NovelToon NovelToon
I'M Just For You

I'M Just For You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:299.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jujuk Aza

Nayla Thalita Firliany 21 tahun, gadis cantik yang biasa di panggil Nayla ini merantau dari Riau ke ibu kota Jakarta untuk menuntut ilmu di salah satu kampus ternama.

Dan Naas Nayla harus kehilangan ke Virginan nya dalam sebuah insiden pemerkosaan saat ia tengah mabuk.

Karena pelaku bukan pria yang Nayla kenal, serta dirinya juga tidak hamil maka Nayla memilih melupakan kejadian itu dan menganggapnya sebagai mimpi buruk semata.

Namun beda halnya dengan Giovani Farmost 29 tahun, seorang Presdir sebuah perusahaan kontruksi yang merasa jika Nayla adalah takdirnya.

Gion panggilan dari Giovani menghalalkan segala cara untuk bisa membuat Nayla selalu di sisihnya

Namun kesalah pahaman yang terjadi di awal pertemuan mereka membuat keduanya tidak pernah akur. Terlebih Nayla yang tidak mencintai Gion membuat Gion selalu cemburu berlebihan.

Lalu apa yang akan terjadi pada kisah mereka berdua?

Simak kisah mereka selanjutnya dalam
I'M JUST FOR YOU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jujuk Aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Gion

"Hemm, hemm," suara deheman seseorang membuyarkan lamunan mereka berdua.

Farel memutar kepalnya mecari sumber suara itu berasal, dan Nayla membuka matanya kaget.

Mengikuti arah pandang sang pacar. Lekas gadis itu melepas pelukan pada tubuh Farel begitu saja, ketika melihat ada seorang pria dengan setelan jas warna hitam memandang tajam kearah mereka berdua.

Farel tidak kalah kagetnya dengan Nayla, namun dia masih dapat menyembunyikan rasa terkejutnya dan menundukkan kepala tanda menyapanya dengan sopan.

Tidak menunggu diperintah oleh Farel, Nayla turun dari motor kemudian menyerahkan helm dan jaket yang dipakai pada sang pria.

Sedang Gion, masih memperhatikan gerak-gerik dua mahasiswa itu dengan seksama, tanpa senyuman secuil pun di bibirnya. Wajah datar tanpa ekspresi lebih mendominasi disana. Dari mata hitamnya dapat terbaca satu kalimat bahwa ia sangat benci menyaksikan kejadian di depannya itu.

Tidak perduli dengan apa yang dilihat dan di pikirkan sang bos, Farel mengenggam tangan Nayla erat, dan mengandeng gadis itu untuk meninggalkan tempat parkir.

Kedua anak magang itu tersenyum sambil membungkukkan badannya saat melewati Gion yang masih berdiri mematung dihadapan mereka tanpa berpindah tempat. Keduanya berlalu begitu saja dari hadapan sang CEO tanpa rasa bersalah. Karena memang tidak ada yang salah dengan mereka.

Masih bergandengan tangan, keduanya masuk ke loby dan menuju dimana lift yang akan membawa mereka ke lantai lima berada.

Melihat kejadian itu membuat Gion menjadi emosi, terlebih mengingat budak kecil miliknya telah mengacuhkan pesan dan telponnya. semalam.

Semua bagaikan hinaan besar untuknya. Apalagi saat ia belum sempat bermain-main, tapi malah lebih dahulu dipermainkan, tentu harga diri Gion yang setinggi langit tidak terima.

"Awas saja kalian ya. Akan aku balas apa yang telah kalian lakukan pada ku," Geram sang pria yang sakit hati itu.

*

*

*

*

Wulan

Gion masuk ke dalam kantor dengan tampang kusut dan kekesalan terlihat jelas di wajah gantengnya. Membuat Wulan jadi bingung, Pasalnya ini pertama kali ia melihat tampang Bos datang dengan wajah sangat begitu.

"Wulan!" panggil Gion pada dirinya yang pagi ini sudah duduk manis di belakang meja kerja, "Panggil anak magang itu dan suruh dia membantu mu bekerja di sini!" Ujarnya sarkas.

Yang membuat Wulan mengangguk setuju meski ia sendiri tidak tahu siapa anak magang yang dimaksud sang bos dan apa penyebab bosnya pagi-pagi sudah marah.

Wulan hanya memandangi punggung Gion yang sudah pergi meninggalkan meja kerjanya dengan heran. Kemudian,

"BRAAK!!" Gion membanting pintu ruangannya cukup keras membuat ia yang sedari tadi memperhatikan sang bos terlonjak kaget, hingga reflek memegang dada, takut jantungnya lompat.

