NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Innocent little baby

Berjam-jam lamanya, Gara menunggu Hila didepan ruang operasi. Ia terbayang-bayang akan ucapan Dokter tadi, saat memanggilnya. Gara menangis, karena ketakutan itu tetap muncul pada dirinya. Dokter berkata, kondisi kehamilan Hila benar-benar buruk. Kapasitas air ketubannya hanya sedikit. Ditambah lagi, air ketuban yang keruh dan berwarna hijau.

Dokter berkata, bahwa Hila benar-benar stres menghadapi kehamilan ini. Ia tak siap. Tak ada yang memberinya semangat. Hila sepertinya jarang memeriksakan kondisi bayinya. Hila hanya menjaganya dengan vitamin, dan Hila kurang makan makanan yang bernutrisi.

"Nona Hila sepertinya tertekan di masa kehamilannya, Saat stres atau sedang marah, tubuh ibu hamil akan memproduksi hormon stres yang bernama kortisol. Ketika jumlah hormon stres tersebut meningkat, pembuluh darah di dalam tubuh akan menyempit. Hal ini membuat aliran darah dan pasokan oksigen ke janin menjadi berkurang dan membuat tumbuh kembangnya terganggu. Seperti yang sudah saya katakan, bayi Nona Hila terlilit tali pusar dan juga pasokan oxygen ke tubuh bayi jadi berkurang. Inilah masalah serius yang dialami Nona Hila dan bayinya."

"Stres saat hamil juga dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan berat badan yang rendah dari berat badan bayi rata-rata, yaitu kurang dari 2,5 kg. Ibu yang stres dalam masa kehamilan, pertumbuhan bayi didalam rahim jadi terhambat. Hal ini menunjukkan bahwa hormon stres ibu hamil yang sulit terkontrol dapat membuat janinnya mengalami IUGR atau gangguan pertumbuhan di dalam kandungan."

IUGR (Intra Uterine Growth Restriction) adalah kondisi ketika pertumbuhan janin di dalam kandungan terhambat. IUGR ditandai dengan ukuran dan berat badan lahir bayi yang rendah. Kondisi ini dapat membuat bayi lebih lemah dan rentan terkena beberapa masalah kesehatan.

Sumber : Alodokter❤

"Saat ini, operasi sesar darurat sedang berlangsung, dengan beberapa Dokter spesialis kandungan dan beberapa perawat. Saya sebagai kepala tim Dokter hanya memberi tahu, bahwa keadaan Nona Hila saat ini, dalam kondisi gawat darurat. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian saat ibu stres menghadapi kehamilan. Nona Hila juga jarang memeriksakan dirinya, sehingga kami tidak tahu, adakah penyakit komplikatif yang akan bereaksi menjelang persalinan bayi. Diperkirakan, kondisi bayi akan sedikit lemah, dan kami berharap, semuanya akan sehat dan baik-baik saja. Saya dan tim Dokter lainnya, akan melakukan yang terbaik."

Ucapan Sang Dokter masih terngiang-ngiang di kepala Gara. Ia bodoh, ia terus mengutuk dirinya. Semua ini terjadi karena dia. Semua ini karena kesalahannya juga. Keyza sang Kakak, hanya bisa memeluk Gara, berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja. Keyza pun jadi tak peduli dengan pertunangan antara Bianca dan Gara. Karena saat ini, yang Gara pedulikan hanyalah keselamatan Hila dan anaknya.

Dokter menjelaskan semua itu panjang lebar, Hila. Dokter berkata, bahwa kamu memiliki tekanan selama kehamilan. Kamu stress berat dalam kondisi hamil. Aku merasa bersalah sekali, Hil. Aku merasa, akulah laki-laki paling bodoh di dunia ini. Aku tak tahu, keadaanmu, aku tak mencari tahu semuanya. Semua ini karena kabar kematian mu. Kalau saja dulu aku bertemu denganmu, mungkin tak akan seperti ini kejadiannya. Kenapa kamu tak berkata bahwa akulah lelaki yang menghamili mu? Jika saja kau jujur, mungkin semuanya akan terbongkar dari dulu. Ya Allah, selamatkan lah bayi dan wanitaku. Aku tak rela, jika terjadi sesuatu pada mereka. Aku begitu mencintainya. Kumohon, karena hanya padaMu lah aku berharap. Kata hati Gara, diiringi dengan tetesan air mata yang mulai berlinang membasahi pipinya.

