NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan 101 Hari

Kontrak Pernikahan 101 Hari

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:175k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

follow Ig ainunharahap12.

Kamar hotel yang terlihat sangat berantakan. Dengan pakaian yang berserakan di lantai dan ada sepasang insan yang berbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang tertutupi selimut.

Seorang pria dengan tangannya yang memeluk wanita di sampingnya itu yang lurus berbaring. Tiba-tiba wanita itu mengkerutkan dahinya dengan membuka matanya yang sangat berat. Wanita itu juga memijat kepalanya yang terasa sangat berat.

Wanita itu merasa berat pada perutnya yay membuatnya menoleh kesampingnya dan kaget melihat pria di sampingnya.

"What!' pekiknya dengan wajah kagetnya yang langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Wanita itu langsung duduk dan melihat tubuhnya yang di balik selimut sudah polos.

"Bawa aku jalan-jalan ke surga. Sebelum aku kembali ke dalam Neraka," wanita itu menepuk jidatnya saat hanya mengingat sepenggal kata saat mabuk yang di ucapkannya pada pria yang tidak dikenalnya di sampingnya itu.

"Kau benar-benar keterlaluan Alea!" umpatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Untung bertemu Alvian.

"Aku mana mungkin memakan. Makanan yang sengaja dibawa untukku. Pasti ada sesuatu bukan di makanan itu!" ucap Alea yang merasa ada yang tidak beres dengan makanan yang sengaja diberikan kepadanya.

"Apa maksud mu? Kau menuduhku mencampurkan sesuatu pada makanan ini?" emosi Monica semakin naik. Ketika Alea tau apa yang di lakukannya. Sepertinya memang Monica mencampurkan sesuatu pada makanan itu dan Alea tidak berbicara sembarangan.

"Aku baru saja merebut calon suami putrimu. Jadi kau dan putrimu pasti sangat panik dengan apa yang aku lakukan. Jadi pasti ada tindakan yang kalian lakukan dan pasti ada sesuatu pada makanan itu. Lagi pula. Jangan lupa, Aku ini seorang Dokter. Hanya melihat bentuk makanan saja. Aku juga sudah tau apa isinya!" tegas Alea dengan melihat kearah makanan itu.

Nggak sebegitu juga sih sebagai Dokter. Alea hanya menduga-duga saja dengan firasatnya.

Monica yang mendengarnya mengepal tangannya. Dia sangat marah mendengar apa yang dikatakan Alea.

"Anak ini benar-benar!" geram Monica merapatkan giginya.

"Kau memang tidak bisa kasih hati. Kau harus di paksa!" tegas Monica dengan merapatkan giginya dan mengambil makanan dari tangan pelayan itu. Menyendokkan makanan itu dan kembali mencengkram pipi Alea.

Alea memberontak saat dirinya dipaksa makan oleh Monica.

"Hmpt, hmpt," Alea geleng-geleng kepala saat makanan itu hampir masuk ke mulutnya. Alea pun melawan dengan sekuat tenaganya dan pelayan yang masih berdiri di belakang Monica  hanya bisa dia melihat Alea yang diperlakukan seperti itu.

Mungkin dia ingin membantu Alea atau menghentikan Monica. Tetapi pelayan itu harus sadar. Jika dirinyalah hanyalah seorang pelayan saja. Jadi hanya bisa melihat Alea yang di perlakukan seperti itu.

"Makan cepat!"

"Makan!"

Monica terus memaksa dan Alea terus berusaha untuk menghindar.

Sampai akhirnya Alea berhasil memberontak dengan menepiskan tangan Monica dan sendok itu dan jatuh

"Kau!" Monica yang geram dan ingin menampar Alea. Namun tangan wanita tidak sampai mengenai pipi Alea karena Alea langsung menangkapnya dan menarik tangan Monica dan menghempaskan Monica keatas tempat tidur dan. Lalu Alea langsung berdiri dan langsung keluar dari kamar yang melarikan diri.

