"Aku tidak ada hubungan apapun dengan dia!. Dia menginginkan hubungan kita hancur sayang, tolong percaya sama aku" ucap Anne mencoba menjelaskan semua pada Jovi.
Dalam hubungan tidak ada kepercayaan di antara mereka berdua. Setiap ada masalah, maka Anne lah yang selalu jadi sasaran dalam percintaan mereka berdua.
Setiap penyesalan itu datang di akhir. Sebuah pernikahan yang terjadi antara Anne dan Brian, mereka tidak saling mencintai. Brian membenci wanita karena wanita itu pembawa sial dalam hidupnya.
Menikah dengan wanita yang tidak di cintai adalah hal yang terburuk dalam hidup Brian.
Membenci wanita tapi menginginkan wanita malam setiap saat.
Apakah suatu saat nanti, hati Anne akan memaafkan semua kesalahan Brian? dan ternyata Brian adalah seorang mafia yang sengaja di sembunyikan selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesyufa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keadaan Anne
"Ash... aku ada dimana?" bangunnya Brian dari tidur.
"Apa yang terjadi, dimana ini" membuka mata melihat sekeliling tempat kamar.
"Sakit sekali, sebenarnya apa yang terjadi semalaman. Cia, apa yang kamu lakukan di tempat tidurku!" ucap Brian.
Saat Brian membolak tubuh wanita tersebut ternyata bukan Anne melainkan wanita lain. Brian sangat terkejut, siapa wanita yang tidur bersamanya. Ia langsung berdiri bangu dari tempat tidur, melihat wanita itu sudah bangun dari tidurnya.
"Siapa kamu?. Apa yang kamu lakukan!" tanya Brian.
"Aww... pagi-pagi sekali kamu sudah berisik" jawab wanita itu.
"Brian, apa yang terjadi. Kemana pakaian aku hiks".
"Kenapa kamu yang bertanya padaku, seharusnya aku bertanya. Apa yang terjadi semalam di antara kita" tanya Brian lagi.
"Tunggu, dari mana tahu namaku?. Siapa kamu sebenarnya?".
"Brian. Apa kamu lupa, ini aku, Sania. Wanita yang dulu pernah mencintai kamu" jelas Sania.
Sudah kembali dari negara luar, Sania adalah teman sekelas Brian sejak SD dulu. Mereka berdua satu sekolah, dulunya Sania tertarik dengan Brian tapi sayang sekali. Brian lebih memilih Anne dibandingkan Sania, dengan begitu Sania selalu melakukan yang buruk pada Anne.
"Sania, kamu..?".
"Iya, ini aku Brian. Tolong jangan pergi meninggalkan aku lagi, aku mencintaimu Brian" ucap Sania memeluk Brian.
"Lepaskan, apa yang kamu lakukan. Aku sudah menikah dan itu tidak akan membuat aku jatuh cinta pada wanita lain lagi" ujar Brian.
"Kamu sudah menikah, dengan siapa?".
"Kamu tidak perlu tahu, maaf, aku permisi dulu" pergi meninggalkan Sania sendiri di dalam kamar.
Ternyata Sania masih perawan, ada bercak darah di atas tempat tidur. Semalam mereka melakukan hubungan yang dahsyat, Brian tidak kuasa menahan gelora yang membuat ia bercumbu melakukan itu. Sania tidak tinggal diam, ia akan datang lagi pada Brian untuk minta tanggung jawab pada Brian.
Brian keluar dari kamar dengan perasaan ketakutan, semalam ia meninggalkan Anne di tempat acara. Hatinya sangat khawatir apa yang terjadi dengan Anne, apa Anne pulang dengan selamat.
"Aku harus pulang cepat, aku harap tidak terjadi sesuatu dengan Anne" kata Brian.
Dengan cepat Brian turun dari lantai atas menuju ke tempat parkiran mobil, ia menaikkan taxi online untuk pulang ke rumah.
RUMAH ANNE
Aleysia sedang memasak makanan kesukaan Anne, semua berubah begitu saja setelah apa yang terjadi pada bulan madu lalu.
