Aulia Zahra Wijaya, Putri dari Alm. Wijaya Arya, Wanita yang banyak memikat para Pria, tapi hanya satu yang bisa menarik perhatiannya.
Dia tinggal bersama Kakak Kandungnya Angga Wijaya yang meneruskan bisnis keluarga mereka, dan juga perusahaan yang dia kelola Wijaya Group, perkenalannya bersama 3 Sepupuh Kusuma merubah segalanya.
Dari jatuh cinta, konflik sampai dimana mereka harus berpisah, dan saling tarik ulur perasaan membuat Aulia harus bisa tegar dan mencoba tidak ingin jatuh lagi kepada pemilik hati.
Aulia memutuskan untuk fokus pada dunia bisnis keluarga, tapi hati selalu saja membawa Aulia dititik terlemahnya, dan pada satu titik kenyataan yang selama ia pegang ternyata semuanya salah, ia baru sadar pemilik hati itu tidak sengaja untuk melupakannya hanya saja ia harus mengalami Amnesia,
pemilik hati itu akhirnya mencari tahu kemana hatinya membawa, walau ingatan membuat ia lupa akan Aulia tapi hati tidak pernah salah, dan itu membawa mereka bersama kembali, tetapi perjalanan mereka tidak mudah untuk bersama selalu saja ada hal yang menghalangi.
bagaimana kisah cinta tersebut, tetapi Author membuat berbeda, silahkan dibaca dan diberikan like jika suka dan koment agar Author bisa mengembangkan ide apa saja dari readers serta vote yah, jika suka dengan Karya ini., terima kasih 'annyeong' 🤗😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adrian
Selepas kejadian yang tak mengenakan, dari kejadian Andreas kecelakan dan akhirnya hilang ingatan ditambah Kakek Kusuma sering sakit belakangan ini yang harus selalu standby di RS, membuat Adrian harus menopang beban keluarga.
mau tak mau Adrian menjalankan posisi sebagai Presdir Group Kusuma, secara tidak langsung Ayahnya Bimo sangat senang mendengar kabar itu, sekian lama Bimo menantikan agar Adrian bisa terjun kedunia bisnis keluarga, tetapi karena saat itu Adrian belum ingin akhirnya membuat Ayahnya ingin ikut andil
tetapi karena ini semua bukan kehendak mereka Ayahnya ikut senang dan bangga dengan keputusan Adrian beserta Kakeknya.
terlihat Adrian masih sibuk membaca beberapa laporan yang ia pelajari sebelum menanda tangani, sudah hampir 6 bulan ia menjalani aktivitas yang rutin itu, sempat terbesit dipikirannya ingin meninggalkan ini semua tetapi karena tidak ada siapapun yang ia harus andalkan akhirnya secara sukarela ia jalani dan sudah menjadi kebiasaannya.
tok tok tok
suara ketukan pintu tidak membuat Adrian berhenti, hanya suaranya yang menyuruh orang itu masuk, nampak Sekretaris Mike mendekat kearah meja kerja Tuannya itu.
"tuan, hari sudah mulai gelap, apa tuan belum mau pulang?" ucap Mike sambil menyilangkan kedua tangannya dibelakang sambil menundukkan kepalanya.
Adrian nampak terhenti sejenak dan melanjutkan lagi, ia sempat melirik jam ditangannya.
"sedikit lagi mike, aku ingin besok datang agak siang, makanya hari ini aku akan selesaikan" ucap Adrian sambil menanda tangani laporan itu.
"baik tuan, saya akan menunggu diluar" ucap Mike beranjak keluar ruangan itu.
Adrian masih sibuk sampai pada Mike menutup pintu perlahan.
sekitar jam 7 malam akhirnya pekerjaan Adrian selesai, ia membereskan tumpukan berkas laporan itu disudut mejanya, dan mematikan layar komputernya, ia pun mengambil jasnya yang ia gantung disudut ruangan, tak lupa ia menyimpan ponselnya disaku dalam jasnya.
diperjalanan pulang Adrian menyandarkan kepalanya disandaran kursi mobil, ia memijat pelipisnya perlahan.
