NovelToon NovelToon
Muara Hati

Muara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:378k
Nilai: 5
Nama Author: cilamici

Tak selamanya menikah karena dijodohkan orangtua membuat hidup rumah tangga jadi terasa berat dijalani.

Meski sebelumnya telah memiliki pasangan masing-masing, namun nyatanya menikah adalah bukan hanya tentang kita ingin dengan siapa, namun juga orangtua merestui atau tidak.

Via dan Rifal mungkin salah satunya, yang belajar banyak hal setelah menikah karena perjodohan. Yuk ikuti kisah manisnya... ❤️

visual Rifal & Via diambil dari drakor im not a robbot ya.. 🙏
author bucin dengan pasangan Yo Seung Ho dan Chae So Bin, jadilah menulis ini. Love Seung Ho.. ❤️❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Bunga Taman Hati

"Nah itu si Bayu."

Cipto yang kebetulan keluar dari dalam rumah Pak Dulah langsung menyambut Bayu yang baru saja pulang.

Wajah Bayu tampak sumringah, jelas sekali ia sedang bahagia.

"Roman-roman nya ada yang cintanya bersambut."

Goda Slamet yang menyusul Cipto keluar, Bayu yang mendengar celotehan kedua temannya hanya tertawa.

"Traktiran pokoknya kalo jadian."

Cipto jiwa memalaknya kambuh.

"Iyo iyo... Nanti aku traktir, jangan kuwatir."

Kata Bayu yang turun dari motor, lalu berjalan masuk melewati mereka.

"Triono ra ono to?"

Tanya Bayu pada Slamet dan Cipto.

"Halah, bocah itu, dari habis mbungkus pergi ndak pulang-pulang, alesane mau ke Padar Beringharjo nyari baju buat ikut pesta."

Kata Slamet.

Bayu menepuk dahinya sendiri.

"Eh lah dalah, iyo aku lupa, sesok malam Minggu Triono tek ajak ke pesta ulang tahun teman kampusku."

"Lha aku kok ora to Yu?"

Cipto protes.

"Ho oh, kok ming Triono yang diajak?"

Slamet jelas ikut protes juga.

"Ya kalian sudah punya istri, lebih baik jaga pandangan, jaga hati, jaga sikap, jaga pergaulan."

Bayu tertawa.

"Wealah, si Bayu omongane, kalo perempuan yang denger wisan mesti tambah klepek-klepek, ganteng, pinter, setia, wis komplit pisan kayak Nasi Goreng spesial."

Komentar Cipto.

"Wis ah, aku mau mandi, sebentar lagi maghrib,"

Kata Bayu, lalu masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah ia melewati Paman dan Bibinya yang sedang menonton TV.

"Baru pulang Yu?"

Tanya Bi Siti.

"Nggih Bi,. tadi ngantar motor Via dulu."

"Yo wis, mandi sana, keburu maghrib."

Kata Bi Siti.

Bayu mengangguk, kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya di belakang.

Di kamar Bayu sejenak duduk di kursi depan meja belajar lebih dulu, meraih hp di saku ranselnya, untuk mengecek apakah benar Via mengiriminya pesan.

Ah, baru saja ia pulang, masa Via sudah mengirim pesan, lagipula di rumahnya pasti Rifal belum pulang.

Bayu sejenak menghela nafas.

Rifal, jika saja ia jadi saingan Bayu, sudah jelas Bayu lebih baik mundur, untungnya Rifal sudah terang-terangan mengaku hanya berteman dengan Via saja, itu karena orangtua mereka bersahabat baik.

Apalagi, sikap Via juga sepertinya memberikan Bayu harapan yang tinggi. Bayu yakin, jika perasaannya tak bertepuk sebelah tangan.

Yah, meskipun mungkin, halangan ke depannya adalah restu orangtua. Ayah Via.

Tapi Bayu sebagai laki-laki haruslah termotivasi dengan ini, ia harus membuktikan bahwa ia mampu menjadi sukses dan kelak bisa membahagiakan Via.

Walaupun dengan banyak catatan pastinya. Catatan membahagiakan Ibunya dulu. Catatan menyekolahkan adiknya dulu.

