NovelToon NovelToon
Suamiku Tak Terlihat

Suamiku Tak Terlihat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Sudah Terbit / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Evhae Naffae

Apa jadinya kalau suamimu tak terlihat orang sekitar dan hanya kamu yang bisa berinteraksi dengannya? Sehingga banyak beranggapan kalau kamu itu gila, seperti pasangan Vanesa dan Rikuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evhae Naffae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2 (Part 4)

Suamiku Tak Terlihat (Season 2)

Part 4

“Siapa namamu dan dari mana kamu berasal?” tanya Vanesa.

“Namaku Andika, berasal dari alam nyata, sama sepertimu,” jawab anak yang bernama Andika itu.

“Kita sekarang ada di mana? Apa nama Kota aneh ini?” tanya Vanesa bertubi-tubi.

“Kita sekarang ada di Kota Gaib Padang 12, kota yang dihuni orang limunan.”

“Apa?!” Vanesa tersentak kaget mendengar penuturan Andika dan langsung menutup mulutnya.

Mereka terdiam sejenak dan saling pandang.

“Mengapa kamu bisa tinggal di sini dan dari sejak kapan?” selidik Vanesa lagi.

“Ceritanya panjang. Tapi akan kuceritakan secara garis besarnya saja.” Anak itu tersenyum pada Vanesa.

“Sore itu, saat aku bermain di tepi pantai sendirian, mereka datang dan mengajakku ke Kota ini. Sebuah kota yang megah dengan semua fasilitas lengkap. Aku yang memang berasal dari keluarga miskin, merasa sangat senang bisa tinggal di sini. Apalagi mereka memang tak punya anak, jadi aku di sini begitu dimanja dan dimuliakan dan aku sudah melupakan orangtua kandungku yang memang tak menyayangiku itu.” Andika menceritakan kisahnya sambil menerawang jauh.

“Apa kamu tak ingin pulang?”

Andika menggeleng dan berkata, “Aku sudah bahagia di sini, jadi buat apalagi pulang. Lagipula, aku sudah tak bisa pulang ke alam nyata.”

“Mengapa demikian?”

“Ah, kamu tak perlu tahu masalah itu .... “

“Apa kamu bisa menunjukkan pintu keluar dari Kota ini?” tanya Vanesa dengan berbisik.

“Batas dua alam, ya ... terletak di ujung hutan pinus sana. Tapi tak semua orang bisa pulang ke alam nyata setelah menetap lama di sini. Pintunya juga tak semua orang bisa melihat.”

Belum puas Vanesa mengintrogasi anak itu, kedua orangtua angkatnya sudah memanggil dan mengajak pulang.

“Aku pulang dulu. Semoga kamu bisa berhasil pulang ke alam nyata,” bisik anak itu sebelum berlari menghampiri keduorangtuanya.

Vanesa berpikir sejenak, memutar kembali ingatannya saat berbicara dengan Andika, anak manusia yang mungkin diculik oleh orang limunan itu. Lalu dirinya sendiri mengapa bisa berada di sini? Apa ia juga diculik Rikuh dan dijadikan istri? Vanesa mulai menduga-duga. Ia bertekad, bagaimana pun caranya, ia harus bisa kembali ke alam nyata. Tapi ia masih memutar otak bagaimana cara melarikan diri nanti, sedang kalau mereka mencari makan ke alam nyata, Rikuh pasti selalu turut serta.

 

\\*

 

Beberapa jam kemudian, mereka sudah di mobil dan menuju kembali pulang.

“Pa, apa kita gak mampir dulu di pasar Kendawangan? Mama belum makan tuh ....” kata Qirey sambil melirik sang papa yang sedang duduk di kursi kemudi.

Rikuh mengangguk. Dengan sekejap mata, ia memindahkan jalur mobilnya ke alam nyata. Vanesa yang sedang melamun, tak menyadari akan hal itu.

Seperti biasa, Rikuh hanya menunggui Vanesa makan. Walau sang istri sudah menawarkan untuk ikut makan, ia menolak. Sedangkan Qirey, ia sedang belajar mencicipi makanan alam manusia. Ia sedang meniru gaya sang mama dalam menikmati makanannya.

