NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: PELUANG EMAS

​Bau logam yang dingin dan aroma ozon yang menyengat memenuhi ruang kerja pribadi Charlotte. Di luar, Sektor 1 sedang berada dalam kondisi siaga yang mencekam. Rumor mengenai pergerakan masif faksi musuh di utara telah menciptakan gelombang paranoia yang menyebar dari barisan prajurit rendahan hingga ke meja para jenderal. Namun, di dalam pusat komando teknis ini, Charlotte justru merasa sangat hidup. Baginya, ketakutan adalah bahan bakar ekonomi yang paling stabil, dan perang adalah pasar yang paling jujur.

​Ia berdiri di depan layar hologram raksasa yang menampilkan peta panas kebutuhan logistik dari berbagai faksi pahlawan. Dengan satu sapuan tangan mekaniknya, ia memilah data tersebut, membuang informasi yang tidak relevan, dan fokus pada satu titik kritis: ketahanan pertahanan. Para pahlawan di garis depan saat ini sedang menghadapi krisis kepercayaan diri terhadap peralatan mereka. Zirah standar yang diproduksi secara massal oleh birokrasi lama telah terbukti gagal menahan serangan baru dari monster-monster yang diperkuat oleh energi gelap.

​Sistem, berikan analisis mendalam mengenai titik terlemah dalam struktur pertahanan faksi pahlawan saat ini, perintah Charlotte dengan nada suara yang tenang.

​[Analisis Dimulai. Memindai Data Pertempuran di Sektor Perbatasan dalam 48 Jam Terakhir.]

[Identifikasi Masalah Utama: Kegagalan Generator Perisai Portabel Terhadap Serangan Plasma Frekuensi Tinggi.]

[Statistik Kematian: 40 Persen Kematian NPC Pahlawan Terjadi Akibat Penetrasi Perisai yang Terlalu Dini.]

[Kebutuhan Mendesak: Perlindungan Absolut yang Mudah Dibawa namun Memiliki Integritas Struktural Tingkat Tinggi.]

​Charlotte menyipitkan matanya, mengamati grafik kematian yang berwarna merah pekat di layarnya. Ia bisa membayangkan ekspresi wajah para pahlawan itu ketika melihat perisai energi mereka retak seperti kaca di depan musuh. Rasa takut mereka adalah peluang emas yang sedang menunggu untuk dipanen. Ia membutuhkan sebuah solusi yang tampak seperti mukjizat, sebuah produk yang tidak hanya berfungsi sebagai alat perang, tetapi juga sebagai simbol keselamatan yang tidak tergantikan.

​"Mereka tidak butuh senjata yang lebih kuat untuk saat ini. Mereka butuh perasaan bahwa mereka tidak akan mati dalam satu serangan," gumam Charlotte sambil jarinya mengetuk meja logam dengan irama yang teratur.

​Ia mulai mengidentifikasi kebutuhan spesifik dari faksi-faksi pahlawan yang paling kaya namun paling rentan. Pahlawan-pahlawan dari Ordo Cahaya, misalnya, mereka memiliki anggaran yang melimpah namun sangat terobsesi dengan citra keagungan. Mereka membutuhkan peralatan yang tampak megah namun fungsional. Di sisi lain, para petarung bayaran di Sektor 7 membutuhkan sesuatu yang kasar, tahan banting, dan tidak menuntut banyak perawatan.

​Charlotte menyadari bahwa ia tidak bisa terus menggunakan nama militer Radiant yang sudah mulai berbau korupsi dan kegagalan. Ia membutuhkan sebuah identitas baru yang berdiri sendiri, sebuah entitas yang seolah-olah datang sebagai penyelamat independen di tengah kekacauan. Ia butuh sebuah merek.

​"Sistem, buatkan draf identitas merek baru. Aku ingin nama yang mencerminkan perlindungan yang tidak bisa ditembus. Sesuatu yang terdengar kuno namun didukung oleh teknologi masa depan," perintahnya.

​[Memproses Pencarian Nama Berdasarkan Basis Data Mitologi dan Teknologi.]

[Saran Nama: Bastion, Phalanx, Aegis, Bulwark.]

​Charlotte berhenti pada satu nama. "Aegis. Perisai para dewa."

​Ia mengulang nama itu di dalam benaknya. Aegis. Terdengar elegan, berwibawa, dan menjanjikan keamanan yang mutlak. Ini bukan sekadar nama produk, ini adalah janji perlindungan yang akan ia jual kepada siapa pun yang cukup kaya untuk membayarnya. Dengan nama ini, ia akan membangun sebuah kerajaan bisnis yang fondasinya adalah ketergantungan para pahlawan terhadap dirinya.

​"Aegis akan menjadi merek kita, Sistem. Siapkan logo yang menggunakan bentuk perisai heksagonal dengan garis-garis sirkuit yang bersinar ungu. Aku ingin logo ini menjadi hal terakhir yang mereka lihat sebelum mereka merasa aman, dan hal pertama yang mereka cari ketika mereka merasa terancam," kata Charlotte dengan kilatan ambisi di matanya.

​Ia mulai merancang strategi pemasaran yang akan ia gunakan. Ia akan memulai dengan memberikan kesan bahwa Aegis adalah teknologi eksklusif yang sangat terbatas. Di tengah rumor perang yang semakin memanas, kelangkaan adalah cara terbaik untuk menaikkan harga. Ia akan mengidentifikasi para pemimpin faksi pahlawan yang paling berpengaruh dan memberi mereka sedikit rasa dari apa yang bisa Aegis berikan.

