menceritakan seorang gadis yang memiliki sifat polos dan lugu, harus bertransmigrasi ke tubuh gadis yang suka membully orang yang dekat dengan lelaki yang ia cintai, dan di benci oleh keluarganya sendiri.
kalo kalian penasaran langsung aja baca
follow akun ku yah wehhh!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 28
hari sudah menjelang malam tetapi Feli belum juga ditemukan. Brayen juga sudah memanggil polisi untuk memeriksa keadaan disekolah tersebut
keluarga Feli, Bara dan Rendi menghampiri salah satu polisi yang ada disana
''pak apa ada tanda tanda putri saya ditemukan?'' tanya Brayen
''saat ini masih belum ada perkembangan pak tapi kami akan mencoba untuk menemukannya'' jawab sang polisi
''mas Feli gimana pasti dia kelaparan'' ucap Rina khawatir
''sebaiknya kalian pulang saja biar kami yang mengatasi masalah ini'' ucap polisi tersebut
''tapi pak anak saya belum ketemu, saya gak mau pulang sebelum ia ketemu'' ucap Rina
''kami akan berusaha untuk mencarinya''
''yah udah pak, kami izin pamit. kita cari Feli diluar sekolah saja mah siapa tau dia lagi banyak pikiran dan akhirnya pergi keluar buat nenangin pikiran'' ucap Brayen merangkul pundak Rina
''tapi mas?''
''udah gak papa biar mereka yang mencarinya disini'' ucap Brayen menyakinkan Rina
saat keluarga Feli pulang Rendi berucap pada bara
''bar kita juga cari diluar gak?'' tanyanya
''mending lo pulang aja deh ren gua mau tetap cari Feli disekolah karna gua yakin dia pasti disini'' ucap Bara
''yah udah kalo gitu gua juga gak mau, gua mau bantuin lo aja''
''kalo begitu ayo kita cari dia''
...****************...
ditempat Friska
''fris kita cari Feli kemana lagi udah hampir seharian nyariin dia tapi dia belum ketemu'' ucap Leon
''kita harus tetap cari gua takut bangat dia kenapa napa''
''tapi kita udah berkeliling sampai beberapa kali di sekolah ini'' ucap satria lelah
''yah udah kalo gitu kalian pulang duluan aja'' ucap friska
''gak kita gak bakal pulang sebelum Feli ketemu'' ucap Galang
''tapi lang''
''kalo lo mau pulang pulang aja gua gak butuh lo ada disini'' ucap Galang pada satria
''bentar gua telpon kak Amel dulu siapa tau Feli barang dia'' ucap friska menelpon Amel
''halo kak''
''kenapa lo telpon gua?'' tanya Amel dari sebrang sana
''kak gua mau nanya Feli ada barang sama kakak gak?''
''ngapain lo nanyak dia ke gua? gua bukan emak dia dan gua juga tak peduli sama dia''
''kakak gak lagi bercanda kan?''
''ngapain gua bercanda, emang dia kenapa? sampai lo nanya sama gua?''
''feli hilang kak, Feli gak balik balik dari tadi pagi''
''KOK BISA SIH? DIA PERGI KEMANA? LO DIMANA SEKARANG?''
''gua masih disekolah kak''
''oke gua otw'' ucap Amel mematikan sambungan telpon
''kak Amel bakal datang kesini mau bantu cari Feli'' ucap Friska
...****************...
Amel buru buru turun dari atas
''mau kemana sayang'' tanya Maria
tak menghiraukan kedua orang tuanya Amel langsung pergi menuju mobilnya
''dia kenapa yah kok buru buru bangat?'' tanya Maria pada David
''sepetinya ada sesuatu yang gak beres kita ikuti dia'' ucap David dianggukki Maria
Amel melaju dengan kecepatan diatas rata rata kebetulan jalan sepi
''lo kemana fel gua minta maaf, ini semua salah gua hiks coba aja gua gak bentak dan marahin lo pasti gak gini hiks'' tangis Amel khawatir tak melihat bahwa kedua orang tuanya mengikutinya
sesampainya di sekolah ia buru buru mencari keberadaan Friska dan kedua orang tuanya mengikutinya
saat sudah bertemu ia langsung bertanya pada friska
''feli kenapa bisa hilang?'' tanyanya
''APA FELI HILANG KOK BISA?'' teriak Maria
''ayah bunda kok ada disini?'' tanya Amel melihat keduanya
''tadi kita ikutin kamu'' ucap David
''jadi felinya kemana?'' tanya Maria khawatir
''kita masih mencari Tante" ucap Leon
''yah udah ayo kita cari Feli barang barang'' ucap Maria
mereka mencari Feli lagi dan lagi bahkan tadi sudah lebih lima kali dilewati oleh friska ddk
''apa semua sudah kalian cek?'' tanya David
''susah om tapi tak juga menemukan Feli
''gudang udah kalian cek juga?''
''tadi saya lewat gudang, tapi gudangnya dikunci om'' ucap Veren
''jadi kita cari dia kemana lagi?''
''sekolah ini juga begitu luas tak banyak peluang kita buat menemukan Feli'' ucap Maria
''kita jangan nyerah kita harus cari Feli sampai dapat'' tekat Amel
...****************...
digudang
Feli membuka perlahan matanya ia merasa pusing yang sangat menyakitkan
''ssttt ini sakit bangat hiks'' ucap Feli
''hi hi hi hi''
suara itu membuat Feli merinding
''i-tu k-amu yah Fani'' ucapnya takut
''hihihi Fani siapa hihihi'' suara itu sangat menyeramkan
''fani hiks jangan bercanda hiks aku takutt'' tangis Feli
tak ada jawaban membuat perasaan tak nyaman
tak lama kemudian tiba tiba ada sebuah kepala puntung jatuh dari atas
''AAAAA JANGAN APA APAIN AKU HIKS AKU TAKUT HIKS TOLONG'' teriak Feli gemetar dan mukanya sudah pucat
''MAMA HIKS TOLONGIN HIKS FELI, FELI HIKS TAKUT DISINI, DISINI TEMPATNYA GELAP FELI GAK SUKA GELAP. FRISKA TOLONGIN FELI, FELI HIKS TAKUTT SIAPA PUN TOLONGIN AKU'' lagi dan lagi teriak Feli sambil menutup matanya
beberapa menit kemudian tak terjadi apa-apa Feli memberanikan membuka matanya
''AAAA JAUH DARI AKU, AKU TAKUT HIKS AKU MOHON TOLONG TOLONG'' teriak Feli sangat ketakutan saat melihat Didepan matanya sendiri terlihat seorang wanita yang memiliki rambut panjang dan memakai baju yang panjang berwarna putih tak luput dengan darah yang berada di bajunya ia juga menggenggam sebotol air yang sudah dicampur garam
saat Feli ingin pingsan wanita itu menyiram air itu ke wajah Feli
''PERIHHH HIKS SAKIT'' teriaknya
''aku mohon hiks bunuh aku aja, aku gak mampu lagi'' mohon Feli
''hihihi apa kah kamu sudah yakin dengan keputusan mu? hihihi'' ucapnya mencengkeram pipih Feli
''i-yah hiks a-ku s-udah s-iap hiks p-ergi d-ari d-unia ini''
''hihihi baik akan ku turuti kemauanmu tetapi aku mau bersenang senang terlebih dahulu hihihi''
...****************...
Fani mati gak yah?
yang penasaran tetap bersabar aja oke!!
makasih sudah baca ceritaku
lanjut gak nih?
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin