COOL BOY GUS FASHAN
🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸
Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.
Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29: Ketahuan
Gus Fashan terus memeluk tubuh istrinya erat. Raihanah berhenti menangis dan akhirnya membalas pelukan suaminya.
”Maaf” lirih Gus Fashan, suaranya serak dan sangat takut kehilangan Raihanah.
”Kamu sayang gak sih sama aku?” tanya Raihanah dan Gus Fashan tersentak.
”Apa yang membuat kamu ragu Rai?” balik bertanya.
”Seorang perempuan akan ragu, saat pasangannya jauh lebih memperdulikan perempuan lain” suara Raihanah berat.
”Saya cuma perduli sama kamu, lihat saya Rai” Gus Fashan semakin takut dan Raihanah melepaskan pelukannya." Rai” Gus Fashan mulai kesal dan merebut tas besar itu, lalu melemparkannya ke atas lemari. Raihanah diam saat Gus Fashan mencoba menciumnya, dia mengunci mulutnya rapat-rapat dan Gus Fashan memaksa masuk, akhirnya Raihanah menyerah dan ujung-ujungnya dia balas juga ciuman suaminya itu.
*****
Nida diam, menunggu Gus Fashan datang. Tapi Raihan, Fara dan Nafis yang datang. Raihan menggeleng kepala memperhatikan gadis itu, dia paham Nida sedang menunggu Fashan.
”Pulang gak!” bentak Raihan, pria itu masih memakai seragam kerja. Beruntung, saat Hafshah menelepon, dia sudah keluar dari pabrik untuk pulang." Kabur aja kerjaan lu ya, bikin repot semua orang. Nungguin Fashan lu hah! gak bakal datang dia. Ngapain ngurusin anak kurang ajar, mending dia berduaan di rumah sama bini nya” sambungnya lantang, penuh emosi.
”Tenang bang tenang" ujar Nafis dan Raihan mendelik sebal.
”Nida ayo pulang” ajak Fara.” Cukup, jangan begini lagi. Semua orang capek, ayah kamu lagi sibuk ngurusin bibi Syifa yang lagi sakit. Jangan bikin ayah kamu makin repot, ayo pulang Nida sama aku” ajaknya kembali dan Nida diam, gadis itu terus menangis terisak-isak.
”Aku gak mau hiks, bang Fashan dimana hiks...?” Tuturnya sambil terus menangis.
Raihan semakin meradang mendengar ucapannya.” Tuh kan, lu emang cuma mau pulang kalau Fashan yang datang. Lu kira dia mau datang? jangan mimpi. Sok kecapekan lu, kabur-kaburan, disusul harus sama Fashan mulu. Ayo pulang, atau gue cekik usus lu ya Nida” tegas Raihan dan Fara memukul lengannya.
”Bang, jangan kasar-kasar kenapa sih.” Tegur Fara.
”Dia gak paham kalau abang ngomong pelan-pelan, harus begini” ujar Raihan dan Fara mendelik tajam.
”Ayo Nida pulang” ajak Fara dan dia mendekat.
”Enggak, aku mau sama gus” tolak Nida dan Fara terdiam, dua mundur dan mendekati Raihan.
”Apa kita telepon aja Abang?” tanya Fara, Raihan langsung menggeleng kepala dan melotot.
”Awas kamu kalau nelepon Fashan” tegas Raihan berbisik. Fara menunduk dan Nafis yang melihat gadisnya dikasari tidak terima, dia tarik bahu Raihan agar menjauh dari Fara.” Apaan sih?” ketus Raihan.
”Jangan kasar sama Fara, kan dia cuma nanya” ujar Nafis dan Raihan memperhatikan Fara dan Nafis bergantian, apakah terjadi cinta monyet diantara keduanya? batin Raihan bertanya-tanya.
”Aku gak mau!” Nida setengah berteriak.
”Ayo” ajak Fara dan Nida terus menggeleng kepala. Menolak.
”Kenapa harus selalu Fashan? kamu suka sama Fashan?” tutur Raihan bertanya, Fara terdiam dan menatap Nida yang terlihat langsung malu dan takut mendengar pertanyaan Raihan.
”Apa ini? Nida suka sama aa?” gumam Fara.
