wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.
usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?
semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26 - Keluarga
Aku mencari kak ralia cukup lama,hingga memakan waktu 2 jam dan kini aku menemukannya baru saja keluar dari hutan bersama seorang pria yg asing bagiku.Aku perlahan turun dari udara karena memakai sihir angin agar bisa terbang,"salam sejahtera..."."siapa kau!"bentak pria asing itu lalu menyembunyikan kak ralia dibelakangnya.
"minggir. . ."sahut kak ralia menyingkirkan tubuh pria itu."aku datang menjemput mu kak ralia..."."tapi aku tidak ingin pulang bersamamu,celestia."."sayang sekali kakak tidak memiliki pilihan,uno momento,alio loco."
Aku membawa paksa mereka berdua ke gereja suci di ibukota.Aku tidak tahu hubungan kak ralia dengan pria asing tadi,tapi dia bisa saja mati jika kutinggalkan dihutan itu sendiri.
"dimana kita? Bukankah kita tadi berada dihutan?"ucap kak ralia panik."ralia!"teriak seseorang dengan suara khas pria paruh baya."ay-ayahanda?!"."dasar putri bodoh!kenapa kau menikah tanoa memberi tahu keluarga,bahkan kau tidak pulang!"."m-maaf.". "sudahlah dia pasti tahu kesalahannya...". "tapi sarah...". "tidak apa-apa sayang,lalu...siapa pria ini?"tanya ibuku dengan senyum lembutnya.
"hilangkan senyummu itu!,sangat menjijikan! Jangan tersenyum seolah kita akrab,ingat kau hanya orang asing disini!"jawab kak ralia dengan nada tinggi. "ralia! Dia itu ibumu!" sahut ayah. "ibuku kau bilang? Ibuku hanya 1,ibuku hanya ibunda stella bukan wanita sepertinya,dia tidak pantas menjadi ibuku!, karena dia ibuku mati!."
*plak!
"kau yg hanya tau kebohongan tidak berhak berbicara seperti itu!,jika tidak ada ibu,kau pasti sudah mati!,"ujarku setelah menampar ralia dengan cukup keras."apa mangsut mu!". "kau pikir aku bodoh? Luka ditangan ibu itu ulahmu kan?,kau ingin mati menyusul ibumu hari itu!".
*dua tahun lalu...
Dua hari setelah berita kematian stella beredar,ralia sangat terpukul oleh kematian ibunya."ibunda,aku akan menyusulmu,sera aku mencintaimu. . ." dia mengeluarkan belati dan berniat untuk mati hari itu juga. Tapi-
Belati yg seharusnya menusuk jantungnya justri digenggam erat oleh ibuku."ralia...apa yg ingin kamu lakukan sayang?" tanya ibuku dengan senyum meski darah kini mengalir deras dari tangannya. "kau jangan menghalangiku!,aku ingin menemui ibuku!" "bagaimana perasaan sera jika kau pergi menemui ibumu? Dia pasti akan sangat sedih bukan?" "a-aku akan menitipkan sera padamu." "bukankah kau membenciku?,bagaimana kau bisa percaya pada orang yg kau benci?" "..." "lalu bagaimana perasaan ibumu jika dia tahu kau seperti ini? Bukankah itu hanya akan membuatnya sedih?" "bukan! Aku tidak ingin ibunda sedih..." "ralia anak pintar bukan?,tahun ini ralia sudah berusia 6 tahun,ralia harus belajar cara merelakan seseorang,dan ralia harus menjaga sera dari orang yg kau rasa berbahaya sepertiku." "tapi...karena kau ibuku mati!" "iya,kau benar, itu karena aku,kau bisa melampiaskan amarahmy padaku, tapi...kau tidak boleh meninggalkan sera sendirian ya?" "tanganmu..." "tidak apa-apa ini tidak sebanding dengan rasa sakitmu bukan?" "..." "malam ini sangat dingin,ayo kita masuk..."
