Luna Arsintha merupakan dokter cantik yang bekerja di salah satu Rumah sakit ternama,,dia ditinggalkan oleh ibunya saat berusia 4 tahun karena ibunya mengindap penyakit kanker membuat Luna bertekad untuk menjadi seorang dokter..
di usianya 26 tahun ini mama tiri nya menjodohkan nya dengan keluarga Wijaya, keluarga yang terkenal kaya raya,karena mama nya ingin menguasai harta keluarga Wijaya melalui Luna..
papa Luna yang mengidap penyakit stroke membuat nya terbaring tak berdaya,dia hanya bisa menyaksikan hari -hari di mana Riana bisa mengancam anak nya dengan menggunakan dirinya.
bagaimanakah nasib Luna selanjutnya, apakah dia mau menerima perjodohan dengan Pram Wijaya, lelaki yang di juluki sang Playboy..???
baca kelanjutannya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pulang
Pram yang mendengar teriakan Luna segera masuk kedalam rumah dan melihat Luna terbaring di ranjang dengan mulut di cengkraman Riana sedangkan Mita memegang tangan nya,hanya do'a yang bisa di ucapkan Luna saat ini, berdo'a agar dia dan janin nya selamat dari dua makhluk iblis ini...
" Mita...." pekik Pram kuat,Mita menoleh kearah Pram sedangkan Pram mendekat mendorong kuat Riana hingga jatuh kelantai
" biadab kalian" maki Pram menarik Luna dalam pelukan nya
Mita gelagapan,dia segera melepaskan tangan nya dari Luna..
" mas Pram, ini tidak seperti yang kamu kira,ka-mi sedang mengamankan Luna karena dia ingin kabur dari mu" ucap Mita gugup
" Plak....." Pram menampar Mita kuat,baru kali ini dia bersikap kasar, biasa nya Pram selalu lembut pada wanita tapi kali ini dia benar-benar marah karena istri nya di siksa oleh Mita dan ibu nya
" mas, apa-apa an kamu..!!" ucap mita
" kamu yang apa-apa an,Luna ini kakak mu,tidak seharusnya kamu menyakiti nya,kalian akan aku masukan ke penjara" ancam Pram menunjuk Mita dan Riana
" mas....jangan,,,kami mengaku bersalah mas.. tolong jangan masukan kami ke penjara" mohon Mita
Riana hanya terdiam masih menahan sakit di tangan nya akibat dorongan kuat Pram
" sayang kamu tidak apa-apa?" tanya Pram dan di jawab gelengan oleh Luna,Luna memeluk erat tubuh Pram dia sangat ketakutan
Pram menatap kearah Mita dan Raina yang tengah ketakutan,lalu dia berjalan mengambil tas Luna dan membawa Luna keluar
Luna mengusap perut nya lembut takut terjadi sesuatu pada Janin nya, untung nya Riana tak melakukan apapun pada perutnya
" kenapa??? sakit? tanya Pram melihat Luna yang terus menggosok perut nya
" tidak..." jawab Luna pelan,saat ini mereka sudah di mobil dan menuju jalan pulang ke apartemen
sesampainya di apartemen Pram memarkirkan mobilnya lalu membuka pintu mobil Luna dan menuntun istri nya ini untuk masuk
Luna menitikkan air mata karena tau kalau dalang dari kekesalan nya pada Pram adalah Mita adik tirinya,Pram sama sekali tak berselingkuh dari nya...
" maaf" ujar Luna pelan saat Pram menuntun nya masuk kedalam kamar mereka dulu,sudah beberapa pekan kamar ini di tinggal kan Luna karena marah pada Pram
" untuk....??" tanya Pram bingung
" maaf aku salah mengira mu, aku kira kau berselingkuh dengan Mita" ujar Luna memeluk tubuh Pram dia sangat merasa bersalah
" selingkuh...!!!"ucap Pram memegang lengan Luna
" hmmm" jawab Luna malu
" aku tak pernah selingkuh dari mu, kenapa kau bisa mengira aku berselingkuh?" tanya Pram yang masih belum mengerti
" aku melihat Mita duduk di pangkuan mu saat di Club dan dia mencium pipi mu"
" Mita melakukan itu?"