Flashback off
Saat di villa
Sepasang suami istri sedang pergi berbulan madu, Danial mengajak istrinya pergi ke tempat Villa yang sangat mewah. Tidak sia-sia ia menabung selama ini untuk mengajak Aleysia berbulan madu, pada malam itu Aleysia tidak sengaja mendengar Danial berbicara dengan foto almarhumah istri suaminya.
"Shofia, bagaimana kabar kamu sekarang di alam sana. Apa kamu sangat bahagia, ya seperti sangat bahagia sekali. Begitu juga dengan aku, bahagia memiliki seorang istri yang baik seperti dia".
"Aku yakin, dia akan menjadi ibu yang terbaik untuk ana kita. Kamu bangga bukan, aku benar-benar juga bangga padanya. Menjadi istri yang baik dan juga seorang ibu yang penyayang untuk Anne" menatap wajah Shofia di dalam foto.
"Malam ini aku minta izin padamu, aku ingin memiliki seorang anak lagi juga adik untuk Anne. Aku harap, kamu mengizinkan aku Shofia" ujar Danial dengan tangisan air mata.
Di depan pintu kamar, Aleysia sedang memikirkan apa yang di lakukan selama ini pada Anne. Di depan Danial dirinya mejadi orang baik namun dia belakang suaminya malah selalu mengancam Anne untuk melakukan apa keinginannya.
Sekarang dirinya sangat menyesal kenapa harus melakukan hal seperti pada keluarga yang sudah baik padanya, tak di sangka hati Aleysia sudah mulai luluh sejak mendengar perkataan Danial di dalam kamar. Hatinya sangat bahagia, ternyata jadi orang baik adalah hal yang indah.
"Sayang...." panggil Aleysia di depan pintu.
"Istriku, apa yang kamu lakukan disana, masuklah" ujar Danial.
Aleysia menghampiri Danial yang duduk di atas kasur, memeluk suaminya dengan hangat. Danial jadi terkejut kenapa Aleysia menjadi manja seperti ini, ia pun berbalik tubuh lalu melihat wajah Aleysia yang sangat cantik.
"Ada apa?. Katakanlah?" tanya Danial.
"Aku mencintaimu Sayang" ujar Aleysia.
"Aku juga mencintaimu Sayang".
Tidak butuh lama Danial membelai rambut Aleysia, Mereka memulai dari tahap awal hingga seterusnya. Melakukan sampai puncak surga dunia, Sama-sama puas merasakan kenikmatan yang indah malam ini.
**
"Anne... Cepat bangun, ayo kita sarapan bersama-sama" ajak Aleysia makan bersama.
"Anne...." panggil Aleysia lagi.
Tidak ada suara apapun dari kamar Anne, selesai menaruh makanan di atas meja Aleysia pergi menuju ke dalam kamar Anne. Ia mengetuk pintu kamar agar Anne segera keluar lalu sarapan bersama-sama, tidak ada jawaban didalam dengan terpaksa membuka pintu sendiri. Ternyata pintu tidak di kunci, tidak melihat Anne dimana-mana.
Terdengar suara air kran yang hidup di dalam kamar mandi, jadi Aleysia merasa kalau Anne sedang mandi. Ia pun keluar membereskan barang-barang punya suaminya untuk berangkat ke kantor, semua sudah siap lalu Danial sarapan lebih dulu karena waktu kerja sudah terlambat.
"Sayang... aku berangkat dulu ya" kata Danial mencium kening istrinya.
"Hati-hati di jalan, jangan lupa ini makanan siang kamu sayang" ucap Aleysia berikan box isi makanan.
"Terima kasih Sayang" ucap Danial meninggalkan Aleysia.
Menyalakan mobil lalu pergi ke tempat kerja, dari kejauhan Aleysia melambai tangan pada suaminya. Hari yang cerah bagi dirinya, sudah satu jam Anne belum keluar dari kamar jadi lebih baik menyusul lagi Anne di dalam kamar.
"Anne... kenapa lama sekali kamu mandi nak, cepat mandinya sayang" kata Aleysia dengan nada khawatir.
"Anne....." puluhan kali Aleysia memanggil Anne, tidak ada jawaban juga dengan panggilan tersebut.
