NovelToon NovelToon
Pencuri Hati

Pencuri Hati

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Kecelakaan membawa Rein bertemu dengan jodohnya. Ia merasa terjebak karena harus menikah dengan seorang polisi, sedangkan dirinya adalah seorang pencuri. Rein menerima pernikahan itu karena merasa berhutang budi.

Bagaimana perjalanan hidup Rein bersama suaminya tersebut. Apakah mereka akan tetap hidup bersama, walaupun suaminya tahu jika Rein adalah penyebab kakaknya meninggal dunia? Ikuti kisah mereka ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepucuk Surat

...Happy Reading...

...****************...

Jarum jam dinding berdetak sesuai putarannya. Bagi Rein entah kenapa waktu terasa cepat berlalu. Sudah pukul sebelas malam, tetapi kedua matanya masih enggan terpejam. Rein masih gamang antara pergi atau tetap bertahan. Rasa kantuk pun tiba-tiba menghilang.

Rein memutuskan untuk pergi ke kamar Abian. Rasa bersalah yang mendesak dalam hatinya, membuat Rein ingin meminta maaf kepada anak itu. Walaupun Rein tahu Abian sudah tidur. Rein hanya ingin mengungkapkan unek-uneknya saja, karena sebenarnya dia tidak sekuat itu untuk menerima kebencian Abian, jika saja anak itu mendengar pengakuan Rein secara gamblang.

Ceklek!

Pintu kamar Abian terbuka pelan-pelan. Rein berjalan mengendap-endap, dan masuk ke kamar tersebut. Berharap tidur Abian tidak terusik oleh kedatangannya.

Menatap tubuh kecil yang tengah tertidur pulas di balik selimutnya, air mata Rein tiba-tiba luruh dengan sendirinya. Kesalahan yang ia lakukan bersama temannya, justru membuat anak itu kehilangan orang tuanya. Rein merasa sangat berdosa. Padahal keluarga Abian sudah menyelamatkan nyawanya. Rein duduk bersimpuh di sisi ranjang Abian. Menekuk kedua lututnya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Abian yang berbaring di ranjang.

"Bian, maafkan tante, ya. " Tante ke sini mau mengakui sesuatu ...," lirih Rein dengan deraian air mata. Ia menghela napasnya dalam-dalam sebelum kembali bersuara, "kamu benar, Sayang. Teman tante itu adalah penyebab kematian papa kamu, tapi temen itu nggak sengaja. Papa kamu meninggal karena senjatanya sendiri, bukan teman tante yang menembaknya, dan tante juga ada saat kejadian itu." Rein menjelaskan kejadian sebenarnya, walaupun Abian mungkin saja tidak mendengar itu.

"Kamu tahu, Bian. Tante dan teman tante memang seorang penjahat. Kami sudah banyak melakukan perampokan, tapi kami tidak pernah membunuh orang. Memang, tidak akan ada alasan yang bisa membenarkan sebuah kejahatan. Mungkin yang tante lakukan sekarang hanya sebuah pembelaan diri, dan suatu saat nanti, Bian pasti mengerti dengan posisi tante sekarang ini."

Rein mengusap air matanya. Ia berusaha menekan isak tangisnya agar tidak menggema di ruangan tersebut.

"Tante sayang Bian, abah, ambu, dan om kamu. Tante sudah berhutang nyawa pada keluarga kamu. Andai saja dulu tante nggak selamat saat kecelakaan itu, mungkin tante nggak perlu bertemu kalian. Tante pikir ini merupakan cara Tuhan memberikan hukuman, atau menyuruh supaya tante sadar. Tante nggak tahu harus bagaimana, Bian?"

Rein sejenak terdiam dan menangis lagi.

"Tante nggak pantas berada di antara orang-orang baik seperti kalian. Apalagi tante bersalah sama keluarga kamu, Sayang. Maaf, tante memang pengecut karena tidak mau mengakui kesalahan tante kepada om kamu. Tante masih belum siap untuk masuk penjara. Masih ada orang-orang yang membutuhkan tante, Sayang. Suatu saat nanti mungkin tante akan mengakui, tapi tidak untuk sekarang ini. Jadi ...."