”Ayo pulang Nida, mau sama aku?” Nafis menawarkan diri dan Fara menoleh padanya.” Pak Fashan guru kita semua, untuk kamu sepupu dan untuk Fara kakaknya, tapi jangan seenaknya juga dong. Kita sebentar lagi ujian, jangan sampai masalah kamu ini mempengaruhi semua murid ya. Kayak pak Fashan minta kita semua buat simpan nomor hapenya dia, aku paham sekarang” tutur Nafis kembali dan Nida menunduk, betapa malunya ketahuan oleh Nafis. Kenapa juga harus ada Nafis sekarang?.
Nida dan Nafis serta beberapa teman yang lain, sedang ada kerja kelompok bersama-sama, saat mendengar kabar Nida kabur, Fara pamit dan Nafis yang mengantarnya.
”Kamu suka sama abang aku?” tanya Fara dan Nida diam.” Bang Fashan sudah menikah, lupakan saja rasa cinta kamu itu buat Abang aku. Aku baru sadar sekarang, kalau kamu itu suka. Tapi gak begini caranya, abang malah ilfil sama kamu. Aku kecewa sama kamu Nida” lirih Fara. Nida dan Fara saling menatap lekat.
”Berhenti bikin abang aku susah, keluarga kami sudah punya teh Raihanah sebagai menantu perempuan satu-satunya” tegasnya kembali, Fara tidak perduli dan melangkah pergi, Raihan dan Nafis diam memperhatikannya.
”Fara” jerit Nida panik, dia mengejar Fara dan memeluk Fara dari belakang.” Fara jangan marah” rengek Nida.
”Tolong berhenti bikin abang aku susah, abang aku bukan pria pengangguran yang harus selalu ngurusin kamu. Aku gak tega lihat abang aku susah, aku sayang sama abang aku. Mending kita gak usah temenan lagi, kamu setiap deketin aku cuma mau main ke rumah. Pertemanan kamu gak tulus” ujar Fara sangat kecewa, kalimat diakhir begitu penuh penekanan.
”Aku sayang sama kamu, kita temen dan saudara Far” lirih Nida mulai menangis lagi.
Raihan dan Nafis diam, Nafis menoleh menatap tangan Raihan yang tiba-tiba merangkul bahunya, dia dorong tangan itu kasar dan mundur menjauh.
”Pulang, jangan kabur lagi, jangan bikin repot semua orang. Dan jangan harap bang Fashan datang kapanpun kamu butuhkan, kalian bulan mahram walaupun sepupu, tapi bukan berarti kamu bisa seenaknya menaruh perasaan sama abang aku, ditambah abang sudah menikah” suara Fara berat, menjelaskan. Nida tidak bisa melakukan apa-apa saat Fara melepaskan pelukannya.
”Far, aku antar pulang. Ayo" ajak Nafis.
”Heh dodol, apa lu bilang. Fara pulang sama saya, kamu antar Nida” tegas Raihan dan Nafis menggeleng kepala.
”Aku mau antar Fara aja" Nafis bersikukuh, Raihan menarik kerah baju bagian belakang pemuda itu dan Nafis berontak.
”Nafis kami antar Nida ya” titah Fara dan Nafis terlihat kesal. Raihan tersenyum dan dia naik ke atas motornya, Fara juga naik, mengganjal jarak antara dia dan Raihan dengan tas nya. Keduanya pun pergi dan Nafis cemberut.
”Enggak usah nangis lu, ayo gue anterin pulang” ajak Nafis sewot dan Nida mengangguk, gadis itu tidak berhenti menangis, dia khawatir jika Fara mengatakannya kepada semua orang, tentang perasaannya untuk Gus Fashan.
*****
Malam hari tiba, semuanya makan bersama, Syifa dirawat di rumah sakit dan putranya ikhsan masih di rumah umi Nailah, anak laki-laki itu sedang duduk di pangkuan Gus Fashan, dan Raihanah menyuapi Ikhsan.
”Bibi cantik aku mau ayam goreng lagi” pinta ikhsan dan Raihanah mengambilkannya, Gus Fashan tersenyum dan menikmati makanannya juga, umi Nailah dan Abi Farhan terus memperhatikan ketiganya. Faiza terus tersenyum, begitulah kira-kira ketika abangnya punya anak.
Fara terlihat diam, dia tidak seperti biasanya yang selalu cerewet. Malam ini, ikhsan tidur bersama abi Farhan dan umi Nailah.
