NovelToon NovelToon
AIRLANGGA Kisah Seorang Yang Terpilih

AIRLANGGA Kisah Seorang Yang Terpilih

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan / Mengubah sejarah / Romansa / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:485.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Seorang putra mahkota yang terusir dari istana Medang Kamulan setelah pemberontakan besar-besaran oleh raja bawahan ayah mertua nya saat upacara pernikahan nya dengan Nararya Galuh Sekar putri pertama Prabu Dharmawangsa, harus memikul tanggung jawab besar untuk menyatukan kembali kerajaan peninggalan dari ayah mertua nya yang terpecah belah setelah peristiwa Mahapralaya itu. Dukungan dari masyarakat terutama dari agamawan Hindu, Budha dan Mahabrahmana yang mengangkat nya menjadi raja Medang selanjutnya, menjadi kekuatan tersendiri bagi Airlangga untuk membangkitkan kembali kerajaan Medang usai 3 tahun masa kekosongan pemerintahan pusat di Jawadwipa.



Mampukah Airlangga memikul tanggung jawab besar ini dan menyatukan negeri yang sedang dalam kekacauan? Apakah dia akan menjadi anak yang diramalkan dalam legenda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemilik Pedang Naga Api

Ki Randuseta yang tidur miring pun segera bangun dari tidurnya dan segera turun dari ranjang tidur yang terbuat dari bambu. Sembari mengucek matanya sebentar, ia melangkah menuju ke arah pintu.

"Setan mana yang pagi begini sudah teriak-teriak di tempat orang?!

Bangsat! Aku pasti akan memukulinya..!", gerutu Ki Randuseta Si Kilat Putih sembari meraih palang pintu yang berguna untuk kunci. Namun belum sempat dia membuka pintu, tiba-tiba..

Jllleeeeeppppphhh!!

Sebuah tombak menembus daun pintu yang hampir saja mengenai dadanya. Kaget bercampur geram akan hal itu, dia langsung menendang pintu gubuknya hingga pintu itu langsung hancur dan berhamburan keluar.

Empat orang yang berdiri paling depan langsung terpental saat tubuhnya nya terkena pecahan daun pintu yang ditendang oleh Ki Randuseta. Begitu Ki Randuseta Si Kilat Putih melangkah keluar, empat orang lainnya menerjang maju ke arah nya sembari menusukkan tombaknya.

Whhuuuttthhh whhuuuttthhh whhuuuttthhh!!

Ki Randuseta segera berkelit menghindari tusukan tombak lawan lalu mengibaskan tangannya ke arah perut mereka. Serangkum angin dingin menderu cepat kearah mereka yang mengakibatkan keempat orang itu terlempar ke belakang.

Dhhaaashh dhhaaaassshhh dhhaaaassshhh..

Oooouuuuuuggggghhhhh!!!

Hantaman angin dingin bertenaga dalam tingkat tinggi ini seketika membuat keempat orang bertopeng merah itu muntah darah segar.

"Cecunguk cecunguk Kelompok Topeng Merah!!

Kalian benar-benar tidak kapok rupanya. Kali ini aku tidak akan berbelas kasih lagi pada kalian bajingan!!", ucap Ki Randuseta sembari melesat cepat bagaikan kilat ke arah mereka.

Hebatnya, gerakan cepat nya yang sukar diikuti oleh mata biasa ini membuat beberapa orang pendekar bertopeng merah itu tidak sanggup untuk menangkis hantaman tapak tangan kanan Ki Randuseta yang berlapis cahaya putih kekuningan.

Airlangga, Galuh Sekar, Narotama dan Renggos yang bergegas keluar dari dalam gubuk kayu melihat itu dengan penuh kekaguman.

Blllaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr blllaaammmmmmmm blllaaammmm!!!

Empat orang pendekar bertopeng merah itu langsung jatuh terjungkal menyusruk tanah. Di tubuh mereka masing-masing terdapat satu bekas telapak tangan berwarna hitam. Mereka semua tewas seketika.

Seorang lelaki bertubuh kekar dengan wajah tertutup oleh topeng merah separuh wajah menggeram keras seraya melangkah maju. Rambutnya yang gondrong itu nampak telah di tumbuhi uban hingga nampak sebagian kecil nampak memutih. Di topengnya terdapat sebuah permata merah pada dahi, sepasang tanduk kecil dan cat warna emas berbentuk ukiran sulur. Sepertinya dia adalah pimpinan dari orang-orang bertopeng merah itu.

