NovelToon NovelToon
Reuni Berdarah

Reuni Berdarah

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Desas-desus Villa / Thriller / Misteri / Tamat
Popularitas:987.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: DF_14

Acara reuni yang seharusnya berjalan dengan menyenangkan, seketika berubah menjadi mencekam dan menegangkan, saat seorang pembunuh berantai muncul membunuh satu persatu para alumni yang mengikuti acara reunian tersebut.

Membuat mereka yang mengikuti acara reunian saling curiga dan saling tak percaya. Pembunuh berantai berada diantara mereka.

Akankah ada yang selamat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Langit gelap di malam hari telah menjadi saksi bisu bagaimana mecengkamnya suasana di vila. Mereka yakin psikopat itu ada di salah satu diantara pria yang ada di vila, walaupun entah siapa itu. Karena ketika mereka sedang naik kapal menuju pulau K, pengemudi kapal bilang yang liburan ke pulau K hanya dari rombongan alumni SMA Buana saja pada pekan ini.

Sampai mereka memilih memakan makanan yang mereka bawa sendiri, karena sangat takut makanan mereka dicampur dengan obat tidur lagi. Dan malam ini pun mereka sama sekali tidak ingin tidur walaupun mereka sangat merasakan lelah, karena mereka takut orang itu akan membunuh mereka satu persatu.

Bagaimana hidup mereka akan merasakan tenang sementara pembunuhnya ada di salah satu diantara mereka?

Saat ini keempat belas orang itu sedang berkumpul di teras depan vila, tak ada satu orangpun yang bersuara, karena suasana begitu menegangkan. Apalagi Panji, dia masih merasakan trauma ketika melihat Arkan yang sedang ditikam perutnya berkali-kali oleh sang psikopat.

Nicholas mulai angkat bicara, dia ingin mengutarakan pendapatnya. "Bagaimana kalau kita geledah kamar beserta koper kita semua?"

Walaupun sebenarnya dia masih mencurigai kelima orang yang kemarin ikut menghidangkan makanan, tapi tetap saja dia tidak boleh terlihat mencurigai salah satu diantara mereka.

David merasa tidak suka karena Nicholas seakan terlihat begitu sok menurutnya. "Untuk apa kita melakukannya?"

Nicholas pun menjawab pertanyaan dari David. "Bukannya Panji sudah bercerita bahwa psikopat itu memakai topeng badut, berjubah hitam, dan memiliki pisau yang besar? Karena itulah kita harus memastikannya."

Helena menyetujui pendapat dari Nicholas. "Aku setuju, aku rasa apa yang dikatakan Nicholas ada benarnya. Kita harus menggeledah kamar maupun koper milik kita semua."

Helena pun sama dengan Nicholas, tujuan sebenarnya ingin menggeledah kamar ataupun koper milik Adam, Roni, Dicky, Beni, dan Arya. Karena diantara mereka berlima lah yang kemungkinan salah satunya adalah seorang psikopat.

Saat ini Helena sedang duduk diantara David dan Nicholas, kemudian Nicholas berkata dengan pelan kepada Helena. "Kamu jangan pernah memperlihatkan bahwa kamu mencurigai kelimanya, jika kamu berpapasan dengan salah satunya bersikaplah seperti biasanya dan harus terlihat tenang."

Nicholas berkata seperti itu kepada Helena karena tahu saat ini Helena sangat terlihat gugup, Nicholas tidak ingin Helena berada dalam bahaya karena ketahuan mencurigai salah satu diantara mereka berlima.

Helena pun menganggukkan kepalanya.

David sangat tidak suka melihat Nicholas yang sedang berbicara dengan Helena, walaupun dia tidak tahu apa yang dibicarakan oleh pria itu.

David pun segera merangkul Helena, "Apa kamu kedinginan, sayang?"

Helena melepaskan rangkulan dari David, dia sangat risih sekali diperlakukan seperti itu.

Dicky pun segera berdiri, dia sebagai mantan ketua kelas harus memimpin berjalannya acara reunian ini walaupun sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja. "Baiklah, ayo kita mulai!"

Nampak ada seorang pria yang terlihat begitu tegang, dia hanya bisa mengepalkan tangannya, tidak mungkin menolak jika kopernya harus digeledah oleh semua orang yang ada disana.

Koper yang pertama diperiksa adalah milik David, David pun cengengesan saat semua barang di kopernya sedang dikeluarkan oleh Dicky, dibantu oleh Santi. Sementara Nicholas sedang menggeledah kamar milik David dan Kevin itu.

"Periksa saja sepuas hati kalian!"

Santi yang ikut memeriksa koper milik David dia pun menjerit saat melihat ada kon-dom di dalam koper milik David. "Ih kon-dom, untuk apa ini?"

Helena langsung mendelik tajam ke arah David.

David menjadi salah tingkah, kon-dom itu dia gunakan tentu saja untuk bercinta dengan Hilda, karena Helena tidak mungkin mau melakukannya.

"Tentu saja tadinya aku ingin belah duren disini bersama calon istriku." jawab David, tidak ada malunya dia merangkul Helena di depan semua orang. Membuat semua orang disana menggoda Helena dan David.

"Cie... cie..." Lina menggoda Helena dan David.

Helena segera melepaskan rangkulan David dengan kasar, dia sangat tidak suka dengan perkataan calon suaminya itu. "David!"

"Emang kenapa sih, sayang? Kita kan memang mau menikah. Wajar dong jika aku bawa kon-dom, karena aku pikir acara reunian ini akan indah untuk kita. Sayangnya si psikopat itu menghancurkan acara ini." ucap David sambil memandangi semua orang pria yang ada disana dengan tatapan kesal, kecuali Bayu dan Panji.

