NovelToon NovelToon
Sebuah Harga Diri

Sebuah Harga Diri

Status: tamat
Genre:Pelakor / Nikahmuda / Selingkuh / Tamat
Popularitas:40.2k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Amydia telah bertunangan dengan Heru, lelaki pujaan hatinya. mereka telah menjalin kasih sejak masih di bangku SMA, hingga keperguruan tinggi.

Tinggal sebulan lagi, mereka akan mengadakan resepsi pernikahan. Tapi, disuatu malam yang naas, Amydia menjadi korban perkosaan, seorang laki-laki karena pengaruh obat perangsang.

Heru sangat kecewa, tetapi tetap menikahi, Amydia tunangannya. Karena takut disebut lelaki pengecut.

Akankah kehidupan rumah tangga Amydia dan Heru akan berjalan indah, paska Amydia di per**sa. Akankah cinta Heru luntur? Apakah Amydia tau siapa lelaki yang telah melecehkannya?

"Sebuah harga diri" akan mencoba mengupas pergolakan batin seorang Amydia, dalam memperjuangkan harga dirinya dan masa depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Kak, boleh aku bertemu kakak?" ucap Amy saat menelepon Arya. Arya merasa heran tidak biasanya Amy, memintanya secara formil hanya untuk bertemu.

"Boleh, kita jumpa di mana?" ucap Arya. Lalu Amy menyebut sebuah kafe, untuk tempat mereka bertemu.

"Baiklah, sepuluh menit lagi kakak tiba di sana."

"Baiklah kak, aku sudah berada disini," Amy, mengusap air matanya. Amy, memutuskan untuk bercerita saja pada Arya. Untuk meminta beberapa nasehat atas masalahnya.

Amy, menghela napas panjang, menyesap jus jeruk yang belum ia sentuh sedari tadi. Sudah hampir satu jam Amy berada di kafe ini. Sekedar

melepas suntuk dalam pikirannya.

Telah seminggu dia tidak masuk kerja. Kedua orang tuanya heran, Amy terpaksa berbohong kalau dirinya sedang cuti.

Pram telah berulang kali meneleponnya dan ingin bertemu. Amy menolak mentah-mentah dan memblokir nomor Pram.

Arif juga telah berkali-kali datang ke rumahnya. Membujuknya untuk kembali bekerja. Amy tetap menolak, bahkan gaji terakhirnya pun Amy tolak saking dia tak sudi lagi berurusan dengan, Pram.

"Hai, sudah lama menungguku?" seruan suara itu membuyarkan lamunan Amy. Amy tersenyum, menyembunyikan keterkejutannya. " Hem, kirain kaget, apa salahnya sih, berpura-pura. Buat nyenangin aja," protes Arya sembari mencomot gorengan dihadapan, Amy. Sepotong tahu goreng, langsung disambar Arya. ********** dimulut hingga pipinya menggembul.

Amy tertawa melihat polah Arya.

"Aih, kak Arya, laper ya. Rakus amat," gelak Amy. Entah kenapa, selalu saja ada hal lucu yang membuat Amy tertawa setiap kali melihat tingkah, Arya.

Amy, mendorong piring didepannya, agar Arya lebih leluasa memakan gorengan itu. Wajah, Arya sampai memerah dan keringatan karena kepedasan. Gorengan bakwan, tahu, risol dalam sekejap pindah tempat.

"Kak Arya benar-benar lapar, ya?"

"Ini 'kan udah sore, Amy, saat-saatnya perut minta diisi. Mana gorengannya mantap semua." Arya meraih botol mineral untuk melegakan tenggorokannya. Melap mulutnya dengan tissu lalu meraih sebatang rokok dan menyulutnya. Menyesapnya lantas menghembuskan ke udara, dengan bulatan-bulatan asap.

Sampai Amy takjub bisa-bisanya asap itu berubah bentuk jadi bulat.Amy terus mengamatinya, sampai dia begitu tertarik untuk menirunya.

