Tidak ada pilihan terbaik untuk orang susah yang mengharapkan uang untuk menyelamatkan salah satu anggota keluarga nya. Senja rela menikah dengan Cakra dimana mereka sama-sama berusaha untuk mendapatkan keuntungan antara satu dengan yang lainnya.
Cakra hanya membutuhkan Senja sebagai istri untuk menggantikan sosok istri nya yang telah meninggal dan melahirkan anak untuk dirinya sebagai penerus kejayaan atas tekanan orang tua. Sedangkan Senja membutuhkan uang untuk biaya operasi orang tua nya.
Senja dan Cakrawala itu tidak pernah terpisah, lalu bagaimana bisa kita tidak bisa bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hye seung "eva", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pungguk merindukan bulan
Begitu Senja naik ke dalam mobilnya bisa dilihat Nabila cukup khawatir meninggalkan Senja pada Rudi, entahlah mungkin hanya perasaan nya saja tapi bagi Nabila cara Rudi menatap Senja terlalu berbeda.
"Hati-hati dijalan, ingat kalau butuh sesuatu hubungi kakak"
Nabila bicara cepat ke arah senja sembari bola matanya menatap dalam wajah gadis yang ada di hadapannya tersebut, kemudian dia melirik ke arah Rudi untuk beberapa waktu.
"bawa mobilnya tidak usah ngebut-ngebut dan lagi tolong jaga Senja dengan baik, dia nyonya kamu maka berlakulah dengan sopan seperti kamu memperlakukan aku dan Cakra"
perempuan itu berusaha untuk memperingati Rudi, mengingatkan laki-laki tersebut agar tidak melakukan sesuatu di luar kapasitasnya.
laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali.
"setelah mengantar senja langsung pergi ke perusahaan mengambil berkas-berkas untuk diantarkan pada Cakra, aku menghitung waktunya dengan baik jangan sampai terlambat"
lanjut perempuan itu lagi kemudian lantas dia menutup pintu di mana senja duduk saat ini, dia membiarkan senja duduk di bagian belakang tidak mengizinkan sama sekali gadis itu duduk di samping Rudi.
begitu pintu tertutup Senja menurunkan kaca mobilnya kemudian melambaikan tangannya pada perempuan tersebut.
"Aku pamit pulang kak, assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
dan begitu kata waalaikumsalam diucapkan oleh Nabila, mobil tersebut secara perlahan mulai melaju bergerak menjauh dari kediaman tuan Gunawan dan nyonya Niar.
tidak ada percakapan sama sekali yang terjadi di antara Rudi dan senja waktu yang begitu lama, seolah-olah mereka lalu dalam pemikiran masing-masing.
hingga pada akhirnya Rudi mengeluarkan suaranya.
"apa dia memperlakukanmu dengan baik?"
sebaris tanya itu meluncur dari bibir laki-laki tersebut, dia mengintip dari cermin tengah mobil yang dia bawa, memperhatikan wajah Senja sesekali dari sana.
mendengar pertanyaan dari laki-laki yang ada di depan tersebut seketika membuat senja menoleh ke arah depan.
"sudah lebih dari 3 tahun abang tidak pulang, bapak sering berkata dia merindukan Abang"
Alih-alih menjawab pertanyaan yang diluncurkan Rudi pada dirinya, senja lebih suka membahas tentang hal yang lainnya.
mendengar ucapan dari senja Rudi diam sejenak, bola matanya fokus menatap ke depan sembari telapak tangannya menggenggam orang setir mobil yang ada di hadapannya.
"aku pikir bapak tidak merindukanku"
jawab laki-laki itu pelan.
mendengar apa yang dikatakan oleh Rudi sejenak membuat senja membuang pandangannya, dia memilih menatap ke arah sisi kanan kaca mobil tersebut, menyandarkan kepalanya di pintu mobil sembari jari telunjuknya melukiskan sesuatu disana.
Gadis itu diam sama sekali tidak bicara, membiarkan pemikirannya berkelana sejenak entah ke mana.
"tidak ada orang tua yang tidak sayang pada anaknya, bahkan semarah-marahnya emak sama Abang, emak sering menangis karena merindukan Abang"
lagi keheningan terjadi, Rudi memilih melajukan terus mobilnya, sesekali dia menatap kearah matahari pagi yang mulai menerpa kaca mobil depan nya, rasa hangat menjalar di bagian pipi dan sebagian tubuhnya.
"tapi meskipun emak merindukanku, emak tetap begitu membenciku kan? emak masih menganggap apa yang aku lakukan di masa lalu sebagai sebuah kesalahan fatal dalam keluarga kita"
Rudi mulai bicara lagi, berat tapi keluar juga dari tenggorokan nya.
"Semua tidak sepenuhnya salah Abang, sejak awal Senja yang salah, menaruh hati dan memberi jalan"
Senja menyahut pelan, masih membiarkan jemari nya melukis di kaca jendela, membentuk hati dan menuliskan kata I love you di sana.
Masih ingat bagaimana masa lalu berjalan, dia mencintai Rudi, laki-laki yang adalah kakak laki-laki nya sendiri, lupa kalau emak mengulurkan tangannya sejak kecil merawat Senja dan April dengan tulus setelah ibu kandungnya meninggal setelah melahirkan Aprilia.
