NovelToon NovelToon
Pasangan Misterius X & V

Pasangan Misterius X & V

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Transmigrasi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Di mata dunia, pernikahan hanyalah sebuah formalitas saja.
Hingga suatu hari, seorang pria misterius yang selalu mengenakan topeng - yang dikenal sebagai asisten biasa - menikahi seorang wanita yang dijadikan alat penebus hutang.
Mereka tidak ada yang mencurigai apapun... hingga segalanya perlahan mulai berubah.

Ketika sang kakak menghilang secara tiba-tiba, sang adik perempuan dipaksa menggantikan posisinya sebagai istri.

Keputusan itu disetujui tanpa ragu oleh keluarga demi menebus hutang mereka.

Tidak ada seorangpun yang peduli dengan perasaannya... atau bahkan menanyakan keadannya.

Namun, mereka tidak pernah menyadari satu hal penting - adik perempuan mereka sebenarnya telah mati sejak berada di dalam gudang yang pengap karena dianggap telah mencoreng nama keluarga.

Kini, di dalam tubuh yang lemah dan penuh luka, telah tergantikan oleh jiwa lain.

Jika penasaran, ayo ikuti kisah mereka hingga akhir.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Siapa dia?

Mama Viony panik bukan main ketika melihat suaminya yang tiba-tiba menegang setelah membuka ponselnya.

Mama Viony langsung mendekati brankar suaminya. “Pa?! Papa Kenapa?”

Tubuh Tuan Darius tampak kaku. Napasnya memburu, sementara tatapannya terlihat kosong menatap layar ponselnya.

Tak lama kemudian –

Brak!

Ponsel itu jatuh dengan menggantung di dekat lemari nakas. Sedangkan tubuh Tuan Darius langsung ambruk di atas ranjang.

“PAPA?!” teriak Mama Viony histeris.

Bunyi alarm nurse call button terus terdengar nyaring dalam kamar rawat inap.

Bip! Bip! Bip!

Tak lama kemudian, pintu kamar langsung terbuka cepat. Dua orang perawat bersama seorang dokter jaga masuk dengan tergesa-gesa.

“Ada apa, Bu?!” tanya salah satu perawat.

“Suami saya tiba-tiba pingsan setelah membaca pesan di ponselnya,” jawab Mama Viony dengan wajah pucat.

“Mohon minggir dulu, Bu!”

Dokter segera memeriksa kondisi Tuan Darius. Sementara perawat lain memasang alat pemeriksa detak jantung dan tekanan darah.

“Pak! Bisa dengar saya?” ujar dokter sambil menepuk bahu Tuan Darius.

Namun tidak ada jawaban.

Monitor detak jantung pun mulai menunjukkan angka yang tidak stabil.

Mama Viony langsung menutup mulutnya menahan tangis. “Pa... jangan buat mama takut...”

Dokter pun kembali memeriksa pupil mata Tuan Darius. Beberapa detik kemudian, akhirnya pria itu menunjukkan pergerakan dengan pelan.

“Nghh...”

“Pak Darius? Bisa dengar saya?” tanya dokter lagi.

Kelopak mata Tuan Darius bergerak perlahan. Napasnya masih terasa berat, namun akhirnya ia berhasil sadar kembali.

Mama Viony langsung menggenggam tangannya erat. “Pa! Astaga... Papa buat mama takut...”

Tuan Darius memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya berbicara pelan.

“S-sistem perusahaan...”

Dokter langsung menyela. “Pak, tenangkan diri dulu. Kondisi Anda belum stabil.”

Namun Tuan Darius malah mencoba untuk bangun.

“Saya harus hubungi... kantor... sekarang juga...” ucapnya memaksa.

“Papa jangan bergerak dulu. Tubuh Papa masih belum pulih!” tahan Mama Viony panik.

Tuan Darius pun akhirnya berbaring kembali walaupun raut wajahnya memperlihatkan mimik wajah yang tegang.

Dokter masih terus memeriksanya, hingga akhirnya, angka detak jantung menunjukkan kondisi yang stabil dan juga tekanan darahnya normal.

“Bu, tolong jangan buat Tuan Darius merasa stres, karena itu akan berakibat seperti tadi. Dan untuk Tuan Darius, sementara jangan memikirkan pekerjaan berat dulu.”

“Karena semua sudah kembali normal, saya permisi,” ucap dokter yang berlalu keluar bersama perawat.

Mama Viony kembali mendekati Tuan Darius. “Pa, sebenarnya ada apa? Kenapa Papa sampai tidak sadarkan diri?”

Tuan Darius, pikirannya kembali pada beberapa saat yang lalu. Menghela napas panjang, ia menjawab, “Papa mendapat pesan dari bagian IT bahwa, sistem keamanan perusahaan ada yang membobol.”