Tak apa, sungguh tak apa. Bayu akan tetap berusaha. Tekat Bayu.

Rasa rendah diri beberapa hari yang lalu sempat merayapi dirinya kini pelahan-lahan hilang, seiring dengan terlihatnya sikap Via yang jelas memberikan sinyal memiliki rasa yang sama.

Rasanya bunga di taman hati Bayu kini telah saatnya merekah, mungkin tak semua, atau belum semuanya.

Tapi yang jelas, harapan itu ada. Dan Bayu bisa merasakannya.

Bayu akan berusaha meraihnya.

Bayu meletakkan hp nya di atas meja belajar, lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk meraih handuk di gantungan.

Ia akan pergi mandi, lalu berangkat ke mushola seperti biasa. Setelah itu akan membantu Bi Siti membungkus keripik agar besok pagi bisa disetorkan ke warung-warung dan di antar ke para pelanggan yang sudah pesan.

**--------**

Di rumah Via, Rifal tampak asik bermain catur dengan Ayah Via di teras samping rumah, duduk di kursi rotan sambil menikmati hembusan angin senja.

Via duduk bersama mereka sambil makan kentang goreng, duduk sila di atas lantai.

"Vi, nyicip dong."

Kata Rifal pada Via yang asik makan kentang goreng sendirian.

"Lho kamu ini bagaimana to, Mas Rifal malah tidak di buatkan,"

Omel Ayah Via.

Via nyengir.

"Lho ini Mbok Nah nggoreng buat Mas Rifal kok Yah, cuma Via nyicip saja."

Kata Via sambil menunjukkan kentang goreng di piring yang tinggal beberapa saja.

"Nyicip nya ngegas sampe lupa nginjak rem."

Kata Rifal membuat Via menaboknya sambil tertawa.

Ayah Via juga ikut tertawa.

Rasanya senang sekali melihat mereka dekat dan akrab seperti itu.

"Wah, skak mat Pak."

Tiba-tiba Rifal memajukan kuda hitamnya dan membuat raja milik Ayah Via terdesak.

Mati langkah.

"Walah, apes iki gara-gara Via."

Kata Ayah menyalahkan Via.

"Lho kok aku."

"Hahaha..."

Ayah Via dan Rifal tertawa bersama.

Jelang maghrib akhirnya Rifal pamit pulang, Ayah Via memintanya untuk sering-sering mampir ke rumah.

"Siap Pak, nanti saya akan sering mampir untuk main catur."

Kata Rifal.

Ayah Via tertawa.

Via kemudian mengantar Rifal hingga keluar pagar.

Ayah Via senyum-senyum memperhatikan lalu berbalik masuk ke dalam menuju kamarnya karena ingin segera menghubungi Bambang sahabatnya.

"Mereka serasi kan Mbok?"

Tanya Ayah Via saat melewati Mbok Nah yang kebetulan akan menuju dapur membawa piring dan gelas kotor dari teras samping.

Mbok Nah tersenyum saja, karena buat Mbok Nah, non Via lebih cocok dengan Mas Bayu.

Ayah Via mantuk-mantuk sambil melenggang ke dalam kamar.

Mbok Nah menatap curiga.

Ah jangan-jangan Non Via akan dijodohkan dengan Den Rifal, kalau begitu nanti bagaimana nasib Mas Bayu, batin Mbok Nah.

Ayah Via di kamar langsung menelfon Bambang, ia memberi kabar bahwa Rifal baru saja pulang dari rumahnya.

"Wah sungguh itu Mas Abi?"

Suara Ayah Rifal terdengar begitu bersemangat.

"Iyo, anakmu malah mengalahkan ku main catur, padahal Bapaknya saja kalah terus tiap main sama aku."

Ayah Via bercerita, membuat Pak Bambang merasa bangga dengan anaknya.

"Rifal itu dulu pernah juara satu antar sekolah Mas, cuma anaknya begitu, bosenan. Ikut Badminton juga juara trus bosan."

"Yo ngga apa, namanya anak muda, nyari yang sreg."

