NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.30 — Menuju Titik Akhir Pertarungan

Pemimpin kawanan kembali menerjang dengan kecepatan yang tetap mengerikan, memaksa udara di sekitarnya berdesir keras ketika tubuh besarnya melesat lurus ke arah Xiao Yun. Tanpa sedikit pun kehilangan ketenangan, Xiao Yun segera menggeser tubuhnya untuk menghindar, membiarkan cakar tajam lawannya hanya membelah udara beberapa saat sebelum menghantam tanah. Meski berhasil lolos dari serangan itu, pikirannya masih terus dibayangi oleh kejadian aneh yang baru saja dialaminya beberapa saat sebelumnya.

Sejak kakek angkatnya menyerahkan Pisau Naga Kuno kepadanya, senjata tua itu tidak pernah menunjukkan reaksi apa pun. Namun kali ini berbeda. Getaran halus yang muncul, disusul cahaya samar pada ukiran mata naga di ganggang pisau, terus terlintas di benaknya. Mungkinkah memang ada sesuatu yang tersembunyi di dalam peninggalan itu? Mungkinkah semua itu berhubungan dengan asal-usulnya, atau bahkan berkaitan dengan Nadi Kekosongan yang selama ini menjadi misteri?

Berbagai pertanyaan terus bermunculan di dalam pikirannya. Namun Xiao Yun segera memaksakan dirinya untuk mengesampingkan semua rasa penasaran itu. Saat ini bukan waktunya mencari jawaban. Di hadapannya masih berdiri musuh yang mampu merenggut nyawanya kapan saja. Jika lengah walau hanya sesaat, ia mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mengetahui rahasia apa pun.

Setelah beberapa kali saling bertukar serangan, Xiao Yun mulai memusatkan seluruh perhatiannya pada setiap gerakan pemimpin kawanan. Ia tidak lagi sekadar menghindar, melainkan benar-benar mengamati cara lawannya bertarung. Semakin lama memperhatikan, semakin jelas sebuah pola mulai terlihat di matanya.

Setiap kali pemimpin kawanan hendak menerjang, makhluk itu selalu memindahkan sebagian besar berat tubuhnya ke kaki depan kanan sesaat sebelum melompat. Gerakan tersebut berlangsung sangat cepat dan nyaris tidak terlihat oleh orang biasa. Bahkan sebagian besar pemburu sama sekali tidak menyadarinya. Akan tetapi, bagi Xiao Yun yang terus mengamati tanpa henti, gerakan kecil itu justru menjadi sebuah celah.

Matanya langsung berbinar.

"Aku menemukannya."

Di sampingnya, Luo Hai memperlihatkan senyum tipis yang penuh kepuasan.

"Kalau begitu manfaatkan."

Tanpa membuang waktu, Xiao Yun segera bergerak mendekati Han Wei. Di tengah kekacauan pertempuran yang masih berlangsung, ia menjelaskan rencananya secara singkat dan sejelas mungkin. Han Wei sempat terkejut mendengar analisis bocah itu, tetapi setelah memahami letak kelemahan lawan yang dimaksud, sorot matanya perlahan berubah penuh harapan.

"Itu mungkin berhasil."

Beberapa pemburu lain segera bersiap mengikuti rencana tersebut. Mereka semua tahu kesempatan yang dimiliki hanya satu kali. Bila serangan itu gagal, tidak akan ada kesempatan kedua. Seluruh kelompok bisa saja tewas di tempat.

Han Wei mengangkat tombaknya tinggi-tinggi.

"Siap!"

Para pemburu langsung bergerak sesuai pembagian yang telah disepakati. Mereka berpencar dari beberapa arah untuk mengalihkan perhatian pemimpin kawanan dan anggota kawanan lainnya, sementara Xiao Yun tetap berdiri beberapa langkah di belakang sambil menggenggam Pisau Naga Kuno semakin erat.

Ia menarik napas perlahan hingga iramanya kembali stabil. Sedikit demi sedikit, suara benturan senjata, lolongan serigala, dan teriakan para pemburu seolah memudar dari pendengarannya. Seluruh dunia di sekelilingnya terasa menghilang. Yang tersisa hanyalah dirinya sendiri dan sosok pemimpin kawanan yang berdiri di hadapannya.

Sepasang mata hijau terang milik serigala itu kembali bertemu dengan tatapan Xiao Yun.

Pada saat yang sama, Xiao Yun melesat maju.