Selain dia, ada seorang perempuan tua bungkuk dengan pakaian serba hitam. Rambutnya yang putih memanjang seperti tidak pernah di sisir, menutupi sebagian wajahnya hingga wajahnya tidak terlihat jelas. Sebuah tongkat kayu hitam dengan ukiran kepala burung gagak terpegang di tangan kanannya. Dia berjalan mengikuti langkah sang lelaki bertubuh kekar.

"Malaikat Bertopeng Setan!!

Akhirnya kau keluar dari dalam sarang mu juga. Apa anak buah mu sudah habis hingga kau turun tangan sendiri?", senyum lebar terukir di wajah Ki Randuseta.

"Tutup mulut mu, bajingan!!

Lekas kembalikan barang yang kau curi dari Maling Seribu Tangan. Mungkin aku bisa membiarkan mayat mu tetap utuh", lelaki bertubuh kekar yang disebut oleh Ki Randuseta sebagai Malaikat Bertopeng Setan itu segera mengulurkan tangannya untuk meminta sesuatu yang ada pada Si Kilat Putih.

Hahahahahahahaha...

"Mencuri kata mu?! Naif sekali kau!

Benda pusaka itu bukan punya Maling Seribu Tangan. Aku mengambil barang curian dari pencuri nya, mana bisa dikatakan sebagai pencuri, Mandrakumara! Kalau kau memang ingin mengambilnya, coba saja kau lakukan sekarang juga..", tantang Ki Randuseta sembari memanggil nama asli dari Malaikat Bertopeng Setan yakni Mandrakumara.

"Maling sialan!!! Akan ku hancurkan tubuh mu sampai mayat mu sulit dikenali!

Nini Gagak Hitam! Bantu aku untuk merebut kembali Pedang Naga Api dari nya. Separuh harta Kelompok Topeng Merah akan ku berikan kepada mu jika kita berhasil mengambil Pedang Naga Api..", mendengar tawaran menggiurkan itu, perempuan tua bungkuk yang di sebut sebagai Nini Gagak Hitam itu menyeringai lebar sembari tertawa terkekeh-kekeh.

"Ehehehehehehehe...

Aku terima tawaran mu, Mpu Mandrakumara. Kalau kau sampai berani berdusta, aku tidak akan segan-segan untuk mencabut nyawa mu. Ayo kita lakukan!!", Nini Gagak Hitam pun cepat memutar tongkatnya dan menghantamkan bonggol tongkat berbentuk seperti kepala burung gagak itu ke tanah.

Bhhhuuuuuummmmmmmmmm..

Krrraaaakkkkkk.....!!!

Tanah yang terpukul oleh kepala tongkat kayu langsung meledak dan sebuah retakan tanah tercipta. Retakan tanah itu menjalar cepat kearah tempat Ki Randuseta berdiri. Si Kilat Putih melompat menghindari. Retakan tanah terus menerabas ke arah Airlangga dan kawan-kawan. Mereka pun segera menyelamatkan diri.

Blllaaammmmmmmm!!!

Retakan tanah ini akhirnya menghantam gubuk kayu. Akibatnya gubuk kayu itu meledak dan terbakar. Renggos pun bergidik ngeri melihatnya.

"Sluman slumun slamet...

Andai saja kita tidak bergerak tepat waktu dan terlambat sedikit saja, pasti ikut mampus kena ilmu si nenek bungkuk itu ya Nar?", ucap Renggos sembari mengusap-usap dadanya.

"Sepertinya nenek tua itu berilmu tinggi, Nggos! Kita harus waspada. Ayo kita menjauh dari tempat ini", ucap Narotama sambil melesat ke arah kanan sejauh 10 tombak. Renggos dan juga Airlangga yang memegang tangan Galuh Sekar langsung mengikutinya.

Melihat serangannya mentah, Nini Gagak Hitam melesat cepat kearah Ki Randuseta sembari mengayunkan tongkatnya ke arah kepala lelaki paruh baya itu.

Whhhuuuuuggggghhhh!!

Ki Randuseta dengan lincah menghindari gebukan tongkat kayu lawan. Dia tahu bahwa tongkat kayu hitam di tangan perempuan tua bungkuk itu bukanlah senjata sembarangan. Itu adalah salah satu senjata pusaka yang tersohor di dunia persilatan, Tongkat Gagak Iblis.