...❤❤❤...

Selama operasi sesar, Dokter melarang Gara dan yang lainnya masuk, karena ini operasi sesar darurat, ditambah lagi kondisi pasien yang memang membutuhkan perawatan khusus. Gara pun hanya diperbolehkan menunggu diluar. Hingga saatnya telah tiba, Dokter memanggil Gara untuk masuk kedalam ruangan.

Dengan perasaan sedih, dan seluruh tubuhnya gemetar panas dingin, Gara melangkahkan kakinya masuk ke ruang operasi. Keyza mendampinginya dari belakang. Hingga Gara bisa melihat bayi yang sedang di timang oleh Dokter. Bayi nya mungil dan kecil sekali, berbeda dengan kebanyakan bayi normal pada umumnya.

Tubuh bayi Hila telah dibersihkan, namun Gara kaget, melihat wajah bayinya yang terlihat membiru, juga bayinya pun tak menangis bersuara.

"Bayiku ...." mata Gara berkaca-kaca, ia tak menyangka, darah dagingnya ada dihadapannya.

Gara memangku bayu mungil nan cantik itu. Dia hanya memejamkan mata, tak menangis dan juga tak bergerak. Semua Dokter menunduk, melihat Gara memangku putrinya.

"Dok, kenapa dia hanya diam? Kenapa bayiku tidak menangis? Dok, apa yang terjadi padanya? Dokter! Kenapa anakku tak menangis? HAH?" Gara membentak Dokter.

Kepala Dokter pun berjalan mendekat kearah Gara yang terlihat panik dan khawatir.

"Pak Gara, bayi anda berjenis kelamin perempuan. Lahir pukul 13.30, dengan berat badan 2,2 kg. Namun sangat disayangkan, lilitan tali pusarnya membuat ia kesulitan bernapas. Bayi Anda, telah meninggal pukul 13.40 WIB. Berikut saya sampaikan kabar kematiannya. Mohon maaf, kami telah melakukan yang terbaik. Tapi, bayi anda terlalu lemah untuk bertahan, karena kondisinya pun tidak sehat. Mohon maaf sekali, kami tak bisa membantunya bertahan hidup." Ucap sang Dokter.

"Apa?" seluruh tangan, kaki dan tubuh Gara gemetar hebat. Tubuhnya tak kuat lagi berdiri. Antara sadar dan tidak, itulah yang Gara rasakan.

Gara memangku gadis mungil yang cantik itu sambil sempoyongan. Air matanya tak bisa tertahan lagi. Ia pun menangis, hati dan jiwanya hancur berkeping-keping. Rasa sakit dan penyesalan terus hinggap di hatinya. Semua ini karena dirinya, Hila yang hamil berjuang seorang diri. Hila terluka, dan bayinya pun ikut merasakan lukanya.

"Tak mungkin! Bayiku tak mungkin meninggal. Baru saja aku merasakan betapa bahagianya hatiku bisa melihatnya. Kenapa kalian tega berkata bohong seperti itu, ha? JANGAN BERBOHONG! ANAKKU TAK MENINGGAL, DIA HARUS HIDUP! AAARRGGGGGGHHHHH," Gara menangis. Ia memeluk dan menciumi bayinya.

Hatinya terpukul. Ia tak menyangka. Memeluk bayinya dengan keadaan tak bernyawa. Perih, terluka, kecewa, rapuh, sungguh membuat Gara tak bisa berdiri dengan baik, tapi ia ingin terus menciumi bayinya. Keyza dan Rangga pun sangat terpukul dengan kejadian saat ini. Baru saja Rangga akan menerima semua keadaan ini, tapi ternyata percuma. Karena semuanya telah terlambat.

Keysa memeluk Rangga, ia mengambil paksa bayi yang ada ditangan Gara. Keyza tak mungkin membiarkan Gara terus-menerus mencium dan memeluk bayinya yang telah meninggal. Keyza takut, air matanya mengenai jenazah bayi mungil tersebut.

