NovelToon NovelToon
HIDDEN STEPS

HIDDEN STEPS

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Teen School/College / Tamat
Popularitas:129.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: addinh9

Ini kisah yang bermula dari masa SMA,
dimulai dari kesalahan yang di tengah pertemanan yang di bumbui dengan cinta.

Semasa SMA Andrian menyukai gadis bernama Bila, dia menggilai gadis tersebut namun tak pernah berani mengungkapkan.

Tak disangkanya sahabatnya sendiri menyukai Bila,

Sebuah konflik remaja yang pelik dan menguras emosipun terjadi.

Sampai sebuah rahasia mengubah kehidupan mereka, masa depan mereka.



Apa yang terjadi jika lima tahun kemudian takdir mempertemukan kembali Andrian dengan Gadis yang pernah ia gilai di masa lalunya, namun dengan sebuah status sosial yang jauh berbeda?

Pertengkaran, perselisihan dan penyampaian cinta berbalut kedewasaan menjadi titik balik perubahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon addinh9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

modus Andrian

***

Andrian menyerahkan Denis kepada Bila. Denis menurutnya adalah gambaran dari Bila dan Alex. Denis adalah gambaran Alex versi manis dengan pipi chubby. Mereka bertiga seperti anak kembar yang lahir dalam satu rahim. Andrian bertanya tanya dimana peran ibunya Denis? Kenapa Denis mirip sekali dengan Alex? Mungkin Alex terlalu dominan saat itu.

Bila yang menggenggam tangan Denis berjalanan di depanya, seperti orang yang akan dilindungi. Sementara dia adalah bodyguard yang selalu dibelakang majimanya. Langkahnya semakin cepat untuk menyamakan dengan langkah kaki orang di depanya.

Satu langkah, dua langkah, Bila berbalik membuat Denis juga ikut berbalik karena tanganya tertarik. Matanya memicing menatap Andrian. "Kenapa Mengikuti?" Bila mendengus tak suka.

"Jangan mengikuti aku lagi, aku tak suka,"

"Huh?" Andrian bingung. Beberapa saat kemudian dia tertawa. Lalu mengusap air matanya yang tak keluar.

"Kau pikir aku mengikutimu? Hei, untuk apa aku mengikutimu?" Andrian bertanya.

Pipi Bila memerah saat itu juga. Bodohnya ia, kenapa ia sangat percaya diri sekali? Akibatnya, ia jadi sangat malu. Mau di bawa kemana mukanya saat ini. Menuduh orang lain mengikutimu? Oh ayolah, jika orang lain mungkin saja ya, tapi orang ini? Bila bahkan tak berharap kalau orang ini mau dalam satu tempat dengannya. Andrian jijik padanya, Ingat itu.

Andrian tersenyum melihat Bila yang termenung dengan pipi semerah tomat. Tanganya terangkat untuk mengusap rambut lembut berwarna pirang itu, Tetapi tanganya tak sampai. Rasanya masih sedikit canggung. Dari pada mengusak kepalanya, Andrian lebih suka mencemoohnya untuk melihat wajah imutnya saat marah.

"Ck, Ck, Kau ini percaya diri sekali. Karena Aku berjalan di belakangmu kau pikir Aku mengikutimu?" Andrian menyilangkan tanganya ke depan dadanya. Tak apa kalau pembaca menganggap ia memperpanjang masalah. Memang itu rencanya, melambatkan waktu untuk terus bisa mengobrol dengan Bila. Kapan lagi bisa berbicara panjang tanpa saling membentak? Kalau saling mengejek, itulah yang dia suka.

"Kau kan bisa berjalan jauh di belakangku, tapi kau berjalan tepat dibelakangku. Aku tak mau orang menganggap kalau aku dekat denganmu," Bila menyisipkan rambutnya dibelakang telinga. Andrian melihat tanganya yang putih mengusap jemari Denis yang di genggamnya, ia tersenyum.