" ya, makanya aku mengira kau berselingkuh dengan nya, tapi kenapa malam itu kau bisa bersama nya?" tanya Luna
" Dia mengirim kan aku pesan foto kamu yang sedang di peluk oleh Bian pagi itu,dan dia meminta ku untuk datang ke Club' karena ingin memberitahu kalau kamu masih punya hubungan dengan Bian"
" aku..!!" tunjuk Luna pada dirinya dan diangguki Pram,Pram mengambil ponselnya untuk memperlihatkan foto di mana Luna di peluk oleh Bian
" ini saat aku hendak terjatuh Bian yang menolong tapi aku tidak tau kalau ada yang memotret kami" jelas Luna
" Lalu kenapa kau dan Bian datang ke Club'?"
" Bian bilang kalau kau lelaki yang tak baik,fan tak akan pernah berubah" jawab Luna
Pram menatap wajah Luna dan mengecup kening nya sejenak,Pram bisa mengerti permasalahan mereka selama ini hanya salah paham..
" mereka yang menjebak kita dalam situasi ini, mereka menginginkan kita berpisah karena Bian menginginkan mu dan Mita menginginkan ku" jelas Pram yang sudah mengerti
Luna mengangguk setuju
" kita bukti kan pada Mereka kalau kita tak akan berpisah" ujar Pram
" tapi....-" Luna ragu untuk mengatakan nya
" tapi apa?" tanya Pram penasaran dia takut Luna masih berpikir untuk berpisah dari nya
" Lun,jangan pernah menyembunyikan sesuatu apapun dari ku,bukan kah aku pernah katakan kalau kamu boleh mengatakan apapun yang mengganjal di hati mu"
"tapi aku rasa kau belum siap untuk ini" ujar Luna
" Lun,aku ingin mulai hari ini kita saling menerima dan saling mengerti aku tak ingin ada yang di sembunyikan,kita saling terbuka,kau boleh melarang ku jika apa yang aku lakukan tidak kamu sukai begitu juga aku,aku tak ingin lagi ada orang ketiga atau lain nya,kita akan menjalani rumah tangga seperti orang pada umumnya saling melengkapi dan mencintai" ucap Pram panjang lebar dia sudah memantapkan hati nya untuk Luna
" ayo kita mulai semua nya dari awal, hilangkan rasa terpaksa"
" Pram... aku-a-ku Hamil" ungkap Luna pelan, sebenarnya saat ini Luna takut,takut akan Jawaban Pram yang akan mengecewakan diri nya
" apa??? kamu yakin Lun?" tanya Pram kaget
" ya,,aku sudah memeriksa nya beberapa kali,jika kau tak menerima anak ini biar kan aku pergi Pram"
" kamu gila...!!"bentak Pram marah
" aku sangat menginginkan nya Lun, apalagi keluarga ku,sudah pasti mereka senang dengar kabar gembira ini, terimakasih Lun... terimakasih sayang" ucap Pram menarik Luna kedalam pelukannya dia sangat bahagia saat ini karena dengan kehadiran anak ini bisa melengkapi kehidupan rumah tangga nya...
pram melakukan kesalahan tapi apakah luna lebih baik jawabanya luna pun sama dia tidak kalau murahan daripada pram
pram melakukan kesalahan, mengaku salah, menyesal, mengemis maaf, berusaha memperbaik kesalahan, berjuang dapat kesempatan dan membuktikn diri dia pantas dapat kesempatan
sedangkan
*luna mengaku salah tidak, menyesalpun tidak, minta maaf tidak, berjuang apalagi, dia hanya istri munafik yang melihat salah suami dan tidak sadar kesalahannya
*kesalahan pram semua sudah tau
*ini kesalahan luna, seorang istri tapi berhubungan dengan pria lain, kontak fisik dengan pria lain, curhat berduaan dengan pria lain, menceritakan dan mengumbar aib suami pada pria lain, memberi harapan pada pria lain, yang paling buat luna tidak pantas dapat kesempatan karena luna munafik yang tidak sadar dan mengakui kesalahannya
dan yang menjadikan novel ini miris, egois, dan tidak adil, novel membenarkan semua kelakuan luna dan menganggap itu bukan kesalahan
miri novel buatan wanita yang menunjukkan wanita itu sangat egois (saya sebagai wanita, malu baca novel2 kayak ini)
nanti authornya bilang, ini hanya novel halu, kalau tidak suka skip aja, ingat thor sebuah novel akan mencerminkan karakter dan pola pikir autuor novel itu sendiri