"Kurang ajar, Alea mau kemana kau!" teriak Monica yang terasa sakit di punggungnya karena perbuatan Alea.

"Anak sialan! Ayo cepat kejar. Kenapa kamu malah diam saja!" teriak Monica.

"Ba, baik Bu!" sahut pelayan itu yang kebingungan. Apakah harus mengejar atau tidak sama sekali. Namun dia buru-buru keluar dari kamar itu sebelum di sambut Monica.

"Brengsek. Sekarang dia benar-benar, sudah berani melawanku!" umpat Monica yang tidak terima dengan apa yang di lakukan Alea.

"Arghhh brengsek!" umpatnya yang kesakitan. Namun langsung bergerak. Karena dia ingin membalas apa yang di lakukan Alea kepadanya.

Alea yang keluar dari kamar masih memegang bingkai foto ibunya yang berlari menuruni anak tangga. Alea ingin melarikan diri yang keluar dari rumahnya dan bertabrakan dengan Livia.

"Kak Alea!" ucap Livia heran dengan Alea. Livia juga mungkin heran. Karena sepengetahuannya. Alea masih di kurung di kamar.

Alea tidak punya waktu untuk berbicara dengan Livia dan Alea langsung pergi begitu saja. Livia heran dengan Alea yang lari-lari.

"Cepat kejar dia!" teriak Monica dengan suara kencang yang membuat Livia heran dan langsung menghampiri Monica.

"Mah ada apa?" tanya Livia heran.

"Anak sialan itu sudah berani pada mama dan dia mencelakai mama! dan sekarang dia malah kabur," jawab Monica dengan amarahnya yang semakin memuncak.

"Kalian semu cari anak itu dan bawa kembali!" Monica kembali memerintahkan para bodyguard di rumah itu dan mereka langsung bergegas dengan cepat.

"Mau kemana kak Alea? Apa dia akan menemui Alvian dan mengadukan semuanya pada kak Alvian. Bagaimana jika ia," batin Livia dengan penuh tanya dan Livia kepikiran. Jika Alea benar-benar akan kabur nantinya.

Alea berlari keluar rumah dan melihat kebelakangnya yang melihat pengawal mengejarnya yang membuat Alea lebih cepat lagi berlari keluar dari pagar rumah dan satpam bingung dengan Alea yang berlari. Tetapi satpam tidak menghentikan Alea karena tidak tahu apa yang.

Saat Alea berlari kejalanan dan ingin menyeberang jalan tiba-tiba mobil kencang melaju dengan kecepatan.

Chittttttt.

Hanya tinggal sedikit lagi, mobil itu hampir saja menabrak Alea. Alea yang berdiri di depan mobil itu yang melihat ke arah mobil itu dengan nafasnya yang naik turun yang hampir saja mati.

"Sial!" umpat Alvian.

Pemilik mobil itu ternyata adalah Alvian dan Alvian juga begitu terkejut ketika hampir menabrak Alea dengan nafas Alvian yang naik turun.

Alea yang mengetahui Itu adalah mobil Alvian. Langsung berlari ke mobil Alvian.

"Buka pintunya!" pinta Alea dengan menggedor-gedor kaca mobil Alvian dan juga Alea begitu panik yang melihat ke arah rumahnya yang para penjaga sudah keluar dari gerbang.

Namun Alvian masih tetap di dalam yang tidak membuka pintu dan melihat Bodyguard di rumah Alea yang mengejar Alea.

"Menyusahkan!" umpat Alvian yang akhirnya membuka pintu dan Alea langsung masuk

"Ayo cepat pergi!" titah Alea dengan desakan.

"Kenapa juga aku harus menurutimu," sahut Alvian dengan santai di tambah wajahnya begitu kesal. Padahal kaca mobilnya sudah di gedor-gedor pengawal rumah Alea.

