NovelToon NovelToon
9 Pintu Perunggu

9 Pintu Perunggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Time Travel / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Herwanti

Anila mencoba meraba disekitarnya hingga dia merasakan ada dinding di sebelah kirinya. Dia berjalan melangkah ke depan.

Tapi dia tersandung oleh sesuatu membuat dia jatuh ke tanah.”Ini dimana sih kenapa semua gelap. Seharusnya ini masih siang. Kenapa gelap sekali,”ucap Anila dengan wajah binggung. Tapi dimana saat itu Anila berada akan dia bisa keluar dari kegelapan itu dan kembali ke tempat asalnya. Anila akan bisa menemukan teka-teki yang dia dapatkan?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Di perjalanan kembali menuju tempat pertemuan. Anila dan Babon bukan langsung kembali ke tempat batu berukir. Mereka malah melihat tebing yang belum mereka jelajahi.”Kenapa kita malah disini bukan kembali dengan cepat,”ucap Babon.

“Aku hanya merasa kita pergi naik untuk melihat dulu.Bagaimana?,”ucap Anila yang tampak santai. Babon melihat sikap Anila hanya bisa mengikuti saja, hingga mereka menaiki tebing yang tinggi. Di perjalanan menaiki tebing mereka menggunakan tali untuk keamanan. Tapi belum sempat melihat ujung dari tebing dari atas mereka berdua mendengar suara tembakan. Anila dan Babon berhenti melihat ke belakang.

“Bagaimana sekarang Anila naik atau turun?,”ucap Babon.

“Naik,”ucap Anila. Segera mereka melanjutkan naik hingga sampai di dataran tebing. Anila melihat dengan teropong untuk melihat situasi. Anila melihat kalau Hanan dan Baki sudah tertangkap. Tapi Anila tidak melihat Baki dan Harits di lokasi itu.

“Bagaimana apa yang kamu temukan Anila?,’ucap Babon.

“Baki dan Hanan sudah tertangkap oleh tentara yang kita lihat tadi,”ucap Anila memberitaukan dengan situasinya.

“Sekarang bagaimana dong. Aku tidak ingin tertangkap oleh mereka,”ucap Babon yang sedikit takut.

“Kalau begitu kita bersembunyi saja untuk sementara. Tapi kita juga harus mencari tahu niat dari mereka itu apa?,”kata Anila.

“Jadi kita akan pergi kesana?,”ucap Babon.

“Itu benar, berani tidak kamu,”ucap Anila melihat ke arah Babon. Babon hanya mengangguk dengan perasaan resah. Segera mereka turun ke bawah lagi dan menuju lokasi dimana keduanya disandra.

Sebelum tembakan dilontarkan Bani dan Hanan yang sudah terkepung oleh mereka hendak melarikan diri. Bani yang mengahlikan pandangan mereka untuk membuat Hanan bisa lari. Tapi mereka tahu rencana mereka membuat satu tembaka untuk membuat Hanan takut untuk kabur.

“Apa kalian bisa kabur dari sini, tidak,”ucap wanita. Hanan segera ditarik dan diikat oleh para tentara. Baki yang juga di ikat tidak bisa berbuat apa-apa juga.

“Sekarang bagaimana?,”ucap Hanan.

“Mau bagaimana lagi mereka tidak akan membunuh kita berdua,”ucap Baki.

“Itu benar kami tidak akan membunuh kalian. Kami hanya ingin Baki jadi dimana mereka searang,”ucap wanita.

“Aku tidak tahu mereka ada dimana sekarang,”ucap Bani. Hanan hanya bisa diam saja melihat keduaya masih berbicara.

Kelompok yang mencari anggota mereka sebagian sudah kembali.”Bagaimana apa menemukan kawan mereka?,”ucap wanita.

“Tidak bos,”ucap tentara yang sudah berkeliling.

“Kurasa mereka berkeliling cukup jauh ya,”ucap Wanita. Sambil menuggu mereka membangun tempat peristirahatan sampai menuggu Baki dan Harits kembali.

Sementara disisi lain Harits dan Baki yang berkeliling sempat bersantai.”Hai Harits apa kamu benar tidak masalah kalau Anila bersama dengan Babon,”ucap Baki yang dengan santai.

“Kenapa dengan mereka berdua,”ucap Harist yang tidak perduli.

“Bisa jadi mereka tambah akrab bukan,”ucap Baki.

“Itu tidak mungkin. Kita juga akan berpisah jika kita sudah selesai bukan,”ucap Harits. Tapi dalam hari Harits dia merasa sedikit kesal tidak bisa bersama dengan Anila. Tapi dia juga tidak bisa memilih karena dia juga harus menjaga Baki juga.

“Apa yang kamu pikirkan,”ucap Baki.

“Tidak ada,”kata Harits. Tepat mereka sudah jauh menjelajahi hutan mereka melihat ada lingkungan hutan yang tampak berbeda.

