Alena Axelia Manuelo, seorang gadis cantik yang bersemangat, lugu, ceria dan polos. Di balik semua itu, dia selalu menyembunyikan bakatnya, agar dia tidak dijauhi oleh kakaknya yang merasa iri padanya.
Harus merasakan patah hati ketika melihat sahabatnya dan kekasihnya saling bercumbu di apartemen miliknya.
Kecewa?
Itu pasti
Sakit hati?
Juga pasti
Tidak cukup merasakan patah hati karena dikhianati, seolah takdir mempermainkannya, Alena mendapatkan kabar jika dirinya tidak lagi diinginkan di dalam keluarga Manuelo, karena dia bukanlah darah daging keluarga Manuelo, dia hanya seorang anak angkat yang dipungut oleh keluarga Manuelo.
Hatinya hancur, dalam sehari nasibnya berubah begitu saja, dia bahkan harus mati di tangan seorang perampok yang dikejar oleh beberapa massa.
Ya, dia mengakhiri hidupnya tepat di usia 20 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pilihan Lea
Setelah makan malam, mereka mengobrol sebentar dan kembali ke kamar masing-masing, sedangkan Aluna mengikuti Alena, mereka tidur di kamar yang sama.
Keesokan harinya, aktifitas mereka seperti biasa, bangun pagi dan berlari di sekitar komunitas, melanjutkan olahraga ringan di gym kecil, lalu kembali untuk mandi.
Semua aktifitas pagi selesai tepat jam sembilan, dan hal yang paling menjengkelkan adalah musim panas.
"Jadi hari ini apa rencana kita?"
Aluna bertanya dengan penasaran, dia belum melihat Alena dan yang lainnya pergi ke sekolah, jadi dia agak bingung.
"Tetap di rumah, suhu di luar sangat panas, lebih baik di rumah menghabiskan es krim sambil menonton."
Setelah sarapan, Lea tidak bergabung dengan yang lainnya seperti biasa.
Dia tetap di kamar miliknya dan menatap telepon di tangannya. Menarik napas dalam-dalam, dia kemudian membulatkan tekadnya untuk menghubungi nomor tersebut.
Nada tunggu ketika menelpon, membuat Lea sangat gugup, tangannya sudah basah oleh keringat.
Ketika nada tunggu berubah menjadi suara seorang pria paruh baya yang agak serak, reaksi Lea cukup lambat.
Air mata telah mengalir membasahi pipinya dan tangannya yang lain mencengkram sprei.
"Ayah, ini Lea."
Ada keheningan di seberang, tapi Lea semakin gugup. Setelah mengalami hal buruk selama dua tahun, dia tidak pernah segugup sekarang.
Beberapa saat kemudian, Lea mendengar suara isakan dan tawa secara bersamaan dari seberang.
*Lea, di mana kamu? Mengapa baru menghubungi ayah?*
"Ayah, untuk saat ini, Lea hanya bisa memberitahu kabar Lea. Dua tahun ini sulit, Lea tidak memiliki kesempatan untuk menghubungi Anda, tapi Ayah, Anda harus yakin, Lea baik-baik saja. Namun, ke depannya, Lea tidak akan menggunakan nama keluarga Louis dan ayah, Anda harus berhati-hati pada istri Anda, dia bukan wanita baik, jika urusan Lea sudah selesai, Lea akan mendatangi Ayah secara pribadi. Jadi ayah, jaga kesehatan Anda! Jangan beritahu siapa pun jika Lea menghubungi ayah!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Lea langsung mematikan telepon dan membuka nomor kartu dan mematahkannya.
Dia tidak boleh menghubungi keluarganya sesering mungkin. Dia tidak mau ayahnya dalam bahaya.
Bisa saja kelompok yang menculik mereka telah mendapatkan informasi pribadi mereka sejak pertama kali diculik
Walaupun dia sedih karena tidak bisa melihat ayahnya, dia tetap harus membuat pilihan.
Dia tidak akan kembali jika organisasi itu tidak musnah, tidak hanya dia, tapi juga Alena dan yang lainnya tahu, betapa berbahayanya organisasi yang menculik mereka.
Untuk saat ini dia hanya mengambil pilihan untuk menjadi bagian dari keluarga Moran. Selangkah demi selangkah untuk menjadi kuat dan mampu melindungi orang yang dia sayangi.
Dia juga memiliki keinginan kasar untuk bergabung dengan militer, tapi itu akan dia putuskan setelah bergabung dengan keluarga Moran.
Jika dia telah resmi menjadi bagian keluarga Moran, dia bisa melindungi ayahnya secara diam-diam.
Dia berbeda dengan Alena dan yang lainnya. Keluarga mereka telah menyerah untuk mencari mereka, tapi dia, dia masih memiliki ayah yang selalu mengkhawatirkan dirinya sendiri.
Menarik napas dalam, dia keluar dari kamarnya.
"Bagaimana?"