“Apa?! Kenapa bisa?!” terkejut Mama Viony sambil mengambilkan ponsel milik Papa Darius yang menggantung.

Tuan Darius pun mencoba menghubungi asistennya. “Papa juga tidak tahu.”

Tut... tut... tut...

“Halo, tuan,” ucap asistennya di seberang sana.

“Apa kau mendapat pesan dari Tim IT?”

“Iya, Tuan. Saya baru saja akan menelepon Anda untuk menanyakan tindak lanjutnya seperti apa,” jawab Adrian sang asisten.

“Terus pantau sistem keamanan. Saya rasa dia akan kembali melakukan pembobolan,” perintah Tuan Darius.

“Baik, Tuan.”

Setelah itu panggilan pun terputus.

...🩵🩵🩵...

Di dalam mobil hitam roll royce, dua orang tengah duduk berdampingan di kursi belakang.

“Violet, saya ingin bertanya sesuatu sama kamu, boleh?” tanya Xavier.

“Tentu. Apa yang ingin kau tanyakan?”

“Semalam, apa yang membuatmu teriak? Ketika saya menanyakan padamu semalam, kamu langsung menangis di pelukan saya,” jawab Xavier.

Violet sedikit tersentak ketika mendengar itu. Lalu, ingatannya kembali pada sebuah mimpi malam tadi.

Dalam mimpi itu, ia melihat sebuah kecelakaan mobil, lalu terdengar suara isakan tangis dari kursi belakang.

Ketika seorang anak kecil yang usianya mungkin sudah terlihat remaja, mengangkat kepalanya, ingatan Violet seperti pernah melihat wajah itu.

Namun ketika mengingatnya, Violet merasa pusing. Dan setelah itu, setelah kedua anak kecil itu keluar di bantu oleh warga, mobil itu meledak.

Violet langsung merasa sedih ketika mengingat hal itu. Xavier yang melihatnya langsung menggenggam tangannya. “Jika belum kuat untuk mengingatnya, jangan dipaksakan. Saya tidak mau kamu sakit karena mengingat hal itu.”

“Maaf, karena aku belum sanggup untuk bercerita. Tetapi, jika aku sudah siap, aku akan ceritakan padamu,” ucap Violet lirih.

“Sekarang jangan menangis, sebentar lagi sampai sekolah,” jawab Xavier dengan mengusap rambutnya pelan.

Violet pun segera merapikan dirinya kembali, dan akhirnya, mobil pun terparkir di halaman sekolah SMA Prima Navara.

“Jika ada apa-apa, langsung hubungi saya,” pinta Xavier.

“Iya, aku pasti akan memberitahukannya padamu, jika sesuatu telah terjadi.” Setelah itu, Violet pun turun dari mobil.

Siswa-siswi banyak yang melihat Violet keluar dari mobil itu, tetapi Violet menghiraukannya.

Ia pun terus melangkahkan kakinya menuju kelas khusus di lantai dua. Menaiki tangga dengan mata yang tajam namun dari sorot mata itu, seolah menyimpan kesedihan.

Akhirnya Violet masuk ke ruang kelas, dan beruntungnya Guru Yan belum masuk kelas.

Revan yang melihat Violet pun mengeluarkan senyum tipisnya, dan ia pun melangkahkan kakinya menuju bangku Violet.

“Wah, sepertinya murid baru tapi bukan ini, sedang terlihat sedih, sayang sekali aku tidak bisa menjahilinya,” goda Revan sambil menepuk punggungnya yang tanpa disadari Violet jika Revan sudah menempelkan sesuatu di punggungnya.

Semua murid yang melihat itu tertawa, namun hanya satu orang yang tidak tertawa, ia berada di bangku belakang pojok kiri. Ia terus melihat apa yang dilakukan oleh Revan. Hingga akhirnya bel masuk berbunyi.

...... To be continued ......

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
tentu beda... dih
Tio Buki
Moga lancar👍👍👍🙏
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya thor👍👍👍
Tio Buki: Hehehe. Alhamdulillah. Masama Thor👍👍🙏
total 2 replies
Tio Buki
Lanjut
Tio Buki
Bunuh diri rupanya
Tio Buki
Tidak mengapa
Tio Buki
Yang benarkan tidak begitu
Tio Buki
Mencari alasan lagi kan
Tio Buki
Mau buktikan ya
Tio Buki
Siapa yang percaya
Tio Buki
Benci ya
Tio Buki
Biarin
Tio Buki
Akasan
Tio Buki
Hayo ngaku. Siapa
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
ughhh manisnyaaa❤️🔥
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Awkward//Awkward/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhhhh..... cocwet
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: /Joyful//Joyful//Awkward/
total 3 replies
Dewi Payang
serba gelap, kaya abang Xavier🤭
Dewi Payang
Yakin, Tan?
Dewi Payang
Mateng kau Agnes🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!