"Aih? Kau pikir aku mau, membuat orang orang menganggap aku suamimu begitu?" Andrian membuat raut wajah yang sangat menyebalkan. Bahkan Denis pun tak menyukainya. Tertawa untuk menarik Bila membalasnya lagi dan lagi.

"Otakmu itu perlu di refresh supaya berjalan dengan baik," Andrian sangat menikmati wajah yang saat ini Bila buat.

"Paman, kalau kau tak suka orang lain menganggap kau dekat dengan kami, maka jangan bicara dengan cara meledek seperti itu, Kau terlihat seperti orang yang menginginkan sesuatu tapi bilang tak pernah mengiginkan apapun,"

Denis dengan wajah polosnya mengatakan itu. Tapi ia tak tahu kalau dengan kata katanya membidik tepat sasara ke arah Andrian. Andrian salah tingkah. Semudah itu kah motive nya terbaca sampai anak berusia lima tahun pun tahu?

Andrian mengusap hidungnya yang tak gatal. "Yah, anak kecil sepertimu tidak usah ikut campur dengan urusan orang dewasa. Lebih baik kau makan saja!" Andrian melambaikan tanganya tanda mengusir.

"Benar, Kita pergi saja dari orang aneh ini dan pergi makan. Kau belum makan kan Denis?" Tanya Bila dengan lembut dan Denis menggeleng penuh dramatis.

Mereka berdua pergi menyisakan Andrian yang merasa kehilangan. Hidupnya kembali lagi menjadi Andrian yang dingin dan... Kesepian.

Andrian hanya bisa memperhatikan Bila yang melangkah menuju Alex. Lalu Alex menggendong Denis, membawanya untuk makan yang diikuti dengan Bila dibelakangnya. Mereka saling menyuapkan makanan untuk anak kecil itu. Andrian tak suka, Andrian tak suka jika melihat orang bahagia dan dia tak bahagia. Ia hanya ingin semua orang merasakan apa yang ia rasakan.

Di saku celananya, ponselnya bergetar tanpa suara. Ada nama Zian di situ. Ia tak perlu menjawab telepon itu, langkah kakinya menuju ke Aula mencari Zian.

Zian disana, dengan sahabat sahabatnya dan kekasih mereka.

"Kakak kemana aja, udah ninggalin aku. Aku kira kakak pulang duluan," Nada suaranya cemas seperti takut ditinggalkan, tapi air wajahnya menandakan kalau ia baik baik saja tanpa Andrian. Andrian mendengus.

"Kau itu suka sekali menghilang, habis kencan?" Kelakar Adit. Satu satunya lelaki dengan rambut agak gondrong disitu. Andrian menjawab, "Ya, aku habis berkencan dengan seseorang yang bermulut pedas tapi berwajah imut, yang punya anak kecil selalu mengikutinya, Dan lelaki yang selalu meindunginya." Andrian berkata dengan sinis. Bibirnya seakan tidak bergerak, tapi suara itu dapat didengar dengan jelas.

Semua orang yang mendengar tertawa dengan keras, membuat orang orang melihat ke arah mereka.

Acara hampir sepenuhnya berakhir. Hanya kerabat dekat dan teman teman dekat yang masih berada disitu. Andrian dan Zian masih disitu, bergurau dengan Tian, Adit, dan Natasya. Gita tidak ada, drama keluarganya kembali berlanjut saat tamu tamu sudah mulai pulang.

Tak jauh dari situ, mama Tian sedang berbicara dengan seseorang. Andrian tak percaya dengan yang dilihatnya, mamanya Tian dan Bila, bahkan Alex sangat akrab. Mama Tian bahkan menggendong Denis dalam dekapanya.

Andrian hanya sanggup melihat tanpa bisa mendekat mendengarkan apa yang nereka bicarakan. Melamun tak bergerak meninggalkan percakapan dengan teman temanya.

Akhirnya Andrian mengajak Zian pulang. Pertama, Ia mengantarkan Zian pulang dulu. Dirumah memang tidak ada orang tuanya, tapi masih ada asisten rumah tangga yang menginap, jadi Zian tak akan sendirian.