Cepat-cepat Wulan mengambil ganggang telpon paralel di mejanya, lalu menekan beberapa nomor. Menelepon seseorang untuk meminta anak magang pindah ruangannya dan membantu pekerjaannya sebagai sekertaris Presdir.

*

*

Dengan perasaan takut, Wulan mengetuk pintu hitam di depan nya sebanyak tiga kali.

"Masuk!" Perintah suara dari dalam memberikan izin. Kemudian dirinya membuka pintu dan melangkah masuk mendekati Gion yang sedang duduk di kursi kerjanya, sambil memegang gelas kopi yang telah ia siapkan sebagai menu sarapan tadi pagi.

"Pak, ini jadwal hari ini," Wulan membacakan agenda sang presdir dari tab yang ia bawa, "Pagi ini jam Sembilan kita ada rapat dengan devisi desain dan pengembangan untuk membahas produk baru yang akan kita luncurkan bulan depan, Sehabis makan siang nanti rapat bulanan dengan petinggi perusahan, dan sore nanti kita ada rapat dengan pemegang saham," Wulan menjelaskan rutinitas yang harus di jalani Gion hari ini.

“Batalkan semua rapat setelah jam makan siang, saya ada urusan penting hari ini,” Perintah Gion pada wulan.

“Baik pak," Jawab Wulan sopan, setelah ditunggu beberapa saat Gion tidak memberi perintah lagi maka Wulan menunduk hormat kemudian keluar.

Begitu sampai tempat kerjanya, Wulan meletakan tab berisi jadwal ke atas meja dengan kasar, tanda dia sedang kesal. Bibirnya cemberut tampangnya kusut mirip wajah sang bos.

“Ck, bakal lembur lagi deh besok,” gerutunya, melihat jadwal hari ini yang tertunda, membuat ia harus bekerja lagi, mengatur ulang jadwal untuk pertemuan-pertemuan itu untuk besok.

"Kalau bos sih dengan enaknya tunda, ganti, batalkan. Tidak perduli dengan anak buah yang bekerja keras mengatur jadwal sedemikian rupa agar tidak tubrukan dengan kegiatan yang lain," Omelnya, "Dasar bos Brengsek, senengnya menyiksa sekertaris, nyuruh lembur melulu," gemes Wulan.

Diambilnya gagang telpon paralel dengan kasar untuk mengekspresikan rasa marahnya. Menghubungi seseorang di sebrang sana mengenai pembatalan rapat yang Gion dan memintanya menganti dengan hari yang lain.

*

*

Belum juga jam sembilan, Gion sudah menghapiri Wulan mengajaknya pergi rapat. Membuat Wulan yang masih bekerja sedikit kesal. Meski begitu dia tetap mengikuti permintaan sang bos. Apa lagi terlihat olehnya wajah Gion masih tampak kesal.

Wulan mengikuti sang bos dari belakang. Mereka berjalan beriringan menuju lantai dua puluh dimana ruang rapat berada.

Sesampainya di ruang rapat, ruangan itu masih sepi karena mereka tiba lebih dulu ketimbang para karyawan.

"Kenapa mereka belum datang? Jadi rapat atau tidak mereka itu?" tanya Gion pada Wulan, dengan nada sedikit membentak.

"Sebentar lagi pak, mungkin mereka masih jalan," jawab Wulan dengan sabar.

Wulan yang juga heran dengan keadaan itu, ia melirik sekilas jam tangannya. Masih kurang sepuluh menit lagi menuju jam sembilan. Pantas belum ada yang datang, ternyata memang Gion yang terlalu cepat.

Gion berdecak kesal, menyadari karyawannya yang tidak tepat waktu saat bekerja.

*

*

Rapat kali ini begitu sangat menegakkan. Suasana hati Gion yang dari Pagi kurang baik, ditambah para karyawan yang terlambat menyiapkan rapat, membuat pria tampan itu menumpahkan amarahnya disana.

Gion mengamati lembaran demi lembar kertas yang telah dibagikan oleh salah seorang karyawan yang bertanggung jawab atas rapat kali ini.

“Siapa yang bertanggung jawab atas proyek kali ini?” tanyanya pada semua anggota rapat.

Ditatapnya satu persatu para karyawan yang ada di ruangan itu, dengan tatapan tajam siap membunuh. Membuat semua orang yang duduk disana diam seribu bahasa, bahkan bernafas pun tak berani.

Setelah menunggu beberapa menit tak juga ada yang memberi jawaban, suara Gion kembali terdengar. Kali ini lebih tinggi dari sebelumnya, "SIAPA?!" Bentak nya.

Membuat para karyawan itu semakin meringsek di kursinya, tanpa berkutik. Takut salah gerak langsung dieksekusi oleh sang presdir yang duduk paling ujung.

