BACALAH BAGIAN "BAB 1 TERBARU" PALING BAWAH, JANGAN BACA YANG "1" KARENA CERITA TENGAH DI REVIEW.
Cerita ini mengisahkan tentang Synus Yang berusaha mendatangi dan membebaskan Yusuf yang terpenjara di penjara abadinya. Tidak mudah memang, Synus pun melewati negeri-negeri yang misterius, berbahaya, mencengangkan, menakjubkan dan mampu merenggut nyawa. Namun itu semua dilakukan untuk Yusuf yang bukan kekasih nya dan hanya sekedar teman. Aryan kekasih Synus, ia tinggalkan demi Yusuf yang hanya sekedar teman.
LALU, APA YANG SEBENARNYA TERJADI DIBALIK SEMUA INI ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Firmo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Sebuah kabut berwarna-warni terlihat begitu jelas, menghalangi seluruh tempat di balik nya.
Ratu Kendalim yang terbang paling depan, menjelikan pandangan nya.
"Hmm... Mencurigakan !"
Aryan yang mendengar ucapan Kendalim, berkata.
"Ada apa... Kendalim... ?"
Dagu Kendalim, terlihat di majukan sedikit oleh nya,
"... Ada sesuatu yang tidak beres... !"
Sedangkan, Afiru yang duduk dibelakang Aryan. Bertanya pelan,
"Apa... ?" Sahut Afiru.
Tiba-tiba, melayanglah sebuah panahan api dari balik kabut itu, yang langsung mengarah ke salah satu Pegasus.
Suasana panik dan penuh kebimbangan, terjadi. Ratu Kendalim menyeru,
"Cepaaat... !!! Kepung lah Pegunungan Pelangi ini di setiap penjuru.... Layen berada di balik kabut iniiii... !!!!"
Sambil meringking-rinking, para Pegasus berpencar ke seluruh penjuru Pegunungan Pelangi yang cukup luas dan besar.
Lalu, tersisalah Kendalim, Efron, dan Basta.
Efron berkata,
"Ratu.... Apakah kita yang harus menembus kabut ini... ?"
Bibir Kendalim sedikit mengerenyit,
"Seperti nya begitu..."
Ucapan Aryan, membuat ketiga Pegasus ini. Geleng-geleng kepala.
"Tunggu... Sejak kapan Layen memanah ? bukannya keempat kaki nya sangat lah pendek... ??? Dia kan selalu mengandalkan mulut besar nya untuk melakukan semua hal, tapi tidak termasuk hal sulit seperti memanah..."
Kedua mata Basta, terbelalak. Ia berkata,
"Afrillos... !"
Kendalim pun dibuat takjub oleh ucapan Aryan,
"Hmm... Lalu siapa orang dibalik kabut ini ? Firasat ku adalah, Layen telah di taklukkan oleh sesuatu yang jahat..."
Tidak lama kemudian, Afiru melihat kabut berwarna-warni itu mulai menghilang. Dari balik kabut itu, terlihat jelas oleh nya Layen yang berdiri kokoh sembari seorang anak lelaki yang duduk di punggung nya yang gagah.
Ujungnya Afiru menyeru,telunjuk nya mengarah ke si Singa terbang dan si anak lelaki itu.
"Layen telah ditaklukan oleh Yuusuuuuf... !"
Spontan, Aryan dan ketiga Pegasus tersisa. Terkejut hebat !
Mereka pun, melihat Pegasus-pegasus lainnya. Telah ditawan di depan gua tempat Layen menyantap mangsa nya.
Teriakan keras dari Kendalim, tersentar jelas. "Tiiidaaakkkk............. ! Para rakyat kuuuu..........."
Sedangkan emosi Basta semakin meledak dalam hati dan otak nya. Dengan begitu saja, Basta terbang cepat ke arah Layen dan Yusuf. Pedang nya dinyalangkan, ringkingan nya di ringkingkan.
"Aawaas kalian...... !!!! Dua makhluk Tuhan yang biadaab..... ! Aaaaaahhhhh......... !!!"
Dan Efron yang melihat, Basta terbang cepat ke arah Layen dan Yusuf. Hanya bisa menyeru,
"Jangan kau lakukan itu... Bastaaaaa........ ! Ini jebakaaaaaan... !"
GRAAAAAK !
Sepasang sayap indah nya, Basta terputus. Hanya gara-gara dua buah pisau yang membentuk huruf V, ternyalangkan dari tangan Yusuf yang langsung begitu saja mengenai sayap Basta.
Basta terjatuh dari ketinggian. Dua buah pisau itu, kembali dengan sendiri nya ke tangan Yusuf. Dan tatapan Yusuf, terlihat meledek ke arah Kendalim, Efron, Aryan dan Afiru.
Spontan, Efron terbang cepat ke arah Basta yang terjatuh dan segera menyentuh daratan.
Kendalim yang melihat perilaku Yusuf, menggeram.
"Aawaas........ kau Yuuusuuuuf...... !!!"
Merasa menang, Yusuf menyeru.
"Dimana kekuatan kalian, sekarang...... ?"
