Disha Aveyra adalah gadis berusia 17 tahun yang baru saja lulus sekolah menengah atas, rejekinya cukup bagus karena dia baru saja di terima kerja di sebuah perusahaan besar, meski hanya sebagai cleaning servis tetapi Disha sudah sangat bersyukur karena dia bisa kerja.
Sejujurnya Disha tidak di terima mengingat usia Disha yang masih termasuk kategori di bawah umur tetapi Disha memperlihatkan kartu tanda penduduk miliknya yang mengatakan jika dia sudah cukup umur sehingga dirinya di terima.
Perusahaan yang menaungi Disha adalah perusahaan besar dan Disha di tugaskan sebagai cleaning servis di lantai satu sampai dua sedangkan untuk lantai selanjutnya di bersihkan oleh cleaning servis lainnya.
Hingga kejadian dimana Disha merasa dunianya hancur saat kejadian itu terjadi, kejadian yang merenggut mahkota berharganya sebagai seorang perempuan, kejadian yang membuatnya merasa tidak layak untuk berjalan di dunia ini lagi.
Soo... bagaimana kelanjutan? Silahkan langsung cek yaa biar nggak kepo hehe... dan semoga suka dan tidak lupa juga buat ninggalin jejak buat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fall in love
Menjadi orang tua bukanlah hal yang gampang menurut Luigi dan Disha, banyak pelajaran yang mereka ambil saat mengurus Baby Lson dan semuanya kesabaran lah kunci utamanya.
Dan tidak terasa jika usia Baby Lson sudah masuk ke tahun kedua dan sudah biasa di ajak main kemanapun, sifatnya yang masih kalem terbawa sampai sekarang membuat Disha sebagai seorang ibu bahagia jika putranya begitu mudah diajari.
Dan sekarang Disha sudah menjalani yang namanya kuliah, seperti pagi ini semuanya serba sibuk, Disha yang kuliah pagi dan Luigi yang harus bertemu para investor asing, sedangkan Daddy Ledgar dan Mommy Alina sedang keliling dunia, Larry yang tidak bekerja hari ini menjadi pengasuh Baby Lson.
'Halo ponakan Uncle, gimana kalau kita main ke mall saja?" tanya Larry menatap ponakan tampannya
'Iam au akan" jawab Baby Lson yang sekarang di panggil Liam
'Makan? baiklah Uncle buatkan dulu, tunggu sebentar ya jagoan, jangan kemana-mana" Larry memperingati putra Kakaknya itu dan Liam mengangguk mengerti
Larry memanaskan kembali makanan khusus Liam karena pencernaan Liam masih termasuk golongan susah mencerna makanan makanya Disha selalu memberikan makanan bertema sayuran atau buah untuk Liam dan ternyata Liam mau saja.
'Nah, makanan datang aaaaa...." Larry menyodorkan makanannya pada Liam
Liam menyambutnya dengan perasaan senang membuat Larry tersenyum bahagia melihat keponakannya yang begitu lucu dan sangat mudah untuk di ajari.
Usia Liam masih belum genap 2 tahun membuatnya belum jelas saat bicara tetapi orang akan paham dengan ucapannya jika sangat suka terhadap anak kecil.
'Nah sudah kenyang, bagaimana kalau Liam ikut Uncle jalan-jalan ke taman, di sana banyak teman lho" rayu Larry dan Liam mengangguk mengiyakan
'Pintarnya ponakan Uncle, anak siapa sih Aduhhh gemasnya" Larry menciumi wajah Liam dan Liam tertawa kuat membuat para pelayan yang mendengar maupun melihatnya ikut senang
'Baiklah sekarang kita siap-siap yaaa" ajak Larry
'Yap-yap" Liam mengikuti ucapan Uncle nya
'Iya jagoan, sebentar yaa, Bi Paula" panggil Larry
'Iya Tuan ada yang bisa saya bantu" Bu Paula menghadap Larry
'Tolong jaga Liam sebentar saya mau membersihkan diri sebentar" ucap Larry sopan
'Baik Tuan, Tuan muda kecil ikut Bibi yaaa" bujuk Bi Paula dan Liam mengangguk saja karena baginya semuanya sama saja
Terkadang Luigi takut jika sudah besar nanti putranya akan mudah di bodohi oleh orang lain tetapi sifat itu bahkan tidak bisa di ubah dan Luigi yakin seratus persen jika sifat itu turunan dari Disha yang begitu penurut dan baik.
Tidak lama kemudian terlihat Larry yang sudah rapi mengenakan kaos putih dan Levis selutut berwarna abu-abu sambil membawa empeng Liam.
Sekarang Liam tidak minum asi lagi sejak 3 bulan yang lalu, Liam di bantu susu formula atas saran Larry saat mengetahui jika air susu Disha tidak keluar lagi, Larry bahkan begitu menjaga asupan ponakannya agar tumbuh sehat.
'Waktunya berangkat come on jagoan" Larry jongkok dan menjulurkan tangannya agar Liam berjalan ke arahnya
Liam sudah bisa berjalan tetapi masih belum lancar karena masih suka jatuh, jika Larry libur maka dia akan mengajak keponakannya seraya jalan-jalan ke taman agar sensor motorik Liam bagus.
