Karena retaknya hubungan antara papa dan mamanya membuat seorang gadis kecil harus berjuang untuk hidupnya dan mamanya yang sakit.
Disaat umurnya yang seharusnya berbahagia bersama keluarga yang penuh kasih sayang malahan membuatnya harus bekerja dikeluarga yang sangat baik bahkan menerima dan menyanginya seperti Putri sendiri.
Sepeninggal mamanya akhirnya dia berjumpa dengan pria anak keluarga tempat dia bekerja dulu itu, dan menjalin hubungan sehingga sampai jenjang pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ermina Elisabet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28.Berlibur
Sesuai janji oktav mereka pergi berlibur walaupun dengan waktu yang singkat, sesudah membereskan barang-barang yang hendak di bawah mereka segera berangkat ke sebuah danau yang sangat indah.
Danau itu milik papanya, tetapi tidak pernah dia gunakan berhubung hubungan mereka tidak terlalu dekat, walaupun Oktav sudah memaafkan kelakuan papanya, Namum tidak sepenuhnya bisa menerima kehadiran ibu tirinya sebagai ganti mamany.
Terakhirnya dia kesini,percis sehari sebelum mamanya mengakhiri hidupnya.
Pengalaman itulah yang membuat Oktav sangat malas datang ketempat ini.
Tapi entah mengapa hari ini rasanya hatinya ingin sekali membawa orang yang dicintainya mengunjungi tempat yang paling disukai oleh wanita yang sangat dicintainya sebelum istri dan anaknya, yaitu mamanya.
Sebelum kejadian yang menyedihkan itu, setiap kali libur pasti mereka datang ke tempat ini, danau ini adalah hadiah dari ulang tahun mamanya dari papanya ketika genap berusia tiga puluh tahun.
Saat itu Oktav masih berumur enam tahun, jadi dia sudah ingat jelas ketika mamanya menerima kado yang istimewa ini.
Sebenarnya papanya juga tidak pernah lagi datang ke tempat ini, apalagi membawa istri keduanya.
Hanya mengingat saja mendatangkan penyesalan yang tidak ada habisnya.
Walaupun demikian danau ini tetap dijaga dengan baik, sama seperti ketika mamanya Oktav masih ada.
Sekarang mereka telah sampai di depan rumah yang ada di danau.
Dengan tatapan yang begitu dalam, Oktav melihat sekelilingnya.
Clara yang melihat itu langsung menghampiri,ada apa sayang?ucapnya dengan lembut.
Oktav yang menyadari ada yang bicara langsung menoleh ke arah istrinya.
Tidak apa-apa sayang, aku hanya teringat dengan tempat ini,pas sehari sebelum mama mengakhiri hidupnya kami dari sini, ujarnya dengan sedih.
Terus kalau kamu belum siap,mengapa membawa kami ke sini?
Aku hanya ingin melihat tempat wanita yang sangat kusayangi, bersama kedua wanita yang sangat kucintai, ucapnya sambil mengelus kepala Clara.
Ya kalau begitu jangan sedih dong, Ucapku dengan lembut.
Oktav langsung tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan itu.
Oktav langsung menggendong Caca yang sudah tertidur sejak dalam perjalanan tadi.
Apa tempat ini milik keluarga kita? tanya Clara ketika sudah sampai di kamar mereka.
Ya sayang, tempat ini hadiah ulang tahun mama dari papa, saat itu mama berusia tiga puluh tahun, sedangkan aku kalau tidak salah enam tahun, ujarnya pada istrinya.
Tapi sejak mama pergi aku tidak pernah lagi kesini, ucapnya lagi.
Terus kalau papa?
Sama sayang mana berani dia bawa istrinya kesini, ujarnya.
Apa karena perasaan bersalah?tanya Clara pada suaminya.
Ya mungkin, sebenarnya dia sangat menyesal tapi mau bagaimana lagi, nafsu sesaat sudah menghancurkan semua, ucapnya dengan sedih.
Ya sudahlah kita tidak perlu membahasnya, lebih baik kita istirahat supaya nanti sore kita punya tenaga yang cukup untuk mengelilingi danau ini.
Kata Oktav sambil menarik istrinya ke dalam pelukannya.
o ya tadi sepertinya ada yang memanggil aku sayang, siapa ya?
ucapnya Seolah-olah bingung dan mencari-cari di sekitarnya.
Masak sih tapi aku tidak ada dengar, ucap ku ikuti mencari seseorang.