Membuka pintu kamar mandi
Setelah membuka pintu tersebut, Aleysia sangat terkejut melihat keadaan Anne yang sudah tepar di lantai kamar mandi. Langsung mematikan kran air tersebut, mengangkat Anne ke atas tempat tidur.
"ANNE....!"
"Anne, ada apa dengan kamu sayang. Apa yang kamu lakukan sampai jadi seperti ini, bangun nak".
Anne dari semalam ternyata di dalam kamar mandi, hati yang sakit melihat suami tidur denagn wanita lain. Pulang dari tempat acara, Oden mengantarkan Anne pulang ke rumah dengan mobil yang di kendari bersama Brian. Pada saat pulang, Anne terus menangis membayangkan apa yang di perbuat Brian dengan wanita tersebut.
"Sebaiknya aku telepon dokter, aku tidak mau Anne kenapa-kenapa" mengambil ponsel menekan panggilan dokter.
SUASANA DI KANTOR
Meeting baru saja selesai, Kin keluar dari ruangan menuju keruangan pribadi. Di ikuti oleh Vino dari belakang, membawa berkas pada saat meeting tadi.
"Vino. Apa kamu tidak apa bekerja hari ini, kamu belum terlalu pulih" ucap Kin dengan nada khawatir.
"Aku tidak apa Tuan, jika aku tidak bekerja nanti apa yang aku berikan untuk Zeline" ujar Vino.
"Kamu ini, sangat romantis sekali" mengejek Vino sembari tertawa.
"Tuan Kin, anda terlalu kejam".
"Kapan kalian melaksanakan pernikahan?, sepertinya kamu sungguh-sungguh sekali bekerja. Wow, calon suami yang hebat".
"Belum tahu Tuan, soalnya rencana minggu ini. Tapi sejak aku masuk ke rumah sakit, belum ada persiapan sama sekali" jawab Vino.
"Apa kamu berniat menikah minggu ini, aku akan membantumu".
"Tidak apa tuan, aku bisa sendiri. Tuan bagaimana, kapan memiliki kekasih?" bertanya tanpa merasa takut terhadap pertanyaan tersebut.
Tatapan yang sangat mengerikan ke arah Vino membuat ia sangat takut dengan reaksi Kin atas pertanyaan itu. Tanpa menunggu jawaban dari Kin, Vino langsung keluar dari ruangan dengan suara ngos-ngosan.
"Ya ampun, kenapa aku bisa sampai bablasan begini. Untung saja Tuan Kin tidak marah meledak seperti boom, kalau sampai itu terjadi aku akan kehilangan pekerjaan".
"Sebaiknya aku bekerja lagi, jangan terlalu ikut campur urusan beliau. Tidak lihat apa tadi, wajah sangat merah seperti jin yang kerasukan ayat suci" berbicara sendiri sampai tidak menyadari panggilan Zeline dari jauh.
"Vino!!!" ucap Zeline menepuk bahu Vino
"APA??. Astaga Zeline, aku sampai jantungan".
"Hahaha.... seharusnya aku yang kesal, sudah dari tadi aku panggil dan kamh tidak mendengar panggilan aku!!" kata Zeline dengan nada kesal.
"Maaf Sayang, tadi aku sedang memikirkan sesuatu. Maaf ya, jangan marah seperti itu" ujar Vino.
"Aku tidak peduli, aku kesal".
"Sayang aku yang cantik dan manis. Kenapa datang kesini, apa yang kamu lakukan. Apa itu?" melirik barang bawaan Zeline.
"Oh ini makanan siang untuk kamu, jangan lupa di makan ya!" ucap Zeline berikan box makanan pada Vino.
"Disini sudah tersedia makanan siang sayang, jadi tidak usah perlu repot lagi bawa kemari"
Perkataan Vino barusan membuat hati Zeline sangat sedih, ia tidak menyangka bahwa Vino menolak makanan yang di bawa oleh Zeline. Vino melihat reaksi wajah sedih membuat dirinya tidak enak hati, akhirnya ia mengambil box makanan tersebut.
"Baiklah, berikan padaku. Aku akan makan masakan kamu Zeline, jangan sedih lagi" ucap Vino sembari kecupan tangan Zeline.
Bersambung
nanti d lanjutin 🤭