Setelah Vanesa kenyang, mereka kembali pulang. Sepanjang jalan pulang, Rikuh tak hentinya mengembangkan senyum, ia sangat bahagia dan berharap ini awal yang indah untuk mereka memulai kehidupan yang baru setelah sekian lama terpisah.

Rikuh menggendong Vanesa masuk ke kamar, sebab sang istri tertidur di mobil. Qirey semakin senang dengan pemandangan indah itu dan berharap selamanya begini, selalu bersama dalam kebahagiaan.

Rikuh membaringkan Vanesa di tempat tidur, lalu menungguinya sepanjang malam. Ia takkan membiarkan seekor nyamuk pun menghampiri sang istri yang sedang tertidur pulas. Matanya lekat memandang wanita bangsa manusia itu, ia begitu mencintainya dengan segenap jiwa dan raga.

Rikuh tersenyum kala membayangkan kegigihan perjuangannya dahulu. Sebuah perjuangan yang berliku namun berujung manis, walau harus menghilangkan nyawa si perebut kebahagiaan. Masih terukir jelas diingatannya peristiwa maut ini, di mana ia mendorong mobil itu ke Sungai Pawan. Pria limunan itu tersenyum puas lalu mencium tangan Vanesa berkali-kali.

 

\\*

 

Senja mulai tiba, saat Vanesa duduk seorang diri di ayunan bawah pohon. Ia sedang menanti orang itu, seseorang yang selalu membuatnya bahagia. Senyum hangat dengan mata teduh itu selalu membuatnya merindu.

“Hay .... “ Pria berlesung pipi itu menyapa Vanesa, kini ia tepat berdiri di hadapan wanita yang dulu pernah hidup bersamanya.

Vanesa langsung menyambutnya dengan senang. Ia selalu merasa bahagia kala bertemu dengannya. Pria itu berdiri di belakangnya sambil mendorong ayunan.

“Kok lama datangnya?” tanya Vanesa.

“Yang penting sekarang udah ketemu.”

“Aku udah dari tadi nungguin loh .... “ rengek Vanesa manja.

“Maaf .... “

“Temani aku sampai pagi di sini!”

“Buat apa?”

“Atau kalau mau pergi, bawa aku bersamamu!”

“Tidak bisa, Sayang. Aku akan menunggumu di sana, tapi aku tidak bisa membawamu.”

“Kenapa?”

“Sekarang waktumu belum tiba.”

“Kapan waktuku tiba?”

“Aku juga tidak tahu. Yang terpenting sekarang, kamu harus bisa keluar dari alam yang bukan alammu ini.”

“Iya, aku tahu. Tapi, apa setelah keluar dari alam ini aku bisa ikut bersamamu?”

“Di sana banyak orang-orang yang menanti kedatanganmu. Pulanglah!”

“Aku mau pulang kalau kamu janji mengajakku pergi bersamamu.” Vanesa masih bersikukuh sambil tersenyum menatap pria di hadapannya.

Pria itu membalas senyum Vanesa lalu melambaikan tangan.

“Aku akan menunggumu di sana!” ucap pria itu sambil melambaikan tangan dan kemudian menghilang di pekatnya malam.

Vanesa melompat turun dari ayunan dan mencari sosok pria yang telah melebur menjadi gumpalan asap itu. Hatinya mendadak sedih, kini ia kembali sendiri, di tengah hutan yang gelap dan sepi. Ia menangis seorang diri, berharap pria itu mau mengajaknya turut serta.

“Hikksss, jangan pergi! Bawalah aku bersamamu ....” lirih Vanesa sambil duduk memeluk lututnya.

Tiba-tiba ada seseorang yang menggoyang punggung dan berkata, “Sayang, kamu kenapa?”

Vanesa membuka mata dan mendapati Rikuh sudah ada di hadapannya. Ia duduk dan menyapu pipinya yang basah.

“Ah, ternyata lagi-lagi aku bermimpi tentang dia,” batin Vanesa.

“Sayang, kamu mimpi apa?” Rikuh mengelus kepala sang istri dan mencium dahinya.

Vanesa menggeleng dan turun dari tempat tidur.

“Aku mau mandi, Bang .... “ ujar Vanesa.

