NovelToon NovelToon
Dosenku Majikanku

Dosenku Majikanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Dosen
Popularitas:353.6k
Nilai: 5
Nama Author: Choi Nna

Jauh di negara Italia, kisah antara mantan jaksa yang mengubah profesi menjadi seorang dosen dengan seorang mahasiswi fakultas hukum yang tak lain ialah pembantu di rumahnya, mengawali hubungan sebagai dosen dan mahasiswi membuat keduanya sering bertemu. hingga akhirnya tumbuhlah benih cinta di antara keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi Nna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

CUP...

Mike mengecup kepala Nana. Nana hanya diam tersenyum, bukan tanpa alasan, Nana selalu berpikir bahwa, perilaku unclenya itu hanya sebatas kasih sayang daam keluarga seperti pada umumnya.

"Iya uncle, selamat malam." Nana kemudian keluar menuju dapur dan terus kekamarnya.

*

*

*

"Sayang! Ini hadiah ke dua ku untukmu." Laura memberikan sebuah kotak kecil yang berisi sebuah kalung dan cincin.

Dibagian dalam cincin itu, ada tulisan "T & L". Tentu saja itu adalah inisial nama mereka.

Kemudian sebuah kalung silver, maniknya berbentuk not musik.

"Terimakasih banyak sayangg... Tapi mengapa kalungnya berbentuk ini?" Tanya Torres.

"Agar setiap Daddy melihatnya, daddy bisa mengingat bahwa daddy juga punya kegemaran dengan musik, agar daddy jangan terlalu fokus memikirkan pekerjaan. Mommy mau, daddy sesekali mengisi waktu luang daddy dengan apa yang daddy sukai." Jelas Laura.

"Terimakasih sayangg.. kau sangat pengertian padaku.. tapi tidak ada yang lebih membuat daddy senang selain pulang kerumah dengan keadaan selamat dan sehat untuk bertemu kalian semua setelah perjalanan jauh. Bisa pulang kerumah saja membuat daddy sangat bahagia."

"Tapi tetap saja daddy, perasaan daddy akan berbeda ketika melakukan apa yang daddy sukai, sesekali bermain musik lah atau bernyanyi, itu akan membuat daddy lebih rileks."

"It's okay darling." Torres mengecup kepala Laura yang sedang terbaring didadanya.

"Oh yah? Kado dari anak-anak dan ibu dimana?" Laura bangun dan mencari kado yang Nana tadi bawa.

"Disana, samping lemari sayang." Ucap Torres kemudian bangun dan duduk dibibir ranjang."

Laura datang dan membawa ketiga kado itu.

"Kira-kira Mike ngasih Daddy apa yah?" Laura menyerahkan hadiahnya pada Torres untuk Torres buka.

"Jam tangan ternyata, sangat bagus. Lihatlah sayang... Dia bahkan memberikan tanda tangannya disana.. hahah.. Mike, Mike. Dia sangat lucu." Ucap Torres tertawa ringan memperlihatkan tanda tangan Mike dibagian dalam jam itu.

"Ahh... Aku sangat merindukan Mike ku yang kecil." Ucap Laura mengelus tanda tangan Mike di jam itu.

"Kira-kira isi kado Nana apa yah?" Torres kemudian beralih pada paper bag milik Nana kemudian membukanya.

"Ya ampun.... Hahaha.. ternyata sunglasses, dari mana dia tau Daddy suka sunglasses.. oh dia juga menulis sebuah surat." Mike meletakkan kacamata itu dan beralih pada sebuah surat yang dilipat.

|Selamat ulang tahun daddy! Semoga Daddy suka hadiahnya, aku tidak tau ingin memberikan apalagi pada daddy, aku ingin membelikan Daddy jam tangan tapi uncle Mike bilang dia juga akan membelikan Daddy jam tangan, jadi aku membelikan Daddy sunglasses, daddy bilang suka dengan sunglasses karena sering kena silau matahari. Daddy! Ingatlah aku saat kau memakainya. Aku menyayangimu Daddy.|

Nana.

"Ohh... Kata-katanya sangat manis.." ucap Laura.

"Apakah Nana secara tidak langsung mengatakan bahwa ia mengalah pada unclenya?" Ucap Torres.

"Itulah yang membuat mommy menyukainya." Jawab Laura.

"Oke terakhir hadiah dari ibu." Laura memberikan kado Messina pada Torres.

"Kotaknya besar sekali, apakah ibu membelikan ku penanak nasi?" Ucap Torres bercanda dan Laura ikut tersenyum.

Mike membuka kotak besar itu, ternyata ada dua kotak lagi didalamnya.

"Ibu ada-ada saja. Hahah.." ucap Laura, menurutnya kado Messina sangat unik dan lucu.

Torres membuka kotak yang lebih besar.

"Ya ampun. Mereka ini? Hahaha... Siapa yang memberi mereka ide sekonyol ini? Hahaha...." Torres tertawa diikuti oleh Laura yang melihat isi kotak itu.