"oh ya mike, bagaimana keadaan kakek hari ini?" ucap Adrian masih dengqn posisinya.
Mike sedang mengemudi dikemudinya, ia hanyq melirik sekali ke spion mobil kearah Tuan Mudanya itu dan kembali melihat kearah depan.
"prsedir dalam kondisi baik, apa kita akan ke sana?" ucap Mike.
"tak perlu mungkin kakek sedang istirahat sekarang, biarlah besok saya dan adit yang kesana" ucap Adrian.
mobil pun kembali sunyi, Mike hanya fokus pada kendaraannya. Setelah sampai terlihat Adrian membuka pintu mobilnya duluan sebelum menunggu Mike turun, Mike sempat terkejut dna langsung menyusul turun.
"besok kau bisa kekantor seperti biasa, nanti aku akan bawa mobil sendiri, tunggulah saja saya dikantor, urus yang tidak sempat saya kerjakan" ucap Adrian dengan wajah yang lelah.
Mike hanya menundukkan kepalanya tanda mengerti tanpa banyak bertanya, ia paham betul jika Tuan Mudanya sedang lelah dan agak bosan dengan pekerjaannya. Adrian pun masuk kedalam rumah menuju kekamarnya.
Mike pun naik kembali kedalam mobil dan melaju kencang menuju apartementnya untuk istirahat.
"bang, baru pulang" ucap Aditya dibalik meja makan.
Adrian pun membuka jasnya dan menaruhnya disandaran sofa ruang tengah dan melangkah ke meja makan ikut bergabung bersama Aditya.
"mba aku minta kopi dibawah keruang kerjaku yah sebentar" ucap Adrian sambil menyendok nasi dipiringnya.
Aditya yang mendengar hanya bisa mengernyitkan dahinya kearah Adrian sambil berhenti mengunyah. Adrian sadar dengan tatapan itu dan mengangkat bahunya tanda bertanya.
"ternyata abang sudah cukup dewasa setelah duduk dikursi pimpinan" ucap Aditya meneguk minumannya.
"maksud kamu" ucap Adrian memilih lauk yang ia sukai.
"ia, maksudku selera minuman abang saja sudah seperti orang tua saja" ucap Aditya melahap kembali makanannya.
"itu karena aku ingin bekerja kembali diruangan untuk mengusir kantuk dan harus fokus" ucap Adrian sambil melahap makanannya.
"terserah deh, oh yah abang andre?" ucap Aditya kearah Adrian
Adrian pun berhenti sejenak dari makannya, mengunyah perlahan dan menengadahkan wajahnya dengan tatapan yang tak terbaca.
"dia, lagi sama paman, tapi tadi nelpon katanya pengen balik" ucap Adrian menyelesaikan makannya.
Aditya tampak bingung dengan bereaski mengernyitkan dahinya dan meneguk perlahan minumannya.
"bukannya bang andre masih ilang ingatan? terus..." ucap Aditya tak sabar
Adrian yang sudah selesai makan mendorong perlahan sisa piring kotornya dan mencoba mencari kenyamanan dibalik kursi makan itu, tak lupa dia menghela nafas sebelum melanjutkan pembicaraan mereka.
"iya, dia memang masih sakit tapi dia pengen jalan aja dulu kesana buat jenguk makam Aunty Clara, dan mungkin beberapa hari ini bakal balik kesini" ucap Adrian.
"trus bang, dia masih belum ingat kejadian itu lagi" ucap Aditya antusias
"belum, perlahan dia akan ingat, nyatanya sekarang saja dia lagi penasaran dengan Aulia, dan aku belum bisa ngomong ke andre dan juga aulia tentang semuanya, gue bingung" ucap Adrian melemah dan menghela nafas panjang sambil tertunduk.
Aditya paham dengan situasi Abang keduanya ini, dia dalam kondisi serba salah, Aditya pun tidak ingin meneruskan terlalu jauh takut akan menggangu konsentrasi Abangnya, bagaimana pun perusahaan sekarang ditangan Abang Adrian.
"ya sudah bang, pasti ada solusi dibalik ini dan saat tiba nanti gue bakal bantu abang" ucap Aditya memberi kekuatan dengan memegang pundak Adrian.