“Oh ya sudah, aku keluar dulu.” Rikuh melangkah menuju pintu dan keluar dari kamar istrinya.

Vanesa kembali duduk di tempat tidur sambil merenungi arti mimpinya. Mengapa ia selalu memimpika pria itu? Dia siapa? Apa hubungan mereka dan mengapa ia tak bisa menyentuhnya?

“Apa dia orang yang pernah mengisi hatiku sebelum aku diculik Rikuh ke sini? Bisa jadi dia suamiku di alam nyata sana. Tapi, kenapa aku tak bisa mengingat kejadian di masa silam?” Vanesa memegangi kepalanya yang mendadak terasa sakit.

Taklama kemudian, Qirey membuka pintu kamar mamanya dan menjulurkan kepala. Perlahan ia masuk dan mendekati sang mama yang terlihat sedang memegangi kepalanya.

“Mama kenapa?” Qirey memegang pundak mamanya.

Vanesa terkejut mendapati kehadiran Qirey yang secara tiba-tiba sudah ada di kamarnya.

“Eh, kamu, Rey .... “ Vanesa menurunkan tangan dari kepalanya.

“Mama sakit kepala lagi?”

Vanesa menggeleng dan tersenyum menyambut Qirey.

“Mau ke mana kita hari ini, Nak?” Vanesa menatap Qirey senang.

Qirey menggaruk kepala, bingung menjawab pertanyaan sang mama. Ia takut sang mama masih menagih janji untuk minta diajak jalan-jalan ke Kota alam manusia.

“Mama mandi dululah, nanti kita bicarakan lagi perihal agenda jalan-jalannya,” ucap Qirey sambil tersenyum miring.

“Oke, kamu tungguin Mama di sini, ya! Jangan ke mana-mana!” perintah Vanesa pada putrinya sambil berlalu masuk ke kamar mandi.

Vanesa mandi dengan hati yang riang, ia sudah tak sabar untuk pergi ke Kota yang mungkin itulah kediamann yang sebenarnya. Ia sangat penasaran.

Taklama kemudian, Vanesa sudah keluar dari kamar mandi dan langsung berpakaian. Lalu mematuk dirinya di depan cermin besar. Qirey mengamati sang mama yang sedang berdandan itu. Kalau sudah besar nanti, ia mau seperti sang mama, cantik dan berwujud manusia.

“Papamu mana, Rey?” tanya Vanesa sambil menatap Qirey dari balik cermin.

“Papa lagi pergi, Ma,” jawab Qirey sambil terus memperhatikan mamanya.

“Oh gitu .... “ Vanesa sedikit lega mengetahui suaminya sedang tidak ada di rumah, berarti ia dapat leluasa jalan-jalan bersama Qirey dan mengorek informasi darinya.

“Ma, kalau sudah dewasa nanti ... Qirey mau seperti Mama, cantik dan sempurna. Qirey mau jadi manusia seperti Mama,” ujar Qirey sambil memeluk Vanesa.

Vanesa tersenyum kecil mendengar ucapan putrinya lalu berkata sambil mengelus kepala Qirey, “Iya, kamu akan cantik kalau udah dewasa nanti.”

“Benar, Ma?” Qirey bersorak girang.

“Iya, Nak. Mama akan meracik make-up magic untukmu, agar kamu bisa jadi manusia yang cantik.”

“Emang ada, Ma, make-up magic yang bisa membuat Qirey berwajah seperti manusia?”

“Ada dong, nanti akan mama buat spesial buat kamu. Putri kesayangan Mama.” Vanesa memeluk gadis berambut ikal itu dengan kasih sayang.

Setelah Vanesa selesai berdandan, mereka pamit pada kakek dan neneknya mau jalan-jalan ke kebun buah yang ada di belakang rumah. Vanesa mengaku ingin makan buah langsung dari pohonnya. Tanpa menaruh curiga, kakek dan neneknya pun memberi izin.

Mereka memang benar pergi ke kebun. Vanesa duduk di bawah pohon anggur sambil memakan buahnya. Di sini banyak aneka buah-buahan, Qirey senang melihat mamanya begitu bersemangat menghabiskan semua buah-buahan yang ia petik.

