Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.
impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .
bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 hamil
"kamu sudah bangun mas!"tanyaku melihat suamiku membuka matanya Yang sedaritadi terlelap tidur dipangkuanku.
"jam berapa sekarang...kita pulang yuk?"tanyanya segera bangun,ia mengusap matanya berulang kali dan mengajakku pergi.
"sudah jam empat mas...tunggu mas,aku haus mau beli minum dulu !"Seruku melihat sekeliling stand yang berjualan di sepanjang tempat wisata itu.
Mas Bram hanya mengangguk dan menungguku di gazebo itu sendirian,satu gelas tea Jasmine ku minum dengan rasa segar dan kembali ke tempat mas Bram menungguku.
"kamu beli apa itu?"tanyanya melihatku membawa segelas tea.
"beli ini mas..habisnya enggak ada air mineral"sahutku lagi.
"berapa harganya,pasti mahal kalau ditempat wisata kaya gini..."tanyanya .
"ya..kalau ditempat kaya gini wajar mas namanya tempat wisata,aku kalau enggak karena haus banget daritadi aku juga sayang belinya".sahutku pelan.
Setelah itu kami segera pulang,rasa lelah karena perjalanan yang jauh terbayar dengan pemandangan alam yang membuatku merasa senang.
"Vayala...!!"Bu Irni salah satu tetanggaku yang melihatku baru sampai dirumah menghampiriku.
"eh .Bu Irni ada apa ya?"tanyaku sambil membuka pintu rumah.
"maaf ya Bram...mengganggu lagi mau ngobrol aja nih sama Vayala"serunya meminta izin pada mas Bram.
Mas Bram hanya mengangguk dan tersenyum ramah kemudian masuk kedalam meninggalkanku dan Bu Irni diluar.
"Vay...kamu sudah tau belum??"tanyanya dengan suara berbisik kepadaku.
"tau apa Bu Irni...maaf saya enggak ngerti"ucapku merasa bingung.
"Ade ipar kamu...Fara lagi hamil!".
"hah...Bu Irni jangan bercanda..fara itu kan janda Bu mana mungkin hamil"sahutku terkejut .
"saya juga enggak percaya tadinya,ibu ibu tetangga sini udah pada tau semua kok..warungnya jarang buka dan dia didalam rumah terus...saya liat perutnya sudah besar ada kali sekitar tujuh,delapan bulanan kehamilannya".
"Masa iya si Fara seperti itu"gumamku dalam hati berfikir.
"yaudah ya saya cuma bilang ini aja ke kamu...kirain kamu atau suami kamu tau...!!"ucapnya berjalan pergi meninggalkanku.
Aku yg berdiri terpaku berharap apa yang dikatakan tetanggaku itu salah,aku memang sudah jarang kewarung nya untuk nongkrong atau main karena aku lebih banyak menghabiskan waktu dirumah saja.
Dengan cepat aku menghampiri Mas Bram yang baru saja selesai bersih bersih dan mengganti pakaiannya,dengan hati hati aku berbicara padanya agar ia tidak emosi mendengar berita adik kandungnya sendiri.
"ngapain Bu Irni kesini ?"tanyanya menatapku.
"e..enggak mas...dia cuma ingin kasih tau sesuatu padaku".
"maksudnya!"tanyanya lagi penasaran.
"Mas...kamu tenang ya jangan kaget please....!".
"kamu kenapa sih....aku jadi penasaran,kenapa memangnya?"tanyanya lagi mendekat padaku.
"Fara katanya lagi hamil besar mas".
"apa...itu cuma gosip kali,adikku masa seperti itu"ucapnya terkejut.
"aku juga enggak tau,coba mas kamu kerumahnya buat pastiin benar atau enggak dia hamil,aku enggak mau nama keluarga kita jadi jelek di perumahan sini karena masalah ini"ucapku lagi.
"habis Maghrib aku kesana...sekarang aku mau istirahat dulu,badanku cape"ucapnya masuk kedalam kamar.
