Perhatian : Banyak adegan 21 + dan kekerasan.
Harap bijak dalam memilih cerita
(Masih dalam tahap revisi, tetapi masih bisa dinikmati alur ceritanya. Abaikan tanda baca dan penggunaan huruf besar juga kosa kata yang tidak sesuai dengan KBBI)
Salwa Humaira adalah putri sulung dari empat bersaudara, ia dibesarkan dengan kondisi ekonomi yang sulit. Dengan berat hati ia meninggalkan keluarganya untuk mencoba peruntungan dengan bekerja sebagai TKW di negeri orang. Sampailah ia bertemu dengan dua orang bos mafia yang saling bermusuhan. Hidupnya seketika berubah setelah dua orang tersebut menaruh perhatian kepadanya.
Bagaimana keseruan jika seseorang yang bermusuhan menyukai gadis yang sama. Dan siapakah yang akan dipilih oleh Salwa Humaira sebagai pendamping masa depannya?
Dipenuhi aksi heroik dan romantis, siapkan hati, jantung dan pikiran beserta camilan yang lezat untuk menikmati alur cerita ini.
IG . aleena_anonymous
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reesha swee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikahlah denganku
Michella menutup pintu kamarnya, ia mendorong meja untuk menindih pintu agar tidak ada orang lain yang bisa masuk ke kamarnya. Ia masih memikirkan perkataan Yang Pou Han yang mengajaknya menikah, sungguh dirinya masih bingung dengan statusnya saat ini. Apalagi setelah teringat tentang Nindi, gadis asal Indonesia yang tanpa sengaja ditemuinya di pusat pertokoan tadi sore. Michella semakin bingung dengan kejelasan asal-usulnya. Ia ingin menanyakannya kepada Yang Pou Han, tetapi ia saat ini tidak ingin menemui laki-laki itu.
"TOK-TOK-TOK" suara pintu diketuk dari luar.
"Siapa"tanya Michella dari dalam.
"Aku, Yang Pou Han. Aku ingin bicara denganmu"ucap Yang Pou Han dari luar.
"Aku sedang istirahat, kembalilah besok"Michella tidak ingin menemui laki-laki itu. Ia kemudian melanjutkan tidurnya. Yang Pou Han merasa tidak puas dengan jawaban Michella, ia mendorong dengan kuat pintu itu sehingga membuat meja yang menindihnya sedikit bergeser membuat celah. Setelah dirasa celah sudah cukup lebar untuk tubuhnya masuk, ia mencoba memasukkan tubuhnya ke dalam kamar Michella. Dengan susah payah, akhirnya Yang Pou Han berhasil masuk dan menutup kembali pintu kamar Michella lalu perlahan menindihnya dengan meja tadi. Dilihatnya Michella sedang menutupi tubuhnya dengan selimut tebal sehingga ia tidak menyadari kedatangan Yang Pou Han di kamarnya.
Yang Pou Han berjalan perlahan mendekati Michella yang sedang tidur. Lalu ia ikut merebahkan dirinya disamping gadis itu. Ia masuk ke dalam selimut yang di pakai Michella dengan perlahan dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang sama. Ia merasakan tubuh Michella begitu dekat dengannya, entah apa yang membuat Yang Pou Han ingin sekali selalu berdekatan dengan gadis itu. Aroma keringat Michella seolah menghasilkan feromon yang mampu membuat dirinya terpikat dan tak ingin sedetikpun jauh darinya. Michella yang sedari tadi memunggungi Yang Pou Han membalikkan tubuhnya, ia merasakan ada yang mengganjal di bagian bawah sana. Guling yang biasa ia gunakan seolah berubah bentuk tidak seempuk biasanya.
Michella membuka matanya, ia sangat terkejut Yang Pou Han sudah berada satu selimut dengannya.
"AAARGGGHHH.... Apa yang kau lakukan di kamarku" teriak Michella panik, ia mencoba melindungi tubuhnya yang masih berbalut baju tidur panjang menggunakan bantal.
"Sssttt... aku tidak bisa tidur"ucap Yang Pou Han sambil kembali memjamkan matanya tanpa rasa bersalah.
"Kau sangat menyebalkan, kau bisa temui kembali wanitamu, aku tidak bisa tidur jika kau ada di kamarku"bentak Michella merasa terganggu dengan ulah Yang Pou Han.