Kemudian, Kendalim hanya bisa membuang muka,
"Bagaimana Singa terbang seganas Layen, bisa begitu saja ditaklukan oleh si ***** Yusuf... !"
Dari dagu Layen yang penuh bulu, terlihat cahaya biru kecil. Afiru yang menyadari ini, berkata.
"Ratu Kendalim... Di dagu nya si Singa terbang.... Lihat !"
Mata Kendalim di jelikan ke dagu Layen. Ia akhirnya menyadari,
"Pantas saja... Itu adalah sumber kekuatan Yusuf... ! Sial ! Layen dibawah kendali nya...."
Lalu, Aryan menyeru kan diri nya.
"Aku tahu, cara membunuh Layen"
Kendalim, menatap tajam Aryan.
"Apa sayang... ? katakan...."
Sambil mengambil pedang yang ia gantungkan di celananya, Aryan berkata.
"... Pecahkan kristal biru itu atau kalau tidak. Bunuh Yusuf, maka si Singa itu juga akan ikut terbunuh dengan sendiri. Karena kristal yang menempel di dagunya..."
Geraman kecil, Kendalim arahkan ke Yusuf.
"Sekarang... ?!"
Pedang yang telah berada erat di tangannya, Aryan luruskan ke puncak Gunung Pelangi.
"Bawa aku ke sana.... Dan kau Afiru, pergilah temui Synus dengan cara yang Ruru beritahu kepada kita..."
"Lalu, tugas ku apa .. ? Sayang...."
Tanya Kendalim, yang terdesak.
Aryan berdiri dari duduk kan nya yang anggun,
"... Alihkan Layen dengan gaya terbang mu yang hebat. Dan aku akan alihkan Yusuf... Seketika itu, mereka berdua akan kehilangan keseimbangan nya. Yusuf pastinya akan turun dari tunggangan nya yang gagah lalu berlari ke arah ku bersama pedangnya, dan Layen akan mengepakkan sayapnya ke udara untuk menyerang mu. Tetapi hati-hati... Jangan sampai kristal itu pecah dari dagu si Singa itu..."
Anggukan, Kendalim perlihatkan.
"Baiklah.... Sayang. Kau sangat lah bijaksana..."
Kemudian, Aryan menyeru.
"Dan.... Inilah saaatnya... !"
|
Ketika Kendalim membawa Aryan dan Afiru terbang ke puncak. Mata Yusuf semakin tajam, memperhatikan.
Aryan diikuti oleh Afiru, turun dari tunggangannya yang anggun.
Wajah cantik Kendalim, Aryan pegang.
"Ratu... Tuntaskan si singa itu... !"
Dengan welas kasih, Kendalim menempelkan wajah nya ke pipi Aryan.
"... Tentu, sayang kuuu..... Begitu juga dengan mu...."
Kemudian, pedang pun Aryan nyalangkan ke arah Yusuf dan Layen.
"Kemari lah Yusuf... Dan bertarung dengan ku... !"
Dagu nya, Yusuf angkat sembari menyombongkan diri.
"Hmm... Siapa kah diri mu itu... ? Berani-berani nya kau menantang aku si calon raja dunia... !"
Tanpa sengaja, Aryan berkata dengan penuh wibawa,
"Afrillos... !"
Spontan, Kendalim, Afiru dan seluruh Pegasus yang telah ditawan, terkejut hebat.
Sedangkan Yusuf, hanya mengeluarkan tatapan yang meremehkan,
".... Bukannya dia sudah hilang.... ?"
Dengan begitu saja, Aryan berlari ke arah Yusuf sambil berteriak hebat. Begitu juga Yusuf, ia turun dari tunggangan nya yang gagah dengan pedang ternyalangkan, lalu berlari ke arah Aryan sambil berteriak kencang.
Kemudian, Kendalim terbang ke arah Layen yang mulai mengganas.
Dan Afiru, ia berlari sesegera mungkin menuruni Pegunungan Pelangi yang tinggi sekali.
|
Kembali ke Aryan dan Yusuf.
Mereka berdua saling menahan pedang nya, satu sama lain.
Sambil menggeram kecil, Aryan serukan.
"... Merasa kuat haaaaaah............. ?! Tetap, diri mu akan hancur... !"
Yusuf menepas ucapan Aryan.
"Benarkah... ? Aku akan tertawa sekarang... !"
Kemudian Aryan, membentak Yusuf.
"... Tertawa saja di kematian mu yang semakin dekat....... !"
Aryan dan Yusuf akhirnya saling bertarung satu sama lain. Mereka menyalangkan pedangnya, Aryan dan Yusuf berusaha pula mempertahankan diri nya.
Suara dari pedang yang saling bersentuhan keras, terdengar jelas. Para pegasus yang tertawan dengan belenggu di kaki-kaki mereka. Hanya bisa menyaksikan pertarungan dua pemuda yang saling bunuh-membunuh.
|
Sedangkan di lain kejadian, Si Layen dan Ratu Kendalim telah terbang jauh dari Pegunungan Pelangi.