Sambil memeluk istrinya dengan erat lalu berbisik di telinga Clara, tapi aku sangat senang sayang dengan panggilan itu, dari pada panggilan aneh yang selalu kamu pakai itu ujarnya dengan suara menggoda.
Suyaku? tanya Clara bingung, karena sudah pernah mereka membahasnya ,apa yang aneh sih,"Suami Sayangku"apa yang aneh.Ucapku sambil tersenyum menggoda suamiku.
Kamu selalu ada cara ya sayang untuk menggoda suamimu ini?hemmm ucapnya sambil mencium sekilas bibir istrinya.
Sudah ayo kita tidur, kamu capek sepanjang perjalanan menemaniku ngobrol.
Ya karena kamu itu suamiku bukan Supir, ucapku sambil membelai wajah suamiku.
Sudah berani ya terang-terangan menggoda, sepertinya lebih asyik dari pada tidur.
Setelah mengatakan itu benar-benar aku tidak diberikan kesempatan untuk menjawab, akhirnya terjadilah percintaan yang sangat panjang.
Setelah percintaan yang cukup ******** akhirnya kami tertidur karena memang sudah sangat lelah.
Setelah tidur beberapa jam lamanya,aku terbangun dan segera membangunkan Caca dan suamiku.
Selesai kami membersihkan diri kami, segera menuju ke danau.
Benar saja udaranya yang sangat sejuk, dan pemandangan yang sangat indah, membuat mata sangat dimanjakan.
Berbagai macam mainan untuk anak-anak juga tersedia.
Saat melihat semua yang ada disana sungguh sangat sayang rasanya jika memang tempat ini hanya di jadikan pajangan tanpa di sentuh oleh mata yang lelah.
Ketika suyaku datang menghampiri aku, segera aku bertanya apa yang ada di dalam benakku.
Suyaku apa selama ini, tempat ini dibiarkan begitu saja?
Nggaklah sayang, kalau dibiarkan pasti sudah hutan, ujarnya singkat karena tidak tahu arti dari pertanyaan aku.
Maksudku, apa ada orang yang datang ke sini?
O.. begitu, banyak sayang, dari anak kecil sampai dewasa.
Setelah aku mengolah tempat ini, menjadi banyak yang memakai untuk hiburan semata, tempat liburan dari sekolah dan banyak lagi, makanya ada aula, tempat bermain anak-anak.
Mulai sekarang kita akan lebih sering kesini, agar mama juga bahagia, karena apa yang disukainya bisa digunakan banyak orang.
Boleh kita naik kepermainan putaran itu?
Kenapa tidak sayang, lihat kokohnya, jadi tidak usah takut.
Kamipun larut dalam permainan putaran, ayunan.Sungguh menjadi sore yang sangat menyenangkan.
Lelah dengan pemain kami kembali ke rumah singgah yang ada di sana.
Segera kami membersihkan diri lalu bersiap untuk makan malam.
Selesai makan malam kami menuju lantai atas yang beratap kaca, kami terlentang sambil menatap bintang yang bertaburan.
Ayah kenapa dirumah kita dan di rumah kakek tidak ada seperti ini, sungguh sangat indah ayah tiba-tiba ucapan Caca memecahkan keheningan.
Apa anak ayah suka seperti ini ada diruma kita? tanya suyaku sambil mengelus kepala Caca.
Iya ayah, pasti sangat seru, ucap Caca jujur.
Ya sudah nanti kalau kita pulang dari sini, kita renopasi lantai paling atas ya sayang, kata-kata suyaku membuat semangat Caca bertambah seketika.
Lelah menatap bintang akhirnya kami segera menuju kamar untuk istirahat.
keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan mengelilingi danau, walaupun membutuhkan banyak tenaga, tetapi badan ini tidak terasa lelah.
Siang hari kami, beristirahat sambil makan siang di pondok yang ada di bukit . Hembusan angin membuat suasana yang semakin menyenangkan.
Tanpa terasa rupanya kami sudah menyantap makanan yang sangat banyak dari biasanya.
Jika biasanya Caca tidak pernah tambah, tapi kali ini beberapa kali tambah.
Setelah makan kami beristirahat sebentar, tapi karena tiupan angin akhirnya mata ini tidak bisa menahan ngantuk, sehingga kami tertidur.
Suyaku yang terbangun terlebih dahulu, akhirnya membangun kami yang ternyata sudah sore.
Bapak, istri dan anak penjaga danau tersenyum melihat kami.
Rupanya mereka menunggu kami, tetapi mereka sambil membersihkan daun-daun yang berserakan.