"Alvian aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu sekarang cepat bawa aku pergi dari sini dan terserah mau menurunkan aku di mana yang jelas bahwa aku jauh dari sini cepat!" ucap Alea dengan panik.

Alvian menghela nafasnya dan langsung narik gas mobilnya dengan terpaksa yang harus membawa Alea. Karena anak buah dari keluarga itu juga semakin banyak.

"Huhhhh!" Alea menghala nafasnya yang merasa lega. Alea menoleh ke belakang melihat pengawal itu pasti akan mengejarnya kembali dengan perintah Monica.

"Menyetir lah lebih kencang!" perintah Alea.

"Kau benar-benar ya. Minta tolong itu ada batasnya. Jangan sekali ditolong lalu ngelunjak. Nih kau yang menyetir sendiri," sahut Alvian kesal.

"Alvian please jangan berdebat denganku! Aku hanya ingin lari dari kejaran mereka. Aku tidak mau dikurung di kamar lagi sampai saat ini aku lapar gara-gara aku belum makan. Karena di kurung. Jadi please menyetir dengan kencang dan setelah semuanya aman. Baru turunkan aku!" jelas Alea.

"Jangan curhat padaku," jawab Alvin.

"Makanya menyetir dengan kencang. Jangan sampai mereka menemukan ku," ucap Alea.

"Memerintah terus bisanya!" desis Alvian.

Walau kesal yang mendapat perintah dari Alea. Namun Alvian tetap saja menuruti apa yang dikatakan Alea. Dia menyetir dengan kecepatan tinggi agar pengawal itu tidak mengejar Alea.

"Huhhhhh!" Alea kembali menghala nafasnya merasa lega karena sudah jauh dari orang-orang yang mengejarnya.

"Aku berharap aku bisa aman dan mereka tidak akan mengejarku lagi," gumamnya yang terlihat sangat frustasi dan sangat takut.

Menjadi Alea memang sangat menyedihkan. Nasibnya sangat buruk yang membuatnya hanya berserah saja.

Tiba-tiba mobil yang di kendarai Alvian melaju semakin kencang. Alvian yang menyetir bahkan terlihat panik yang seperti terjadi sesuatu pada mobilnya dan menyetir juga sudah tidak menentu.

"Alvian ada apa?" tanya Alea yang merasa juga ada yang tidak beres dengan Alvian.

"Remnya blong," jawab Alvian yang membuat Alea kaget dengan matanya yang terbuka lebar.

Bersambung

1
Dyah Oktina
bukan ugd(unit gawat darurat)..tp icu(intensif care unit) kali thor.. yg ngurus orang kritis mah..
Dyah Oktina
alea...ngak tahu terima kasih sm alvian..dah d bantu banyak banget kamu..sampai d nikahi dgn mewah.. banyak banget protes dgn ke inginan alvian..mbok ya jd orang yg mau sama2 menguntungkan gitu loh
Dyah Oktina
ngak maksut ..aku nih dgn paragraf ini... maaf banyak yg salah kata jd rancu maknanya... pdhal ceritamu bagus2 loh thor.. sebaiknya d baca ulang sebelum d kirim ya thor... 💪🏻💪🏻😍
Dyah Oktina
???????
Rossida Sity
Thor byk kt kt yg salah tolong diperbaiki
Rossida Sity
Alexa jgn mw ditindas trz
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
🥰
Dian Ariestya
Luar biasa
Dian Ariestya
Lumayan
Noxera
keren
novi a.r
tks thor cerita dg ending yg bahagia.
novi a.r
alvian...alea itu ngidam kepiting yg d masak d atas kapal atuh...
novi a.r
so sweet alvian
novi a.r
good job alvian
novi a.r
good job fisya🤣
Herman Lim
thanks author semangat utk karya baru lain nya
Kasih Bonda
trima kasih
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ana
lnjut
Kasih Bonda
next Thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!