Novel ini berkisah tentang pencarian seseorang dalam menemukan Tuhan-nya. Seorang tersebut adalah mantan seorang preman kawakan.
Namanya Hazri. Pemuda asal Jombang, Jawa Timur, itu merantau ke Jogja hanya untuk menuntut ilmu. Tapi, nasib membawanya menjadi ketua geng preman kelas atas ternama di Jogja, Kopen.
Kemampuan tenaga dalam yang dimiliki Hazri membuatnya disegani. Sebagai ketua geng Hazri pun akrab dengan kehidupan super keras dan kejam.
Suatu ketika, ia terpaksa membunuh seorang anggota geng di Jepang. Hal itu membuatnya harus menjalani pelarian selama berbulan-bulan. Dan, selama perjalanan itulah, perjalanan Hazri dalam mencari Tuhan pun dimulai. Dari sekedar risih tidak sholat sedangkan yang lain sholat, Hazri pun mulai menjalankan ibadah wajib tersebut.
Lantas bagaimana kisah selanjutnya? Putus asakah Hazri dalam mencari Tuhan-nya? Bagaimana pula dengan nasib geng Kopen dan anak buahnya?
Simaklah perjalanan sang tokoh dan pergolakan psikologinya. Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azhar muhammad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. perburuan 1
Malam ini perburuan dimulai. Hazri duduk sendirian di teras depan kosnya, menunggu kemungkinan datangnya pesan dari Yudi. Dua botol minuman suplemen penahan kantuk dan kepulan asap rokok menemani kesendiriannya. Lumayan hening malam ini, suara jangkrik hanya terdengar sesekali muncul dari sela-sela pot bunga mawar yang sedang kucup. Bulan pun enggan menampakkan keindahannya dan memilih sembunyi di balik gelapnya awan.
Di poskonya, Romi dan para anggota Baret lainnya dalam keadaan santai namun siaga penuh. Tidak banyak bicara mereka. Sergam hitam Baret telah dikenakan, lengkap dengan sepatu lars, semenjak Hazri memerintahkan untuk bersiap. Tapi bajunya diganti dengan kaos merah polos untuk menyamarkan identitas mereka. Tinggal kupluk yang belum dipakai. Beberapa diantaranya mengenakan celana loreng tentara, kaosnya pun loreng polos. Maksudnya, untuk membingungkan saksi mata nantinya. Cocok, karena potongan anak-anak Baret ini memang mirip tentara. Tegap dan cepak.
Di tempat Sapri dan Ajay suasananya lebih santai. Berantem bagi mereka bukan hal yang baru, makanan sehari-hari. Silakan pilih, satu lawan satu boleh, tawuran juga bisa. Rumusnya gampang, gubrak gebruk gubrak gebruk..., berdarah, luka, atau sekalian mati. Sudah begitu, tidak pakai pikir panjang-panjang. Model jagoan pasar atau preman terminal. Sambil menunggu perintah dari Hazri, ada yang main catur, main gaple, bahkan ada yang masih sempat main gitar sambil mendendangkan lagu gembira. Tapi, semuanya masih memegang peringatan Hazri untuk tidak mabuk dulu. Tidak ada yang berani melanggar perintah sang Tiger itu. Bisa berakhir menjadi adonan kue.
Waktu terus berjalan maju. Jam dinding di dalam kamar telah berdentang dua kali beberapa saat lalu. Hazri menghela napas, waktu perburuan malam ini telah habis. Jam segitu di Blandongan sudah jarang yang terlihat nongkrong. Ikan kakap itu masih selamat malam ini. Tidak mengapa, besok-besok dia pasti masuk ke perangkap. Hazri pun mengirim pesan singkat ke masing-masing markas, “Malam ini sampai disini, semua istirahat.” begitu bunyi pesan singkatnya. Dia meregangkan tubuh, kemudian masuk ke kamar. Sang Tiger pun istirahat.
