Zahra sudah duduk di dalam mesjid menanti calon suaminya karna pagi ini mereka akan menikah, namun sampai waktunya hampir tiba calon pengantin Laki Laki belum juga datang, semua saudara yang hadir menjadi resah dan cemas mereka bingung mengapa calon pengantin belum datang juga.
"Apa maksudmu johan, apa kamu sedang mempermainkan aku mengapa sampai sekarang kamu tidak datang juga, kamu yang bilang sudah menunggu sampai delapan belas tahun untuk bersamaku mengapa kamu buat begini. " zahra tak dapat menyembunyikan perasaannya air mata yang sedari tadi di bendungnya ahirnya tumpah juga karna kini orang yang mengaku sudah mencintai sampai delapan belas tahun itu belum muncul juga.
Apakah johan akan ingkar janji..
Apakah pernikahan akan batal nanti..
Mari baca lanjutan ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak kamu
like, vote, rate dan komentarnya ya
🤗🤗🤗🤗
😘😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evaaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. Nasi goreng buatan johan.
" Om papa.. ayo dong baca buku ceritanya." pinta azka dan shafa bersama- sama ,dengan patuh johan membaca buku dongeng dengan serius sambil sesekali membelai rambut azka dan shafa bergantian.
Baru lima menit membaca buku azka dan shafa sudah terlelap, mengetahui kedua Bocah itu sudah tidur johan lalu memindahkan shafa ke tempat tidurnya kemudian dia sendiri ikut berbaring di sisi azka.
Di pandanginya wajah tampan azka dengan penuh perasaan, ada sedikit Iri sekaligus cemburu di hatinya melihat wajah azka
" Apakah wajah ayahmu setampan kamu sayang , Kalau ia pasti dulu zahra sangat mencintainya ." johan bicara sendiri sambil membelai pipi azka yang montok.
" Tapi matamu, bibirmu mirip sekali dengan zahra , aku sendiri tidak mau bosan memandangi mu, semoga tuhan segera menyatukan papa dengan bundamu sayang."
" Cup.... cup.....cup...." johan mencium pipi Azka penuh perasaan.
tanpa disadari johan ternyata ada sepasang mata yang melihat perlakuannya pada azka.
" Maaf kan aku johan, aku tidak bisa menerima cintamu, perbedaan kita terlalu jauh dan aku yakin orang tua mu pun tidak Akan setuju kamu menikahi aku, aku tak ingin Kamu jadi anak yang tidak berbakti apalagi sampai durhaka." zahra yang tadinya hendak masuk melihat anaknya terkejut mendapati perlakuan sayang johan pada azka dan shafa.
Zahra tentu saja terharu, andai itu bukan Johan mungkin akan di pertimbangkan nya untuk menerima cinta Lagi dalam hidupnya, Meski zahra pernah berjanji pada diri sendiri untuk tidak menikah lagi.
Zahra kembali kekamarnya dengan wajah lesu, dan air mata yang mengalir deras di Wajah.
" Ada apa sayang.. kok nangis ." maili yang melihat zahra tidak jadi masuk kamar anak anak, hanya tertegun di pintu sambil sesegukan menghampiri zahra ke kamarnya.
" Kak.... apa yang harus ara lakuin, azka dan shafa makin dekat dengan johan, aku juga tau maksud johan mendekati anak anak ku kak, tapi mau gimana lagi kakak aku ga mungkin bersama johan kak, seperti yang sudah ku katakan terlalu jauh perbedaan di antara kami, benar benar ga mungkin." curhat zahra pada Maili.
" Kakak ga habis pikir dek dengan pemikiran mu, sepertinya kita harus bicara antara hati ke Hati tapi besok aja kayaknya, Kamu Udah cape Kali, ga usah terlalu banyak mikir dulu ya Nah sekarang tidur lah dulu sayang . " maili meninggalkan zahra sendiri agar zahra bisa berpikir tenang, dan bisa istirahat karna maili yakin zahra butuh Waktu sendiri.
Zahra terbangun dari tidur nya ketika mendengar suara azan shubuh dari Handphone yang ia letakkan di atas nakes di samping tempat tidur. dia segera bangkit dan masuk kamar mandi, di kamar mandi ia membasuh tubuh nya dengan air hangat.
" Segarnya.... shafa udah bangun belum ya, ah Sebentar legi aku lihat, aku sholat aja dulu."
setelah sholat selesai zahra bergegas ke kamar anak anak, namun langkah kaki zahra terhenti ketika ia melihat sosok Laki Laki berwajah oriental sedang melakukan ibadah sholat subuh di sudut kamar.