Ayah Via membela.

"Asal nanti kalo sudah punya istri cukup satu saja, jangan bosan lalu ingin ganti yang lain."

Seloroh Ayah Via.

"Hahaha... Yo ndak to Mas Abi, ndak ada keturunan begitu, lihat saya sama isteri sampai sekarang awet, padahal pacarannya saja Mas Abi lihat sendiri dari kami semester pertama."

Mereka kemudian tertawa bersama.

Keduanya memang sudah bersahabat cukup lama, dan hubungannya sangat baik, meskipun sama-sama sibuk.

Belakangan komunikasi mereka terjalin lagi setelah cukup lama vakum sejak pemilihan dan Pak Bambang menang.

Pak Bambang lebih sibuk mengurus kepentingan masyarakat dan jarang bertemu kawan sahabatnya, itu jelas makin membuat Ayah Via merasa tak salah telah mensupportnya.

Kini mereka tiba-tiba memiliki cita-cita yang sama, yaitu menyatukan keluarga mereka.

Di luar Rifal sudah melajukan mobilnya meninggalkan rumah Via.

Via juga sudah menutup pintu pagar rumahnya dan menggemboknya.

Ia berjalan menuju ke dalam rumah sambil menatap langit senja.

Hmm... Mas Bayu pasti sedang ke Mushola. Batin Via berbunga-bunga.

**--------**

1
Koirul Rahman
aKu baru coba baca satu karya tp kisahnya bagus banget.. alurnya udah kaya kisah nyata.recommended deh pokoknya kakak author kita satu ini.
meris dawati Sihombing
Mengunci pintu thorr bukan mengancing pintu...sekedar koreksi
Hari Yatno
kalo wong jowo bibi jdi bulek lho .wkwkwkwk
falea sezi
g suka deh cium2 terus dih dpet bekas dewi donk nela
novita setya
RIP for dewi
novita setya
ibu mertua yg langka..buuuaaaiikk bgt. smga baik2 trs ya mantu & mertua
novita setya
q mw yg dlm negri aja. produk lokal. pribumi asli💞
novita setya
diskusikan dg pasangan baiknya gmn. krn nikah bukan buat main2 apalagi oper2an pasangan..kek kredit rmh aja. smga via hamil jd bayu mundur & menyadari keadaan
novita setya
rifal dilema ya..baiknya jujur aja krn perasaan bs dtg kpn saja. biar bayu ga berharap. mending skt skrg seblm berjuang drpd nti yakan rifal. via wes tibo tresno marang sliramu lho fal..
novita setya
smga lain waktu lain kisah visual tokoh pakai produk dlm negri yg ga kalah rupawan. cintai produk dlm negeri😁
novita setya
wes sekarepmu wi..sak bahagiyamuuu. nek ra bahagiyaa yoo nasibmuu😁
novita setya
hamboook kono mencolot ko montor mabur sisan..guayaamuu wi wi keduwuren. kesampluk helikopter mawut kw
novita setya
Luar biasa
novita setya
mb dewi sitik2 nesu..nek nesunan cpt isdet ra sido dadi sultanawati
novita setya
waaah bayanganku visual tokoh anak negeri..eeeh tau2 dr sonooo. ywlah terserah othore wae
novita setya
nek isin numpak ojek mbokyo numpak kebo wii..uwong koq ngadi2
novita setya
hooh bu..pekok buangeet
novita setya
😂😂😂😂..bisa aja emaak
Rami Martha
Waaaahhhh
ya jelas to ceritanya masih berhubungan dgn novel mistis yg judulnya Zizi maupun Pandawa
wong emang othor nya sama kok 😅
oh iya Thor di sini banyak bgt foto para tokoh nya
tapi kenapa kok di cerita Pandawa ga ada sh
padahal saya kan pengen liat anaknya Zizi bontot dan kakak nya
pasti unyu unyu banget deh 😅😅😅
Cila Mici: wkwkwk ini novel satu2nya yg aku kasih banyak foto krn halunya memang sama pasangan itu
total 1 replies
Srihayati Yati
Luar biasa
Cila Mici: hehhee terimakasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!