Adrian dan juga Aditya beranjak dari meja makan menuju kamar atas.
"oh yah, 2 hari yang lalu abang ketemu angel di RS, dia lagi jadi dokter residen disana, kalian enggak lagi marahankan?" ucap Adrian berjalan lebih dulu menaiki tangga.
sadar jika Aditya tidak naik, Adrian pun menengok kearah Aditya.
"kok bengong" ucap Adrian.
Aditya langsung menyusul Abangnya dan mengandeng lengannya.
"apa saja memangnya dia bilang" ucap Aditya.
Adrian hanya bisa pasrah dengan tingkah Adik Bontotnya itu.
"dia hanya bilang kalian tidak ada hubungan apapun, dan sepertinya dia berusaha untuk menjauh darimu, kenapa?" ucap Adrian sambil berjalan menuju kamarnya yang diikuti oleh Aditya.
"begitu... sepertinya aku bakal ekstra untuk bisa dapatkan dia" ucap Aditya.
Adrian berhenti memegang ganggang pintu tersebut dan melihat Aditya sambil penuh tanya diwajahnya.
"uda abang masuk aja didalam, gue ke kamar dulu bye" ucap Aditya menghindar dengan pertanyaan yang akan dilontarkan Abangnya.
Adrian membuka perlahan pintu kamarnya, ia masih memikirkan perkataan Aditya bahwa ia akan ekstra mengejar wanita yang ia sayangi, sedangkan dia hanya bisa memandang dari kejauhan wanita itu.
Adrian melemparkan diri keatas kasurnya, ia mengambil ponselnya dan memandang nama 'Auliaku' dia sempat membayangkan betapa bodohnya dia dalam masalah mengejar wanita, akhirnya Adrian mengedit nama kontak tersebut menjadi 'Aulia' karena tidak sengaja nama tersebut menjadi panggilan, saat ingin mematikan terdengar diseberang sana mengangkat.
"iya halo rian" ucap Aulia
Adrian sempat kewalahan dan bingung ia hanya bisa pasrah menjawab sambil salah tingkah.
"iya halo lia" ucap Adrian sambil menggaruk kepalanya dan menarik perlahan, ia berpikit perlahan betah bodohnya ia bisa dalam situasi ini.
dan perlahan senyumnya mengembang sambil terkekeh disertai dengan tangannya yang memukul pahanya dan menggigit bibirnya.
"kenapa?" ucap Aulia lagi
"tidak, hanya iseng saja" ucap Adrian
"jangan bilang, kamu lagi rindu aku makanya nelpon, aku sedang sibuk sekarang.." ucap Aulia terputus
"apa bisa aku rindu kamu, oh yah aku ganggu dong, tunggu kamu belum balik dari kantor?" ucap Adrian penasaran.
"memangnya siapa yang larang, i am single, ia nih banyak yang lagi lakukan kontrak kerja" ucap Aulia
"mmmmm., wah bagus dong, ya udah lanjut gi" ucap Adrian ingin menutup panggilan tapi enggan ia lakukan.
"rian? kamu masih disanakan?" ucap Aulia karena masih dalam panggilan
"ee ia," ucap Adrian
"rian, apa benar.... mmmm., enggak deh, ya udah bye" ucap Aulia memutuskan panggilan itu.
mendengar dari ucapan Aulia terakhir Adrian paham tapi ia hanya bisa meletakkan ponselnya dinakas, Adrian terlihat duduk dibibir ranjang menunduk dan meremas rambutnya.
karena di rasa sudah semakin malam, akhirnya Adrian masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan pikirannya.
......
"hey bang, tumben bangun telat makan yuk" ucap Aditya sambil berjalan dari luar menuju meja makan.
Melihat Aditya yang masih dengan baju semalam, ia tahu jika Adiknya itu selalu latihan tiap pagi di studionya, Adrian menuruni tangga sambil menyimpan ponselnya, dia baru saja memberi perintah pada Sekretaris Mike untuk mengecek email darinya semalam.
"kamu lagi enggak ada jadwal kan?" ucap Adrian dan disertai anggukan dari Aditya.