*kembali ke time line utama
"bagaimana kau tahu itu?"tanya ralia dengan wajah terkejut."entahlah,lalu kutanya sekali lagi,apakah kau pantas berbicara seperti itu kepada ibu?" ujarku sekali lagi dengan wajah serius. "kau tidak tahu apa yg kurasakan! Aku tidak memiliki mana! Aku tidak memiliki sihir! Karena aku ibuku selalu menjadi bahan pembicaraan,tapi dia tetap merawatku.sedangkan dia! Selalu saja melahirkan anak berbakat,dan kau juga salah satunya!" "aku memang tidak tahu apa yg kau rasakan,tapi apa kau juga tahu apa yg kurasakan?" "kau mungkin hanya merasakan hidup penuh pujian bukan?, ku yakin kau tidak pernah mendapatkan kritikan sekali pun." "ternyata kau benar bodoh ya?,kuat bukan berarti kau akan selalu dipuji tanpa satu pun kritikan,justri kuat adalah ancaman!" "apa mangsutmu!" "kau lihat saja hidupmu sendiri,kau hidup damai bukan?,kau bisa hidup tanpa perintah untuk berkorban dan melindungi,justru kau yg dilindungi." "..." "kau tahu kak ralia...aku akan dikirim ke garis depan."
"celes...apa yg kamu katakan itu benar? Kau akan dikirim ke garis depan?" tanya ibu dengan wajah yg mulai pucat dan ketakutan. "benar ibu...raja yg memerintahkan ku..." "tidak mungkin!"
ibu tiba tiba berlari pergi dan diikuti oleh ayah."kau serius?" "tentu saja kak,jika kau tidak percaya tanya saja kepada raja." setelah mendengar jawabanku kak ralia hanya bisa terdiam.
"kak raliaa!!" teriak kak sera sembari berlari menghampiri kak ralia. "sera? Kau juga disini?" "hari ini adalah hari pernikahan kak Nicholas,tentu saja aku datang." "padahal kau tadi lupa..." gumanku pelan. "kemana ayahanda dan ibunda?" tanya kak vian sembari mencari cari keberadaan ayah dan ibu. "mereka pergi entah kemana..." jawabku. "tu-tunggu veli jangan marah dulu..." "benar sarah...tenanglah..."
Ibu datang dengan menyeret dua orang pria,dan datang menghampiri ku,lalu melempar kedua pria itu kehadapan ku. "veli... Aku tidak bersalah..."ujar duke raviel dengan kondisi tergeletak dilantai. "raviel...apa salahku? aku bahkan tidak pernah menyinggung adikmu."ucap raja yg sama sama tergeletak tanpa harga diri dilantai. "tapi raja sepertinya aku tidak bersalah,dan kau yg bersalah disini..." "harga diriku telah hilang dilempar oleh adikmu. . ."
"ada apa ini ibunda?" tanya kak vian. "raja Edward....maaf atas kelancangannya tapi KENAPA ANDA MENGIRIM PUTRI KECILKU KE GARIS DEPAN!?" bentak ibu kepada raja dan duke raviel."maaf menyela tapi, rencana itu diusulkan oleh putri nyonya rossallie..." ujar pangeran mahkota mencoba mengendalikan suasana.
"lalu kenpaa bukan dia saja yg ke garis depan...?! Hmm?" "aduh ibu...itu sama saja" batinku. "i-ibu aku sudah menyetujui nya..." ucapku sedikit gemeteran. "celes..."
*prok prok
"baim...sekarang kita pergi ke aula untuk melanjutkan pestanya..." ujar ayah mencairkan suasana.
Pesta kembali dilanjutkan hingga larut malam,dengan pesta perkumpulan biasa.Kak ralia juga sempat menjelaskan bahwa pria yg bersamanya tadi adalah suami nya.
Arthur aerion,dia adalah seorang pengrajin yg memiliki reputasi cukup baik di ibukota,rupa nya kak ralia selama ini tinggal di kampung halaman arthur yg berada di sebrang hutan tadi.