"Kenapa kau tidak bisa tidur?"ucap Yang sambil tersenyum.
"Bagaimana mungkin aku bisa tidur nyenyak jika disampingku ada serigala yang bisa saja melahapku jika aku sedang lengah" Michella mengumpamakan Yang Pou Han sebagai srigala.
Yang Pou Han terkekeh dengan ungkapan Michella.
"Apa aku begitu menakutkan buatmu? Tenang saja, aku hanya ingin tidur di sini, aku tidak akan menyentuhmu"ucap Yang Pou Han meyakinkan Michella.
"Aku tidak mempercayai pria mesum sepertimu"Michella kembali bergumam. Yang Pou Han bangun dari tidurnya. Ia menatap Michella dengan intens, cahaya lampu tidur yang remang-remang membuat Michella terlihat menggairahkan dengan rambutnya terurai dan sedikit berantakan.
"Kenapa kau selalu menolakku, apa kau merasa aku kurang tampan, atau bodyku kurang bagus?"tanya Yang Pou Han kepada Michella.
"Kau jangan terlalu dekat, aku tidak akan memberikan tubuhku kepada siapapun, kau tahu aku yakin suatu saat aku akan menikah, dan aku akan merelakan diriku untuk suamiku, bukan pria hidung belang sepertimu. Sekarang cepat menyingkir dari tempat tidurku" hardik Michella.
"Aku akan melamarmu, setelah acara besok, aku akan melamarmu"ucap Yang Pou Han dengan pandangan masih menangkap sosok Michella di bawah cahaya lampu tidur.
"Aku bahkan tidak tahu besok aku masih hidup atau tidak, kau mengirimku untuk melakukan tugas yang sangat berbahaya. Aku tahu Sean Arthur pasti bukan orang sembarangan, tetapi aku sama sekali tidak takut dengannya" Michella merenung akan apa yang ia kerjakan besok adalah sesuatu yang membahayakan nyawanya sendiri.
"Kau tidak perlu melakukan tugasmu, aku akan menyuruh orang lain, aku tidak ingin membahayakan nyawamu. Ku mohon terimalah aku" ucap Yang Pou Han memelas sambil memegang ke dua tangan Michella. Michella hanya mematung tak percaya dengan ucapan Yang Pou Han.
"Mengapa kau memilihku?"tanya Michella kemudian.
"Karena kau berbeda"ucap Yang tulus.
"Orang menikah bukan karena menyukai seseorang karena ia berbeda, seseorang akan menikahi kekasihnya jika ia memang mencintai pasangannya, menerima kelebihan dan kekurangan pasangannya, bukan hanya ingin mendapatkan kepuasan sesaat seperti yang kau inginkan terhadapku" ucap Michella yang kesal dengan cara berfikir Yang Pou Han.
"Aku tahu, kau hanya tertarik padaku. Bukan mencintaiku, mungkin kau akan menemukan cintamu suatu hari nanti, aku akan tetap melakukan tugasku seperti kesepakatan kita sebelumnya. Kau boleh tidur di sini, aku akan tidur di sofa. Sepertinya aku tidak bisa mengusirmu saat ini" ucap Michella sambil berdiri mencari selimut tebal yang lain untuk ia kenakan.
Yang Pou Han terdiam mencerna kata-kata Michella, apa benar ia hanya tertarik dengan gadis itu dan hanya penasaran dengannya karena ia begitu sulit untuk di dapatkan. Sebelumnya Yang Pou Han pernah mencintai seorang wanita, ia rela melakukan apapun demi wanita itu. Namun wanita itu lebih tertarik dengan musuhnya yaitu Sean Arthur, bahkan cintanya tidak pernah mendapat sambutan hangat dari wanita idamannya. Hal itu membuatnya menjadi seorang laki-laki yang hanya menjadikan wanita sebagai pemuas hasratnya saja. Sampai ia bertemu Michella, gadis yang saat ini sedang ia perjuangkan untuk mengambil hatinya.
Yang Pou Han melihat Michella sudah tertidur di atas sofa depan ranjang tidurnya. Ia ingin sekali membelai wajah mungil gadis itu. Namun ia urungkan karena ia tidak ingin mengganggu tidurnya. Bagaimanapun juga besok ia mempunyai tugas berat darinya.
"Aku berjanji setelah ini, aku akan menikahimu Michella, aku tidak akan pernah melepaskanmu"
lanjut marathon yg kedua..