​Namun, di balik ide merek Aegis, Charlotte sudah menyiapkan rencana yang lebih gelap. Ia tidak akan hanya menjual perisai yang kuat. Ia akan menjual ketergantungan. Setiap unit Aegis yang keluar dari pabriknya harus memiliki satu fitur yang tidak tercantum dalam buku manual manapun: sebuah jalur akses rahasia yang hanya bisa dikendalikan olehnya.

​"Kita akan memberikan mereka keamanan, namun keamanan itu hanya berlaku selama mereka berada di sisi baikku," bisik Charlotte.

​Ia berjalan ke tengah ruangan, di mana sebuah prototipe perisai portabel sedang dirakit oleh tangan-tangan robotik yang presisi. Perisai itu memiliki permukaan yang gelap, terbuat dari paduan baja hitam dan kristal kuarsa yang telah ia analisis sebelumnya. Ketika energi dialirkan, permukaan perisai itu mengeluarkan pola heksagonal yang saling mengunci, menciptakan dinding cahaya yang tampak sangat solid.

​Sistem, hitung biaya produksi per unit dan tentukan harga pasar yang paling optimal untuk menciptakan efek kepanikan beli, perintahnya lagi.

​[Estimasi Biaya Produksi: 12.500 Kredit per Unit.]

[Harga Jual yang Disarankan: 150.000 Kredit per Unit untuk Edisi Terbatas.]

[Proyeksi Keuntungan: 1.100 Persen per Unit.]

[Catatan: Harga Dapat Dinaikkan 200 Persen Saat Kontak Senjata Pertama Terjadi di Perbatasan.]

​Charlotte tertawa kecil, suara tawa yang kering dan tanpa emosi. "Sempurna. Manusia akan memberikan semua yang mereka miliki jika mereka percaya itu adalah satu-satunya cara untuk melihat hari esok. Aegis bukan hanya produk, Aegis adalah tiket mereka untuk bertahan hidup dalam badai yang akan datang."

​Ia mulai menyusun daftar prioritas faksi pahlawan yang akan ia hubungi. Ia akan memulai dengan Jenderal Kaelen, menggunakan otoritasnya sebagai Administrator untuk memperkenalkan Aegis sebagai solusi internal terlebih dahulu. Kaelen, yang sedang putus asa untuk mengamankan posisinya di depan dewan, pasti akan menyambut teknologi ini dengan tangan terbuka. Setelah Radiant menggunakan Aegis, faksi-faksi lain akan berebut untuk mendapatkan teknologi yang sama agar tidak tertinggal dalam persaingan kekuatan.

​Identifikasi peluang emas ini telah selesai dalam pikiran Charlotte. Ia telah menemukan celah di pasar, ia telah menciptakan nama yang kuat, dan ia memiliki fasilitas produksi yang tidak bisa diinterupsi oleh siapapun. Yang ia butuhkan sekarang adalah mengubah blueprint ini menjadi kenyataan yang mematikan.

​"Mulai hari ini, kita berhenti menjadi sekadar pengelola bengkel," kata Charlotte sambil mematikan lampu monitor utama. "Kita adalah Aegis. Kita adalah pelindung dunia, dan juga pemilik rahasia dari kehancurannya."

​Di bawah cahaya remang-remang dari sensor keamanan, Charlotte berdiri menatap prototipe perisai itu. Di matanya, benda itu bukan sekadar alat pertahanan, melainkan sebuah kontrak yang akan mengikat seluruh faksi pahlawan di bawah kendalinya. Peluang emas ini adalah langkah pertamanya untuk mengubah perang global menjadi mesin pencetak uang dan poin Administrator yang tidak pernah berakhir.

​[Status: Identifikasi Peluang Selesai. Ide Merek Aegis Terdaftar dalam Sistem.]

[Poin Administrator yang Digunakan untuk Riset Pasar: 5.000 MP.]

[Tujuan Selanjutnya: Mendesain Blueprints Rahasia dengan Backdoor Pertama.]

​Charlotte berjalan keluar dari ruang kerjanya, langkah kakinya bergema di lorong logam yang sunyi. Di luar sana, angin kencang bertiup membawa debu dari tanah perbatasan yang mulai memanas, namun di dalam sini, semuanya berada dalam kendali sang Administrator. Ia sudah bisa melihat masa depan di mana setiap pahlawan di dunia ini akan membawa nama Aegis di lengan mereka, tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang membawa kunci sel mereka sendiri.

​Ia tahu bahwa waktu tidak akan menunggunya. Rumor perang akan segera berubah menjadi kenyataan yang berdarah dalam waktu singkat. Namun, Charlotte justru tersenyum. Semakin besar badainya, semakin banyak orang yang akan mencari perlindungan di bawah bayang-bayang Aegis. Dan ia akan berada di sana, siap menyambut mereka dengan tangan terbuka dan harga yang sangat tinggi.

​"Mari kita lihat seberapa besar harga yang mereka berikan untuk nyawa mereka sendiri," gumamnya pelan sebelum pintu baja bengkelnya tertutup rapat, mengisolasi dirinya dalam kegelapan yang penuh dengan rencana dan ambisi.

​Faksi pahlawan membutuhkan Aegis, dan Charlotte akan memastikan mereka mendapatkannya dengan segala konsekuensi yang telah ia siapkan di balik layar. Peluang emas ini baru saja dimulai, dan ia tidak akan membiarkan satu keping kredit atau satu poin MP pun terlepas dari genggamannya. Di dunia yang sedang hancur ini, menjadi pelindung adalah bisnis yang paling menguntungkan, terutama jika kaulah yang memegang kendali atas bahayanya.

1
Langit Biru (Ig: cholil.gtg)
dekstra typo kah thor
Langit Biru (Ig: cholil.gtg)
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!