Secuil Kopi
Sejarah Catur
Tidak ada catatan sejarah resmi yang pasti tentang awal mula olahraga catur, namun beberapa sumber terpercaya seperti H. J. R. Murray, penulis buku History of Chess (1913), catur berasal dari India dan mulai ada pada abad ke-6. Di sana catur dikenal dengan nama chaturanga, yang artinya empat unsur yang terpisah. Pada awalnya, bidak-bidak catur memang hanya dibagi menjadi empat jenis, bukan enam seperti sekarang ini. Hal ini sesuai dengan kepercayaan India kuno, yang mengenal empat unsur kehidupan yang hakiki, yakni api, udara, tanah dan air. Pengklasifikasian bidak-bidak catur di masa itu disesuaikan dengan kepercayaan tersebut sehingga dianggap sebagai simbolisasi cara-cara hidup manusia. Selain itu, dalam permainannya, catur mengandalkan analisa dan ketajaman otak pemain, disertai keterampilan strategi dalam menentukan langkah, rencana, risiko, serta menentukan kapan harus berkorban agar menang. Elemen-elemen ini juga sering ditemui dalam berbagai aspek kehidupan sehingga olahraga ini cepat mendapat tempat di hati masyarakat zaman tersebut.
Lain pendapat Murray, lain pula pendapat Samuel Howard Sloan, seorang pemain catur, penerbit dan tokoh politik asal Amerika Serikat yang banyak mempelajari sejarah catur. Menurut Sloan, jika memang catur awalnya ditemukan di India, seharusnya permainan tersebut akan muncul dalam literatur-literatur Sanskrit atau Sansekerta. Kenyataannya, tak ada satu pun literatur Sanskrit di India sebelum abad ke-6 yang menyebut soal permainan catur tersebut. Lebih lanjut menurut Sloan, para pujangga-pujangga di Tiongkok sebaliknya, sudah menyebutkan permainan ini dalam syair-syair mereka, 800 tahun sebelumnya. Sehingga menurut Sloan, Negeri Tirai Bambu adalah tempat asal permainan catur dan papan catur di masa itu tidak berbentuk kotak seperti sekarang, melainkan berbentuk bulat. Sementara itu bidak-bidak catur just dibagi menjadi empat jenis, yakni raja, benteng, menteri dan kuda.
Manapun sumber yang benar, satu hal yang jelas, olahraga catur baru berkembang pesat sejak dibawa oleh orang-orang Islam ke seluruh penjuru dunia, khususnya ke benua Eropa lewat bangsa Moor yang menaklukkan Spanyol pada abad ke-8. Dari Spanyol, selanjutnya catur mulai berkembang ke negara-negara Eropa lainnya seperti Jerman, Italia, Belanda (yang kemudian membawanya ke negara kita Indonesia), Inggris, Irlandia dan Rusia. Di negara-negara Eropa inilah permainan catur banyak dimodifikasi dan dikembangkan sehingga perlahan-perlahan menjadi seperti catur yang kita kenal sekarang ini. Beberapa perubahan yang dilakukan seiring dengan perubahan peradaban termasuk kotak-kotak dalam papan catur yang mulai berwarna hitam dan putih sejak abad ke-10, dimana sebelumnya kotak-kotak tersebut berwarna sama dan peraturan bahwa pion boleh maju dua kotak pada langkah pertama dan ratu bisa bergerak lebih leluasa secara diagonal.
Baru-baru ini, sebuah tim arkeologi dari Inggris berhasil menemukan petunjuk baru tentang sejarah catur dari hasil penggalian yang mereka lakukan di area kerajaan Byzantine, yang sekarang merupakan daerah di sekitar Albania Selatan. Pemimpin ekspedisi mengungkapkan bahwa penemuan ini menguak fakta baru tentang catur, di mana permainan tersebut sudah mulai populer di Eropa sejak abad ke-6, yang berarti olahraga ini mungkin lebih tua sekitar 500 tahun dari yang diperkirakan sebelumnya.
Saat ini, catur sudah berkembang menjadi salah satu permainan papan paling populer di dunia. Komite Olimpiade Internasional bahkan telah mengakui catur sebagai salah satu cabang olahraga dan sudah dipertandingkan di Asian Games 2006 dan 2010. Peraturan-peraturan dalam catur yang mulai dibentuk sejak Abad Pertengahan terus dimodifikasi sampai awal abad ke-19. Kini, peraturan-peraturan tersebut ditetapkan oleh badan pemerintahan catur internasional FIDE (Fédération Internationale des Échecs) atau World Chess Federation, yang dibentuk pada tanggal 20 Juli 1924 dan bermarkas di Lausanne, Swiss
favorit
👍❤