sabarnya wanita penghuni syurga~
[][]
Aisyah adalah seorang gadis bercadar yang ta'at agama nya.
Hari hari bahagia di lewati oleh Aisyah si gadis bercadar tanpa tahu apa takdir nya dan siapa jodohnya.
Ketika di lamar oleh seorang pria muda tampan ia berharap jika ini adalah jalan yang benar dan takdir menuju ke bahagiaan yang di berikan Allah SWT untuk nya.
Tetapi siapa sangka sang pria tampan malah menghalal kan gadis lain di depan matanya.
Dan seorang yang Aisyah kira pria brengsek tak punya hati malah menolong nya dari keterpurukan dan membuatnya bangkit kembali.
pria yang dia kira brengsek tak punya hati malah membuatnya jatuh ke dalam pesona pria itu?
bagaimana kisah mereka?
Apakah pria tak memiliki perasaan itu hanya kasihan pada Aisyah yang di tinggal nikah ?
BUKAN KARENA DIA MEMILIKI PERASAAN PADA AISYAH?
atau malah dia memang punya maksud lain pada aisyah?,,,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 27
.
Ia melepaskan mukenah nya lalu kembali membenarkan jilbab serta cadar nya. Ia melangkah keluar dari mushalla itu. Dari kejauhan ia melihat jika pria yang di tembak abi nya itu juga berjalan menuju ke arah nya. Ia melihat jika wajah dan kepala nya Faiz hampir di penuhi oleh perban. Tampak juga di dada bagian kiri nya ada perban serta di bagian bahu. Kemeja yang tadi utuh hanya tinggal setengah.
"" Ikut lah bersama ku Aisyah... aku akan membuat mu bahagia..."". Pinta Faiz sambil mengulurkan tangan kiri nya.
Aisyah melihat ke arah tangan nya Faiz yang masih terbalut oleh jilbab nya. Lalu kembali ia menatap ke arah mata nya Faiz. Di sana ia bisa menilai dan melihat harapan yang luar biasa.
"" Mas .... Bersabar lah sebentar... walaupun saya ikut bersama mu kita tetap tidak akan bisa hidup sebagai suami istri. Karna abi saya masih tidak mau menikahkan saya dengan mas. Kita tidak bisa menikah jika saya tidak memiliki wali yang sah.. Bersabar lah mas... In syaa Allah , Allah akan membantu kita.."". Ucap Aisyah
"" Kalau begitu keputusan mu baiklah.. saya tidak akan memaksa.. saya akan kembali menemui abi mu di saat saya sudah punya semua nya kembali. Untuk hari ini dan sekarang saya ingin tau sesuatu dari mu.. saya ingin mendengar nya langsung dari mulut mu..."". Kata Faiz.
"" Apa yang mau mas dengar dari saya ???"".
"" Apa kamu siap menunggu kedatangan saya untuk melamar mu di kemudian hari ???"". Tanya Faiz
"" Saya sudah menganggap Mas dan sudah menerima mas Faiz sebagai suami saya dari dalam hati saya yang paling dalam. Dalam mimpi dan sadar saya pun sudah memilih mas sebagai imam saya.. in syaa Allah mas saya akan siap menunggu mas kapan pun mas datang membawa lamaran..
Mendengar pernyataan itu membuat Faiz tak kuasa menahan tangis. Pengorbanan nya di hari itu terbayar lunas kala Aisyah sudah memilih diri nya untuk menjadi imam nya. Meskipun rintangan di depan nya masih terbentang luas namun setidaknya ia punya alasan kenapa ia masih bertahan untuk tetap memperjuangkan cinta nya pada Aisyah.
Saat itu juga Faiz kembali memberanikan diri untuk menemui abi nya Aisyah di depan ruang ICU. Entah kenapa pak habib tidak mengusir nya saat Faiz kembali mengulangi niat nya yang ingin menikahi Aisyah. Sesekali pak habib tampak sengaja melihat ke arah istri nya dari celah pintu ruangan itu. Emosi dan amarah mereda saat melihat istri nya sudah siuman.
"" Kembali lah setelah kamu sudah mampu membuat saya yakin dan percaya jika kamu bisa membuat anak saya bahagia. "". Ucap pak habib.
"" in syaa Allah pak... "". Jawab Faiz dengan tenang.
Faiz tersenyum lepas saatd mendengar perkataan pak habib.setidak nya ia masih ada kesempatan untuk membuktikan jika ia mampu memberi kehidupan yang layak untuk Aisyah.
Seminggu berlalu,, Faiz yang akhirnya mendapat panggilan interview dari salah satu perusahaan terbesar di indonesia. Ia menghubungi Aisyah untuk meminta menemui nya di sebuah taman yang tidak jauh dari komplek rumah nya Aisyah. Sesampainya Aisyah di taman tersebut Faiz langsung memberi tahukan berita gembira itu. Aisyah tampak ikut bahagia. Namun kegelisahan terlihat dari raut wajah nya Aisyah kala Faiz mengatakan akan meninggalkan nya selama sebulan lantaran tempat perusahaan itu berada di luar kota.