"kalau gitu kita ke RS yah jenguk kakek" ucap Adrian.
Aditya yang lagi menghilangkan keringatnya dengan handuk kecil yang menempel dipundaknya hanya mengangguk dan mengangkat bahunya tanda setuju.
merea pun makan diselangi dengan percakapan ringan. selepas makan dan berpakaian Adrian terlihat sangat elegan dengan pakaian jasnya yang berwarna abu-abu, sedangkan Aditya mengenakan kaus putih dan celana jeans tak lupa jaket denim menempal dibadannya.
"kita naik mobilmu aja yah dit, abang sekalian dijemput sama mike setelah dari RS" ucap Adrian diparkiran mobil mereka.
Aditya yang memang ingin berkendara langsung menghidupkan salah satu mobil, dan melayangkan tangannya mempersilahkan Abangnya masuk.
"bang, gimana keadan kakek?" ucap Aditya dibalik kemudinya.
"nanti juga kamu lihat" ucap Adrian melirik ponselnya.
mobil melaju membelah keramaian jalanan ibu kota, mobil mewah itu nampak memasuki halaman parkiran RS kedua pemuda itu turun bersamaan.
dikejauhan Angel yang baru masuk di lobby UGD dapat dengan jelas melihat sosok yang ia kenal, Angel pun buru-buru bersembunyi dibalik tembok.
Adrian sengaja mengajak Aditya untuk masuk lewat UGD, ia ingin mempertemukan Aditya dan juga Angel, tapi sayang Angel sudah lebih dulu menghindar, Aditya tida menyadari ia hanya sibuk melihat sekitar.
setelah Angel merasa Adrian dan juga Aditya masuk lift menuju lantai atas, akhirnya ia keluar dari tempat persembunyian dan langsung masuk kedalam.
"kakek" ucap Adrian
terlihat Kakek Kusuma sedang menonton TV dengan posisi tidur, mendengar Cucunya memanggil Kakek langsung mengecilkan volume Tv itu.
"rian, adit kemari nak" ucap Kakek.
"kek, maaf adit baru pulang" ucap Aditya tertunduk, ia tahu jika Kakeknya selama ini menentang pekerjaan publik figur Aditya.
Kakek Kusuma sudah tidak seperti dulu lagi, mungkin karena kondisinya tapi jika ia sehat bisa jadi lain ceritanya.
"kemari sayang, kakek rindu dengan cucu bontotnya kakek" ucap Kakek melentangkan tangan untuk dipeluk
Aditya yang sempat terkejut dengan ucapan Kakek langsung berhamburan memeluk Kakeknya.
"kakek sehat" ucap Adrian duduk disamping ranjang pasien.
"seperti yang kalian liat, bagaimana keadaan andre?" ucap Kakek
Aditya langsung berhenti memeluk dan ikut duduk bersebelahan dengan Adrian.
"andre sehat, dia akan kembali saat ia beri kabar nanti" ucap Adrian dengan wajah senyum manisnya.
"jika dia tiba segera beritahu dia untuk bertemu kakek yah" ucap Kakek lagi
"pasti kek" ucap Adrian.
"oh yah adit, bagaimana konsermu" tanya Kakek
Aditya yang mendengar hanya memamerkan giginya dan senang mendengar Kakeknya akan bertanya tentang kegiatannya.
"seperti yang diharapkan semuanya berjalan lancar kek" ucap Aditya.
Setelah pembicaraan mereka Adrian memutuskan untuk segera ke kantor, selepas mereka habis makan bersama dengan Kakek, Aditya masih ingin menemani Kakek tetapi dia mau turun untuk membeli sesuatu dan mengikuti ke lantai bawah bersama Adrian.
selepas Adrian berangkat Aditya terlihat melihat Angel dari kejauhan sedang berbicara pada Dokter yang ia tahu itu adalh Dokter Arya, karena penasaran akhirnya Aditya memanggil nama Dokter Arya dengan tatapan ke arah Angel.
Angel yang melihat hanya bisa terpaku tidak tahu harus berbuat apa terlihat diwajahnya yang panik dan bingung.