Mulut sedikit terbuka, dia sangat terkejut melihat penampilan johan yang memakai sarung dan baju koko, wajah tampan dan perawakan yang tinggi serta tubuh atletis johan baru kali ini menjadi perhatiannya.
Johan sudah selesai melakukan ritual subuhnya, ritual yang kini sudah dia lakukan setelah muallaf tujuh tahun Lalu, johan berjalan ke keluar kamar menuju dapur.
" sepertinya belum ada yang bangun." gumam Johan, lalu ia masuk kamar lagi untuk menganti bajunya.
Setelah berganti baju johan ke dapur lagi,dan dapur masih sepi, lalu johan segera membuka kulkas mengeluarkan beberapa isi sayuran yang di anggapnya penting,kemudian ia pun mulai masak nasi goreng permintaan calon putrinya , shafa.
Sementara zahra duduk terdiam di kamarnya Bayangan johan masih menari-nari di pelupuk matanya.
" Apa aku salah lihat ya.., tapi ga deh itu beneran johan lah, tapi sejak kapan. "
Hati dan pikiran zahra terus bertanya, lagi sibuk berpikir zahra mencium bau makanan yang sangat wangi, zahra bangkit dari duduknya menuju sumber wangi itu.
Tanpa melihat siapa sosok yang ada di dapur zahra mengeluarkan suara emasnya.
" Bik.... bau nya enak banget masak apa ?."
" Ya nyonya .. saya Lagi masak nasi nasi goreng pesanan inces shafa. " jawaban johan membuat zahra membeku lagi lagi zahra mendapat kejutan dari johan pagi ini,
" Kenapa diam .... belum pernah lihat cowok ganteng masak nasi goreng ya. " goda johan karna melihat zahra masih saja mematung di tempatnya.
" aRa bangunkan anak anak ya udah jam 07.00 nasi goreng nya udah siap ni." titah johan, namun zahra masih diam di tempatnya
" Sayang... bangunin shafa sama azka dong." ucap johan yang berada sangat dekat dengan zahra tubuh mereka hampir bersentuhan, Zahra tersadar dari lamunannya dia mundur beberapa langkah dari depan johan.
" Hahhh Ka kamu ngomong apa tadi." tanya Zahra tergagap.
" Kamu dengarnya apa .." balik johan yang bertanya sembari menggoda zahra dengan senyum mautnya.
" Aaku dengar .... aku ga ingat." jawab zahra masih gugup.
johan terkikik melihat tingkah zahta yang terlihat lucu di matanya akibat grogi.
" Om... udah masak ya, waaaaa shafa mau makan ." teriak shafa yang tiba tiba muncul dari kamar di ikuti azka yang masih mengucek - ngucek matanya.
Johan menarik tangan zahra agar duduk di Kursi meja makan, sepertinya kaki zahra membeku hingga tidak dapat melangkah dari tempatnya berdiri.
" Aku bisa jalan sendiri kok di tarik sih. " Protes zahra.
" Nanti aku akan menggendong kamu Kalau masih suka melamun." jawab johan masih saja menggoda zahra.
" Bunda Kenapa om kok mau di gendong. " shafa.
" ga apa apa sayang.. " johan.
Johan segera menyajikan nasi goreng buatanya para orang orang tercinta.
" Wahhhh enak kayaknya ." maili.
" Enak dong kakak siapa dulu kokinya. " johan tertawa kecil sambil menunjuk dadanya.
" Wah.. kejatuhan bintang nih, seumur hidup belum pernah makan nasi goreng buatan Ceo, harus di habiskan ni. " maili duduk di kursi dekat shafa dan segera memasukkan nasi ke mulutnya.
" Enak kan mi... shafa suka, besok om masak nasi goreng lagi ya. " shafa.
" Iya nih enak banget, ayo makan ara.. kok diam aja, ga sopan tu udah di masakin johan tapi malah kamu pelototin. " maili.
Zahra memasukkan nasi goreng ke mukutnya tanpa kata, namun benar kata shafa enak banget,nasi goreng buatan johan memang enak.
" Shafa bilang apa tadi, mau di masakin lagi besok ?," tanya johan memastikan kata kata shafa.
" Iya om papa aza juga mau, " azka hampir menghabiskan sarapanya.
" Ok .. sayang, jangankan besok, tiap hari juga om papa mau masakin nasi goreng." johan berkata sambil melirik zahra, namun zahra diam saja.
********************
Happy Reading..
😍😍
Lanjut...
ini j di boom
maaf baru nongol lg, sekian purnama ninggalin noveltoon.
tetap semangat dan sukses sllu.
tadi buka propilnya, ternyata ada yng baru. mampir deh