NovelToon NovelToon
Jodoh Dari Lahir

Jodoh Dari Lahir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Nikahmuda / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Blurb:

Jenie dan Juno adalah siswa yang mengalami perjodohan semenjak lahir tanpa mereka ketahui. Namun, kenyataannya mereka selalu saja bertengkar.

Pada sebuah malam, Jenie ketiduran di dalam kamar Juno tanpa sengaja. Saat menyadari ada lelaki tidur di dekatnya, tanpa sadar Jenie berteriak hingga membuat warga yang ronda menghapiri mereka.

Mereka berdua tampak dalam satu kamar, membuat warga yang ronda itu murka. Maka, terjadi lah pernikahan meskipun mereka dalam usia sekolah. Bagaimana kah kelanjutan kisah mereka? Apakah kisah perjodohan yang menjadikan mereka jodoh beneran akan berjalan mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Terbalas tanpa Turun Tangan Sendiri

"Bukan gue! Bukan gue! Gue taunya dia masih pincang!" Yovie memutar badan mengambil ancang-ancang lari secepat kilat menuju arah sekolah.

Jenie tersenyum penuh kemenangan memandangi Yovie berlari pontang panting ke arah sekolah dikejar oleh kawanan Gema. Ia pun bangkit menepuk kedua tangan membersihkannya dari debu.

Wajah sumringahnya menggambarkan kepuasan tiada tara, karena ia tak perlu mengotori tangan sendiri tanpa harus turun tangan. Jenie pun melanjutkan perjalanannya menuju sekolah dengan riang.

Sampai di sekolah, ia langsung mendapatkan laci meja belajarnya dipenuhi oleh angsa terbuat dari kertas seperti hari-hari sebelumnya. Jenie melipat kedua tangan memperhatikan benda-benda tersebut.

"Ini gimana cara bawanya ya?" Ia melirik ke arah seseorang yang dirasa terus memperhatikan setiap gerak-geriknya. Namun, ketika Jenie menatap orang itu, ia tampak terpaku membaca buku yang ada di atas meja.

Sebuah ide terlintas dalam benaknya. Karena, tas yang ia gunakan terlalu kecil, ia merasa memiliki wadah yang cocok untuk menjadi tempat yang baru bagi angsa-angsa kertas itu. Jenie bergerak cepat menuju bangku Juno dan mencoba melirik buku yang dibaca oleh suaminya itu.

Rautnya mengerut ketika mengetahui bacaan Juno. "Rajin amat wir—Jun," ralatnya cepat.

Juno seolah tak memedulikan apa yang diucapkan oleh gadis yang tepat duduk di hadapannya ini. Jemari Juno menarik satu lembar buku beralih halaman. Jenie kembali melirik cowok itu menyumbarkan senyum miring.

"Bisa ya baca buku terbalik?"

Meski tak begitu jelas, bahu Juno terlihat tersentak kaget meskipun tipis. Ia tertegun memutar bola mata lalu bangkit. "Aaah, yaa ... ada yang harus aku lakukan." Juno bangkit meninggalkan Jenie dalam kebingunan.

"Eeiyy, gue masih ingin ngomong! Eeeiy!" Jenie melirik tas Juno yang ukurannya cukup besar. "Padahal mau pinjem tas dia ..." gumamnya menarik tas Juno. Ia telah memegang rusletin tas itu, tetapi dihentikan.

"Ah, tunggu dia datang aja." Jenie beranjak mengecek PR yang belum selesai dikerjakannya tadi pagi.

Kebetulan Revie baru saja sampai "Sob, pinjam PR-nya!" sorak Jenie sumringah.

*

*

*

Ketika pulang sekolah, Jenie menarik tas Juno dengan tiba-tiba. Melihat tindakan Jenie yang tiba-tiba, membuat Juno menarik tas itu secara kasar. "Tangannya bisa dikondisikan? Main serobot rampas milik orang lain aja?" rutuknya menyandang ransel itu dengan segera.

"Gue pinjam tas. Gue mau nitip angsa-angsa yang ada di laci."

"Sudah berapa kali aku bilang? Bicara padaku harus dengan sopan!" Suara Juno cukup kencang membuat siswa yang sudah bubar, melirik ke arah mereka berdua.

Beberapa bisikan kembali terdengar. Jenie mendengar bisikan tersebut menyugar rambut menjepitkan ke belakang telinga. "Ya, harus se sopan apa lagi?" Jenie memberi kode gerakan mata diputar beberapa kali.

