Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.
Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.
Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 Ssssh... Pinjam Mimpimu!
Seketika suasana berubah berbeda, The Dream Nibbler bergerak kembali ke arah Damon, sambil mengayunkan jari-jari tangannya yang berupa senjata kuas.
"Seet... Seet... Seet..." Kuas itu menebas bagaikan parang tajam saat mengenai patung permen lolipop hingga terbelah dua.
"Blashhhh !"
Mengetahui serangannya gagal mengenai Damon, boneka rusak itu terlihat agak kesal karenanya. Ia berkelit cepat lalu melompat tinggi ke arah Damon kembali.
Kali ini serangannya membabi buta bahkan cenderung brutal.
Damon berusaha menghindari konflik dengan boneka rusak itu karena dia tidak ingin melukai Juang Liang yang berada tepat di depan The Dream Nibbler yang bergerak ke arahnya.
Serangan demi serangan terus-menerus menerjang Damon sehingga dia wajib bergerak cepat menghindari serangan tersebut.
"Bagaimana sekarang, apa yang mesti kita lakukan untuk menciptakan suasana lampu kuning redup di sini, Yulan ?" tanya Damon seraya menangkis serangan udara milik The Dream Nibbler.
"Ciptakan ilusi disekeliling tempat ini !" sahut Yulan Yaoji.
"Bagaimana caranya ?" tanya Damon.
"Buat pencahayaan alami !" sahut Yulan Yaoji dari arah belakang Damon berbicara.
"Pencahayaan alami... ?!" gumam Damon berpikir serius seraya mendongak ke atas.
Damon melihat di istana alam mimpi Juang Liang tidak ada cahaya matahari sedikit pun bahkan suasana langit disini jauh berbeda dari alam nyata.
Namun Damon terus berpikir mencari jalan keluar dari masalah ini. Ia terus berpikir bagaimana menemukan jawabannya sedangkan serangan dari The Dream Nibbler terus saja menghujani dirinya.
"Aku harus bisa membuat suasana di sini redup seperti pencahayaan lampu kuning redup, tapi aku tidak tahu caranya." kata Damon seraya mengedarkan pandangan nya.
"Konsentrasi lah, Damon !" ucap Yulan Yaoji.
"Baik..." sahut Damon.
Damon mulai berpikir serius, ia mencari solusi untuk memecahkan masalah ini, fokus kemudian pandangan nya tertuju pada permen-permen di sekitar area ini.
"Hmm... Aku tahu sekarang..." ucapnya berseru lantang. Ia arahkan pedang Agni dari tangannya lalu ia kebaskan pada permen-permen berwarna-warni di istana alam mimpi Juang Liang. "Aku akan buat pencahayaan dari permen-permen itu seperti nyala lilin." gumamnya pada dirinya sendiri.
Seketika hujan api dari pedang Agni milik Damon turun ke atas permukaan permen-permen warna-warni itu, sedetik kemudian terciptalah nyala api mirip lilin.
Seluruh ruangan di istana alam mimpi Juang Liang berubah redup, berwarna kuning seperti lampu tidur redup di kamar anak-anak saat mereka tidur lelap.
Damon mengalihkan perhatiannya pada The Dream Nibbler namun belum ada reaksi dari iblis mimpi itu.
"Kenapa tidak ada reaksi sama sekali ?" tanyanya keheranan.
"Kamu berhasil menciptakan suasana lampu kuning redup seperti petunjuk yang ada, Damon." kata Yulan Yaoji penuh semangat, sambil mendekati Damon yang masih tertegun diam.
"Tapi... Tidak ada reaksi dari Boneka rusak itu, dia masih bergerak bebas, Yulan..." sahut Damon.
"Pasti ada reaksi nya... Sebentar lagi, iblis itu akan terpengaruh oleh suasana sekarang ini. Tunggu saja, Damon." kata Yulan sembari memperhatikan The Dream Nibbler yang menyandera Juang Liang.
"Sampai kapan... " kata Damon.
Tiba-tiba serangan beruntun datang dari arah The Dream Nibbler ke arah Damon, serta merta Damon berusaha menghindari nya cepat.
"TRAAANNNNG... !!!" pedang Agni milik Damon menghadang serangan The Dream Nibbler hingga dia mundur ke belakang, kewalahan.
"Boneka rusak ini masih bisa bergerak, Yulan." teriak Damon yang berusaha menahan serangan tersebut.
"Tenang saja, Damon. Jangan khawatir kan apa-apa." kata Yulan.
"Lindungi anak itu, Yulan." ucap Damon yang langkah kakinya terseret ke belakang hingga beberapa meter, sedangkan tangannya menahan serangan iblis The Dream Nibbler.
"Aku akan lindungi Juang Liang, serahkan padaku, Damon." sahut jelmaan Succubus Yulan Yaoji.
Cahaya Kuning Lampu Tidur bukan lampu putih terang mulai terasa menguat di sekitar mereka, cahaya yang diciptakan dari api Agni pedang prisma milik Damon membuat suasana berubah semakin meredup serta menyebar luas.
"Klekkk... Klekkk... Klekkk..." Gerakan The Dream Nibbler mulai patah-patah seperti gerakan sebuah boneka rusak.
Rupanya cahaya kuning dari nyala api pada permukaan permen-permen di istana alam mimpi Juang Liang berhasil mempengaruhi The Dream Nibbler.