"Kak Ron, aku hanya memberitahu ayah jika aku sehat dan tidak akan menggunakan nama Louis, aku tidak ingin ayah dalam bahaya."
Alena dan yang lainnya mengangguk setuju, mereka tidak boleh gegabah dan Lea tidak boleh selalu menghubungi ayahnya, itu juga demi keselamatan ayah mereka.
Organisasi yang menculik mereka bukan organisasi biasa, melatih pembunuh dengan cara mengerikan seperti itu, sudah sangat keterlaluan.
Mereka mungkin berhasil kabur dari markas busuk itu, tapi itu hanya salah satu markas untuk melatih pembunuh baru, dan bukan markas utama.
Mereka tahu dari mulut Arion, jika Organisasi tersebut adalah Tengkorak Iblis, dan organisasi tersebut menduduki 10 besar di peringkat berbahaya, dan telah masuk daftar hitam pihak militer dari berbagai negara.
Tidak hanya negara M, kemungkinan Tengkorak iblis ini memiliki markas di berbagai negara.
"Ya, kita harus selangkah demi selangkah, tujuan kita bukan hanya untuk balas dendam, tapi melindungi mereka yang peduli."
Aluna yang mendengarkan dari tadi tidak mengerti, tapi dia tahu jika Alena dan yang lainnya dalam bahaya hidup kapan saja. Dia tidak bertanya, tapi memutuskan untuk menjadi kuat, dia tidak ingin kehilangan Alena untuk kedua kalinya.
"Hitung aku juga."
Semua menatap Aluna dan mereka tersenyum. Sovereign saat ini tidak hanya berjumlah tujuh orang, tapi delapan orang.
Mereka juga memutuskan, jika mereka keluar rumah, mereka akan mengenakan topeng dan tidak memperlihatkan wajah asli mereka.
Mereka juga tidak akan memperkenalkan nama asli mereka pada orang asing dan tentu mereka harus memiliki nama samaran.
Mereka terus berdiskusi, tentang nama yang akan mereka gunakan di depan umum, mereka tahu, keluarga Moran bukan keluarga kecil, terlebih mereka telah mengetahui secara rinci tentang keluarga Moran.
"Jadi, putuskan kode milikmu mulai saat ini!"
"Aku akan menggunakan kode Roselina." Lea lebih dulu mengatakan nama kode miliknya, jika Roselina cukup merepotkan, mereka bisa menyebutnya Rose.
"Rain cukup bagus sebagai kode." Stuart juga telah memutuskan nama kode miliknya.
"Sebut saja aku Leon." Jo berkata sambil tersenyum.
"Panggil aku Ace." Adam tidak terlalu repot dengan nama kode miliknya
"Ya, aku hanya akan menggunakan nama Amor." Levi dengan senyum centil dan memikat.
Semua yang ada di ruangan memutar mata mereka bosan.
"Kalian boleh memanggilku Poppy."
"Panggil Aku Amethyst." Bibir Aluna melengkung dengan senyum lembut dan memandang Alena yang menggunakan nama Poppy.
Karena nama kode mereka telah ditentukan, jika ada orang luar, mereka akan menggunakan nama kode mereka, jika hanya orang dalam, mereka akan menggunakan nama asli mereka.
Mereka bahkan tidak tahu jika Frangky Moran melindungi informasi pribadi mereka dengan perlindungan tingkat SSS dan berencana untuk meminta mereka untuk membuat nama kode mereka.
Tidak mudah melarikan diri dari organisasi besar dan berbahaya sepeti itu. Sekalipun bisa bebas dari markas penyiksaan, mereka masih akan terus diburu oleh orang-orang kejam seperti itu.
Beruntung, Frangky tidak pernah mengumumkan Aluna pada semua orang, dia hanya menyembunyikan Aluna dan memanjakan Aluna. Dia berencana melatih Aluna terlebih dulu sebelum mengumumkan identitasnya, tapi dia tidak menyangka akan bertemu kembaran Aluna dan memiliki cucu tambahan lainnya. Jadi untuk menyadarkan tujuh orang tersebut, dia akan mengumumkan identitas mereka secara bersamaan ketika hak asuh telah berada di tangannya.
Dia juga tahu, anak-anak yang telah diculik itu memiliki keterampilan membunuh, jadi dia akan tenang menyerahkan pasukan Anbu pada salah satu dari mereka.
Dia sudah sangat tua, tapi masih mengurus banyak bisnis, dia juga kelelahan.
......
harusnya ada keuntungan dong dari penculikan ini 1000 anak bruh .. lumayan tuh organnya..kalo untuk memilih pasukan kuat udah dapet 7 anak
tapi bukannya dunia tmpt jinlien berpindah (dr jiangnan) itu dunia buatan lord tertinggi yg mirip dunia modern ya?
berrti di dunia tiruan ini kehidupan masih berlanjut?
tapi kalo zombie masuk cerita yg buat pangkalan itu kan?
cerita ini nyambung ke dua novel berrti
alena tipe licik tapi lembut (?)