"Boleh aku isap sekali kak?"

"Uhhuk...." Arya terbatuk saat mendengar permintaan Amy. Disorotnya netra Amy, dengan mata menyipit. Membuat Amy terpingkal karena merasa lucu.

"Sepertinya asyik kak, saat melihat kakak memainkan asap rokok itu."

"Bukan berarti kamu boleh mencobanya no, no!" ucap Arya tegas.

"Ah, gak juga kak, Amy cuma bercanda aja kok," timpal Amy.

"Hem, sepertinya kamu lagi ada masalah, sampai mau mencoba merokok? Kamu kenapa?" Kembali mata Arya menatap lekat wajah, Amy.

Amy, menghindari tatapan itu. Tatapan yang setajam silet yang bisa menembus sampai lubuk hatinya. Bisa menebak suasana hati dan pikirannya.

"Gak masalah juga, sih." kelit Amy. Tiba- tiba dia ragu untuk berbagi cerita. Entah kemana perginya semangatnya tadi sampai begitu yakin kalau Aryalah yang bisa dia percaya. Sampai nekad meneleponya.

"Hem, bohong lagi. Mata kamu tuh, Amy, sudah banyak cerita sebelum ngomong." Geleng Arya, saat melihat keraguan Amy.

"Amy, gak tau harus memulai dari mana," lenguh Amy akhirnya. Nada suaranya langsung terasa putus asa. Membuat Arya makin penasaran. Arya mengubah posisinya duduknya yang tadinya santai. Menunggu Amy siap untuk menumpahkan uneg-unegnya.

"Kak, orang yang melecehkan aku setahun yang lalu ternyata adalah ...." ucapan Amy tercekat di lehernya. Susah payah dia meneruskan ucapannya.

Arya tersentak, tidak mengira Amy akan membuka masa lalunya itu. Padahal selama ini Amy tidak pernah menguakkan cerita itu padanya.

"Kakak sudah tau'kan apa yang terjadi pada Amy, setahun yang lalu?" Bukanya melanjutkan ucapannya, Amy malah bertanya. "Oh, iya, aku yakin kakak pasti sudah tau itu. Heru pasti sudah cerita," ucap Amy memutar arah pembicaraan.

"Dia siapa, Amy. Bagaimana kamu bisa tau? Padahal kasus itu menemui jalan buntu," ucap Arya makin penasaran.

"Aku tau secara tak sengaja. Ternyata, dia juga telah mencari-cariku selama ini. Katanya ada seseorang yang mencoba menjebaknya. Menaruh obat perangsang dalam minumannya dan sialnya dia bertemu denganku sore itu. Aku benci melihatnya. Aku marah karena ternyata dia dan aku berinteraksi selama ini. Bisa-bisanya aku bertemu dia dengan cara seperti itu!" ucap Amy dengan napas tersenggal menahan amarahnya.

Arya bisa melihat kemarahan di mata Amy. Kemarahan yang tidak pernah Arya lihat selama mengenal Amy.

"Minumlah dulu ini." Arya membuka tutup botol mineral dan mengangsurkan ke depan Amy.

"Makasih, kak." Amy menerima botol itu dan meminumnya hingga habis separuh.

"Ngejek kakak saja kamu yang pandai. Nyatanya kamu juga rakus," gelak Arya mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba berubah tegang diantara mereka.

Amy, melap bibirnya karena percikan air dari botol. Mencoba tersenyum. Perlahan dia bisa menguasai emosinya.

"Aku sangat shock, saat mengetahui kalau dialah yang telah menghancurkan hidupku." Amy melanjutkan ceritanya, dan Arya menyimak dengan seksama. Mengikuti alur cerita, Amy, sampai selesai.

"Padahal, yang aku lihat selama ini dia jauh dari perbuatan itu. Aku menaruh respek selama ini padanya. Dia begitu baik dan sangat menghargai orang. Tapi, bagaimana bisa dia sebringas malam itu. Aku benar-benar benci. Rasanya aku ingin mengulitinya, untuk membalaskan apa yang telah dia lakukan padaku!" Tanpa sadar, Amy mengepalkan jemarinya. Lalu saling mengaitkan kembali dengan gemas.