****
Keesokan paginya, semuanya siap untuk pergi dengan kegiatan masing-masing, Rai masih sibuk menyisir rambut gondrong suaminya, lalu mengikatnya.
”Sudah begini aja ganteng, gak usah pakai peci” ucap Raihanah sambil menekan kedua pipi suaminya. Gus Fashan melepaskannya pelan dan tetap mengambil pecinya.” Ah kamu mah” Raihanah cemberut.
”Aku sudah biasa pakai peci"
”Jemput aku enggak pernah pakai”
”Ya beda lagi, kalau aku pakai peci dengan setelan pakaian anak gaul apa nyambung? pandai-pandai saja mengenali situasi” ucap Gus Fashan dan Raihanah memukul dada suaminya manja.” Ayo, nanti kamu telat" ajak Gus Fashan dan Raihanah mengambil tasnya.
Ikhsan terlihat sedih, melihat semuanya akan pergi.
”Abi sama umi ke rumah sakit nanti siang, bawa ikhsan juga. Kamu bisa nyusul?” ujar Abi Farhan kepada Gus Fashan. Gus Fashan mengangguk mengiyakan.
”Assalamu'alaikum” ucap Gus Fashan.
”Wa'alaikumus Salaam” jawab umi dan abi. Raihanah melambaikan tangan kepada ikhsan dan Ikhsan membalasnya.
Faiza dan Raihanah masuk, begitu juga dengan Gus Fashan. Fara pergi memakai motor, dibonceng oleh salah satu santriwati juga yang sekolah di sekolah yang sama.
****
Di rumah sakit, Syifa belum bisa pulang hari ini. Robi dengan setia menemani dan merawat istri keduanya itu, Syifa sedang tertidur pulas setelah meminum obat yang membuatnya mengantuk. Robi pun keluar dari ruangan, untuk pergi sebentar. Dia terdiam saat melihat kedatangan istri pertamanya Hafshah.
”Assalamu'alaikum" ujar Hafshah.
”Wa'alaikumus Salaam, sama siapa kesini?” jawab Robi lalu bertanya.
”Aku sendirian, naik angkot bareng sama Nida. Gimana keadaan Syifa sekarang?” imbuh Hafshah, berusaha menahan rasa cemburu dan sedih, dia harus bisa melihat situasi, Syifa sedang sakit, itu sebabnya Robi tak bisa datang, walaupun sudah waktunya Robi bersamanya.
”Panasnya naik turun, belum bisa pulang hari ini” jawab Robi dan Hafshah mengangguk, Hafshah menarik lengan Robi untuk duduk bersamanya.” Apa ini Shah?”
”Aku masak buat kamu, Syifa kan gak mungkin bisa makan yang berminyak dulu. Aku bikin bubur, dan yang ini buat kamu. Di makan ya” ucap Hafshah begitu lembut, Robi tersenyum dan merangkul bahu istrinya itu. Sontak Hafshah gugup, dengan sentuhan tiba-tiba dan begitu lembut dari suaminya.
Di kampus, jam istirahat tiba. Raihanah berkumpul bersama teman-temannya untuk makan siang di kantin, Faiza yang membawa bekal, tidak memesan apapun dan memakan makanan yang dia bawa.
”Si Zaskia dimana?” tanya Gita.
”Masih di kelas tadi” ujar Dedeh menjawab.
”Mau coba gak?” ujar Raihanah, menawari nasi goreng kepada Faiza, Faiza mengangguk dan Raihanah menyuapinya perlahan-lahan. Dedeh dan Gita saling melirik, begitu iri dengan kedekatan keduanya, yang awalnya teman, menjadi saudara ipar.
”Kalian sering ngobrol gak sih kalau di rumah?” tanya Dedeh.
”Jarang sih, kalau habis kuliah aku sibuk ngajar santriwati kecil. Rai juga ngaji dan ngurusin suaminya” ucap Faiza dan Raihanah tersenyum.
”Ceritain dong Rai enaknya nikah muda” pinta Gita dan Raihanah mengernyit heran.
”Privasi” jawab Raihanah singkat, dan Gita terlihat kecewa. Raihanah tidak mau menceritakan apapun tentang rumah tangganya, entah suka maupun duka. Biar dia dan Gus Fashan simpan sendiri, khususnya untuk momen romantis mereka. Raihanah takut momen romantis nya disebar, salah satu temannya menjadi pelakor mendadak karena sikap suaminya yang dia ceritakan.