Aduh rupanya sudah sore ujarku sambil meluruskan otot yang tegang.
Apa masih mau lanjut atau kita balik? tanya suyaku sambil tersenyum.
Lanjut saja ayah karena besok kita sudah pulang, rengek Caca.
Apa princess ayah tidak lelah?
O... tidak ayah, semangat empat lima ayah ujarnya sambil melompat-lompat.
Akhirnya kami kembali mengelilingi sekitar danau dan sekarang sudah sampai di depan rumah singgah.
Dibawa pohon rindang kami menghabiskan waktu sambil minum teh dan makan cemilan.
Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam kamipun masuk dan segera membersihkan diri.
Setelah itu kami ketaman belakang rumah yang ternyata , disana sudah tersedia makanan yang beraneka ragam dari hasil daerah danau.
Ikan bakar yang segar, jagung bakar,sosis goreng dan banyak lagi.
Kapan bapak sama ibu menyediakan ini, sementara tadi kita sama-sama masuk, ucapku karena merasa bingung tiba-tiba banyak makanan dalam sekejap.
Sayang jangan bingung gitu dong, disini tersedia koki handal, jadi ya sudah pasti mereka yang menyediakan.
Jadi bukan hanya keluarga bapak ini yang ada disini?
Tidak sayang ada lima keluarga, tapi khusus rumah ini yang bertugas Pak Dion.
O.. begitu rupanya ujarku lagi.
Lima menit kemudian semua karyawan danau sudah berkumpul dan benar saja jumlahnya lumayan banyak.
Suasana semakin seru karena anaknya para karyawan telah menyediakan berbagai hiburan.
Aku melihat Caca yang sudah berbaur dengan mereka dan ikut menari bersama.
Acara berakhir pukul sepuluh malam, semua bubar dan masuk ketempat masing-masing.
Karena sudah sangat lelah, setelah membersihkan diri, aku segera merebahkan diri, tanpa menunggu lama akupun sudah tertidur pulas.
Pagi hari
Aku terbangun dan ternyata sudah jam delapan pagi,aku melihat kesamping rupanya Suyaku sudah tidak ada, aku berjalan menuju kamar mandi dan segera untuk mandi.Selesai urusan pribadi aku mencari Caca dan ayahnya, karena ternyata Caca juga sudah bangun lebih dahulu.
Setelah aku menyelusuri rumah dan ternyata kosong, akupun keluar karena mendengar suara yang ribut.
Aku terkejut melihat banyak orang di halaman rumah.
Dengan langkah cepat aku berjalan menuju tempat mereka berkumpul.
Ada apa? tanyaku pada suyaku.Kamu sudah bangun sayang, ucapnya lembut.
Tidak apa-apa sayang hari ini kita akan sarapan bersama masyarakat sekitar ini.
Kenapa tidak membangunkan aku?
Sengaja sayang, biar kamu bangun sudah selesai,eh ternyata belum selesai kamu sudah bangun.
Lima menit kemudian acara dimulai, dan ternyata sekaligus acara syukuran atas pernikahan kami yang kedua.Serta ulang tahun Caca yang kelima.
Kebahagiaan semakin tampak di wajah Caca, senyumannya yang sangat manis terus terpancar di wajahnya.
Acara syukuran telah berakhir kamipun sudah bersiap untuk pulang.
Didalam mobil kami bercerita tentang pengalaman yang kami lalui selama liburan.
Trimakasih sayang karena kehadiran kalian tempat ini menjadi kenangan indah kembali, Ucap suyaku sambil tersenyum.
Sama-sama secara bersamaan aku dan Caca menjawab suyaku.
Kalian memang sangat kompak, ujarnya sambil mengelus rambut Caca.
setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya kami sampai di rumah kami dengan selamat, trimakasih, Tuhan kami sudah sampai dan selamat ucap kami bersama.
Bersambung.
mohon dukungannya dengan vote dan like.
Trimakasih.
Kalau ada waktu mampir juga yah ke novel ku.
di tunggu mampir nya.
Terimakasih 🙏
bdw mampir juga ya kak di novel ku judulnya cinta segi tiga
semangat dan sukses untuk karyanya
Jangan lupa mampir yuk ke ceritaku
"pernikahan bisnis dengan cinta pertama ku"
Terimakasih
Sukses selalu 👍
Dapat salam dari "Raja dan Ratu" &
"Mengejar cinta di masa lalu"
Salam kenal 🤝
Btw makasih kalo mau mampir, love you all..
Buat author semangat 🔥🔥
suksesk kak untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