“Rey, kalau ke pasar kita lewat jalan sini, ya?” tanya Vanesa.

Qirey mengangguk.

“Iya, Ma, jalan lurus ke depan sampai ketemu jalan raya,” jawab Qirey.

“Terus kalau mau ke Kota yang kata kamu itu?”

“Oh, kita harus naik bus lagi. Kurang lebih dua jam perjalanan baru nyampai di sana.”

Vanesa manggut-manggut, berusaha menyimpan semua informasi. Ia beranjak dari bawah pohon anggur dan mengedarkan pamadangan ke sekitar hutan pinus.

“Rey, ayo temani Mama ke pasar! Mama pengen es cendol kayak kemarin deh.” Vanesa menatap Qirey dengan tatapan memohon.

Qirey menggaruk kepala bingung, ia takut sang papa marah kalau pergi tanpa seizinnya. Apalagi kalau pergi tanpa dirinya, namun di satu sisi, ia tak kuasa menolak keinginan sang mama tercinta.

“Rey, ayo!” Vanesa menarik tangan Qirey.

“Tapi, Ma .... ”

“Cuma sebentar aja kok,Nak. Abis itu kita langsung pulang. Papa gak akan marahi kamu, Mama yang tanggung jawab,”

ujar Vanesa seakan mengerti kebimbangan sang anak.

“Tapi, benar cuma sebentar ya, Ma?”

“Iya, Sayang. Mama janji!” Vanesa masih berusaha meyakinkan anaknya.

Qirey terdiam sejenak lalu menggapai tangan mamanya.

“Rey, gak usah pakai ilmu kamu deh. Kita jalan kaki manual aja!” sanggah Vanesa yang melihat Qirey yang siap menggunakan ilmu menghilangnya.

“Jalan raya masih jauh dari sini, Ma. Nanti Mama capek jalannya kalau gak menggunakan ilmu menghilang.”

“Gak apa, kita jalan kaki saja. Mama udah banyak makan buah kok, stamin audah oke,” bantah Vanesa sambil menggandeng tangan Qirey dan mengajaknya mulai melangkah menyusuri hutan pinus.

Qirey menghela napas dan menuruti kemauan sang mama. Mereka mulai menyusuri hutan, sedangkan Vanesa berusaha mengingat jalan ini dan menyimpannya dalam memori di kepalanya.

Satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di pinggir jalan raya. Keringat Vanesa mengucur deras di dahinya, ia tak menyangka kalau jalannya akan sejauh ini.

“Mama capek?” Qirey menyeka keringat di dahi sang mama.

“Nggak kok, Rey. Mama gak capek, Cuma haus .... ”

“Ya sudah, kita gunakan ilmu menghilang aja agar bisa cepat sampai di pasar,” ujar Qirey.

Vanesa mengangguk.

“Tapi, Rey, kalo misalnya kita mau ke Kota, arahnya ke mana?”

“Ke kiri, Ma. Kalo ke kanan itu arah kita kalo mau ke pasar,” tutur Qirey lagi.

Lagi-lagi Vanesa menyimpan informasi ini. Ia menurut saja ketika Qirey menarik tangannya lalu hanya dengan sekejap mata, mereka telah muncul di pasar.

Qirey langsung membelikan es cendol buat sang mama.

“Gak makan siang sekalian, Ma?”

“Boleh deh, Rey. Tapi dibungkus aja, biar mama makan di rumah,” jawab Vanesa sambil menyeruput es nya.

Qirey mengangguk, mengikuti langkah sang mama. Vanesa menuju warung bakso dan memesan dua bungkus. Setelah itu, Qirey kembali mnggunakan ilmunya agar cepat sampai di rumah dan tak ketahuan papanya.

 

\\*

 

Malam itu, Vanesa sedang menyusun rencana agar bisa kabur dari Kota aneh ini. Ia ingin pulang dan berkumpul dengan keluarganya di alam nyata sana. Juga pria bermata teduh yang sering muncul di dalam mimpinya, ia ingin bertemu secara nyata. Walaupun ingatannya belum sempurna, tapi ia yakin pasti ada manusia di sana yang mengenalinya dan menguak jati diri yang sebenarnya.