“Sa-saya pak!” seorang wanita berambut pendek mengangkat tangannya ragu-ragu.

Melihat itu, antensi Gion langsung beralih kearahnya. Tatapan membunuh, “KAMU ITU PERNAH BIKIN PROPOSAL TIDAK?!” bentaknya, membuat orang yang ada di sana terlonjak kaget.

“Kamu pikir siapa yang sudi baca proposal tidak berguna milik mu ini, hah? Ganti yang baru. Jika masih tidak bisa, belajar dulu. Jika perlu kuliah lagi. Percuma kamu bekerja disini bertahun-tahun kalau bikin proposal saja tidak becus," Sarkasnya sambil melemparkan kertas-kertas didepannya ke arah perempuan itu. Lalu,

“Siapa yang membuat desain makanan ini?” tanya Gion lagi pada semua orang yang ada di sana.

“Saya pak,” Kali ini seorang laki-laki muda yang mengacungkan tangannya.

"Kamu itu bodoh atau gimana,hah? kamu pikir yang kamu jual itu mainan anak-anak? Yang kamu jual itu makanan buka mobilan. Bikin gambar tidak berguna seperti ini. Ulangi lagi, kalau kamu tidak mampu berikan saja sama yang lain!" bentaknya. Membuat semua orang yang semula nyalinya sudah ciut semakin mengkerut saja.

Yoga!” panggil sang bos pada ketua devisi desain dan pengembangan.

Mbuat lelaki paruh baya yang merasa namanya disebut seketika menoleh pada Gion, wajahnya pias seketika,

"I Iya pak?” Jawabnya gagap.

“Ajari anak buah kamu itu cara bekerja yang benar, kalau masih tidak bisa juga pecat saja mereka!”

“Baik pak," Yoga mengaguk sopan pada Gion, dari tempat duduknya.

“Kita rapat lagi kalau pekerjaan kalian sudah lebih baik dari ini,” Ujar Gion tanpa mengurangi tekanan pada suaranya.

Kemudian pria tampan itu bangkit dari duduk dan beranjak menuju pintu keluar, meninggalkan ruang rapat.

*

*

*

*

Farel

Ini pertama kalinya Farel dan Nayla ikut rapat perusahaan setelah hampir dua minggu mereka magang di Smart.

Namun apa yang diharapkan oleh semua orang tidak terjadi, karena rapat hanya berjalan dua jam dan itu lebih didominasi dengan pak Gion yang marah-marah tidak karuan.

Kini setelah sosok Gion keluar dari ruangan kemudian menghilang dibalik pintu, semua orang menghela nafas lega.

Farel mengamati Sania yang menangis di kursinya dan tampak masih ditenangkan oleh beberapa temannya. Ya, karyawati itu yang menjadi santapan empuk Gion pagi ini. Meski begitu, tak ada sedikitpun rasa simpati dihati Farel untuk wanita itu. Karena dia memang pantas menerimanya.

Bagaimana tidak, ketika dia disuruh membuat proposal perencanaan produk baru untuk rapat seminggu yang lalu, bukan mengerjakan dengan benar malah memberikan tugas itu kepada Nayla yang tidak tahu apa-apa, sedang Sania sendiri sibuk bergosip bersama para karyawan yang lain. Mana ngasih ke Nayla mendadak lagi, membuat kesayangan Farel harus kerja lembur demi proposal sialan itu.

Begitu tugas selesai, dia dengan santainya menulis namanya sebagai penanggung jawab disana. Sungguh licik sekali.

Jujur, jika Farel yang jadi bos. Maka karyawan seperti udah pasti bakal langsung ia pecat secara tidak hormat dan tanpa pesangon, Biar m*mpus sekalian.

Tapi ada untungnya juga sih, Sania mengakui jika dia yang bertanggung jawab akan proposal itu, sehingga yang di bentak-bentak pak Gion dia, buka Nayla. Coba kalau Nayla huh, gak kebayang gimana sedihnya hati Farel saay menyaksikan kesayangan menangis begitu.

Meski Farel tidak terlalu suka dengan sang presdir, tapi kali ini Farel setuju dengan pendapat bosnya itu, apalagi mengenai kemasan produk tadi. Yang dikatakan pak Gion jelek. Menurut Farel memang benar adanya. Desainnya sangat jelek, kurang greget dan kurang menjual. Terkesan sangat di paksakan. perpaduan warnanya pun sangat tidak cocok. Mungkin butuh sentuhan seni sedikit biar kelihatan lebih unik.

"Pak!" Panggil Farel pada Irfan, pria yang mendapat kesempatan untuk mendesain cover.

