-TAMAT-
aku gak menyangka, malam itu. malam yang sangat tidak ingin aku ingat kembali. malam yang sangat aku benci. malah memberikan aku sekaligus dua kehidupan di dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. tapi yang jelas aku sangat menyayangi mereka walau aku membenci malam itu. - Jeslyn Casey
Holla-Holla!!!!!!
jangan lupa baca cerita pertama ku yaaa, judulnya FAKE NERD.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Zalianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Enam
"lu ngapain disini?" tanya Airlangga yang sudah mulai berbicara santai.
"mau nemuin ortunya Ros" ucap Trian.
"Betewe jangan lupa datang lu ya, acara tunangannya di sini tapi nikahan gua nanti di Indonesia" lanjut Trian.
"sibuk gua" ucap Airlangga dengan santai.
"jahat lu sama gua, untung lu udah gua anggep kaya temen gua sendiri" ucap Trian kesal.
"emang lu temen gua?" tanya Airlangga, Trian pun langsung melempar tisu ke arah Airlangga sayangnya tisu itu tidak mengenai Airlangga.
"ke Mall kuylah" ajak Trian dan langsung di setujui Airlangga.
"lu yang nyetir, gua males" Trian pun langsung memberikan kunci mobil miliknya ke Airlangga.
Mereka pun langsung pergi menuju Mall yang jaraknya tidak lebih dari 10 menit. Suasana di dalam mobil begitu hening karena Trian yang sibuk dengan Hp nya dan Airlangga yang fokus ke jalanan.
Mereka pun menghabiskan banyak waktu saat di Mall, mulai dari bermain game, berbelanja untuk Bunda nya Airlangga, atau nongkrong di salah satu restauran yang ada di mall itu.
-----
Hari semakin siang, namun Jeslyn masih betah di dalam ruangannya dengan di temani setumpuk berkas-berkas yang berharga ratusan juta itu. Sudah 6 kali Vina sekretarisnya membuatkannya coklat panas, Entah mengapa tumpukan berkas-berkas itu tak pernah berkurang bagi nya.
Dia sangat fokus sekali dengan berkas-berkas itu, bahkan Handphone nya yang sudah beberapa kali berbunyi pun di hiraukan nya.
tok tok tok
Dibuka nya pintu menggunakan remote digital yang sudah di rancang dan pintu itu pun terbuka dengan sendirinya.
(dia ngomongnya pakai bahasa Korea ya)
"ada apa?" tanya nya tanpa melihat ke orang itu.
"yak! sopan sekali kau berbicara dengan ku tanpa melihat ke arah ku!" omel orang itu yang ternyata sang Imo nya (orang yang Jeslyn telpon saat di perjalanan).
"ah imo, maafkan aku" ucap Jeslyn dan dia pun langsung bangkit dari kursi nya tak lupa dia membungkuk kan badannya.
"kali ini aku maafkan kau" balas Aera atau lebih tepatnya Kim Aera.
Kim Aera pemilik gedung yang berkelola di bidang pendidikan, bukan sekolah melainkan tempat Bimbingan Belajar yang sangat terkenal di kota Seoul. Usaha yang dia rintis dari nol dengan nama Aer'Gwaoe, semua orang selalu berminat untuk les disana, karena semua mata pelajaran tersedia bahkan pelajaran yang ada di seluruh negara pun ada di tempat itu. Tentu saja itu karena pengetahuan Aera yang begitu luas dan berkat para pembimbing dari negara luar yang di pilih Aera.
Skip
"ada apa Imo datang kesini?" tanya Jeslyn setelah mempersilahkan Aera duduk di sofa yang tersedia.
"tidak ada, hanya rindu dengan keponakan ku yang imut ini" ucap Aera dengan nada lembutnya.
"Imo ingin minum?" tawar Jeslyn.
"boleh, aku ingin Soju kalau ada" kekeh Aera.
"kau masih sama saja Imo, setia dengan minuman Soju itu" canda Jeslyn, Dia pun menghubungi Vina agar membawa 1 Botol Soju ke ruangannya.
"tentu saja, bagaimana dengan Perusahaan sekarang ini?" Tanya Aera.
"ya bisa dilihat sekarang, berkas-berkas itu semakin menumpuk tak pernah habis" keluh Jeslyn.
"lalu tempat bimbingan belajar mu bagaimana, Imo?" lanjut Jeslyn bertanya. Belum sempat Aera menjawab pintu ruangan Jeslyn di ketuk dari luar.
tok tok tok
Seperti Aera datang, Jeslyn memencet kembali remote digital yang ada di meja nya. Dan masuklah Sinta dengan membawa 1 botol Soju dan 2 gelas kecil kosong.