"Semoga saja yang diberitakan tetanggaku tidak benar".ucapku dalam hati.
Aku menunggunya dirumah sambil berharap cemas kabar dari mas Bram,"gimana mas??"tanyaku ketika mas Bram baru saja pulang.
"kayaknya ia,aku tadi pura pura beli rokok dan lihat perut Fara yang kelihatan besar ditutupi dengan kaos oblong..parah tu anak!"sahutnya .
"astaghfirullah...siapa yang hamilin dia mas...terus apa orang tua kamu tau?"tanyaku lagi.
"Aku belum tau...Minggu ini kan aku libur nanti kita bicarain disana"ucapnya dengan santai.
Aku tidak bisa berkomentar dan tidak habis fikir,Fara yang terlihat baik ternyata...ah sudahlah ...aku kau tau bagaimana reaksi mertuaku nanti saat kami main kerumahnya.
Keesokan harinya sebelum mas Bram berangkat kerja aku memasak untuknya dengan bahan seadanya yang ada dikulkas karena kami belum berbelanja mingguan kepasar.
Ada ikan teri basah yang ku olah dengan kuah kuning dan juga sayur,selesai memasak aku menyajikannya di meja makan dan mencuci perabotan dapur yang kotor.
Saat aku sedang mencuci piring tiba tiba mas Bram menaruh piring yang berisi nasi dan lauk yang masih utuh ke westafel dengan wajah kesalnya.
"kok dibuang??"tanyaku terkejut melihat sikapnya yang seperti itu.
"Enggak enak!!!"sahutnya mengambil kunci motor dan pergi meninggalkanku tanpa bicara lagi.
Aku segera mencicipi masakan yang baru saja ku masak tadi.
"rasanya tidak aneh dan enak tapi kenapa mas Bram kaya gitu"ucapku pelan,merasa sedih dengan apa yang ia lakukan seperti tidak menghargai ku.
Tidak lama ia kembali dengan bungkusan nasi ditangannya dan memakannya didepanku,hatiku rasanya sakit melihatnya berbuat sesuka hati kepadaku,sudah sering ia mengomentari masakanku dan yang ini dia benar benar keterlaluan,kalau ia tidak suka dengan masakanku seharusnya ia tidak membuangnya seperti itu.
"kenapa si mas kamu enggak menghargai aku yang Udah cape cape masakin kamu,rasanya juga enak kok?"tanyaku pelan menyantap masakanku sendiri.
"Makan aja sendiri,masakan kamu itu enggak ada yang beress..!!"serunya.
"kalau tau kaya gini aku enggak akan masakin kamu lagi!"seruku pindah keruang tamu membawa piring itu.
Tiba tiba suamiku berjalan kedapur,ia banting gelas gelas yang ada dirak dapur dan juga piring sampai berhamburan di lantai.
"Dasar Tolol...,binatang.....!!!kalau gua enggak suka ya enggak suka enggak perlu lu tanya lagi!!!"Teriak nya dengan keras.
Melihatnya mengamuk seperti itu menghancurkan gelas dan piring yang sedikit sedikit ku beli sampai banyak membuatku tidak bisa menahan airmataku lagi.
"Sadar mass...sadar!!!kalau enggak suka enggak perlu kamu hancurin barang barang kaya gini,aku cape mas,kamu selalu hina aku seperti aku ini istri yang enggak berguna...salah aku apa mas sama kamu aku....???"seruku dengan suara terisak.
Dia hanya diam berdiri dengan nafasnya yang turun naik,wajahnya yang memerah dengan cepat mengambil tas kerjanya dan pergi tanpa pamit padaku.
"kenapa dia terus kaya gini sama aku ya tuhan...cape rasanya ngadepin laki laki seperti ini".
Perlahan aku memungut pecahan beling itu satu persatu dengan hati hati agar tidak mengenaiku..apa yang harus aku lakukan agar mas Bram bisa berubah...
...****************...