Pengakuan Rein terjeda lagi. Ia menatap wajah Abian dengan lekat, lalu mengusap pipinya dengan lembut sebelum dirinya kembali melanjutkan kalimatnya, "maafkan tante, Sayang. Tante harus pergi ninggalin kalian."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Rein mendaratkan satu kecupan sayang di kening Abian. Dia pun berdiri, lalu menatap Abian sekali lagi. "Maaf!" Kata itu yang selalu berada di ujung lidah Rein jika melihat sosok mungil di hadapannya tersebut.

Rein berbalik, ia berjalan perlahan menuju pintu. Kakinya terasa berat untuk melangkah, tetapi ini sudah menjadi keputusannya. Rein harus segera pergi dari rumah Aska.

Setelah pintu tertutup rapat, kedua mata Abian yang sedari tadi terpejam tiba-tiba terbuka. Tubuhnya langsung beranjak duduk, setetes air matanya meluncur seketika. Ternyata, Abian mendengar semuanya.

***

Fajar menyingsing di ufuk timur, menandakan sang perkasa sebentar lagi akan muncul. Aska yang bertugas malam sedang dalam perjalanan pulang, walaupun jam kerjanya belum selesai. Setelah memarkirkan mobilnya di halaman, Aska bergegas turun dari mobilnya lalu berlari kecil menuju ke dalam rumah. Di dalam sana, ia disambut oleh seorang perempuan yang berparas cantik dan bersikap lembut. Dia adalah Asti, tetangganya yang baik hati.

"Ke mana Rein pergi?" Pertanyaan itu yang pertama Aska lontarkan kepada Asti. Ia yang diberitahu oleh Asti jika keponakannya menangis sejak dirinya datang ke rumah itu, langsung buru-buru pulang karena khawatir. Apalagi saat Asti juga mengabarkan, jika istrinya pergi secara diam-diam.

"Aku nggak tahu, Mas. Tadi subuh aku baru lihat WA, ada chat dari Mbak Rein kalau dia minta tolong buat jagain Abian. Katanya dia sudah pergi, dan Abian sendirian di rumah. Kuncinya dia letakan di bawah keset. Aku langsung ke sini, dan melihat Bian lagi nangis kayak gitu," jawab Asti memaparkan kronologi yang dia tahu.

"Pukul berapa Rein ngirim WA?"

"Pukul dua belas malam, Mas. Aku udah tidur, makanya nggak dengar ada notif pesan masuk," jawab Asti.

Aska mengernyitkan keningnya, merasa bingung kenapa tiba-tiba istrinya pergi mendadak di tengah malam seperti itu. "Aku lihat Abian dulu." Aska pergi ke kamar Abian, dan diikuti oleh Asti dari belakang.

"Om Aska!" Bian langsung berlari memeluk tubuh pamannya, saat tubuh Aska masuk ke dalam kamar, "Tante Rein pergi," imbuh Abian sambil terisak.

Aska mengusap puncak kepala Abian, lalu berjongkok untuk mensejajarkan tubuh mereka. "Apa Tante Rein mengatakan sesuatu sebelum dia pergi?"

Pertanyaan itu membuat Abian bungkam. Bibirnya mengatup rapat sambil menatap Aska. Entah kenapa, anak itu takut untuk mengatakan apa yang dia dengar dari mulut Rein semalam. Alih-alih menjelaskan, Abian memilih untuk menggelengkan kepalanya dan tetap diam.

"Mas, aku menemukan ini di atas meja makan." Suara Asti membuat perhatian Aska teralihkan. Laki-laki itu berdiri menghadap Asti, lalu menerima barang dan sepucuk surat yang Asti sodorkan kepadanya.

Kedua alis Aska hampir menyatu melihat benda tersebut. Kotak beludru merah yang semalam dia berikan kepada Rein, kini sudah berada di tangannya lagi. Dengan segera dia membuka sepucuk surat yang terlampir bersama benda tersebut. Ia pun langsung membaca isinya.