"Imo, kenalkan dia Sinta. Orang yang aku pinta untuk kamu ajarkan" ucap Jeslyn menjawab wajah penasaran Aera.
"dan Sinta, ini Aera, orang yang akan mengajarkan kamu. Panggil saja Imo" lanjut Jeslyn namun dia menggunakan bahasa Indonesia.
"oho, kenapa temanmu sangat cantik huh?" ujar Aera tentu dengan nada bercandanya. Sinta yang mendengar pujian Aera hanya tersenyum dan mengucapkan Terimakasih.
"duduklah dulu disini Sinta" titah Aera, Sinta yang sedikit mengerti ucapan Aera pun menurut saja.
"jangan minum terlalu banyak. Imo selalu saja menyusahkanku jika sudah minum Soju yang banyak" ucap Jeslyn memperingati Aera, Aera pun hanya mengangguk saja.
"kau tidak minum Jes?" tanya Aera ke Jeslyn.
"tidak, aku sedang menjaga badan ku walau sebenarnya dibolehkan minum" tolak Jeslyn membuat Aera kebingungan.
"apa maksudmu?" tanya Aera, Jeslyn melirik Sinta untuk meminta tolong agar membantunya menjawab.
"emm.. dia sedang hamil, Imo" ucap Sinta Aera pun langsung melototkan matanya dan minuman nya pun di semburkannya tidak sengaja.
byurr...
"YAK, APA MAKSUDMU!" teriak Aera sangat kencang bahkan dia sampai berdiri dari duduknya.
'untung ruangan aku kedap suara' batin Jeslyn.
'telinga gua masih sehatkan?' batin Sinta.
"tenanglah Imo, dia tidak sengaja melakukannya dengan pria brengsek" ucap Sinta menenangkan Aera, Aera bukannya semakin tenang dia malah semakin marah.
"siapa yang sudah merusak ponakan ku huh!?" ucapnya dengan emosi yang tertahan.
"Imo, duduklah dulu, lupakan persoalan ini. Aku sudah melupakan orang itu" kini Jeslyn berbicara setelah melihat Aera yang mulai meredakan emosinya.
Aera pun duduk, di tegakkannya Soju dari botolnya. Dan setelah beberapa menit terdiam, dia pun sudah tidak emosi lagi, tapi dia sudah mulai terbawa suasana efek minuman itu sepertinya. Percayalah, Aera sudah menghabiskan 1 botol Soju itu dalam beberapa menit saja.
"ck. menyusahkan saja dia" gumam Jeslyn dengan kesal.
"Imo! Yak! Jangan menghabiskan Soju itu" pekik Sinta, namun sayang, Aera sudah menghabiskannya duluan.
"aku ingin 1 botol lagi" pinta Aera, dengan cepat Jeslyn menggeleng.
"ayolah, aku sangat emosi saat ini" mohon Aera tapi Jeslyn tetap menggelengkan kepalanya.
"Sinta, bawakan aku 1 botol lagi" kini Aera meminta ke arah Sinta.
Sinta yang hendak bangun dari duduknya langsung di tahan Jeslyn.
"bantu aku" titah Jeslyn, Sinta yang tidak paham pun melirik Jeslyn dengan kening berkerut.
"bantu apa?" tanyanya.
"bantu bawa Imo ke kamar ku" jelas Sinta.
"dimana kamarnya?"
"itu" Jeslyn pun menunjuk ke sebalh kanan yang terdapat sedikit lorong dan di ujungnya ada pintu berwarna abu.
"oke" setuju Sinta.
Mereka pun membawa Aera yang selalu meracau meminta 1 botol Soju namun Jeslyn dan Sinta membiarkannya saja. Jahat? Memang, dari pada dia semakin mabuk lebih baik di diamkan, itulah ucapan Jeslyn ke Sinta saat mereka sedang membawa Aera ke kamar.
Dengan sekuat tenaga, mereka pun berhasil membawa dan memindahkan Aera di kamar pribadi milik Jeslyn.
Sinta sempat terperangah akan kamar pribadi milik Jeslyn yang di dominasi akan warna abu itu.
"lu suka warna abu Jes?" tanya Sinta.
"enggak, inikan dulu nya punya Papah. Jeslyn males ganti nya" jawab Jeslyn, Sinta pun mengangguk - angguk mengerti.
----Bersambung----
Maakan kalau masiha da Typo karena Author sudah berusaha keras memperbaikinya:)
**jangan lupa tinggalkan Like dan Komen terbaik kalian:***