NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:52k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: Tarian Kematian

Sungai darah raksasa dan pedang cahaya bintang seukuran gunung itu melesat saling berhadapan, membawa kekuatan penghancur mutlak dari ranah Soul Formation. Udara di sekitar Ibukota terdistorsi, bersiap meledak dan menyapu ratusan ribu nyawa fana menjadi debu.

Namun, tepat sebelum kedua energi itu berbenturan, sebuah anomali yang menentang nalar terjadi.

BZZZZ-WUUUSSHH... KRAAAAK!

Alih-alih meledak dan menghancurkan kota di bawahnya, kedua serangan raksasa itu menabrak sebuah pembatas tak kasat mata di udara. Permukaan langit mendadak berdesir, memunculkan siluet dinding melengkung berwarna kegelapan purba sebuah Dinding Kaca Gelap yang membentang menutupi radius lima ratus mil!

Daya hancur dari dua serangan Soul Formation itu tidak mampu menggores dinding tersebut sama sekali. Sebaliknya, dinding kegelapan itu memantulkan kembali gelombang kejutnya ke dalam!

"ARGH!"

Tetua Pedang dan Tetua Darah terpental mundur di udara, memuntahkan darah segar karena memakan serangan balik dari energi mereka sendiri. Di bawah mereka, Jian Wu dan Xue Tu yang sedang melayang menggunakan pusaka terbang ikut terlempar, wajah mereka pucat pasi.

"Formasi apa ini?!" jerit Jian Wu, pedangnya bergetar hebat. Ia mencoba menyebarkan Niat Jiwanya ke luar, namun terhalang total oleh dinding kegelapan tersebut. Ruang dimensi mereka telah dikunci seratus persen!

"Apakah anjing tua dari sekte-mu membawa pusaka pengunci dimensi?!" raung Xue Tu pada Jian Wu, kepanikannya mulai menembus batas kesombongan.

"Tutup mulutmu! Pelindungku juga terkurung di sini!"

Di tengah kepanikan empat entitas dari Alam Abadi itu, sebuah tawa pelan namun luar biasa dingin menggema dari segala arah, seolah ruang angkasa itu sendiri yang sedang mengejek mereka.

"Panggung kalian sangat bising, namun tarian kalian sangat membosankan."

Keempat orang itu serentak mendongak. Di tengah kegelapan sangkar itu, sesosok bayangan turun perlahan. Ia mengenakan jubah hitam legam yang ujungnya menyatu dengan kabut malam, dan wajahnya ditutupi oleh topeng bayangan separuh.

Melihat fluktuasi aura pemuda bertopeng itu, Tetua Pedang menyipitkan matanya. "Hanya seorang Foundation Establishment Puncak? Siapa kau, bocah?! Kau pikir kau bisa mengurung ahli Soul Formation dengan pusaka curianmu ini?!"

Di saat yang sama, jauh di bawah sana, di pelataran istana yang kini aman dari tekanan.

Permaisuri Lin Yue berdiri tegak sambil melihat ke arah langit yang kini terlihat damai dari luar sangkar. Matanya yang indah memancarkan ketajaman seorang dewi perang.

Chen'er, anak bodoh yang keras kepala, batin Lin Yue, menghela napas tipis. Fisik sucimu memang luar biasa, tapi menantang Soul Formation secara langsung saat kau masih di Foundation Establishment adalah sebuah kecerobohan. Perbedaan hukum dunia di antara ranah itu tidak bisa dijembatani hanya dengan otot.

Tanpa ada satu pun manusia fana termasuk suaminya dan Lin Feng yang menyadari, Lin Yue menggerakkan jari telunjuknya yang tersembunyi di balik lengan gaun sutranya. Ia menggambar sebuah rune kuno berukuran sebesar kuku yang memancarkan cahaya emas redup.

Teknik Segel Surgawi: Rantai Penekan Lautan Jiwa!

Seutas energi murni yang tidak terdeteksi oleh hukum alam semesta fana melesat ke atas, menembus Sangkar Kekacauan Lin Chen layaknya hantu, dan langsung mengikat lautan jiwa Tetua Pedang dan Tetua Darah.

Di atas langit, kedua tetua itu mendadak tersedak.

"Ugh! A-Apa ini?!" Tetua Darah mencengkeram dadanya, matanya membelalak ngeri.

Ia merasakan hukum Soul Formation di dalam Dantian-nya dirantai oleh kekuatan kuat yang tidak terlihat. Kultivasinya menyusut drastis! Dari Soul Formation, turun paksa ke Nascent Soul, lalu ditekan lagi hingga nyaris menyentuh batas Golden Core!