Isinya adalah dua pasang kaos kaki. Mike, Nana, dan Messina memberikan tanda tangan mereka disetiap kaos kaki itu. Mike menandatangani satu buah kaos kaki, begitu juga dengan Nana dan Messina. Kemudian pada kaos kaki ke empat, mereka bertiga menandatangani itu, ditambah dengan beberapa emoji.

"Kasihan ibu yang harus mengikuti kekonyolan anak-anak keras kepala ini. Hahah" ucap Laura yang masih tertawa.

Torres kemudian membuka kado yang lebih kecil dari sebelumnya.

"Aahh... Power bank." Ucap Torres mengambil power bank itu.

"Ada suratnya juga Daddy." Ucap Laura.

|Jika PB bapak hilang lagi, bapak bisa menggunakan ini, Nana bilang, bapak selalu lupa meletakkan PB dimana.|

Messina.

"Aahhh... Daddy sangat senang, ulang tahun daddy kali ini penuh dengan tawa." Torres tertawa, bagaimana mungkin Nana mengatakan hal memalukan itu pada Messina.

Setelah membereskan semua bekas tempat kado itu. Torres kemudian menyimpan semua itu dalam satu kotak dan menyimpannya dalam laci nakas.

*

*

*

Mike prov.

Aku tau perasaan ini sangat salah, tapi apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa membohongi hatiku, semakin aku menutupinya, hatiku makin sakit. Tapi dia adalah keponakanku, aku seharusnya tidak menyukainya, aku seharusnya menyayanginya sebagai keponakan ku, bukan sebagai seorang gadis. Hahah. Sebenarnya panggilan "sayang" ku untuknya adalah sebuah rasa cinta. Bukan kasih sayang seorang uncle pada keponakannya. Jujur! Aku tidak bisa menghindarinya, dia selalu muncul di pikiranku. Tapi apa yang akan daddy, mommy, mama, ataupun Nana saat aku mengungkapkan perasaanku? Oh kurasa mereka akan mengusirku dari sini karena menyukai anak mereka. Sabarlah Mike, hanya dua hari! Yah! Setelah itu kau akan pergi. Aku akan mencari kesibukan agar bisa melupakannya.

Prov end.

Setelah mencuci piring bekas dia dan uncle Mike makan, Nana langsung menuju kamarnya, perasaannya sangat legah karena ternyata unclenya tidak marah padanya.

Seperti biasa, Nana akan berdoa terlebih dahulu sebelum tidur.

*

*

*

"Selamat pagi Ibu! Mommy! Daddy! Oh yah? Uncle Mike mana?" Nana masuk ke meja makan menyapa semua orang yang ada disana, Nana hanya menaikkan sedikit ujung bibirnya.

"Pagi juga sayang!" Messina menatap Nana yang tidak seperti biasanya, jika kemarin-kemarin Nana sangat ceria ketika menyapa semua orang di meja makan, pagi ini Nana terlihat tidak bersemangat.

"Pagi juga sayang! Tadi ibu sudah kekamar unclemu untuk membangunkannya namun tidak ada jawaban." Jawab Laura.

Tampaknya Laura dan juga Torres menyadari sikap Nana pagi ini.

"Kalau begitu Nana akan sarapan diatas dengan uncle Mike. Bolehkah?" Tanya Nana dengan tidak berekspresi.

"Boleh sayang!" Messina menyiapkan beberapa makanan, kemudian meletakkannya di nampan dan memberikannya pada Nana.

Nana naik tanpa mengatakan apapun.

Membuat ketiganya semakin heran.

Tok! Tok! Tok!

"Uncle ini Nana!" Nana mengetuk pintu kamar Mike, tapi tidak ada jawaban dari dalam.

"Uncle! Aku tau kau sudah bangun. Aku membawa sarapan untukmu." Namun tetap saja, tidak ada jawaban dari dalam.

"Apakah uncle belum bangun karena begadang semalam? Ataukah karena masalah di restoran?" Nana ingat kemarin mereka makan larut malam. Pasti unclenya belum bangun.

Nana kemudian turun kembali menuju meja makan.

"Loh kok balik sayang?" Tanya Laura.

"Uncle Mike kayaknya masih tidur mom!" Nana langsung duduk dan meletakkan kembali makanannya dimeja, kemudian mulai sarapan.

# Di Kamar Mike.

Saat Nana datang mengetuk pintu, sebenarnya Mike sudah bangun, dia hanya bersandar dipintu kamarnya mendengar setiap ucapan Nana.

Namun entah mengapa dia ingin menghindari Nana, dia tidak turun untuk sarapan bukan karena masalah semalam, itu karena tidak ingin bertemu dengan Nana.

"Ini sudah kedua kalinya uncle berusaha menghindari mu, tapi uncle tidak tau, apakah ini akan berhasil atau tidak. Maafkan uncle Nana. Uncle sangat sakit melihatmu." Ucap Mike. Dia kembali duduk kursi tempat ia semalam dan Nana makan.

