Dibuang dan dikhianati oleh para saudaranya sendiri, membuat Jin Mu seorang pangeran dari kekaisaran Tengah, berada di ambang kematian.
Namun pertemuannya dengan seekor mahluk yang menjadi legenda, membuat hidupnya saat itu mulai berubah. Perjalan untuk balas dendam, akan mengiringi langkahnya dalam usaha memperebutkan kursi kekuasaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginzhi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Melegakan
Pemandian Air Panas
Jin Mu berendam dengan tenang, sambil dirinya menikmati rasa hangat dari kolam air panas itu. Memang perasaan yang terbaik jika mandi air panas, disaat musim dingin seperti sekarang ini.
"Fiuh... Nampaknya Guru mengenai Nyonya penginapan, dari cara bicara mereka seperti seorang teman dekat saja?"
Namun meski begitu, Jin Mu berusaha kembali mengingat teknik yang dia sedang latih saat ini. Membayangkannya memang terlihat mudah, namun saat di aplikasikan hal tersebut menjadi cukup sulit.
"Guru melakukannya dengan sempurna, apa aku harus menjadi lebih kuat lagi agar bisa menggunakan teknik itu? Tapi ... Aku tidak punya cara lain, guru bilang satu-satunya cara untuk menjadi kuat adalah melewati sebuah proses terlebih dahulu..."
Jin Mu memejamkan matanya, memikirkan tentang para saudaranya saat ini. Entahlah namun begitu jelas, jika orang-orang di istana tidak ada yang perduli padanya, apalagi Jin Mu sendiri sejak awal memang tidak disukai.
"Aku masih terlalu lemah ... Dibandingkan dengan saudara yang lain, aku adalah yang terlemah." Jin Mu mengangkat tangannya keatas, menatap rembulan malam yang terlihat terang.
***
- Sekte Angin
Seluruh tempat telah luluh lantah, nampaknya pangeran pertama telah memulai agresinya dengan cara membuat sebuah sekte berada dalam kekuatanya.
"Kepala sekte Angin, aku benar-benar akan menjadi seorang kaisar. Kau akan kuberikan sebuah kesempatan, tunduk padaku atau kau harus menerima kehancuran mu!"
Ketua sekte angin tak berdaya, dengan kekuatan dari Sekte seribu pedang, meski keberadaan dan nama sekte tersebut telah lama redup, bukan berarti kemampuan dan kekuatan mereka juga menurun.
Keberadaan Sekte seribu pedang saat ini sedang di bawah sekte lain. Hal ini bisa saja terjadi, karena tekanan dan kekuatan dari seluruh sekte yang bergabung untuk menekan kekuatan sekte seribu pedang.
"Tak ku sangka kau mewarisi teknik itu, meski kami tahu jika teknik tersebut telah dimusnahkan..." Ucap ketua sekte angin yang terduduk terluka.
"Tentukan pilihan mu, Ketua Sekte angin, kau seharusnya berpikir tentang masa depan di bandingkan sebuah keinginan bukan?" Mu Yan menghunuskan pedangnya tepat di leher ketua sekte angin.
"Baiklah, aku menyerah dan akan memberikan dukungan pada pangeran pertama."
Xiao Yu tersenyum, dia berjalan menghampiri Mu Yan dan memeluk tubuhnya. Perasaan yang ketua sekte angin rasakan begitu aneh saat melihat Xiao Yu, sesuatu yang hendak dia katakan namun tak berani.
"Baguslah, sepertinya kau bisa berpikir dengan baik tentang masa depan Sekte angin. Aku akan sangat kecewa jika kau menolaknya tadi."
"Jadi pangeran, apa rencana mu sekarang? Dengan takluknya Sekte angin, hal ini pastinya akan membuat sekte dan klan besar lainnya menjadi begitu waspada bukan?" Tanya Xiao Yu
"Aku sudah memikirkan rencana ini, kekuatan yang mereka berikan sudah pasti tertuju pada pangeran kedua, jadi bukanlah masalah besar jika nanti urusan ini semakin melebar. Dengan menghabisi pangeran kedua mungkin akan sedikit membuat kita tersudut, namun kita akan melakukannya secara perlahan, hal yang terbaik sekarang adalah mengumpulkan kekuatan terlebih dahulu."
"Hehe ... Kau tidak perlu khawatir, aku akan membantu mu apapun yang terjadi..." Lirih Xiao Yu.
***
"Sial! Bagaimana bisa dia menaklukkan Sekte angin hanya dalam semalam! Bukankah jurus mereka telah dibatasi selama ini? Aku mulai curiga tentang seseorang yang mendukung Mu Yan, apa dia mengetahui sesuatu?" Mu Gong mengamuk saat mendengar kabar jika Sekte angin telah takluk.
"Tuan Muda tenanglah, meski pangeran Mu Yan telah menaklukkan Sekte angin. Bukan berarti kita tidak bisa apa-apa, seperti yang kau tahu, kekuatan kita dan sumber daya kita masih berada di atas mereka, terlebih jika kita berhasil mendapatkan daerah di pesisir timur!" Sambung seorang pengawal pribadi Mu Gong
Thor lucu... menghibur