Lin Chen yang melayang di udara merasakan aliran formasi ibunya menyatu dengan sangkarnya. Di balik topengnya, bibir sang Penguasa Keheningan melengkung membentuk senyum penuh rasa syukur. Ia tidak bodoh; ia tahu batas fisiknya saat ini jika berhadapan dengan Qi hukum mutlak. Namun dengan ibunya yang secara diam-diam memotong sayap musuh-musuhnya... ini bukan lagi pertarungan. Ini adalah pembantaian.

"Pusaka curian?" ulang Lin Chen, nadanya memancarkan kezaliman. "Kalianlah pencuri yang masuk ke halamanku."

"Bocah sombong! Beraninya kau menggunakan teknik kotor untuk menekan kultivasi kami!" raung Tetua Pedang, tidak menyadari bahwa yang menekan mereka bukanlah Lin Chen, melainkan wanita di bawah sana. "Bahkan dengan kekuatan yang ditekan, membunuh semut lokal sepertimu semudah membalikkan telapak tangan!"

"Bunuh dia, Tetua Darah!" perintah Xue Tu kalap.

Kedua tetua itu menerjang maju bersamaan. Meski ditekan, mereka memanggil pusaka kelahiran mereka. Tetua Darah mengayunkan Tongkat Tulang Iblis yang memancarkan ribuan hantu kelaparan, sementara Tetua Pedang menusukkan Pedang Giok Bintang yang berkilat dengan ketajaman membelah ruang.

Dua pusaka tingkat tinggi itu melesat mengapit leher Lin Chen!

Jian Wu dan Xue Tu menyeringai, menanti kepala sosok berjubah itu terputus.

Namun, Lin Chen bahkan tidak repot-repot menghindar atau merapal mantra. Ia tidak mengeluarkan setetes pun Qi. Cangkang Dewa-nya, yang merupakan rajutan dari Esensi Phoenix, Darah Naga, mengeras hingga melampaui ketahanan pusaka langit mana pun.

Saat Tongkat Tulang Iblis itu nyaris menghantam pelipisnya, Lin Chen memutar tubuhnya dan melepaskan sebuah tendangan memutar biasa.

KRAAAASSH-BLAAAARRR!

Kaki fana yang dibalut sepatu kain itu menghantam pusaka tulang tersebut. Dalam satu ledakan murni, Tongkat Tulang Iblis yang ditempa selama ratusan tahun di Alam Abadi hancur berkeping-keping menjadi debu! Daya tolaknya melesat, meremukkan tulang rusuk Tetua Darah hingga pria tua bungkuk itu memuntahkan darah hitam dan terlempar menghantam dinding sangkar.

Di detik yang sama, Pedang Giok Bintang milik Tetua Pedang tiba di depan mata Lin Chen.

Lin Chen hanya mengangkat tangan kanannya, dan menyentil bilah pedang itu dengan jari telunjuknya. Sebuah sentilan santai.

TRIIING... TAAANG!

Suara logam pecah bergema nyaring. Pedang terbang tingkat tinggi itu patah menjadi dua bagian hanya dengan satu jentikan jari! Gelombang kejut dari sentilan itu merambat melalui udara, menghantam dada Tetua Pedang dan meremukkan lautan jiwanya. Pria tua berambut putih itu menjerit histeris, kehilangan seluruh kultivasinya, dan jatuh bebas ke dasar sangkar.

Keheningan kuat, yang jauh lebih mengerikan dari kematian, turun menyelimuti Sangkar Kekacauan tersebut.

Jian Wu dan Xue Tu membeku di udara. Mulut mereka terbuka, namun tidak ada suara yang keluar. Bola mata mereka bergetar hebat, menatap hancurnya dua ahli Soul Formation dalam waktu kurang dari satu tarikan napas.

Tidak ada teknik gemerlap. Tidak ada mantra megah. Hanya tenaga fisik murni yang mematahkan pusaka tingkat tinggi bagaikan mematahkan ranting kering!

Arogansi jenius Alam Abadi yang selama ini mereka banggakan runtuh menjadi debu teror yang meruntuhkan kewarasan mereka.

Lin Chen berdiri diam di udara, menepuk pelan ujung lengan bajunya yang bahkan tidak berkerut. Ia menoleh perlahan ke arah dua pemuda yang kini gemetar layaknya daun tertiup badai salju. Mata keemasannya memancarkan cahaya kematian dari balik topeng bayangannya.

"Nah, Tuan-tuan yang agung dari langit," bisik Lin Chen, namun suaranya terdengar seperti lonceng kematian di telinga Jian Wu dan Xue Tu. "Tetua kalian sudah tertidur. Sekarang... siapa di antara kalian berdua yang ingin aku patahkan lehernya lebih dulu?"

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!