"wah.., adit, aku dengar kamu habis tour konser solo yah, selamat yah" ucap Dokter Arya saat Aditya menjabat tangannya.
Aditya hanya tersenyum dan melirik kearah Angel, Dokter Arya tahu tatapan itu dan ia pun mengenalkan Angel dihadapan Aditya.
"dit, kenalkan angel dia salah satu dokter residen disini, angel kenalkan adit dia cucu pemilik RS ini" ucap Dokter Arya.
Angel hanya bisa memberi salam pada Adotya dengan senyum canggungnya, Aditya nampak memperhatikan gerak gerik Angel, karena tidak tahan dengan sikap Angel akhirnya Aditya buka suara.
"dok, tak perlu memberi tahu aku kenal dengan wanita ini, kami teman satu sekolah dulu" ucap Aditya dengan penuh penekanan.
Angel yang mendengar hanya bisa semakin terpojok, melihat tatapan Dokter Arya yang terkejut Angel hanya melemparkan senyum bingung dan mengangguk.
"jika seperti itu bagus dong, oh ya dit aku harus keruangan presdir dulu, ngel aku tinggal yah" ucap Dokter Arya menandang secara bergantian pada dua manusia didepannya, Dokter tahu jika ada sesuatu diantara mereka makanya ia memutuskan untuk pergi.
Aditya yang mengamati Dokter Arya yang sudah menjauh langsung melihat Angel, Angel yang belum siap dengan situasi itu memutuskan untuk pergi tapi cepat dicegat Aditya.
"jika kau menghindar terus kapan hubungan kita akan membaik lagi, aku lelah ngel" ucap Aditya menunduk dan melirik kearah Angel dengan tatapan memelas.
Angel pun menarik lelaki itu, karena sejak Aditya muncul di RS semua para wanita tidak berhenti membahas dan memandang kagum Aditya bagaimana pun dia adalah publik figur.
Angel membawa Aditya diruangannya, Angel berusaha melirik sekitar dari kaca pintu memastikan untuk tidak ada yang melihat mereka tadi.
Aditya pun mendekat kearah Angel, Angel yang merasa tak nyaman langsung membalikkan badannya pas didadanya Aditya yang sedang mendekat, ingin menjauh tapi sudah terpojol dipintu, Angel pun mendorong Aditya menjauh.
"hhmm., adit penjelasan apa yang mau kamu beritahu, bisa cepat sebelum aku sibuk" ucap Angel dengan nada memaksa.
"ngel, apa yang aku bilang saat ditelepon itu semuanya benar, aku bukan berniat untuk menjauh darimu hanya saat itu, kegiatanku bertabrakan disaat kita akan bertemu, aku mohon percaya aku my angel" ucap Aditya dengan nada memohon.
Angel hanya tersenyum dan menyilangkan kedua tangannya didada, sebelum ia berbicara ia melihat dengan jelas lelaki yang sudah lama ia rindukan dan terkadang ia benci dengan situasi disaat ia dicampakkan.
"mmm., terus" ucap Angel menggoda ia berusaha menutupi senyumnya.
Aditya yang nampak pasrah langsung maju satu langkah dan memegang kedua tangan Angel.
"aku ingin kita mengulang lagi, aku usahan kali ini tidak lagi" ucap Aditya.
Angel hanya memainkan bibirnya dan mengernyitkan dahinya tanda berpikir dan menimbang, yang membuat Aditya makin putus asa.
"aku tidak minta untuk pengulangan, aku ingin mendengar apa semua maksudmu" ucap Angel
itu membuat Aditya harus ekstra hati-hati dalam berucap.
"mmmm., oke aku pengen kita baikkan dulu mmm?" ucap Aditya meyakinkan
Angel langsung melirik jam tangannya
"sepertinya aku harus balik" ucap Angel
Aditya langsung menarik tangan Angel
"terus?" tanya Aditya
"kita liat aja dulu apa kamu benar tulus" ucap Angel berlalu
Aditya tahu jika dia sedang tarik ulur dengan Angel, dan terkekeh sendiri sambil bertolah pinggang.
"sepertinya semakin susah menaklukkanmu yah, kita liat saja" gumam Aditya.
.....