Layen yang ukuran nya lebih besar berkali-kali dari Kendalim, sang Pegasus cantik. Terus mengeluarkan semburan api biru yang membekukan bila sudah terkena tubuh.
Sedangkan Kendalim, sambil mengangkat tubuh indahnya. Panah yang ia pegang, terus dinyalangkan ke arah Layen, walaupun akhirnya selalu meleset.
Kendalim yang merasa kewalahan, menyeru.
"... Sialan kau, singa... !"
Tawaan kecil yang jahat, disentarkan oleh Layen.
"Ha... !kamu pikir apa... ? Dasar Pegasus... ! Tetap tidak akan menang dari kami...... !"
Lalu Kendalim, dengan anggun nan gagahnya, berkata. Panahan nya pun, ia jatuhkan.
"Tapi sekarang.... Saat nya untuk Pegasus sebuah kemenangan........."
Setelah berkata begitu, Kendalim langsung menghadang Layen dengan tangan kosong.
Layen yang melihat Kendalim mendekati nya, berseru. "Aku tidak percaya dengan Ramalan.... !"
Dengan sigapnya, Layen menghindar dari pukulan Kendalim.
Hingga akhirnya, Kendalim kembali menyerang Layen. Namun tetap saja, Layen dengan mudah nya menghindar dari Kendalim.
Karena kesal, dengan Layen yang terlihat mengejek. Kendalim marah besar,
"Sialan...... !!! Merasa kuat haaaaaah...... !?!"
Halis besar Layen, ia angkat.
"Tentu !"
Lalu Kendalim yang sudah semakin muak dengan Layen, menyeru sambil berlari.
"Inilah saat nyaaaaaa.............. !"
Dan Layen, berkata.
"Kau selesai...... Kendalim !"
Semburan api biru yang panas nan membekukan tubuh terus layen semburkan, kearah Kendalim yang berlari mendekati nya.
Dengan penuh cekatan, Kendalim menghindar dan terus menghindar dari semburan itu.
"Merasa hebat sekarang, Haaaah....... !"
Ucap Layen, kemudian ia kembali menyemburkan api nya itu.
Sambil berteriak, Kendalim menjawab.
"Yaaa........ Layen !"
Tiba-tiba, api tak dapat lagi disemburkan dari mulut nya. Layen ujungnya panik, ia terus menghembuskan nafas nya keluar masuk tubuh.
Hingga pada akhirnya, Kendalim berhasil memukul kepala Layen hingga terjungkal jauh kebelakang.
Layen pun berteriak kesakitan.
Dan Kendalim, menyeru penuh bangga.
".. Hah ! Mana api biru mu itu, Layen......... ? Sdah habis kah...... ? Ingat... ! kau sudah berumur puluhan ribu tahun. Jadi, pantas saja api mu itu habis....... !"
Tanpa sepengatahuan Kendalim, api yang berada ditubuh Layen kembali berfungsi dan mampu mengeluarkan semburan yang lebih panjang dan mampu menaklukan siapapun.
Layen yang masih terjungkal di udara ini, tersenyum jahat. Kemudian, dia membalikkan tubuh nya ke semula, dan dengan begitu saja. Api biru nya itu ia semburkan ke arah Kendalim.
"Haaa ! Kena kaauuu.......... !"
Ucap Layen, sembari api nya tersembur dari dalam mulutnya.
Kendalim yang melihat api semakin mendekat ke arah nya, hanya bisa berteriak.
"Aaaahhhh............... ! Kena diri kuu iniiiii........... !"
Seketika itu, Kendalim membeku dan es yang telah meliputi tubuh nya menjadi memutih. Seluruh bagian tubuh nya terkena semburan api, terkecuali wajah nya saja.
Akhirnya, Layen tertawa-tawa dengan jahat.
"Ahahahaha............... ! Sudah ku bilang... ! Kendalim sayang....... ! Pegasus tidak akan pernah menang dari kami, dan Ramalan itu adalah bohong..... !"
Sambil terjatuh dari ketinggian, Kendalim menyeru.
"Belum saaatnyaaaa.... !"
Dengan tubuh nya telah membeku, dan hanya wajah yang tidak membeku. Kendalim terjatuh dari ketinggian, sambil berteriak kencang. Hingga pada akhirnya, Kendalim tidak terlihat jejak nya oleh Layen
Layen yang melihat hal ini, kembali tertawa keras.
"Ahahahahaha.............. ! Sudah ku bilang.......Aku menang !"
Kemudian, tatapan Layen diarahkan ke Pegunungan Pelangi.
".....Dan yang kedua adalah membunuh apa yang sedang ditarungkan oleh yusuf. Yaitu Aryan !"
MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND
Wahh 😱😱 cari Apel?? Enak dong, kalo bisa ketemu Apel saat hacking begitu
Muslihat berkuasa
Saat hati goyah
Maka terjerumus dalam nestapa
Yusuf pasti iri dan cemburu, melihat kebaikan dan kemesraan Firmo
Eh .......siapa cewek yang selalu mengikuti itu 🤔🤔
Itu goa tidak pernah di jamah, kupikir bukan Icallius saja yang takut. Bagaimana tidak 🤔🤔