Nicholas menyadari bahwa saat ini bukan waktunya yang tepat untuk cemburu, walaupun dia memang sangat tidak suka mendengarnya, dia pun keluar dari kamar David. "Sekarang kita giliran periksa kamar Arya dan Beni."

Karena tidak membuahkan hasil di kamar maupun koper milik Arya dan Beni yang memang kebetulan mereka tidur satu kamar, mereka pun memeriksa kamar milik Nicholas. Sama halnya, mereka tidak menemukan apapun di kamar milik Nicholas, termasuk kopernya.

Bahkan sampai larut malam mereka memeriksa semua koper milik Helena, Chika, Santi, Lina, Panji, dan Bayu.

Dan sekarang mereka sedang memeriksa koper milik Dicky. Nicholas mengeluarkan semua barang milik Dicky di dalam kopernya. Kemarin Dicky satu kamar dengan Arkan. Sementara David memeriksa semua isi lemari yang ada disana.

Kemudian Dicky tersenyum, "Tidak ada barang mencurigakan di dalam koper aku kan?" tanyanya kepada Nicholas.

Arya pun tertawa, "Iyalah, tidak mungkin sang ketua kelas terbaik berbuat ulah."

Dicky pun ikut tertawa, lalu dia memberikan instruksi. "Sekarang kita periksa kamar Pingkan dan Adam!"

"Silahkan saja periksa, di kamar kami tidak ada apa-apa." ucap Pingkan dengan penuh rasa percaya diri.

Benar saja, begitu mereka memeriksa koper milik Adam dan Pingkan, mereka tidak menemukan apapun disana. Begitupun lemari yang ada di dalam kamar tersebut, hanya berisi pakaian saja.

Arya menemukan sepasang headset di koper milik Adam, dia menunjukan headset itu kepada Adam. "Sepertinya dari dulu kamu sangat suka dengan musik?"

Adam menganggukkan kepalanya, "Iya, aku sangat suka musik klasik." dia menjawab pertanyaan Arya dengan tenang.

Beni pun berseru. "Wah aku juga suka musik klasik, selera kita sama dong." dia berkata seperti itu sambil menepuk-nepuk pundak Adam.

Dicky menimpali perkataan mereka. "Ya, musik klasik memang terdengar begitu indah dan membuat hati menjadi tenang."

Dan koper yang harus diperiksa untuk terakhir kalinya adalah koper milik Roni, Roni kemarin satu kamar dengan Atta.

"Baiklah, sekarang kita periksa koper milik Roni." ucap Dicky.

Entah mengapa Roni terlihat sangat gugup sekali malam ini, dia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat.

Dan ini adalah penentuan, karena di koper yang lainnya tidak mendapatkan apapun barang yang mencurigakan, apakah mereka akan menemukan barang yang mencurigakan di koper milik Roni atau tidak.

Begitu mereka semua masuk ke kamar Roni, hanya Roni yang tidak masuk ke dalam, dia terlihat sangat gelisah.

Kini David yang ingin memeriksa koper milik pria itu, begitu koper di buka, David langsung mengeluarkan semua barang milik Roni.

Namun, mereka semua nampak terkejut begitu melihat ada suatu barang yang dikeluarkan oleh David di dalam koper tersebut.

1
Nicaaaaa♥
luarrr biasaaaa semangatt terus buat karya nyaa kakk
Rita Juwita
luar biasa seruuu thor. ..
retno❤️
Waaow bener2 mantap karya Kak Othor ini... pengennya ngelewatin cerita satu ini, tp penasaran jg... akhirnya kubaca... baru pertama baca novel horor sadis... awalnya ngeri bgt ada adegan sadis2nya... tapi gak dilanjut bikin penasaran... akhirnya mencoba beraniin utk trs baca... bener2 sadis... ngeri bgt... untung diakhir cerita beberapa tokohnya bs selamat. The best ceritamu Kak Othor... Semangat trs berkarya... sukses selalu 🙏🏻👍🏻🥰
Rewin
roni
Sarah
Udah kena kanker paru-paru masih mau diam-diam ngerokok aja yah dammm? Dasar suami bandel! 😒
Sarah
🤩🤩🤩
Sarah
Cerita keren bangettt! 💖
Sarah
so sweet 💖
Sarah
Yeyyyy! mantap Adam!
Sarah
Nooo pingkannn adam ayo cepat selamatkan istrimuuuu
Sarah
Tahan nafas bacanya aku 👍🙂
Sarah
Seneng deh bisa ngelihat Nicholas sama Adam jadi deket. Soalnya mereka keliatan klop aja gitu 👍.
Sarah
Curiga sama Dicky 🙂
Sarah
padahal harusnya enam, satu lagi Heru dia yang bunuh 😡.
Sarah
pemandangan yang buruk di pagi hari yang cerah 🙂.
Sarah
Jangan-jangan plot twist di akhir pelakunya Dicky atau Roni.
Sarah
Adam senyum-senyum aja lihat orang pdkt karena dia sudah merasakannya duluan dan sudah kawin malah 🤭
Sarah
Benar-benar berasa dunia cuma milik berdua nihh~🤭
Sarah
Diantara banyak orang yang ceria, pasti ada orang yang pendiam dan kalem seperti Nicholas, dan diantara orang-orang seperti Nicholas, pasti ada sebagian kecil lainnya yaitu orang yang sudah bukan pendiam lagi... tapi dingin seperti Adam 😂
Sarah
Asik, semoga kamu bukan psikopatnya. Karena kamu ini sudah suami idaman banget, sayang banget sama istrimu 😭👍/Awkward/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!