"Iya ,ada apa Farel?" tanya Irfan sambil menolah kearah Farel.

"Boleh saya bantu bapak menyelesaikan proyek membuat cover itu?" Tanyanya kemudian.

"Boleh, kalau memang kamu mau. Saya malah senang sekali kalau ada yang mau bantu," ujarnya antusias. Diluar dugaan Farel selama ini. Ia pikir Irfan akan marah jika Farel yang sebagai anak magang sok-sokan ikut campur masalah perusahaan.

"Nanti saya kasih file mentahnya sama kamu, jadi kamu bisa membuat sesuai yang kamu mau. Nanti baru kita gabungkan ide kita agar menjadi sesuatu yang menarik," ujar Irfan menjelaskan.

"Baik pak, saya setuju," lanjut Farel. Kini mereka bersama-sama masuk ke lift untuk kembali ke lantai lima.

*

*

*

*

Semua sudah kembali ke lantai lima tanpa terkecuali, dan kini mereka tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing meski ada beberapa wanita yang tetep bergosip ria di pojokan. Seolah tidak takut dengan kemarahan sang presdir barusan.

Nayla sendiri, sibuk mengetik laporan yang diberikan oleh seorang karyawan wanita yang lebih memilih bergosip timbang mengerjakan tugasnya. Kalau boleh protes, mungkin ia bakal ngadu, jika karyawan seperti itu memang harusnya dipecat karena keseringan makan gaji buta dan keluar dari tangung jawabnya.

Meski begitu, tentu ia tidak berani mengusulkan itu pada sang presdir. Yoh Nayla juga bukan siap-siapanya Gion, jadi ngapain perduli dengan semua itu. Malah bagus kalau Gion itu bangkrut, jadi dia gak menyebalkan dan semena-mena pada orang lain, pikir Nayla.

Jari-jemari Nayla masih menari indah di tust keyboard yang ada di atas meja, ketika HP di dalam tasnya berbunyi.

"Ting!" tanda ada pesan masuk.

Nayla mengambil benda pintar itu dan melihat nya. Sebuah pesan dari nomor baru. Kemudian ia mengeser layar HP dengan jari jempol lalu membaca pesan yang masuk.

+628xxx...

Datang ke Apartemen gue saat jam makan siang!

Nayla menghela nafas berat dan meletakan HP-nya kembali, tanpa berniat untuk membalasnya.

Kemudian ia menoleh pada Farel yang ada disebelahnya. Seperti Farel tengah memperhatikan dirinya, buktinya saat Nayla menoleh, Farel sedang menatapnya.

"Apa?" Tanya cowok itu pada Nayla dengan nada pelan.

"Istirahat nanti aku mau pulang dulu."

"Kenapa?" tanya Farel kepo.

"Ada urusan di kos yang harus aku selesaikan sebentar."

"Aku antar ya?"

"Gak usah, aku bisa sendiri."

"Pasti masalah yang berhubungan dengan chat tadi?" Tanyanya menyelidiki.

Nayla menjawabnya dengan senyuman.

"Ok deh, moga cepet clear masalahnya," Lanjut Farel.

Nayla mengangguk tanda meng 'iya' kan. Pura-pura tidak tahu jika Farel cemberut, Nayla melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

*

*

*

*

*

Aku ucapkan terima kasih untuk yang membaca sampai episode ini.

Semoga saja kalian semua terhibur dengan cerita yang saya sajikan.

Jangan lupa vote, komen dan like ya...

1
mahdee 79
good
Eyu
Lbh cantik faya
Nany Susilowati
berantem sama farel ya..
Nany Susilowati
baikan...tapi bayaranya mahaaaaal....
Nany Susilowati
Hyun bin as Gion
Indahnya Dunia Halluku
loh.... itu nayla sengaja di jebak faya kah..
Nataliea Shaayanna
pas scane ini mirip Drakor secret romance
Sofiyati YT
klu pisah berarti g sesuai judulnya, hrsnya bersatu
Sri Prihatini Yuli Yanti
Thor kmn ni g pernah up lg
Jujuk: lajut season dua kak. belenggu cinta sang casanova
total 1 replies
Sofiyati YT
tlg dilanjutkan biar happy ending
Jujuk: lanjut season 2 kak
total 1 replies
Anindyah Adyra Putri
haii,salam kenal..☺️
Jujuk: Hay juga
total 1 replies
pxtrq_
mau saling dukung ga Thor?
Jujuk: ok kakak
total 1 replies
zien
Hadir 🌹💗
Susi Talaksoru
mampir thor
Jujuk: makasih kak
total 1 replies
Jujuk
salam kenal juga
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
zien
hadir 💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!