***

Maaf, Mas. Aku kembalikan cincin ini. Benda itu tidak pantas melingkar di jari seorang penjahat seperti aku. Berikanlah pada orang yang tepat dan pantas berada di samping kamu, Mas. Tugas aku sudah selesai untuk menyembuhkan traumanya Bian. Aku lihat dia sudah bisa berdamai dengan kenyataan, dan sudah bisa berinteraksi dengan lingkungannya layaknya anak-anak lain. Aku minta maaf karena harus pergi diam-diam. Aku yakin kamu tidak akan mengizinkan aku pergi jika aku berterus-terang. Sekali lagi, maafkan aku, Mas. Semoga kamu bisa mendapatkan istri yang lebih pantas buat kamu.

^^^Rein^^^

^^^ ^^^

****

Aska meremas surat tersebut setelah selesai membacanya. Urat-urat di lehernya sampai terlihat karena menahan rasa kesal yang memuncak. Ada apa dengan istrinya? Kenapa dia tiba-tiba pergi padahal kemarin sore mereka masih bermesraan? Apa Aska membuat kesalahan?

Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar di kepala Aska. Namun, yang paling membuat Aska geram adalah, kenapa Rein mengembalikan cincin yang dia berikan? Aska jadi berpikir, jika Rein sudah menolak perasaannya. Perempuan itu tidak mau menjadi pendamping hidupnya, makanya dia pergi meninggalkan Aska.

...****************...

...To be continued...

1
Fitri Riyani
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Bagis novel kamu thor bikin para riders ngerasain nano-nano saat membacanya,Novel lain dari yg lain alur nya,Semoga sehat selalu dan sukses selalu outhornya, Teruskan berkarya ya thor..⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕☕☕🙏🙏🙏🙏
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terimakasih, Kak. 🥰🥰
Jika berkenan mampir di novel terbaruku yang lain, ya. Love sekebon 😍😍
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pasti Asti tuh..Apa belom nikah2 juga si Asti? Masih mengharapkan Aska lagi kah??
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣ogeb,Ketahuanlan jadi nya,Harusnya pura2 aja baru sadar dari pingsan,Kalo gitu mah Rein tau kalian bohongin dia,Ntar Rein tambah marah lg yg ada..
Qaisaa Nazarudin
Apa yg Ambu bilang itu benar banget menurut,Rein itu udah keterlaluan banget, Aska dan Abian,Ambu aja bisa menerima takdir, Kenapa Rein gak? Belajar lah utk menerima takdir, ikhlasin semuanya,gak usah ngehukum diri sendiri lagi..
Qaisaa Nazarudin
Rein ini gak bisa di lembutin lagi,makin lama tingkahnya makin menjengkel kan..Aska harus tegas sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu juga yg mau aku kata kan..
Qaisaa Nazarudin
Kok aku lama2 tambah jengkel dan bosan dgn sikap Rein yg gini ya..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Mungkin itu lebih baik buat Darren..
Qaisaa Nazarudin
Aaahhh akhirnya ketemu nih,Waahh gak sabaran aku,Gimana nih reaksi Aska dengan Abian pertama ketemu Rein disana?? 😁
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah..Nyesek thor...
Qaisaa Nazarudin
memang plot twist yg manis nih outhor nya..mantopp ..👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Ratu tega Ratu nya Abah..😂😂👍👍
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata Rein bersama Abah dan Ambu? Alhamdulillah apakah Aska tau?
Qaisaa Nazarudin
Hadeeuuhh kurang cekap Aska,kesel aku, Rein udah depan mata juga,ogeb..
Qaisaa Nazarudin
Yeeeezzzz akhirnya ketemu,Seret Rein pulang pak polisi,Gregetan aku dengan keras kepala nya Rein..😂
Qaisaa Nazarudin
Duuhh Kasian banget Darren pasti itu ulah preman2 itu...
Qaisaa Nazarudin
Rein terlalu keras kepala,Kasian Abian, Coba lah sekali-sekali mengalah demi Abian Rein,Kamu pernah merasakan hidup sendiri,Harusnya kamu paham apanyg Abian rasakan..
Qaisaa Nazarudin
Hidup seperti ini kah yg mau Rein jalanin?? Udah bagus Aska rencanain utk masa depan mereka,Aska juga menerima Rein apa adanya,Tapi Rein malah berulah lagi,Bwak2 Abian lagi,Hadeuuhh..
Qaisaa Nazarudin
Mampos kamu Darren,Mungkin dgn cara Darren di tangkap,Rein akan pulang kerumah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!