Langkahnya ringan sekaligus cepat, sementara sorot matanya berubah semakin tajam. Untuk pertama kalinya sejak memperoleh warisan Nadi Kekosongan, ia tidak lagi hanya berusaha bertahan hidup. Di bawah langit senja Hutan Pinus Utara, Xiao Yun benar-benar mengambil langkah pertamanya sebagai seorang pejuang sejati.

Angin sore terus berembus pelan di antara pepohonan pinus, sementara pertempuran telah memasuki saat yang paling menentukan. Han Wei bersama para pemburu menjalankan rencana yang telah disusun bersama Xiao Yun tanpa ragu sedikit pun. Mereka memahami bahwa seluruh harapan kini bergantung pada satu kesempatan itu.

"Serang dari samping!" teriak Han Wei.

Tombaknya meluncur lebih dulu, disusul ayunan kapak dari pemburu lain dan rentetan anak panah yang melesat dari berbagai arah. Seluruh serangan itu memang tidak cukup kuat untuk melukai Pemimpin Kawanan Serigala Bulan Perak, tetapi memang bukan itu tujuan mereka. Mereka hanya ingin memecah fokus lawan.

Pemimpin kawanan menggeram pelan. Mata hijaunya memancarkan kilatan dingin saat tubuh besarnya bergerak lincah menghindari setiap serangan yang datang silih berganti. Sedikit demi sedikit, perhatiannya mulai terpecah ke berbagai arah.

Sementara itu, Xiao Yun tetap berada di belakang tanpa ikut menyerang. Tatapannya tidak pernah berpindah dari kaki depan kanan lawannya, satu-satunya kelemahan yang berhasil ia temukan.

"Kau hanya punya satu kesempatan," ucap Luo Hai dengan tenang. "Jangan terburu-buru."

Xiao Yun mengangguk pelan sambil menarik napas panjang untuk menenangkan pikirannya.

BOOM!

Tanpa diduga, pemimpin kawanan tiba-tiba mengamuk dan menerjang lurus ke arah Han Wei dengan kecepatan yang bahkan lebih tinggi daripada sebelumnya.

Han Wei nyaris tidak sempat bereaksi.

CLANG!

Tombaknya bertabrakan keras dengan cakar raksasa lawan hingga memercikkan bunga api ke segala arah. Benturan yang luar biasa kuat itu membuat tubuh Han Wei terpental beberapa langkah ke belakang, sementara darah perlahan mengalir dari sudut bibirnya.

"Kapten!" teriak para pemburu.

Namun pemimpin kawanan sama sekali tidak berhenti. Begitu Han Wei kehilangan keseimbangan, makhluk itu kembali menerjang untuk menghabisinya.

Saat itulah Xiao Yun melihat kesempatan yang telah lama ditunggunya.

Sesaat sebelum melompat, pemimpin kawanan kembali memindahkan seluruh berat tubuhnya ke kaki depan kanan, persis seperti pola yang terus ia perlihatkan sejak awal pertarungan.

Mata Xiao Yun langsung berbinar.

"Sekarang!"

Luo Hai tersenyum tipis.

"Akhirnya."

Energi di dalam tubuh Xiao Yun segera mengalir mengikuti jalur teknik yang baru dipelajarinya.

Langkah Bayangan Kekosongan!

Tubuh Xiao Yun mendadak berubah menjadi bayangan samar yang melesat di antara pepohonan dengan kecepatan yang jauh melampaui sebelumnya. Para pemburu sampai terbelalak, bahkan Han Wei sendiri ikut terkejut melihat perubahan itu.

Beberapa saat yang lalu Xiao Yun masih berdiri cukup jauh di belakang.

Kini ia telah muncul tepat di dekat pemimpin kawanan.

Serigala itu baru menyadari keberadaannya ketika semuanya sudah terlambat.

Mata hijau terangnya membelalak.

Xiao Yun mengerahkan seluruh kekuatan tubuhnya, seluruh hasil latihan, seluruh pengalaman berburu, dan seluruh keberanian yang telah ditempa sejak meninggalkan Desa Kabut. Pisau Naga Kuno terangkat tinggi, lalu diayunkan sekuat tenaga menuju sasaran yang telah ia incar sejak tadi.

SRAAAAK!

Darah merah segar memercik ke udara ketika mata pisau menebas kaki depan kanan pemimpin kawanan dan meninggalkan luka panjang yang dalam.

AUUUUUUUUUUU!!!

Raungan kesakitan mengguncang seluruh Hutan Pinus Utara.

Tubuh besar pemimpin kawanan kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terjatuh keras ke tanah dengan suara menggelegar.

BUMMM!

...BERSAMBUNG ...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
🔵☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
🔵☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!