”Aku sudah beres nih, aku duluan ya” Dedeh pamit.
”Aku juga sebentar lagi selesai, kalau kamu mau duluan, duluan aja deh” kata Raihanah dan Dedeh mengangguk, Dedeh pergi meninggalkan kantin untuk pergi ke kelas. Sesampainya di kelas Dedeh terdiam memperhatikan Zaskia, gadis itu sendirian dan sedang menatap jari manis tangan kanannya, sebuah cincin melingkar di jari manis Zaskia.
”Bukannya itu Cincin nya Rai?” gumam Dedeh yang mengenali cincin tersebut, dengan penuh emosi dia melangkah mendekati Zaskia.
Brak!
Gebrakan meja membuat Zaskia tersentak, dia mendongak dan menatap wajah Dedeh yang penuh amarah, Zaskia yang panik ingin melepas cincin itu kembali, tapi Dedeh terlanjur mencekal pergelangan tangannya.
”Maling lu ya, maling cincin nya Raihanah. Waktu itu di toilet lu cuma pura-pura gak tahu kan?” seru Dedeh lantang dan Zaskia tidak bisa melepaskan tangannya.
”Gue gak nyuri!” tegas Zaskia. Susah ketangkap basah pun dia tetap tidak mau mengakuinya.
”Enggak usah alasan Zaskia, terus ini apa? tegas lu ya sama Raihanah. Raihanah itu padahal baik banget sama lu” suara Dedeh berat, dia sangat kecewa karena Dedeh lumayan dekat dengan Zaskia.
”Gue gak ngambil deh, ini gue beli sendiri. Ini cincin gue, lu kira cincin yang kayak punya Raihanah cuma satu?” Zaskia kesal dan menepis tangan Dedeh kasar. Dedeh sudah mengangkat tangannya, ingin menampar Zaskia yang tidak tahu diri, tapi dia urungkan saat melihat Raihanah sudah berdiri di bibir pintu. Raihanah lekas mendekat, di mendengar percakapan keduanya walaupun tidak semuanya.
”Cincin kamu diambil sama Zaskia” adu Dedeh dan Raihanah menatap Zaskia sinis.
”Aku gak nyuri, ini punya aku Rai” suara Zaskia berat, di susul dengan buliran air mata yang jatuh membasahi pipinya. Raihanah diam dan saling menatap dengan Dedeh.
”Coba aku lihat” pinta Raihanah sambil menadahkan tangannya kepada Zaskia.
”Kamu gak percaya sama aku Rai?” Zaskia mulai takut.
”Kalau itu beneran cincin kamu, kenapa kamu ragu? aku cuma mau meluruskan jika memang ini sebuah kesalahpahaman, ayo coba mana aku lihat” tutur Raihanah tidak mau menyerah begitu saja. Zaskia menunduk dan Raihanah yang mulai kesal akhirnya meraih tangan Zaskia, Zaskia terus menangis saat cincin itu di lepas dari jarinya oleh Raihanah.
”Punya kamu bukan?” tanya Dedeh dan Raihanah memperhatikan cincin itu dengan seksama, di bagian dalamnya terlihat jelas ukiran inisial nama FR yang diminta Gus Fashan saat memesan cincin tersebut, tanpa ragu Raihanah langsung memakainya dan tangisan Zaskia semakin menjadi-jadi.
”Kenapa kamu jahat sama aku Zaskia? ini cincin berharga banget buat aku, kamu gak tahu aku sampe males ngapa-ngapain karena cincin ini hilang. Kamu jahat tahu gak!” tegas Raihanah dan Zaskia berusaha meraih tangan Raihanah, Raihanah langsung menepisnya kasar.
”Ayo Rai, kita duduk” ajak Dedeh dan Raihanah mengangguk.
”Hiks..” Zaskia terus menangis, dia kehilangan cincin itu, yang dia anggap pemberian Gus Fashan untuknya, Raihanah yang duduk dengan Dedeh diam-diam memperhatikan Zaskia. Dia kecewa dan marah, kenapa Zaskia jadi maling sekarang? dia anak orang kaya, setahu Raihanah.