“Apa disini lokasinya?,”ucap Baki dengan wajah serius mengeluarkan kompasnya. Saat kompas di tampakny arah jarum dikompas tampak aneh.

“Kita sudah dekat dengan pintu masuknya,”ucap Harits.

Mereka berjalan kedepan hingga tampak ada batu besar didepan mereka. Tapi di balik batu itu ada gua yang sudah ditutup pleh batu besar.”Pintu masuk ada di belakang ini. Aku akan mencoba membukanya,”kata Harits mengeluarkan pedangnya.

Hanya dengan satu ayunan pedang batu besar yang menghalangi pintu masuk makam sudah terbuka. Baki hendak melangkah masuk ke dalam gua. Tapi saat hendak melihat situasinya mereka mendengar suara tembakan dari arah belakang. Baki dan Harits menoleh ke belakang dengan cara bersama. Wajah mereka tampak gelisah kemudian mereka saling memandang satu sama lain. Mereka kembali bergegas ke sumber suara karena takut kalau rekan mereka dalam masalah.

Di saat Harits dan Baki menuju lokasi pikiran mereka berbeda satu sama lain. Tapi saat mereka sampai Harits dan Baki segera waspada dengan tentara didepan mereka.

“Aduh kalian datang dengan cepat ternyata,”ucap wanita. Baki melihat wanita itu terdiam dengan wajah biasa.

“Cepat lepaskan kawanku,”ucap Baki.

“Melepaskan mereka mana mungkin. Bagaimana kalau kita bernegoisasi dulu sebelum melepaskan mereka,”ucap wanita. Harits yang dengan sikap melindungi Baki. Bersama dengan tentara yang juga menodongkan pistol ke arah mereka berdua.

“Bagaimana kalian bisa ada disini?,”ucap Baki.

“Itu tidak penting. Kalau begini memudahkan kita untuk bicara bukan,”ucap wanita. Baki menahan Harits untuk tidak melawan mereka. Harits mengangguk kepada Baki dan memasukan pedangnya ke saruang pedang.

“Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?,”ucap Baki. Di saat yang sama juga Babon dan Anila yang juga sudah sampai sebelum Harits dan Baki yang datang dengan wajah cemas. Anila dan Babon masih bersembunyi melihat situasinya.

“Kurasa jumlah mereka banyak juga,”ucap Anila berpikir.

“Kita tidak mungkin membantu mereka bukan. Ini sangat beresiko,”ucap Babon.

“Kamu benar. Tapi kita juga harus meninggalkan mereka bukan. Kita lihat saja apa yang akan mereka lakuka dengan mereka dulu. Aku tebak tujuan mereka sama dengan kita menuju pintu masuk,”kata Anila.

“Kalau begitu bagaiamana sekarang,”ucap Babon.

Saat keduanya masih bersembunyi muncul Harits dan Baki yang tampak seperti biasa saja.”Kita pergi mencari pintu masuk makam dulu saja,”ucap Anila.

“Apa kamu yakin kita pergi dan meninggalkan mereka,”kata Babon yang merasa bimbang.

“Apa kemu memiliki ide untuk membantu mereka?,”ucap Anila. Babon menggelengkan kepalanya.

“Kalau tidak ada kita pergi saja. Aku tebak mereka akan baik saja.lihat saja Harits dan Baki sudah ada disini. Melihat wajah mereka tampaknya mereka saling kenal,”ucap Anila.

“Jadi itu tidak masalah kalau kita tinggal mereka begitu,”ucap Babon. Anila hendak pergi di tahan oleh Babon.

“Kamu mau pergi kemana Anila,”ucap Babon.

“Bukan aku sudah memberitahu kamu kita masuk dulu ke dalam pintu masuk makam. Mau ikut tidak tapi kamu harus mengikuti perintahku,”ucap Anila dengan wajah serius karena dia merasa bebas tanpa ada pengawas yang menjaganya.

“Apa kamu tahu lokasi pintu masuk itu,”ucap Babon.

“Tentu saja,Ayo kita pergi,”ucap Anila. Kedua dengan diam pergi dari lokasi tentara yang menangkap Baki dan yang lain. Sementara itu Harits melihat sekitar tidak menemukan Anila dan Babon.

“Apa mereka selamat,”hati kecil Harits. Harits yang datang mendekat ke arah Baki dan Hanan untuk melepaskan tali yang mengikat mereka. Baki yang berbicara dengan wanita itu untuk bernegoisasi.

“Kamu tenang saja mereka belum tertangkap,”ucap Bani yang menebak. Harits yang diam saja sambil mendengarkan Bani berkata.

“Kalian membicarakan siapa. Apa mungkin mereka berdua,”ucap Hanan merasa Anila dan Babon belum terlihat.

“Sebaiknya kamu diam saja. Jika kamu ingin aman,”kata Harits dengan tajam. Hanan terdiam setelah mendapatkan ancaman dari Harits. Tapi akan mereka semua selamat. Lalu bagaimana dengan Anila dan Babon?.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!