Dengaan sambil menatap langit yang penuh bintang, Vanesa memanjatkan doa kepada Sang Pencipta. Tekatnya sudah bulat. Ia akan kembali ke dunianya, Kota kelahirannya.

“Tuhan, lancarkan rencana hamba. Aku tak mau selamanya tinggal di Kota gaib ini. Aku mau kembali ke alam nyata. Pertemukan aku secara nyata dengan pria di dalam mimpiku. Tunjukkan siapa sebenarnya dia dan apa hubungan kami?” batin Vanesa.

Tiba-tiba, terdengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Ia langsung berlari ke tempat tidur dan pura-pura tertidur. Ia yakin itu Rikuh. Ia tak mau sampai pria gaib itu menidurinya sebab ia tak tahu, pria itu benar suaminya atau bukan.

Dan benar saja, itu Rikuh. Ia tersenyum senang melihat Vanesa telah tertidur, lalu mengecup dahi wanita cantik itu dan duduk di sampingnya sepanjang malam. Seperti malam-malam yang lalu, ia akan menunggui sang istri hingga terbangun di pagi hari nanti. Semua hanya karena rasa cintanya yang terlalu besar dan takut kehilangan. Ia rela melakukan apa pun hanya demi anak manusia itu.

Bersambung ....

( Kalau kalian suka dengan cerita ini, jangan lupa likenya dan votenya, ya, gaes

Salam kechup manja dariku, Author amatiran modal halu wae )

1
Mega Siregar
aku jadi teringat ada film barat, yg si cowok terlahir gk bisa terlihat oleh semua orang yang jatuh cinta pada seorang gadis buta🤔...

dikomenan filmnya, banyak yg bertanya 2 apakah dia pakai baju atau tidak mengingat dia tidak terlihat bahkan di cermin sekali pun🤔😅
Waryuti Yuti
kok minum nya darah ya kaya vampir
Waryuti Yuti
waduh, jangan2 suami bangsa genderuwo hiii serem
Eko Priyosantoso
kapan cerita ini ending ?
Nabila Aulia
hmm
aurora ara
alurnya menggantung, trus kelanjutan ya bagaimana?, pembaca jadi bingung endingnya kurang pas/Frown/
Eko Priyosantoso: Ya emang nggantung karena blm ending.
total 1 replies
Anik Chiffon
kenapa rikuh gk pernah dibuat ngikuti rahma lg,biar terkuak tentang fiolisa,kasihan kalau jd anak raja iblis,mending ikut opa rukuh aja..
aurora ara
Keren bnget, ak suka /Smile/
Anik Chiffon
nggantung..
duoNaNa
merinding mlh 😬😬😬
Cornelia Damayanti Sakti
bangsa gaib malah lebih setia dri manusia,eh manusia kelakuan Kya siluman macan g setia
Imberl~
Maaf thor menurut aku cerita nya terlalu di paksain, harus ada intro nya dlu sih kenapa si vanessa bisa gini , jadi kesannya alurnya maksa bgt gtu hehehe 🙏🙏
Mmh Neng Tea
semoga rikuh ketemu sama vania dan anak nya rahma
Mmh Neng Tea
qirey kenapa ga di temuin sama ibu nya vanesa
Mmh Neng Tea
cerita nya ko rahma doang yg lain donk thoor anak nya si rikuh yg pertama ceritain juga biar nyampur yg lain nya
Mmh Neng Tea
kasihan si riuh nya dan anak nya ga mendapat kn kebahagiaan
Mmh Neng Tea
lebih baik sama rikuh .kn awal nya sama rikuh udah di satuin aja sama sumi dan anak nya tapi rikuh nya menjelma kaya awal seperti manusia
Auliarosyida
alur ceritanya bagus. cuma jadi kepanjanngan akhirnya ngak berujung. author kemmana saja kau
Auliarosyida
komen paling akhir 27-5-2023😂
segitu lamanya ngegantung pecintamu thooorrr
Auliarosyida
ngak salah nyebutin usian vanesa. awal! ketemu ustad fajar sudah 40 tahun. eh sekarang anak2 udah pada kuliah vanesa usia 43
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!