Hanna merupakan wanita dari kalangan biasa,ia harus bekerja giat mencari uang untuk menyembuhkan ibunya dari penyakit yang menyerangnya yaitu kangker darah.Karena keteledorannya Hanna di pecat dan kehilangan pekerjaannya.Hanna diharuskan menikah dengan seorang pria yang memiliki istri tiga dan menjadi istri ke empat.Bagaimana bisa Hanna menerima dirinya menjadi istri ke empat?dan alasan apa Gardapati menikahi Hanna sebagai istri ke empat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isi hati
Entah mengapa malam ini Gardapati memilih bersama Hanna.Seharusnya malam ini jadwal Gardapati tidur dengan Isa yang masih belum datang dari pesta.Hanna sendiri pun tidak bisa menolak keberadaan Gardapati yang berada di kamarnya.Tentu wajar,karena Gardapati berhak sebagai suami dan pemilik rumah.
"Bagian mana yang sakit?"Ucap Gardapati mendekati Hanna.Gardapati khawatir dengan keadaan Hanna yang katanya,kepalanya terasa berat.Ditambah dengan Hanna yang sedang mengandung.
"E..ha..nya pusing tuan!"Ucap Hanna tidak bisa melancarkan perkataannya ketika wajah Gardapati sangat dekat dengannya.Hanna selalu gugup dan salah tingkah jika berada sedekat ini dengan Gardapati.
"Kenapa kau terlihat banyak berfikir?Apa yang sedang kau fikirkan?"Ucap Gardapati tersenyum dan semakin mendekat.Hanna berdiri dari tempat duduknya dan menghindar.Rasanya senyuman Gardapati membuat hati Hanna mencair dan akan membuat Hanna semakin salah tingkah.
"Kau mau kemana,sayang?"Ucap Gardapati tersenyum seperti sebelumnya dan tiba-tiba memanggil Hanna dengan ucapan sayang.
"Apa?Sayang???Aku??"Batin Hanna dengan jari tangan menunjuk dirinya sendiri.
"Ia kamu!siapa lagi yang berada di ruangan ini."Ucap Gardapati tau dengan apa yang di fikirkan Hanna.
"Apakah dia bisa membaca fikiranku?"Gumam Hanna bertanya-tanya,kenapa Gardapati bisa tau dengan apa yang di fikirkan.Padahal Hanna hanya menggumam saja.
"Ganti baju tuan."Jawab Hanna.Gaun mewahnya membuat diri Hanna tidak nyaman dan segera ingin menggantinya sebelum tidur.
"Kenapa sejauh itu...Aku bisa membantumu,membuka bajumu."Ucap Gardapati berdiri dari tempat duduknya menghampiri Hanna.
"E..tuan,aku bisa membukanya sendiri."Ucap Hanna ketika tangan Gardapati berhasil membuka resliting gaun yang berada di punggungnya.
"Aku ingin menjenguk darah dagingku yang berada di perutmu."Bisik Gardapati di telinga Hanna.Membuat Hanna bergidik dengan nafas Gardapati yang berhembus di telinganya.
"Maksud..tuan?"Ucap Hanna,lidahnya menjadi kelu.Jantungnya semakin berdegup kencang ketika Gardapati berhasil melepas gaun Hanna yang telah tergeletak di lantai.
"Apa kau mencintaiku?"Ucap Gardapati tiba-tiba dengan tangan yang telah merangkul perut Hanna dari arah belakang.
Pertanyaannya membuat hati Hanna berdesir,jantungnya kian berdebar,bahkan Hanna tidak mempercayai pertanyaan tersebut bisa keluar dari mulut Gardapati.
"Apa kau merasakan hal yang sama sepertiku?"Timpalnya lagi dengan bibir yang menjalar di tengkuk leher Hanna.
"Apa?kau merasakan apa?Hal yang sama?apa itu cinta?suka?Tidak mungkin,kau hanya mabuk."Batin Hanna dengan mata terpejam dengan sentuhan Gardapati.Menurut Hanna,mungkin Gardapati mabuk ketika di pesta yang menyediakan minuman beralkohol yang mahal untuk para tamu yang terdiri dari kalangan atas.
"Kenapa kau tidak menjawab?Apa pertanyaanku begitu sulit.Apakah aku boleh menjenguk darah daging kita?"Ucap Gardapati membuat Hanna tidak bisa memahami keadaan Gardapati sekarang.Apakah Gardapati serius mengatakan hal yang membuat Hanna memiliki harapan besar yaitu mendapatkan kepercayaan Gardapati.Atau Gardapati berkata seperti itu karena mabuk.Gardapati telah melempar Hanna di atas ranjangnya.Mulai mencium setiap sisi tubuh Hanna yang berhasil membuat Hanna mengeriang.Hanna mencengkram sprei ketika Gardapati telah menyatukan tubuhnya.
"Sayangku."Ucap Gardapati menatap Hanna lekat-lekat lalu ******* bibirnya.Membuat Hanna kembali memejamkan matanya.Menikmati rasa yang semakin bergejolak.Rasa itu semakin membuat Hanna nyaman.Tatapan dingin itu,membuat Hanna ingin lebih jauh mengenal sosok yang sedang menikmati tubuhnya kini.
***
Dor...dor..dor...
"Nona Han,tuan...Ada tamu.."Suara gedoran dari luar kamar Hanna.Membuat Hanna yang masih dalam keadaan telanjang dan terlelap terbangun karena kerasnya suara ketukan pintu dan suara pelayan.Hanna ingin segera turun dari ranjangnya,namun terhalang oleh tangan kekar Gardapati yang masih terlelap.
"Apa kau tuli,kenapa kau senyenyak itu?"Gumam Hanna melihat Gardapati masih terlelap di belakang tubuhnya.Hanna mencoba melepaskan tangan kekar Gardapati,namun apa daya Hanna sebagai wanita.
"Tuan...tuan..."Ucap Hanna membangunkan Gardapati dengan menepuk-nepuk tangannya.
"Ada apa?Apakah kau ingin aku menjenguk bayi kita lagi?"Ucap Gardapati yang masih terlelap.
"Apa?apakah difikiranmu hanya itu saja??"Gumam Hanna sangat kesal dengan Gardapati.
Dor..dor..dor...
"Tuan,Ada tamu.."Teriakan pelayan terdengar kembali.
"Siapa yang datang sepagi ini?"Ucap Gardapati yang bangun dari tidurnya lalu menatap jam di ponselnya.Kesempatan Hanna untuk mengambil piyama tidurnya.Begitupun dengan Gardapati yang turun dari ranjang sambil memakai piyama dan berjalan menuju pintu kamar.
nasiib... nasiib
😆
kupikir Bapak²
kalo keysa bener keponakan adipati
kupikir gardapati sama dokternya aja
😅
kupikir baru selisih beberapa hari aja..
yg Hanna jemur sprei trus, ngobrol sama mb nisa, ulet ketemu ulet trus alergi...
berati saya kurang mendalami kl loncat beberapa waktu
😁