"Dia, bos kamu, ya?" tebak Arya dengan kaget. Meski Amy belum menyebut siapa orangnya, Arya sudah bisa menebak siapa orang yang dimaksud, Amy.

Arya kenal, Pram atau lengkapnya Pramono. Teman masa kuliahnya dulu. Pram akhir-akhir ini sering bercerita kalau seseorang telah berhasil mencuri perhatiannya. Pram memang tidak pernah menyebut siapa nama wanita yang telah meluruhkan keangkuhannya.

Namun Arya bisa menebak karena dia pernah bilang seseorang itu adalah sekretarisnya.

"Tapi sayang, Ar, dia sudah menikah, dan baru-baru ini bercerai. Entah kenapa mereka bisa bercerai, padahal usia pernikahan mereka baru setahun." ucap Pram waktu itu penuh simpatik.

"Maksudmu Amy, ya?" kejar Arya waktu itu.

"Eh, kok kamu bisa menebak siapa orangnya?" seru Pram kaget.

"Ya, iyalah. Soalnya gambaran yang kamu sebut itu, sangat cocok dengannya. Dan kebetulan dia 'kan bekerja sama kamu. Makanya aku sempat heran, kenapa kamu begitu antusias ingin tau tentang perceraian mereka."

"Ah, dasar kamu." Gelak Pram merasa malu. Dari ekspresi wajahnya, Arya bisa melihat betapa Pram sangat mengagumi, Amy.

Tapi, kok bisa-bisanya mereka terhubung seperti ini? Ternyata Pram sendirilah penyebab mereka bercerai.

Karena pelecehan yang dilakukan Pram, pernikahan Amy dan Heru hanya berlaku diatas secarik kertas. Hingga pada akhirnya hancur karena Heru tidak bisa menerima kenyataan kalau istrinya adalah korban pelecehan seksual.***

1
Ika Marbun
singkat padat jelas ga bertele-tele
lanjut terus thor
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indahnya
Sungguh mantap sekali 🌹🌹🌹🌹🌹
Terus lah berkarya dan sehat selalu ✌️
Yunerty Blessa
wow... mantap kak thor..
Yunerty Blessa: Sama kasih kak thor
total 3 replies
Yunerty Blessa
betul sekali Pram... nanti dibilang penyibuk 🤣
Yunerty Blessa
Menyatu nya Pram dan Amy ada campur tangan Arya...
Yunerty Blessa
cari kesempatan dalam bilik mandi 🤭🤣🤣🤣
Yunerty Blessa
syukurlah ,Amy telah selamat menjalani pembedahan melahirkan...
Yunerty Blessa
#Heru
Yunerty Blessa
salah sendiri terlalu mencari kesempurnaan, kau rasa diri mu juga terlalu sempurna...
Yunerty Blessa
kasian Heru...beli baju baby untuk teman dan bukan untuk diri sendiri 😒
Yunerty Blessa
berarti kembar lelaki..
Yunerty Blessa
sabar Pram 🤣🤣
Yunerty Blessa
sabar Pram, begitu lah kalau isteri lagi hamil..
Yunerty Blessa
semoga Amy hamil..
Yunerty Blessa
seharian buat baby,apa tak sakit badan 🤭
Yunerty Blessa
malam yang di tunggu² untuk sepasang pengantin baru... olahraga malam untuk mencetak gol 🤭
Yunerty Blessa
sabar Pram...tiga bulan sekejap saja...
Yunerty Blessa
kalau begitu, terima lah lamaran Pram.. apa lagi kedua orang tua Pram juga menyukai mu..
Yunerty Blessa
syukur lah,Amy bisa di terima di keluarga Pram..
Yunerty Blessa
pasti orang tua Pram setuju kerana mereka juga suka dengan Amy..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!