Mulai menyalakan rokoknya dan memainkan asapnya ke udara.

*

*

*

"Daddy! Mommy! Ibu! Nana berangkat dulu yah?" Nana menyalim mereka satu persatu.

"Daddy akan mengantarmu sayang." Ucap Torres berdiri.

"Terimakasih Daddy, tapi Nana lebih suka jalan kaki, Nana juga akan sampai dikampus lebih cepat jika jalan kaki." Jawab Nana dengan senyum yang dia paksakan.

"Tidak masalah sayang, daddymu juga sudah selesai sarapan." Laura memaksa.

"Maaf mom! Bukannya Nana menolak tapi Nana harus sampai di kampus lebih awal. Lagian Daddy juga kan mau bantuin uncle Mike nanti bersihin apartemen... Ntar uncle Mike bangun terus nyariin Daddy? Belum lagi jarak kekampus jauh, belum lagi pulangnya." Ucap Nana.

"It's okay.. lain kali aja daddy antarin Nana." Torres kembali duduk.

"Nana berangkat." Nana keluar tanpa mendengar jawaban dari mereka.

Seperti biasa, Nana akan keluar lewat halaman belakang.

Saat Mike melihat Nana sudah berangkat ke kampus, Mike pun turun menuju meja makan.

"Apa cuman mommy yang menyadari sikap Nana?" Laura bergantian menatap Messina dan Torres.

"Iya Bu! Kayaknya masalah semalam deh... Mike juga.. bukankah dia tidur awal kemarin? Masa jam segini belum bangun?" Ucap Messina.

"Daddy juga bilang apa. Kalian berdua sih!" Ucap Torres.

"Kan niat mommy juga bagus, yah.. maksud mommy hukum mereka biar gak berantem lagi." Laura mengelak.

"Saya juga bingung sih.... Kalau mereka bertengkar saya jadi pusing, tapi kalau mereka bersikap seperti ini, seperti ada yang hilang di rumah ini. Mendengar mereka tidak bertengkar membuat rumah sangat sepi." Timpal Messina.

"Sudahlah... Toh mereka juga kesal sekarang.. kita gak bisa buat apa-apa lagi." Torres hanya mengalah.

"Selamat pagi semuanya!" Mike yang hanya diam di balik tembok tadi mendengar percakapan ketiganya. Setelah ucapan Torres barulah Mike keluar dengan gaya khasnya yang segar dan juga cool. Tapi dia tetap tersenyum hangat menyapa ketiganya.

"Selamat pagi sayang! Kamu baru bangun?" Ucap Laura.

"Dari tadi mom!" Mike mulai menyantap makanan di hadapannya.

"Tadi Nana naik bawain kamu makanan, kok gak makan diatas?" Laura kembali bertanya. Laura memperkirakan, Nana hanya makan 7 menit yang lalu, sedangkan Mike yang baru datang tampaknya sudah selesai mandi, berarti Mike sudah bangun saat Nana membawakannya makanan tadi.

"Mommy aku sedang makan." Ucap Mike menatap Laura. Padahal Mike hanya tidak ingin membahas tentang Nana.

"Maafin mommy sayang!" Laura meminta maaf namun matanya menatap Torres.

*

*

*

episode selanjutnya...

"Daddyyy.... Mike minta pendapat karena Mike bingung mau pilih yang gimana... Ini malah dibuat bingung."

***

"Kamu kok udah mulai ketularan sifat uncle kamu sih sayang?"

untuk saat ini, author sangat butuh vote kalian...

tau lah, ngetik itu susah, apalagi harus mikirin ide selanjutnya apa, konfliknya harus gimana lagi... Jadi kita harus bisa mendukung apa yang kita nikmati...

AUTHOR MAKSA YAH😂😂😂

1
Muhamad Abin Zakaria
mana nih lanjutannya
tulip
penasaran sama endingnya
kira² mike sama Nana bersatu ga ya
Agip Awaliah
Luar biasa
Siti Magfiroh
keren.. lanjutkaan.. 🤗
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut dong
Muhamad Abin Zakaria
lanjut dong
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut
Muhamad Abin Zakaria
lanjuut dong kan jd penasaran nih
Muhamad Abin Zakaria
bagus di tgg ya klanjutanya..
Primanita Ulfah
mike tergoda jesse..nana tergoda crash..hemm
penasaran endingnya..smngt thor💪
Lesmono Wati
lanjuuuuuut......
Nona Ruhulessin
lama bangat lanjutannya
Retno Wulan
ayo dooooong lanjutin up datenya...
Retno Wulan
Kenspa lama skali blum up date lsjutannyaj
Firda a
wahhhh ternyata Mike narsis juga ya
Kartika
thor lama banget siich up nya...semangaat💪
Tina Agus
cool visual qresh
Roroazzahra
ahhhhh kena prank yaampu........author tega😑
Wulan Buasan
lanjut thor
Roroazzahra
nana kamu yg ngetok pintu aku yg deg-degan😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!