"Gar, Gara ... lihat Kakak, tatap Kakak! Sabarlah, tenang sayang. Semua ini pasti ada hikmahnya. Percuma menyesal pun, semua sudah terlambat. Biarkan Kakak yang memeluknya, Gara. Tenangkan dirimu, tenangkan hatimu!" Keyza berbicara sambil menangis. Ia pun sedih, tapi sebisa mungkin ia harus bisa menenangkan Gara.

Keyza memeluk bayi mungil itu. Ia mendekati Hila yang masih terbaring tak sadar karena efek bius yang masih bekerja. Rangga yang ikut terpukul dengan kejadian ini, segera memeluk anak sulungnya. Rangga memeluk Gara dengan penuh penyesalan dan kesedihan.

"Gara, maafkan Ayah. Ayah yang salah. Sabarlah, dan tenang. Terima semua kejadian ini dengan ikhlas. Ikhlaskan lah bayimu. Allah lebih menyayanginya. Allah mencintainya. Dia pantas mendapat SurgaNya. Ayah harap, kamu bisa ikhlas dan tabah menerima semua ini. Doakan yang terbaik untuknya, dan semangati Hila. Karena pasti yang lebih terpukul adalah Hila. Maafkan Ayah, sekali lagi maafkan Ayah, Nak. Ayah menyesal, Ayah salah." Rangga pun tak bisa menahan kesedihannya.

Gara menatap sang Ayah, "Ayah, apakah dia membenciku sehingga bayiku tak ingin hidup bersamaku? Apa dia kecewa karena aku tak menemaninya selama sembilan ini? Apa dia terluka, Ayah? Ayah, kenapa dia harus pergi saat aku tengah bahagia melihat kehadirannya? Ayah, aku sangat terpukul. Aarrrgghhh, tak mungkin bayiku meninggal. Tak mungkin!!!!!“ Gara menunduk lesu. Air matanya tak bisa terbendung lagi.

Sakit, sakit yang ia rasakan. Hatinya tercabik-cabik. Ia pun menatap Hila yang masih terbaring lemah. Ia lebih sakit lagi menatap Hila. Bagaimana nanti perasaannya? Jika Hila tahu, bayinya telah meninggal.

Ya Allah, mungkinkah ini yang terbaik untukku dan Hila? Kenapa kau ambil darah daging ku? Kenapa kau biarkan dia pergi? Aku sangat mencintainya, dan aku akan menyayanginya sepenuh hatiku. Tapi, kenapa semua ini terjadi?

Gara benar-benar sedih. Sakit hatinya, melihat bayi mungil yang hanya diam. Bayi itu tak menangis apalagi bergerak-gerak. Keyza terus menatap keponakannya dan terus menciuminya. Ia tahu, sakitnya Gara. Ia memahami hal ini. Elang pun sibuk menelepon Davian dan Tira. Elang harus memberi tahu mereka semua.

Bayi kecil, bayi mungil ... ini onty, aku onty-mu. Kamu keponakan pertamaku. Tapi, kenapa kamu pergi secepat ini? Kami telah mengakuimu, sayang. Kami tak akan membuangmu. Kenapa kamu pergi secepat ini? Aku tahu, kamu pasti terluka dan sedih, karena tak dianggap oleh siapapun. Tapi, kamu punya mommy yang pasti akan menyayangimu, sayang. Dia lebih memilih membawamu pergi, dan berjuang bersamamu. Dia ingin kamu hidup, tapi kenapa kamu malah pergi, bayi kecil? Apa kau takut, jika keberadaan mu akan membuat masalah? Tidak sayang, kau akan kami anggap, kau adalah penerus raharsya. Tapi kenapa kau pergi secepat ini, bahkan sebelum aku bisa mendengar tangismu? Bayi kecilku, semoga kau bahagia di surga sana. Aku mendoakan yang terbaik untukmu. Keyza berulang kali mengusap air matanya, karena ia pun terhanyut dalam semua ini.

Semoga Hila kuat menerima semua ini.

Selamat jalan, bayiku ... selamat jalan. Tunggu aku di sana, di SurgaNya.

*Bersambung*

Jangan lupa like dan komentar ya...❤

1
falea sezi
g rela jalang Bianca dpet gata
falea sezi
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
falea sezi
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!