Ia terlihat melemah bahkan ada sesuatu yang keluar dari badan iblis itu, mirip lelehan lilin yang menggumpal tebal.
"Klekkk... Klekkk... Klekkk..." Gerakan iblis Boneka rusak tersendat-sendat bahkan Ia mulai melambat.
"Sekarang, Damon. Ini kesempatan terbaik untukmu." ucap Yulan Yaoji.
Damon membalas dengan tatapan serius kepada Yulan Yaoji lalu mengangguk tegas.
"Baik, Yulan..." sahutnya.
Damon menoleh kembali pada Boneka rusak itu, genggaman tangannya mengepal kuat pada pedang Agni milik nya. Dan sekejap saja, Ia bergerak kembali ke arah The Dream Nibbler di depan sana.
Diayunkan nya pedang Agni prisma ke arah iblis mimpi The Dream Nibbler.
"DASH !" Pedang itu tepat mengenai badan ringkih dari boneka rusak sementara Juang Liang berhasil diamankan oleh Yulan Yaoji dengan perisai pelindung sakti miliknya.
Boneka rusak terhempas jauh ke belakang, ia terjatuh terduduk dengan pandangan tertunduk.
Tubuhnya hancur berserakan dari badan induknya.
Reaksi Juang Liang bukannya senang saat dia melihat The Dream Nibbler hancur, dengan begitu maka dia akan bebas dari jeratan iblis jahat itu.
Namun ketika melihat boneka rusak yang dianggap nya teman baiknya dibuat tidak berdaya oleh Damon lantas membuat Juang Liang marah.
Ia teriak keras dari dalam perisai pelindung tersebut.
"Tidaaak... Hentikan ini. Kalian menyakiti kawanku... !"
Tampak ekspresi wajah Juang Liang berubah emosi, Ia murka bahkan benci sekali.
Damon tersentak heran saat Juang Liang bersikap kebalikannya dari yang dia perkirakan, karena Damon pikir, anak laki-laki itu akan terbebas dari kendali iblis mimpi akan tetapi reaksi Juang Liang diluar perkiraan nya.
"Kenapa dengannya ?" tanya Damon pada Yulan Yaoji.
"Aku tidak tahu, Damon. Tapi, seperti nya Juang Liang tidak menyukainya saat kita mengalahkan iblis mimpi itu." sahut Yulan.
"Kita bawa saja dia keluar dari tempat ini, Yulan." kata Damon.
"Baik, Damon." sahut Yulan dengan anggukan kepala. Lalu dia mencoba memindahkan perisai pelindung yang menaungi Juang Liang di dalamnya.
"Cepat, Yulan. Kita tidak punya banyak waktu lagi. Dan secepatnya kita pergi dari sini." kata Damon.
"Ya, Damon." ucap Yulan yang bergerak naik.
Damon mengawasi dari belakang, sesekali dia menoleh ke arah iblis boneka rusak yang tergeletak diam.
Menganggap keadaan aman, Damon menyusul Yulan Yaoji yang bergerak naik mendahului nya.
"Wuss... Wuss... Wuss..." Tubuh Damon mulai terbang ke udara bersama Yulan Yaoji yang membawa perisai pelindung berisi Juang Liang menuju atas langit.
Dari arah bawah, terdengar suara berisik disertai ucapan.
"Shhh... Jangan bangunin mama. Mimpi kamu kan tidak dipakai juga. Pinjam ya...selamanya."
Tampak The Dream Nibbler bangkit dari tempat nya terjatuh tadi. Ia bergerak patah-patah serta lambat dengan bagian-bagian tubuh tersambung kembali.
"Klekkk... Klekkk... Klekkk..." Badan Boneka rusak itu utuh seperti semula.
Pandangan The Dream Nibbler teralihkan cepat ke atas.
"Shhh... Jangan bangunin mama. Mimpi kamu kan tidak dipakai juga. Pinjam ya...selamanya."
Ia mengulangi kata-kata nya sembari bergerak pelan.
Seketika tubuh The Dream Nibbler melesat kilat ke atas langit, dia menyusul Damon beserta Juang Liang diatas sana.
"Shhh... Jangan bangunin mama. Mimpi kamu kan tidak dipakai juga. Pinjam ya...selamanya." ucapnya menggema keras.
Damon teralihkan perhatian nya ketika dia mendengar gema suara dari arah bawah, Ia terkejut melihat iblis mimpi itu kembali utuh serta mengejarnya.
"Ia bangkit kembali..." ucapnya.
"Jangan peduli kan dia, Damon. Terus lah bergerak naik, sebentar lagi kita sampai di pintu keluar alam mimpi Juang Liang." kata Yulan sembari membawa Juang Liang bersamanya naik.
"Tapi iblis itu mengejar kita, Yulan. Seperti nya kita bakal tersusul olehnya." sahut Damon.
"Biarkan dia, kita fokus dengan tujuan kita sekarang saja, Damon." kata Yulan Yaoji yang terus bergerak naik ke atas.
Damon menengok ke bawah, Ia masih melihat keberadaan The Dream Nibbler yang berusaha mengejar mereka bertiga walaupun hati Damon cemas karena situasi darurat ini, Ia tetap fokus mencapai tujuannya, untuk pergi dari alam mimpi Juang Liang.