Sejak kejadian kebakaran itu, Arga Mahendra jatuh cinta pada gadis yang menyelamatkan hidupnya. Amira, gadis belia yang masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas XII SMA.
Keduanya kemudian terlibat dalam hubungan terlarang, dimana Amira diam-diam menikahi Amira tanpa sepengetahuan Stella yang tak lain adalah istri sahnya.
Lantas bagaimana kehidupan mereka ? Siapakah yang akan Arga pertahankan dalam hidupnya ? Amira atau Stella ? Disaat Stella sudah sembuh dari penyakit gangguan mentalnya.
Simak ceritanya di novel "Istri Simpanan Guruku" karya Dewi KD, jangan lupa berikan like dan komentar kalian untuk mendukung author 🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi KD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
“Amira !!!!”
Fiona teman dekat Amira disekolah terkejut melihat Amira kembali datang ke sekolah.
“Astaga ! Kemana saja Kau selama ini ? Aku sangat merindukan mu ! Kau menghilang tanpa kabar, dan tidak mengikuti ujian semester !” cerocos Fiona.
“Iya, Aku ada masalah keluarga dirumah ! Aku akan mengambil ujian susulan !” jawab Amira apa adanya.
“Amira, ada berita yang begitu besar disekolah ini !” bisik Fiona
“Ada apa memangnya ?” tanya Amira tak tahu.
“Jenny hamil, dan dia terancam dikeluarkan dari sekolah kita !” bisik Fiona yang membuat Amira terkejut.
“APA ?!”
“Bagaimana bisa ? Kau tahu darimana Fiona ? Jangan membuat berita yang tidak jelas kebenarannya !” kata Amira
“Aku serius ! Waktu itu Aku tidak sengaja menemukan alat tes kehamilan di dalam tasnya, saat Aku tidak sengaja menabrak dia. Isi tasnya berhamburan dan ada alat tes kehamilan itu dalam tasnya yang terdapat garis dua ! Aku bukan orang bodoh yang tidak tahu kalau garis dua itu menandakan seseorang positif hamil !” kata Fiona menjelaskan apa adanya.
“Lalu Kau melapor pada kepala sekolah, begitu ?” tebak Amira
“Ya ! Harus ku laporkan ! Anggap saja itu bentuk rasa kecewa ku padanya karena selama ini dia selalu menindas kita ! Bersikap seolah-olah dia pemilik sekolah ini !”
Amira hanya menghela nafasnya,
“Aku harus menemui panitia ujian dulu !” ucap Amira mengalihkan pembicaraan.
“Ya, semoga berhasil Amira ! Kau pasti bisa meraih juara umum semester ini !” Fiona memberikan semangat pada Amira.
“Terimakasih !” jawab Amira tersenyum manis.
Amira pun pergi menemui panitia penyelenggara ujian semester, dan mengikuti ujian semester susulan di ruangan tertutup hanya ada dia satu orang pengawas ujian berada di ruangan tersebut. Hingga tiba-tiba entah sejak kapan pengawas ujian tersebut berganti menjadi Arga. Dimana Arga berjalan mendekati Amira yang tengah fokus menyelesaikan ujiannya dan menaruh satu cup es kopi untuk Amira.
Amira terkejut dan menatap Arga,
“Sejak kapan disini ? Nanti ada yang melihat bagaimana ?”
bisik Amira melihat ke kanan dan ke kiri takut ada ada yang melihat mereka berdua.
“Pengawasnya ada pekerjaan lain, maka Aku yang akan mengawasi mu sekarang !” jawab Arga apa adanya.
“Ah..alasan ! Sana menjauh ! Aku harus fokus menyelesaikan semua soal-soal ini !” kata Amira
“Baiklah ! jangan lupa minum esnya !” Arga mengedipkan satu matanya pada Amira dan Amira hanya membalasnya dengan senyuman.
Arga kembali ke tempat duduknya dan mengeluarkan ponselnya, dimana terdapat sebuah pesan masuk dari asistennya.
“Sudah selesai Tuan ! Apakah saya harus mengirimkannya pada Nyonya Stella ?”
“Tidak perlu ! Aku yang akan memberikan sendiri padanya. Terimakasih untuk semuanya, terus handel pekerjaanku mulai hari ini ! Karena Aku tidak mungkin kembali ke kantor dalam waktu dekat !” tulis Arga dalam balasan pesan tersebut pada asistennya.
Sejak Arga tak lagi memegang jabatan di perusahaan Ayahnya. Arga sebelumnya sejak dulu sudah membuat perusahaan baru yang ia dirikan sendiri tanpa sepengetahuan Ayahnya. Arga yakin hal seperti ini akan terjadi padanya. Ia pasti akan di buang oleh Ayahnya ketika ia membuat kesalahan pada Stella. Dan benar saja, semua kini terjadi padanya. Meskipun begitu, Arga tak merasa gentar. Karena ia sudah memiliki perusahaan sendiri dan membuatnya tak merasa takut akan kehilangan materi yang sudah diberikan oleh Ayahnya.
“Mungkin ini yang terbaik ! Maaf jika Aku harus menyakiti mu, Stella ! Cinta ku tidak bisa dipaksakan !” ucap Arga seorang diri, matanya lurus ke depan menatap Amira yang tengah berkutat dengan soal-soal ujiannya.
...****************...
bukan seorang ibu yang baik.
napsu jadinya....
gimana rasanya posisi Dia menjadi Amira.
nanti juga akan ada balasannya.
tetep Amira pertahankan..Libas saja jalang mah. jangan kasih ampun.
apa sekama ini pura2 sakit jiwanya.
jadi aja jiwanya bener2 sakit.