follow IG : loneliest.7
DALAM TAHAP REVISI!!
"Bu, dia Daddy kami?"
"bu-"
"Yes, I am your Dad. Kemari lah"
kedua anak kecil itu melangkah mendekati lelaki dewasa berperawakan bak dewa kegelapan di depan sana. Lelaki itu menyambut dengan hangat pelukan anak anak nya. Dia tersenyum iblis saat melihat wajah pias wanita masa lalu nya yang begitu handal melarikan diri
Bantu kasi bintang penilaian di pojok atas episode ,like dan Vote ya 🙏🙏 terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tu es belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex-Part 27
25 nov 1995 (Arya POV)
Hari ini usai acara wisuda aku berniat menemui Asta,rencana nya aku ingin mengatakan hal penting serta membawa Asta kerumah menemui Daddy dan Ibu. Asta adalah anak angkat ke dua orang tua ku,dulu ketika aku duduk di kursi Secondary School kami berkunjung ke sebuah Panti dimana tempat Ibuku besar. Ternyata dalam kunjungan kami kala itu Ibu bertemu Asta, kata nya Asta adalah anak dari teman dekat Ibu hingga kedua orangtua ku memutuskan untuk mengakui Asta sebagai putri mereka. Di pertemuan pertema aku sudah tertarik hingga menyukai Asta,tapi aku rasa tidak sebaliknya. Juga entah kenapa aku merasa jika Asta mempunyai tatapan yang agak aneh terhadap saudara kembarku,Arna.
Sekarang usai ku sudah 25 tahun dan berniat menikah dengan Asta,sebelumnya aku sempat bercanda dengan gadis itu tapi dia menganggap itu semua lelucon. Saat ini aku terus mencari nya ke gedung fakultas Ekonomi tapi tidak ada dia di sana. Aku bertanya pada teman satu angkatan Asta,mereka bilang Asta sudah pulang. Ku putuskan mendatangi apartemen Asta sore ini tapi dia pun tidak juga ada di sana. Apa mungkin dia langsung bekerja?
Baiklah, sepertinya aku harus bersabar. Aku pun pulang mengendarai mobil menuju rumah utama dengan banyak pengawalan. Ini adalah hal yang biasa terjadi dalam keseharian ku,setelah sampai aku memanggil Ibu tapi aku terkejut ternyata Asta ada dirumah. Aku tersenyum senang, seperti nya yang Kuasa memberi ku jalan untuk bersama Asta aku menghampiri kedua wanita cantik kesayanganku
"Hai Asta,sudah lama datang nya?"
Asta bilang
"Nggak kok,baru aja. Sekalian mau pamit sama mama Alena"
"Pamit?" aku membeo,Asta mengangguk
Ibu berkata "Iya nak, Asta akan melanjutkan study di singapura. Kebetulan dia sudah bertemu dengan Mama Jessika"
Tidak..tidak.... Aku rasanya mau pingsan lekas aku berkata pada kedua nya "Tapi kenapa mendadak?"
"Asta,sebenarnya ada yang ingin aku katakan!"
Ibu dan Asta nampak mengernyit heran, aku tidak perduli langsung saja aku mengatakan niat ini "Arya mau melamar Asta,kamu mau kan jadi istri aku?"
Ku lihat Asta terkejut sedangkan Ibu langsung tersenyum ,Ibu bilang "Wah, Ibu bakalan punya menantu. Asta mau kan jadi menantu mama?"
Aku tau Asta pasti akan menolak lagi, akupun berkata "Kamu boleh kok lanjut pendidikan disana. Aku bakalan ngikut kamu kemana kamu mau"
"Ibu,bolehkan?"
Ibu benar-benar senang dia mengangguk tanda setuju hanya Asta yang diam saja. Jantungku berdegup kencang harap-harap cemas akan jawaban Asta. Dan benar saja Asta kembali mengecewakan aku dengan penolakan yang sudah ke tiga ratus kali dia katakan dengan alasan yang sama
Asta bilang"Maaf Ar,kita sahabatan. Aku nggak punya perasaan lebih buat kamu dan juga mama Alena udah seperti mama sendiri jadi aku rasa kita nggak bisa nikah,mmm agak aneh aja rasanya"
Bahuku melorot tapi Ibu memberi semangat,mungkin Asta akan berubah pikiran setelah menyelesaikan pasca sarjana nya
POV END
......................