Nini Gagak Hitam pun segera merubah gerakan tubuhnya dan menyapukan tongkat nya ke arah kaki Ki Randuseta. Angin dingin berdesir kencang mengikuti ayunan tongkat.

Ki Randuseta segera menjejak tanah dengan keras sebelum ia melenting tinggi ke udara. Di atas dia bersalto lalu meluncur turun sembari menghantamkan kepalan tangannya ke arah kepala Nini Gagak Hitam. Perempuan tua itu langsung menyilangkan tongkat kayu nya untuk menahan serangan Si Kilat Putih.

Bhhhuuuuuummmmmmmmmm!

Kaki Nini Gagak Hitam melesak masuk ke dalam tempat ia berdiri saking kuatnya tenaga yang dilepaskan oleh Ki Randuseta yang kemudian bersalto dan mendarat di belakang perempuan tua bungkuk itu. Dia cepat memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan keras kearah punggung bungkuk perempuan tua itu.

Dhhiiieeeeesssshhh!!

Oouuuuuuuugggghh!

Nini Gagak Hitam pun melengguh tertahan saat tendangan keras itu menghajar punggung nya. Hampir saja dia terjatuh menyusruk tanah andai saja ia tidak segera menggunakan tongkat nya untuk menyangga tubuh. Perempuan tua bungkuk itu cepat menoleh ke arah Malaikat Bertopeng Setan.

"Topeng Setan! Sampai kapan kau akan berdiam diri saja?!", teriak Nini Gagak Hitam lantang.

Mendengar ucapan itu, Malaikat Bertopeng Setan menggeram keras sebelum melesat ke arah Ki Randuseta seraya mengayunkan tangannya yang berbentuk cakar. Kuku jari tangan nya yang berwarna hitam penuh dengan racun itu langsung mengarah ke arah leher lelaki paruh baya itu.

Shhhrraaaakkkkkk!!

Ki Randuseta segera melompat mundur menghindari cakaran tangan Malaikat Bertopeng Setan. Saat itulah, Nini Gagak Hitam mengejar sambil kembali mengarahkan Tongkat Gagak Hitam nya ke arah punggung Si Kilat Putih.

Whhhuuuuuggggghhhh!

Ki Randuseta segera merunduk dan berguling ke depan untuk menghindari serangan bokongan dari Nini Gagak Hitam. Malaikat Bertopeng Setan pun segera mengejar sambil terus mengayunkan cakar tangannya. Pertarungan satu lawan dua ini pun berlangsung sengit.

Melihat Ki Randuseta yang di keroyok oleh Malaikat Bertopeng Setan dan Nini Gagak Hitam, Airlangga mengepalkan tangannya erat-erat.

"Brengsek! Dua tua bangka itu mainnya keroyokan rupanya..

Ini tidak boleh dibiarkan begitu saja ", geram Airlangga lirih sambil bersiap. Melihat hal itu, Galuh Sekar yang tahu bahwa suaminya hendak ikut membantu Ki Randuseta segera berkata,

"Hati-hati Kangmas.."

1
Sint Uriel
nyi Rondo Kuning di Pendekar tanpa kawan🤣🤣🤣🤣🤣
Oezank Sbi
hatur nuhun kang ebez critaY
Ardan
kisah yg luarbiasa
Siti Puji R
jadi flash back ke pedang naga api kang Ebez... 👍👍👍
Siti Puji R
mantap kang Ebez..
Thomas Andreas
selanjutnya
Eda Eda
👍
Le Akasha
mantap
Lalu agus hartadi
Luar biasa
Lalu agus hartadi
Lumayan
Toto Priyantoro
Luar biasa
Toto Priyantoro
Lumayan
Ell Shalim
Luar biasa
SENJA
narotama yang nantinya jadi patih bukannya sudah ikut airlangga dari Bali yah?
SENJA
anjuk ladang itu sekarang nganjuk?
SENJA
sekarang apa mau timbul lagi itu selat? 😳
Uji Mughni
Luar biasa
Wan Trado
tidak lazim seorang selir dipanggil dgn sebutan gusti.. karena selir tidak punya kewenangan didalam istana
Elmo noor
siap mendukung Prabu Airlangga.. .
Elmo noor
OTW ketemu Malaikat..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!