jesika kok, Nyonya. Saya hanya ingin menenangkan, Nyonya. Karena ketenangan nyonya sangat dibutuhkan sekarang. Nyonya harus bisa berdamai dengan keadaan sekarang yang tidak menguntungkan."

"Apa yang kamu katakan, hah? Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kamu ucapkan, Imah."

Imah pun berusaha menjelaskan apa yang dia maksud. Yang semua itu semata-mata hanyalah alasan Imah untuk selamat dari tuduhan Sesilia yang mengatakan dirinya sedang membela Jesika saja.

1
Ocanya gava
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor crita bgs
Ryani
lama ke pemeran cwo nya
Heni Suhaeni
pokok nya the best 👍👍, lanjutkan berkarya
Zainab Rizky
novel yang sangat bagus menceritakan kisah penderitaan berakhir dengan kebahagian memang betul kita berbuat baik kelak kebaikan pula kita dapat dan cerita ini betul apa yg kita tabur itu pula yg akan kita tuai terimakasih buat penulisnya salam sehat selalu dalam lindungan Allah SWT.Aamiin ya rabbal alamiin
nana supriyatna
Luar biasa
Widya Sari SE
👍
Widya Sari SE
Jangan terlalu banyak masalah lah Thor.. Pusing jadinya😔
Yuliana Rahmawati
Luar biasa
Tiwi
ok
Fi Fin
mama jona sakit menta jg rupanyal
Fi Fin
Jaka 😂😂
Rini Haryati
bagus
Bara Athallah
bagus papa jona. aq jg benci dg mamah jona
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Rani: makasih banyak
total 1 replies
Kintan Ibrahim
iya saya pon sama ingatkan cewek rupanya cowok 😅😅
budak jambi
oi sadar sean km tu hanya ank angkt tdk ada hak nya atur ortu jesi buat jesi bahagia.walau nikh sm org sakit mental skalipun dr pd km dan marisa yg waras tp tdk punya hati sm skali
budak jambi
dasar wanita gila t mm jona dan mila.semoga mm jona menyesal sdh jaht pd jesika
Sandi Sanjaya
jadi penasaran
Sandi Sanjaya
Mereka pasti menyesal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!