Ini tentang Gentaka Alsaki anak tunggal dari seorang dokter hebat, Kiano Nolan dan Claudia Arthajaya.
Sebagai anak tunggal dan cucu lelaki satu satu nya di keluarga Arthajaya, tidak membuat Taka merasa bangga apalagi bahagia.
Bagaimana bisa?
"Seharusnya kamu bersyukur, jangan hanya melihat dirimu sendiri yang terlihat menderita. Tapi lihat lah sekitar mu, maka kamu akan menemukan arti dari kata bersyukur."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pawang Demit
...~Happy Reading~...
“Bentar bentar, itu bukan nya mobil gue yak?” gumam Franky yang langsung menghentikan langkah nya saat baru keluar dari tempat karaoke keluarga nya.
Hardi yang mendengar ucapan Franky, seketika ikut berhenti dan menatap lekat ke arah pandangan mata Franky. Dan memang benar, ia juga melihat bagaimana mobil itu justru malah pergi.
“Lah si kunyuk, kenapa pergi. Belum juga masuk,” gumam Franky lagi sambil berdecak.
“Kita susul!” ucap Hardi yang langsung di setujui oleh Franky.
Keduanya pun segera mengambil motor nya masing-masing dan betapa terkejutnya mereka saat melihat seorang gadis yang terlihat begitu kesal dan marah langsung turun dari mobil milik Franky sambil menutup pintu itu dengan cukup keras.
“Anjritt pintu gue jadi korban!” umpat Franky memekik pelan.
“Bentar, itu bukannya cewek yang kerja di tempat elo?” kata Hardi mengerutkan dahi membuat Franky sadar bahwa gadis itu memang sedang mengenakan seragam di tempat nya, “Gila, jangan bilang kalau si Taka pacaran sama LC!” pekik nya namun segera di bekap oleh Franky.
“Mulut lo Har!” Franky menghela napas nya berat sambil menggelengkan kepala, “Kayaknya gak mungkin deh. Walau pun gue tahu kalau dai cewek cakep. Tapi, masa ia si Taka mau pacaran sama cewek begitu?”
“Nah makanya itu,” kata Hardi menganggukkan kepala nya, “Terus ini gimana? Mau kita samperin? Itu cewek juga udah pergi.”
“Samperin lah, mobil gue itu!” Franky langsung menjalankan motor Taka dan menghampiri mobil nya yang kini masih terparkir cantik di pinggir jalan.
Sementara itu, Taka yang masih kalut dalam kebingungan karena sikap Tika langsung di buat terkejut dengan keberadaan dua sahabat nya yang entah sejak kapan sudah berada di depan mobil nya. Ah ralat mobil Franky maksud nya.
“Kalian ini bener bener jelangkung ya!” umpat Taka mengusap dada nya dengan kesal saat sudah membuka kaca mobil nya.
“Elu yang jelangkung. Ngapain mangkal disini? Gila, turun sudah pamor mobil gue di ajak mangkal di depan lampu merah!” Franky berdecak sambil menggelengkan kepala nya.
“Udah udah jangan berteman. Mending kita ke sono, kita obrolin baik baik, oke. Gak bagus mengumbar pertengkaran di depan, mana lampu merah lagi. Biarkan hanya Tuhan saja yang tahu tentang masalah rumah tangga kalian,” ucap Hardi seolah sok bijak yang membuat mata kedua sahabat nya langsung membola dan sangat ingin menghajar manusia satu itu.
“Sampe kafe, abis lo sama gue Har!” ancam Taka dengan tatapan yang begitu tajam.
“Aduhh, adek jadi ngeri Bang. Mau berapa ronde,” balas Hardi yang semakin memancing emosi Taka, “Jangan lupa pengaman nya ya Bang?” imbuh nya sambil mengedipkan sebelah mata.
“Sumpah, gue punya temen pada gila semua. Yang satu jelangkung yang satu setan. Komplit sudah!” gumam Taka memijit kepala nya yang terasa semakin pusing.
“Jangan lupa, lo pawang nya demit, jadi jangan protes. Udah ah buruan ayo!” kata Franky lalu segera menaiki motor Taka lagi dan segera pergi menuju Kafe yang berada tak jauh dari tempat mereka berdebat.
Sementara itu, Hardi yang melihat wajah Taka semakin pusing justru merasa puas dan segera menyusul Franky menuju Kafe.
Sebelum pergi, Taka menyempatkan diri untuk menghubungi Tika sebentar. Meminta maaf dan berjanji akan menjemput nya esok pagi.
Beberapa menit ia menunggu, berharap akan mendapatkan balasan. Nyatanya Tika tidak membalas, bahkan gadis itu hanya membaca pesan nya saja tanpa ada tanda tanda untuk membalas.
‘Huufftt, kayaknya harus berguru sama Papi, gimana cara ngeluluhin hati cewek ngambek! Secara, Mami biang nya tukang ngambek,’ gumam nya berdecak pelan lalu segera pergi menyusul kedua dayang nya.
...~To be continue ......