'Yeeeeehhhhh... ponakan Uncle memang yang paling hebat, nanti kita ke kantor Daddy yuk, kasih kejutan, Mommy kuliah sampai sore jadi khusus hari ini kamu sama Uncle dulu yaa" Larry pun menggendong Liam dan berjalan keluar menuju mobil yang sudah di siapkan oleh para penjaga
Selama di perjalanan Liam berceloteh cukup banyak membuat Larry sangat gemas pada keponakannya, sepertinya Larry harus segera menikah dan memiliki anak selucu Liam, memikirkan itu Larry jadi senyum-senyum sendiri.
'Nah kita sudah sampai" heboh Larry dan Liam berteriak senang
Larry seperti ayah Liam karena wajah mereka ada sedikit kemiripan melihat gen yang di turunkan Luigi lebih dominan pada Liam tetapi hidung dan bibir Liam turunan dari Disha, sungguh perpaduan yang sempurna.
Di taman Larry membiarkan Liam bermain di rumput, entah itu belajar berjalan atau Liam yang mencabuti rumput, Larry tidak mau melarang ponakannya bersenang-senang, karena hari masih jam 10 pagi taman belum cukup ramai apalagi sekarang bukan weekend, hanya terdapat beberapa orang saja.
Larry bahkan mengambil setiap momen Liam dan mengirimkannya pada Luigi yang sekarang pastinya telah berada di kantor setelah melakukan rapat tadi pagi bersama para investor asing.
Tidak lama kemudian terlihat 3 orang siswa yang Larry yakini adalah anak-anak SMA melihat dari seragam yang mereka pakai.
'Gimana guys, kita cabut kemana nih?" tanya seorang gadis berambut pendek dan lebih pendek dari keduanya
'Kita sembunyi disini saja, lagian penjaga sekolah nggak bakalan ngejar kita kesini" ucap gadis berambut pirang yang Larry yakini di cat
'Gimana Sya, menurut lo kita sembunyi di mana?" tanya gadis berambut pendek itu pada salah seorang gadis yang sedari tadi menatap Liam yang menatap mereka
'Terserah lah" balas gadis bernama Sya itu
Larry menatap ketiganya yang kini duduk di kursi yang Larry duduki, kedua gadis tadi menatap Larry berbinar tetapi gadis bernama Sya itu malah fokus ke Liam yang sedari tadi masih melihatnya.
'Hanya bocah" guman Larry dan ternyata gadis bernama Sya itu mendengar gumaman Larry kemudian Sya mencebikkan bibirnya kesal
'Sudah cukup bermainnya, kita pulang yuk" ajak Larry pada ponakannya tetapi Liam malah berjalan ke arah Sya sambil menjulurkan tangannya minta di gendong
Sya menatap Liam dan mencoba mengabaikannya membuat Liam menggerakkan bibirnya seraya ingin menangis dan benar saja Liam akhirnya menangis.
'Sama Uncle aja ya boy" bujuk Larry tetapi Liam menolak dan masih menangis membuat Larry bingung karena tidak biasanya ponakan tampannya itu bersikap seperti itu
'Udahlah Sya, gendong aja lagian Uncle nya tampan gitu" bujuk gadis berambut pendek itu
'Iya Sya, tadi dia bilang dia cuma Uncle mana tau masih jomblo, embat aja, bisa tuh jadi sugar Daddy" bujuk berambut pirang mencoba memanas-manasi temannya
Gadis bernama Sya itu masih menatap Liam yang masih menjulurkan tangannya, kemudian Sya menghela nafas sebelum menggendong Liam.
'Maafkan keponakan saya, tidak biasanya dia seperti ini" Larry merasa bersalah pada Sya
Sya yang tadinya hanya fokus pada Liam menatap Larry yang begitu sempurna, hatinya tak karuan melihat wajah tampan Larry, sepertinya dia tengah jatuh cinta pada pandangan pertama.
'T...tidak apa-apa kok, lagian aku juga suka anak kecil" balas Sya tersenyum manis
Sedangkan Larry hanya terkekeh mendengar jawaban Sya karena menurutnya itu semua hanyalah omong kosong, dia adalah dokter dan tau gerak-gerak Sya yang sepertinya tidak terlalu suka anak kecil.
Akhirnya setelah cukup lama bersama Sya, Liam pun tertidur dan membuat Larry pamit setelah mengucapkan terimakasih pada ketiganya yang sedari tadi mengajaknya bicara, Larry hanya tidak percaya, ternyata meski ketiganya masih SMA tetapi pola pikir mereka cukup dewasa terlebih pada gadis bernama Sya yang ternyata memang benar sangat suka pada anak kecil, Larry ternyata salah menilai Sya.
⚫⚫⚫
Liam dah besar guys dan Uncle Larry sepertinya akan segera sold out deh hehehe, ayo dong daftar sebelum Larry dapat pelabuhan hati.
riri-can
NAMUN DISHA BRUNTUNG, KRN KDUA ORTU LUIGI ADALH ORG KAYA YG BIJAKSANA & BRMORAL.. TDK MMANDANG DERAJAT, KASTA, HARTA & TAHTA.