"Kakak, aku mau pulang ke apartemen kakak aja," Katanya. Sial*n Zian. Kenapa tidak bilang dari tadi, harusnya sebelum berada ditengah jalan menuju rumah. "Kenapa? Dirumah kan ga bakal sendirian," Andrian menjawab.

"Bi Inah kan di lantai bawah. Di lantai atas cuma ada aku doang. Ngga betah dong," Zian merengek. Dasar anak manja. Andrian yang merasa kasihan pun akhirnya memutar balikan mobilnya menuju apartemenya.

"Ya sudah, tapi kalau Ibu sama Ayah pulang kamu juga harus pulang," Ingat Andrian.

"Ayay captain," Teriak Zian dengan tangan hormat.

***

Andrian menengok ke arah samping, Zian tertidur pulas. Ia mendengus, kalau Zian itu adik perempuanya, pastilah akan Andrian gendong sampai ke apartemen. Tapi Zian ini laki laki, Andrian tak akan mau. Jadi Andrian membangunkan Zian dengan cara membunyikan klakson sangat keras. Dari tadi ia membangunkan tetapi tak tampak mata itu akan terbuka.

Zian terbangun dengan kaget. Klakson mobil mengagetkanya. "Sudah bangun? Cepat turun!" Perintah Andrian. Zian mengucek ngucek matanya membuat langkahnya gontai. Ia membuka pintu apartemen, di belakangnya Andrian mengikuti.

Zian yang meletakan badanya bersandar di sofa menghembuskan nafasnya lega. Dasi kupu kupunya ia lepas dan melemparkanya ke sembarang tempat. Andrian pun sama, menyopot jas dan kancing kemejanya membuat dia semakin dewasa. Dua orang itu menghembuskan nafasnya seakan sangat lelah dan habis maraton.

Mereka bahkan hampir terlelep sebelum mandi, tapi mereka tidak melakukan itu. Tetap menjaga untuk tidak terlelap agar nanti saat lelahnya sudah berkurang bisa langsung mandi.

Zian mengedarkan pandanganya, melihat sebuah benda berbentuk kertas di meja. "Ini.. apa?" Tanyanya pada Andrian yang bersandar disampingnya.

1
Bunny
sukaaaa;)

baca karyaku yukk
MY CONTRACT WIFE♡
BELVA
mampir kembali di novel
#gadis imut diantara dua raja

mksh ya ka
BELVA
slm kenal ya
BELVA
aku datang membawa like banyak untuk mu
BELVA
hallo author kece aku datang nih
saaa
ngakak karna bra nya si indah 😂😂
Alisya Putri
mantap....

salam sukses selalu buat thornya dari a world full of zombies hadir lagi 💚😘

yuk saling dukung 😎🙂
𝑳 𝑪
Aku mampir kak 😊

Tetap semangat berkarya. 💪mari saling dukung kak😊

Salam dari
▪︎Lahirnya Penguasa Kegelapan
Pow
Ditunggu masterpiece selanjutnya dari kak Fruiss ❤
Sehat selalu ya kak
fruiss: makasih kakak❤️
total 1 replies
kh!@#g fu sh3=g
hai thor aku datang lagi membawa 20 like di karya kamu hidden steps, salam kenal. semangat thor
Yaumi Amalia
aku mampir kak 🤗 semangat terus 💪 mampir di karyaku"Friend but married 🤗🙏
D.M.E.S
sudah rate 5 jugaaa 😊
D.M.E.S
bom like sampai sini thor..
salam dari 'Jodohku Dekat di Mata' 😊
Lidia Tikla
next
Elisabeth Ratna Susanti
triple like😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Tari Husada
like.
semangat!

- Rendra dan Dalia -
fruiss: makasih kakak
total 1 replies
Chida
siaaaap meluncur 💃💃
fruiss: makasih kakakkkkk :)
total 1 replies
fruiss
HALO KAKK.. MAMPIR YUK KE CERITA AKU YANG BARU, STATIS❤️
Andika Viki Bimantara
jelek
fruiss: iya. kenapa ya kok jelek. baca sendiri aja ogah gue😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!