Menaklukan sebuah perasaan cinta seseorang, adalah hal yang mudah untuk seorang pria tampan dan berkharismatik seperti Ares.
Dia tidak pernah memaksa ataupun meminta siapapun untuk mencintainya, karena baginya sebuah perasaan tidak untuk dipaksakan, namun untuk dipermainkan.
Hingga suatu ketika, dirinya bertemu dengan seorang wanita yang mampu meluluhlantahkan kehidupannya.
Perasaan yang dulunya hanya untuk dipermainkan, kini dia mulai belajar langsung agar tidak lagi mempermainkan hati yang begitu tulus mencintainya.
Namun, seperti sebuah karma yang menimpannya. Saat ini, bukanlah lagi sebuah permainan hati dan perasaan melainkan sebuah permainan takdir yang menuntunya untuk kalah dalam kehidupan.
Apakah Ares mampu untuk menghadapi permainan takdir ini? Ataukah dirinya lebih memilih untuk menyerah dan mengakhiri dosa dari segala kesalahannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menganggu Ketenangan Mila
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Diana sama sekali tidak mengerti, apa yang harus dia lakukkan untuk menghilangkan rasa dendam di hati Ares. Namun sikap dan sifat Fredy juga sama sekali tidak memperbaiki kelakuannya. Dan terus saja seperti itu bahkan sampai Ares sendiri enggan menganggap papahnya itu sebagai orang tuanya.
Setelah mengobrol dengan Mamahnya tadi, kini Ares kembali mencari sosok pak tua itu. “Pak Karno?” Tanya Ares pada tukang kebunnya itu.
“Eh, iya Den.” Jawab Karno, yang melihat tuan mudanya itu menghampirinya.
“Bapak liat Papah saya gak Pak?” Tanya Ares pada Karno.
“Tuan Besar,” gumamnya mengingat, kemana Fredy tadi pergi.
“Tadi Tuan besar keluar dari sore Den, dan sampai sekarang saya tidak melihatnya lagi.” Jawab Karno, menjawab pertanyaan Ares.
Ares menganggukan kepalanya pelan, bertanya - tanya kemana bapak tua ini pergi dari sore. “Baiklah, Pak Karno terima kasih.” Balas Ares, lalu pergi meninggalkan tukang kebun sekaligus penjaga rumahnya itu.
Merasa sangat pusing, Ares memilih untuk pergi ke Club untuk menghilangkan perasaan pusingnya. Tapi sebelum dirinya sampai ke Club, Ares lebih dulu membelokkan mobilnya untuk ke rumah Mila.
Tintttt ,,,, tinnnnn, kelakson mobilnya dia bunyikan, agar Mila keluar dari rumahnya.
Tinnnttt ,, tinttt, bunyinya untuk ke sekian kalinya, “kemana anak ini?!” Tanya Ares kesal pada dirinya sendiri karena Mila tidak keluar - keluar.
Tintttttttttt, kelaksonnya panjang, membuat orang yang punya rumah keluar.
“Pak, bapak gila ya?! Klakson - klakson di rumah orang malam - malam, mau di usir sama pak Rt pak!” Pekik Mila ketika dia sudah keluar dan melihat mobil Ares berada di depan rumahnya.
“Temani saya sekarang!” Perintah Ares, tanpa merasa bersalah sedikitpun karena sudah membuat keributan.
“Temanin kemana pak?! Ini itu sudah malam, sudah bukan jam kerja saya lagi pak, jadi bapak lebih baik minta temanin yang lain aja pak, atau minta temanin pacar bapak deh sana.” Tolak Mila, tidak mau menuruti perintah Ares yang sudah di luar jam kerja.
Pasalnya, mereka saja baru pulang tadi, dan Mila bahkan baru selesai masak untuk dirinya sendiri, dan belum sempat memakannya, tetapi Ares datang dengan mengacaukan semuanya, apa lagi langsung mau membawa dirinya pergi.
Lagi - lagi, Ares yang tidak menerima penolakan, kini langsung turun dari mobilnya dan pergi menarik tangan Mila. “Kamu bukannya sudah tahu saya tidak suka di bantah! Tapi kenapa selalu membantah?!” Ketus Ares dengan kesal.
“Pak, bapak mau bawa saya kemana pak, ya Ampun, Pak.” Elaknya, merontah mencoba melepaskan tangan Ares dari pergelangannya. Tetapi sepertinya pria itu memilih untuk menulikan pendengarannya, dan tetap saja memaksa Mila untuk masuk ke dalam mobilnya.
“Pak, bapak bisa saya laporkan loh pak, atas perbuatan yang tidak menyenangkan.” Ancam Mila, ketika ke duanya sudah berada di dalam mobil dan Ares juga sudah melajukan mobilnya keluar.
“Perbuatan Tidak Menyenangkan Pasal 355 KUHP mengatur tentang perbuatan memaksa orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dengan ancaman kekerasan atau kekerasan berbunyi, ‘Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain, Barang siapa memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu dengan ancaman pencemaran atau pencemaran tertulis, Dalam hal sebagaimana dirumuskan dalam butir 2, kejahatan hanya dituntut atas pengaduan orang yang terkena."
Frasa "perbuatan tidak menyenangkan" dalam Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP telah dihapuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 1/PUU-XI/2013. MK menyatakan bahwa frasa, "Sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan" dalam pasal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Sehingga, Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP selengkapnya berbunyi, ‘Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.” Jelas Mila dengan panjang kali lebar pada Ares, yang malah terlihat malah tidak seperti mendengarkannya.
“Pak, bapak dengar tidak sih pak apa yang saya katakan?!” Tanya Mila dengan begitu kesal.
Ares menoleh sejenak melihat ke arah Mila, “Untuk apa kamu membicarakan Pasal Undang - Undang serta tuntutannya kepadaku? Memangnya apa yang saya lakukkan sampai kamu mengancamku dengan pasal yang seperti itu?!” Tanya Ares, mempertanyakan Mila, tentang pasal apa yang akan dia tuntutkan.
“Bapak sudah menganggu kenyamanan saya dan acara makan malam saya pak! Dan itu namanya perbuatan yang tidak menyenangkan pak.” Jawab Mila dengan penuh penekanan, membuat Ares hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing.
“Astaga Mila, aku takut dengan tuntutan itu.” Seru Ares, pura - pura merasa khawatir. Namun detik selanjutnya dia kembali memasang wajah datarnya, kembali membuat Mila semakin menahan amarahnya.
“Ternyata kalau orang lapar juga bisa hafal tentang undang - undang ya.” Gumam Ares, tanpa memeperlihatkan perasaan takutnya pada tuntutan Mila, dan tanpa perduli semua yang Mila ucapkan, meskipun wanita itu menyebutkan semua pasal - pasal undang - undah Kuhp atau apalah terserah, yang jelas malam ini Ares butuh Mila untuk menemaninya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
hehehe😊😊😊
ibu n anak sama2 jahat