Adrian terlihat berjalan kearah ruangannya dengan banyak penjelasan dari Sekretaris Mike tentang jadwal dan juga laporannya.
saat ingin membuka pintu Adrian berhenti dan melirik kearah Mike, Adrian terlihat terkejut dengan nama yang disebutkan barusan.
"apa katamu" ucap Adrian
"ya tuan, nampaknya nona aulia sedang melakukan kerjasama bersama salah satu investor dari bali bernama pak maxim" ucap Mike
akhirnya Adrian masuk dengan nampak masih terkejut disusul dengan Mike
"mmmm., ya sudah cukup sampai disini kita mencari tahu tentangnya" ucap Adrian
Mike pun beranjak dari ruangan Adrian
"apakah itu maxim yang aku kenal" gumam Adrian.
Adrian hanya bisa membuang rasa penasarannya dia pun duduk dimeja kerjanya dengan sedikit mencari ketenangan sebelum melakukan kegiatannya.
.....
hari semakin sore Adrian terlihat masih sibuk membaca laporan dan memeriksa, jika sedang bekerja Adrian nampak tidak kenal waktu,
dreeett dreeett
konsentrasinya terganggu dengan bunyi panggilan teleponnya
"lia" gumam Adrian sebelum mengangkat teleponnya
"hai, lia" ucap Adrian
"rian, kamu ada waktu tidak?" tanya Aulia tanpa basa-basi
melirik sebentar pada jam yang melingkar ditanganya
"ada apa? jika mendesak aku akan kesana" ucap Adrian terlihat khawatir
"bukan mendesak sih, hanya butuh bantuanmu, boleh?" ucap Aulia meragu
"aku akan kesana, sms aku alamatnya" ucap Adrian bergegas.
sebelum ia beranjak dari ruangannya ia menekan intercom untuk memanggil Sekretaris Mike
"mike bisa keruanganku sebentar" perintah Adrian
Mike pun tidak butub waktu lama datang
"ia tuan" ucap Mike
"aku akan keluar, mungkin tidak kembali tolong kamu selesaikan beberapa laporan yang harus diselesaikan sekarang dan kirim ke email ku, aku ada urusan diluar" perintah Adrian dengan
"baik tuan, apa tuan menyetir?" ucao Mike
"ya aku sendiri, jika sudah selesai kamu bisa pulang" ucap Adrian beranjak dari tempatnya
Sekretaris Mike pun mengambil berkas laporan itu, dan pergi keruangannya untuk menyelesaikan apa yang diperintahkan oleh Tuannya.
.....
"rian, maaf yah aku harus menyusahkanmu" ucap Aulia
terlihat mereka sedang duduk berhadapan disalah satu kafe, duduk disudut ruangan itu dengan kaca transparan besar disamping mereka, mereka dapat melihat pemandangan diluar ruangan itu, mereka hanya memesan es americano.
Adrian yang mendengar permintaan Aulia hanya terkekeh kecil
"jadi kamu sedang butuh investor lebih untuk menarik perhatian kolega-kolegamu, oke aku akan bantu" ucap Adrian memperjelas kembali maksud Aulia
Aulia hanya bisa tersenyum kikuk dan canggung.
"ia rian, butuh banget, aku pengen buktikan pada kak angga kalau aku bisa tanpa bantuannya, makasih yah" ucap Aulia.
"kamu selalu baik, aku bersyukur punya teman sepertimu" ucap Aulia sekali lagi
"apa aku terlalu baik" ucap Adrian mengulangi lagi kata Aulia
"eee iya kamu sangat baik, baik banget" ucap Aulia dengan tersenyum
"apa boleh aku minta imbalan" ucap Adrian
"eee.., apa" tanya Aulia
"enggak bercanda" ucap Adrian
padahal dalam hatinya, Adrian sangat menginginkan Aulia tapi ia tahu jika hati wanita itu hanya untuk satu orang urung ia katakan.
mereka pun makan sambil bercanda dan mengenang masa lalu.
....
setelah mereka berpisah ditempat kafe tadi, Adrian yang sedang mengemudikan laju kendaraannya nampak terpikirkan sesuatu,
Adrian memutuskan menepikan mobilnya dan mengambil ponselnya didalam saku jasnya untuk melakukan panggilan kepada Mike.