Wanita tua itu memasangkan dia, April dan Rudi menjadi 3 saudara dalam ikatan pernikahan dengan bapak kandung senja.
Bapak tidak pernah menganggap Rudi sebagai anak sambung, dan emak tidak pernah menganggap senja juga April juga sebagai anak sambung nya.
bagi kedua orang tua mereka, senja, April dan Rudi 3 saudara tidak terpisahkan, mereka kakak dan adik meskipun lahir dari orang yang berbeda.
dia dan April menyusu dari wanita tua itu dulu, jadi bagaimana bisa dia berharap bisa menikah dengan Rudi yang merupakan saudara sepersusuan nya? yang bahkan emak Rudi sudah menjadi istri kedua setelah ibu nya meninggal dari bapak nya.
Cinta nya terlalu naif, memaksa sesuatu yang tidak pantas untuk terjadi.
Ketika Rudi menyerah Senja masih memaksa, ketika Senja menyerah pada akhirnya Rudi meminta, kemarahan emak terlalu menjadi-jadi, bagi emak api tidak menyala tanpa ada asap nya, Rudi adalah pokok persoalannya karena itu emak memutuskan membuang Rudi dari kehidupan mereka, melepaskan anak kandungnya demi anak yang bukan anak kandung nya.
"Maafkan aku, bang"
Senja bicara sambil meneteskan air matanya, dia menahan Isak tangisannya dibelakang sana, berharap Rudi tidak melihat air mata di matanya.
Masih kah dia mencintai laki-laki tersebut?.
Masih.
bahkan kalau ada yang bertanya sebesar apa, dia tidak berani mengukur lebar nya, jika ada yang bertanya sedalam apa, dia tidak kuat menakar nya.
"Benar-benar maafkan aku"
Ulang nya lagi sambil terus memecah air matanya, dia tidak kuat menahan rindu, ingin sekali memeluk Rudi sejak di awal mereka bertemu, 3 tahun bukan waktu sebentar berpisah tanpa kabar, melihat Orang yang dicintai nya bekerja untuk suami kontrak nya bayangkan bagaimana hancurnya hati senja.
Pertama melihat Rudi dari atas tangga ingin sekali dia memekik histeris, berlarian memeluk laki-laki itu kemarin, tapi begitu melihat kak Nabila dia mematung dan membeku, Membiarkan hati tidak memberontak meskipun rindu menjadi-jadi.
Bahkan sekarang pun ingin kembali memeluk, tapi satu peringatan awas dari akal warasnya terus berjalan dan bekerja.
Kau sudah punya suami senja, istighfar sebanyak-banyaknya.
Lalu bagaimana cara dia menahan hatinya yang tidak baik-baik saja? dia cuma bisa berkata maaf berulang kali dan berharap segala sesuatu saat ini cuma mimpi.
Rudi mencoba tidak menangis, menggenggam erat stir mobilnya sambil berusaha menatap fokus kedepan, jangan ditanya bagaimana rasa hati nya saat ini, dia terluka, patah tapi aneh nya sama sekali tidak berdarah.
Orang yang dia cintai telah dimiliki orang, memasang jarak dalam membuat mereka tidak bisa saling melepaskan kerinduan.
dia ingin berkata betapa dia merindukan Senja selama bertahun-tahun ini tapi lidahnya kelu untuk mampu mengatakan nya.
"Seandainya... seandainya aku dan Cakra bercerai, masih bisakah kita bersama?"
Tiba-tiba sebaris tanya tersebut keluar dari bibir mungil Senja.
Rudi tidak bergeming, terlihat diam membisu sambil mengencangkan pegangan nya pada setir mobilnya.
tdk vulgar
walo bikin bingung krn alur maju mundur
tp suka banget dgn ending nya....
memang g ada yg bisa melawan takdir...
love it. semoga ada bacaan yg bagus lagi....
senja jadi cinta terakhirnya Cakra
you make me cry😭😭😭😭😭
parah pokoknya.. keren banget...!!!
cerita full romance tapi tetap terselip misteri dan teka-teki ciri khas mak othor..
speechless g tau mau komen apa, yg pasti ceritanya bikin baper parah..!!!
novel ini lgs jadi novel kedua terbaik setelah Gao-Ayana (tetep ter the best, hehe)..
baca novel ini rasanya perasaan diaduk-aduk g karuan..
berawal dari sebel, terus jadi penasaran, berkembang jadi berbunga-bunga, tapi berubah jadi tegang, haru, termehek-mehek dan pada akhirnya berakhir bahagia untuk semua orang.. 🥰🥰🥰😘😘
keren abis pokoknya mak othor, bisa banget bikin novel kayak gini..
tapi masih penasaran sama hubungan Hesty-Anggara, kayaknya udah balik lg ya..
pas operasinya Rudi itu udah balik kayaknya, soalnya Hesty kan termasuk wanita yg teguh prinsip..
waktu ngunduh mantu Cakra-Senja aja masih belum mau disentuh, lah ini malah udah mau dipeluk..
trus penasaran sama nasib Riana jg gak dijelasin ma mak othor.. kasian benarnya, anak salah asuhan..
anyway, moga2 sehat selalu ya mak..
tetap semangat berkarya di manapun berada dan semoga sukses terus ya mak.. 💪🏻😘🥰😍🤩