Sejak kejadian itu Arya tidak lagi pernah menyatakan cinta dan lamaran kepada Asta. Arya menjadi lelaki dingin dan enggan melirik wanita hingga waktu berlalu dan tiga tahun kemudian mereka bertemu di sebuah acara reuni universitas. Dimana dulu nya ketika Asta dan Arya masih bersama satu universitas dalam mengejar strata satu
Malam itu acara di adakan di sebuah ballroom hotel, mengundang artis ternama dalam negeri. Acara minum anggur juga di adakan tepat di atas jam sebelas malam. Arya yang punya toleransi rendah terhadap Alkohol maka di kesempatan kali ini banyak yang ingin menjatuhkan nama keluarga Benedict pun mengambil kesempatan. Seorang wanita yang sejak dulu menyukai Arya mencoba memberi afrodisiak ke dalam wine milik Arya
Namun nahas seorang pramusaji melakukan kesalahan ketika memutar gelas diatas nampan. Gelas dengan campuran obat dia berikan pada Asta dan akhirnya Asta merasa badan nya begitu panas. Pemandangan Asta sangat berkunang-kunang ,setelah jamuan selesai pukul satu dini hari mereka naik ke lantai atas. Donatur memberikan satu orang satu kamar penginapan. Gadis itu terhuyung-huyung berjalan bahkan saat menaiki lift dia juga tidak berkosentrasi. Di dalam Lift ada lima pria dan satunya adalah Arya. Mata elang lelaki itu menatap Asta sangat lama. Tapi gadis di sebelah Arya bersikap seolah-olah mereka dekat, tanpa sengaja Asta memandang gadis yang bersandar di bahu lelaki itu,dengan cepat diapun membuang pandangan ke arah depan.
Kotak besi berdenting dan terbuka mereka sudah sampai pada lantai dimana seluruh kamar di koridor ini di sewa oleh donatur kampus. Asta menunduk melihat nomor pada kartu di tangan, setelah memastikan dimana gadis itu berjalan miring ke kanan, mata nya benar benar kabur setelah sampai pada sebuah pintu dan merasa nomor di depan nya sesuai dia menempelkan kartu tapi pintu tidak mau terbuka. Asta Memutar kenop berkali-kali hasilnya masih tidak terbuka. Ketika tangan gadis itu terkepal. Asta mengangkat tangan ke atas berniat memukul pintu,sebuah tangan menghentikan gerakan itu membuat badan Asta seperti tersengat ribuan volt. Gadis itu berbalik dan mata nya melihat silet seorang lelaki masa kecil. Lelaki itu menempelkan kartu miliknya dengan tangan kiri dan pintu berbuka ,Arya juga mendorong masuk Asta hingga sampai ke atas ranjang. Gadis itu hanya diam tanpa perlawanan. Namun ada yang aneh, badannya bergerak gelisah tidak menentu, hal yang lebih mengejutkan lagi gadis itu berdiri dan membuka gaun nya. Arya melotot lekas dia menghentikan gerakan Asta suara lelaki itu terdengar panik saat berkata "A-apa yang kau lakukan?"
"KAU GILA?"
" Jessyline Asta Dewi?"
Asta terdiam ketika nama lengkap nya di sebut. Tapi hanya beberapa detik saja gadis itu kembali melanjutkan membuka gaun hingga pakaian tergeletak di lantai. Sikap gadis itu sangat liar membuat Arya terkejut ,sejak kapan gadis kecil di depannya berani bertelanjang di depan seorang pria.? Membayangkan saja wajah Arya langsung menggelap, dia mengira gadis nya sudah biasa melakukan hubungan badan. Apalagi semenjak penolakan itu Arya tidak lagi mau tahu tentang Asta. Badan Asta hanya menyisakan dalaman membuat Arya terus saja menatap lekukan tubuh sang gadis. Dengan berani Asta perlahan melangkah maju dan memeluk pria itu,badannya sangat panas dia butuh pendingin. Suhu dalam kamar tidak mampu membuat nya membaik.
Pada malam ini untuk pertama kali nya Asta dengan berani bermain benda lunak tanpa berpikir dengan akal sehat. Pengaruh obat membuat nya hilang kendali,Arya dengan senang hati menerima gadis itu. Tapi Arya terkejut saat penyatuan ada sesuatu yang mengalir hangat pada inti lelaki itu, tanpa siapapun tahu semenjak itu Arya mengklaim Asta adalah miliknya. Setelah permainan mereka usai,Arya tidur memeluk Asta yang kelelahan hingga pagi menjelang
Keesokan paginya ,Asta menjerit sangat kuat hingga membuat Arya seketika terbangun. Gadis itu menyalahkan Arya, perang bantal pun tidak dapat di hindari. Asta terus saja memukul Arya dan berkata
"Kau bodoh, apa yang kau lakukan?"
"Badjingan, kurang ajar. Kau lelaki mesum"
"Mesum katamu?"
Arya menghentikan pukulan dia bersuara dengan wajah dingin "Aku, kau tidak salah. Kau bahkan sangat berani ketika bertelanjang di depanku dan memperkosa diriku Asta"
"A-APA?!"
"Pembohong" ujar Asta
"Apa perlu aku ulangi adegan semalam?"
Asta membeku, tanpa persetujuan Arya kembali menyatukan diri dengan teman masa kecilnya itu. Dalam hitungan menit Ruangan mewah tersebut menjadi saksi bisu dari suara desahan sepasang manusia