"halo, mike? besok bisa kamu siapkan beberapa dokumen mengenai beberapa sahamku". ucap Adrian
"iya tuan, saya akan siapkan" ucap Mike tanpa banyak tanya.
Adrian pun memutuskan percakapannya, Adrian melajukan kembali mobilnya, saat diparkiran mobil rumah, Adrian yang sedang mematikan mesin mobilnya mengambil ponselnya yang ia simpan dikursi penumpang yang sedang berdering.
"andre" gumam Adrian
"halo ndre" ucap Adrian mengangkat telepon
"rian, lusa aku akan kembali" ucap Andreas tenang.
Adrian yang menutup pintu mobil sambil berjalan terhenti langkahnya mendengar ucapan Andreas.
"baik" ucap Adrian, hanya itu yang bisa ia respon dari ucapan Andreas
"oke, aku hanya ingin bilang itu, aku masih ada yang harus disiapkan bye" ucap Andreas menyudahi panggilannya.
Adrian kembali berjalan menuju rumah utama sambil memandang ponselnya dengan sedikit beban.
"abang?" ucap Aditya mengagetkan Adrian yang lewat pintu samping.
Adrian sempat terkejut dan terhenti, ia memandang Aditya dengan wajah yang tidak terbaca.
"baru pulang?" tanya Aditya lagi
Adrian mendekat dimana Aditya sedang menonton TV ruang tengah dan duduk mencari kenyamanan disana, ia sempat merebut minuman dingin ditangan Aditya dan meneguk dengan cepat seperti sedang frustasi.
melihat reaksi Adrian yang aneh membuat Aditya hanya bisa mengamati setiap tingkah Abangnya.
merasa diamati oleh Aditya, Adrian langsung menengadakan pandangannya kearah Aditya dengan mengangkat kepala tanda bertanya kenapa.
Aditya hanya menggeleng cepat dan mencoba mendekat.
"ada apa.. apa" ucap Adrian lagi
"tidak, hanya ada yang sedang abang pikirkan, apa itu?" ucap Aditya ingin tahu
Adrian sempat memejamkan mata dan memijit pelipisnya perlahan, sekian detik ia pun kembali kearah tatapan Aditya yang sangat penasaran ingin tahu.
"lusa.., lusa andre akan kembali" ucap Adrian pelan
"benarkah? bang, ini semua bukan salah abang, aku yakin saatnya tiba bang andre pasti paham dengan semua tindakan abang" ucap Aditya memberi dukungan dan ketenagan disana.
"sudahlah, jangan terlalu abang pikirkan, oh ya abang uda makan?" ucap Aditya menepuk pundak Abangnya itu.
Adrian hanya mengangguk sambil tersenyum, tidak mau terlalu tertekan Adrian beranjak dari ruangan itu, ia ingin menenangkan diri dan mengerjakan beberapa laporan yang sudah dikirimkan oleh Mike.
"abang keatas dulu" ucap Adrian beranjak.
Aditya hanya tersenyum sambil melihat kembali layar TV digital itu.
Adrian sudah selesai mandi, ia hanya mengenakan kaos putih dan celana puntung hitam dan masih ada handuk melingkar di lehernya, ia masuk keruangan kerjanya yang bersebelahan dengan kamar Andreas dipojok ruangan lantai dua itu.
"semoga berjalannya waktu aulia dan juga andre tidak marah denganku" gumamnya memandang kamar tidur Andreas sejenak, ia pun langsung masuk dan menutup kembali ruangannya.
.......
**jangan lupa like dan vote yah readers 😉
jika penasaran sebenarnya apa yang terjadi dengan adrian mengapa ia sperti frustasi jika menyangkut dengan andreas, penasaran tunggu season adrian selanjutnya yah**.
mampir yuk ke novelku yang berjudul
"pergi ke masa lalu"
"siculun dan pangeran tampan"
minta dukungannya lewat rate komen like dan votenya, apabila suka alurnya bisa klik favorit
salam santun dariku Rija Annisa
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)