Status simpanan itulah yang harus disandang wanita cantik bernama Dista karna sebuah kesalahan fatal yang ia lakukan dengan suami sahabat karibnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Leo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
bab 27
.
.
Pagi hari sudah datang kembali, aqil bangun cukup pagi sekali ia berniat kembali Kejakarta. Entah apa nanti yang akan ia dapatkan saat kembali, Pekerjaan, istrinya Arumi pasti akan memberondongnya dengan banyak pekerjaan.
Dista terbangun saat suara Aqil yang menyiapkan kopernya.
"Mas.. mas mau kemana ??" Tegur Dista.
"Pulang KeJakarta. Bagaimana bisa kau tidak mengingatkanku untuk kerja Dista.. Sudah 10 hari aku disini tanpa mengabari Arumi maupun kantor."Omel Aqil
"Kenapa malah memarahiku ?? bukannya aku sudah pernah menanyakannya padamu,"Balas Dista.
"Aduh Dista !! kau ini sensitif sekali sih !!! Aku tidak memarahimu, aku hanya mengatakan apa yang ada difikiranku.."tutur Aqil dengan kesal lagi. ia sampai bingung bagaimana bicara dengan Dista, karna Dista selalu mengira jika Aqil membentak atau memarahinya.
Dista terlihat murung, ia pun langsung terdiam
melihat itu Aqil membuang kasar nafasnya lalu duduk disisi Dista."Aku tidak pernah menyalahkanmu. tolong jangan terlalu sensitif begini.. kalau kau seperti ini anak kita juga akan sedih. kau ingat kata Roy kan ??"
"Aku juga tidak tau kenapa aku begini mas.."Dista malah menangis.
"Rasanya tidak bisa kalau jauh darimu.. aku harus bagaimana ?!!!"Isak Dista. Aqil yang tidak tega kembali merengkuh tubuh Dista kedalam pelukannya.
"Tapi aku harus pulang dulu keJakarta. Arumi pasti mulai curiga,dan sepertinya kantor sudah mengirim surat peringatan untukku. aku juga harus bekerja, kita akan punya anak, kebutuhan kita juga bertambah."tutur Aqil berusaha melembutkan suaranya.
Dista terus terisak didalam dekapan Aqil.
"Aku usahakan paling lama satu bulan, aku akan mengunjungimu bagaimana pun caranya.."imbuh Aqil.
"Maafkan aku mas.. menyulitkanmu.."Ucap Dista saat pelukan mereka terlepas.
"Tidak sama sekali.. sudah sedihnya ya..Kasihan anak kita.."Aqil mengusap perut Dista. hingga Dista tersenyum. kembali Dista memeluk Aqil lagi. rasa nyaman kini merambah menjadi Benih cinta. Entahlah, bagaimana bisa, Dista sudah melupakan siapa Aqil sebenarnya.
.
.
Sambil menyetir, Aqil menghubungi Arumi. beberapa kali panggilan, namun tidak ada jawaban. rasa kawatir seketika hinggap dihati Aqil, "dimana Arumi ??"Gumam Aqil.
Tak mau semakin kawatir, Aqil memilih menghubungi rumahnya. hingga suara bik Tri terdengar.
"Halo selamat pagi.."
"Bibi ini saya."balas Aqil.
"Tuan Aqil ya ?? ada apa tuan ?? Tuan kemana saja, Nona nyariin tuan tiap hari.."Ucap bik Tri.
"Dimana Arumi sekarang ??" Tanya Aqil dengan cepat.
"Nona keBandung. katanya Tuan ada DiBandung. Nona berangkat pagi sekali sama Nona Tia dan tuan Wisnu."Terang Bik tri.
degup jantung Aqil seketika cepat. "Tau darimana Arumi ??"batinnya.
"Tuan.. tuan Aqil ??"Panggil Bik Tri.
"bik.. saya tutup dulu."Aqil langsung mematikan panggilannya. Aqil memutar arah tujuannya, Fikiran negatif Aqil terus bermunculan, ia tidak tau Arumi tau dulu tentang pernikahannya dengan Dista, Aqil belum siap dengan semua itu. Aqil menancapkan pedal gasnya hingga diatas rata-rata. tidak ada yang lain yang dituju Aqil selain rumah sakit dimana Roy bekerja.
"Pasti Roy sudah memberitau Arumi.. sialan kau Roy !!!"Umpat Aqil dengan beberapa memukul stir mobilnya.
.
"Kasihan sekali Arumi.. dia sampai kelelahan dan kurang tidur karna memikirkan Aqil.."Ucap Tia sembari melirik Arumi yang tertidur dibangku belakang.
"Iya.. aku hanya takut, jika dugaanku benar"Balas Wisnu.
"dugaan ?? kau menduga apa ??"Tanya Tia.
"Come on Tia.. aku juga pria.. langsung tidak ada kabar, mulai berubah sikap, sering keluar kota padahal kantor tidak menyuruhnya dan pemberitahuan card credit mereka Aqil belanja kebutuhan harian, juga beli rumah, semua itu sudah jelas kalau Aqil punya wanita lain..."Terang Wisnu.
"shuutt !!! kalau Arumi sampai dengar bagaiamana ??" Tia mendekatkan wajahnya pada Wisnu.
"Tapi semua itu sudah membuatku curiga Tia.. kalau Arumi sampai dibohongi terus-terusan kan kasihan.."Balas Wisnu.
"Lebih baik kau diam Wisnu.. menyetirlah yang baik.."Tia menyudahi obrolan mereka. Wisnu hanya bisa menurut saja.
"Benarkah dugaan mereka ??" batin arumi didalam hati.
.
.
.