Juno menyadari makna kode mata itu, melirik orang-orang si sekitarnya yang telah memperhatikan mereka. "Maksud gue, ya harus minta izin dong? Lo mau apa sama tas gue ini?"

"Itu, ada yang ngasih angsa kertas banyak banget. Lo lihat sendiri tas gue kecil. Gue mau titip ke dalam tas lo deh? Nanti gue ambil lagi kalau udah sampai rumah," terang Jenie.

Juno melirik meja Jenie. "Gak mau! Buang aja! Ngapain juga nitip sama tas gue? Emangnya gue tempat penitipan barang apa?"

Jenie memanyunkan bibirnya. "Masa dibuang? Itu kan dibuat dengan penuh cinta oleh seseorang buat gue," sungutnya.

Juno menatap Jenie dengan penuh arti. "Baru juga lembaran kertas, lo udah segitunya? Kagak usah! Buang aja!"

Juno berlalu diikuti oleh yang lain hingga kelas itu hanya menyisakan Jenie seorang diri. Kedua kaki Jenie dihentak kesal ke lantai. Lalu, ia kembali ke mejanya. Revie sudah duluan pergi karena ia dijemput oleh ibunya untuk pulang bersama. Kali ini Jenie benar-benar terasa sepi di kelas ini.

"Marcell, lo bikin gue repot aja?" rutuknya.

"Ekhemmm ...." Seseorang berdehem dari arah luar.

Jenie melirik kehadiran orang tersebut. Pada tangan laki-laki itu terlihat sebuah kantong bening yang cukup besar.

"Waaah, naaahh ... Ini pasti cukup." Jenie berlari kecil ke arah Juno lalu menarik benda berbahan plastik itu begitu saja.

Jenie segera memasukan angsa bewarna warni itu dan matanya terbelalak melihat benda itu sangat pas menampung semua angsa itu.

"Juuun, ini benar-benar pas? Kok bisa?

...****************...

Yuhuuu, ayooo mampir juga yaaaa

1
Anonim
entah kenapa cerita remajanselalu sepi
Qaisaa Nazarudin
Apa Marcell itu adalah Juno ya..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Lha kok Siska ngomong kek gitu,Seolah pernikahan adalah ajang percobaan,Katanya udah di jodohin dari kecil,harusnya di pertahankan..
Qaisaa Nazarudin
Jenie fokus aja ama sekolah,Hak baper dgn hubungan kalian,Biarkan mengalir seperti air..
Qaisaa Nazarudin
JUNO nerima ijabnya siapa? kalo gak di sebut nama penganten ceweknya apa SAH nikahnya?
Qaisaa Nazarudin
Ini lah akibatnya terlalu Ceroboh dan usil..
Qaisaa Nazarudin
Lha gak masuk akal banget,Tuh kan rumah orang,Ada ortunya Juno juga,Masa ia Jenie menjerit kedengaran sampe luar sana,Umah orang gedongan mah pasti gede,apalagi halamannya..gak bakalan kedengaran sampe ke jalan lho..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Berarti Juno emang udah ada rasa sama Jenie,Tapi Jenie nya gak..
Firgi Septia
si pelakor beraksi/Drowsy//Drowsy/
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
SoVay: halo kakak ya baik, mampir yuk ke karya baru aku judulnya: PERNIKAHAN YANG KETIGA

bantu ramaikan yuk kak
total 2 replies
Nur Adam
lnjut
Nur Adam
lnjjt
Bunda Salma
Juno dan Jenie bagai Tom and Jerry , tapi ajaibnya Juno justru bucin duluan ....setelah nikah banyak cara modusin si Jenie meski masih batas wajar tidak sampe ke adegan dewasa .... Absurdnya hubungan pasangan muda ini 😅
SoVay: halo Bunda, aku ingin mengenalkan karya baruku
judulnya: Menjadi Ibu Sambung
mampir dan dukung yuk Bunda ❤️
total 3 replies
Nur Adam
lnjjt
Bunda Salma
Dulu mereka masih remaja , masih dlm kendali orang tua meski telah sah dinikahkan , tp setelah dewasa harusnya Bunda rela melepas anak gadisnya bersama suaminya.
Nur Adam
lnjjy
Asiila Aliya
pasti juno
Nur Adam
lnjut
SoVay
sepertinya kita akan menamatkan cerita ini sebentar lagi, karena ceritanya sangat sepi dan mengsed. author mau cepat beralih pada yg baru
Nur Adam
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!