"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
“Bagaimana kalau kita buat tema My brother is perfect ? ini menyatakan bahwa seorang kakak yang sangat mengasihi adik nya, dan adik itu selalu sangat sempurna dimata sang kakak . ini juga akan menjadikan hubungan antara ” bella tiba-tiba berhenti menjelaskan tema yang diusulkan nya.
“Terlalu alay, adik ku bukan lelaki sempurna.” Tolak brayen
Bella terlihat kesal karena usulan tema yang di bawakan nya tidak diterima oleh bos nya itu.
“ehm, bagaimana kalau tuan menjelaskan tema seperti apa yang pantas” ucap rio
“kau sengaja memerintah ku ? apa kau yang memberi gajiku setia bulan nya ? ucap brayen menatap tajam
“maaf tuan” rio
“hmm, aku ke toilet sebentar ya” ucap bella tidak tahan melihat sikap tuan nya itu
Tiba-tiba keheningan di ruangan itu terpecah kan karena bunyi dari ponsel bella. Rio melirik ponsel bella yang menyala, dan terlihat lelaki tampan ku memanggil. Wajah rio berubah seketika, terlihat ekspresi yang kecewa disana.
“siapa ?” tanya brayen penasaran
“tidak tahu tuan” ucp rio lemah
“heh bodoh, kau tidak bisa membaca ya ?” ucap brayen sedikit kesal.
“Bella membuat nama nya Lelaki tampan ku disin “ ucap rio
Wajah brayen juga sama hal nya denga rio, ia tampak marah. Lalu tiba-tiba bella datang dari luar dan melihat ponselnya berbunyi, ia mengambil ponsel nya dengan sangat hati-hati dan melihat nama yang memanggil nya.
Ah, sial mereka pasti sudah melihat nya mau di taro dimana muka ku ini. Batin bella menatap ponsel nya
“Hallo, aku sedang sibuk. Iya, nanti ku telpon balik ya. Oke” ucap bella memutuskan sambungannya
“maaf, apa kita bisa mulai lagi ?” tanya bella gugup
Brayen mencoba menenangkan perasaan nya agar terlihat tidak peduli dengan apa yang di lihat nya barusan.
“Lanjut” brayen
Setelah membahas beberapa tema yang di usulkan akhirnya mereka terkejut dengan pilihan tuannya itu.
“Itu bagus” ucap brayen saat rio membaca sebuah artikel tentang tema penyambutan.
“Hah ?” ucap bella dan rio serentak
“Kenapa ?” brayen tanya Brayen bingung.
Si gila ini benar-benar aneh. Itu kan tema film untuk anak kecil, seleranya benar-benar konyol. Batin bella masih belum percaya
“Tidak apa-apa tuan, kami akan mengurus nya segera.” Rio
“ya sudah, antar aku pulang” ucap brayen beranjak dari tempat duduk nya.
Bella yang melihat tuan nya itu melangkah menuju pintu, sontak langsung berdiri dan berjalan mengikuti tuan nya.
Apa lelaki tampan mu itu sudah berhasil merebut hatimu bella ? jujur, aku sangat kecewa. Batin rio melihat bella beranjak dari duduk nya.
“Hei, mengapa kau masih melamun ? ini sudah selesai jangan frustasi begitu.” Ucap bella memukul bahu rio.
“ini belum berakhir” ucap rio beranjak dari kursi nya. Lalu mereka melangkah mengikuti tuan nya yang berjalan terlebih dulu itu.
Sesampainya di parkiran, bella membuka pintu mobil nya sambil menunggu tuan nya yang masih berada di pintu utama.
“Silahkan tuan” bella
Brayen hanya diam saja seperti biasa nya hingga bella menutup pintu .
“Sudah biasa berbicara dengan orang bisu” gumam bella berjalan ke pintu kemudi.
Di perjalanan, bella merasa ada yang aneh dari tuan nya yang diam dari tadi. Biasanya juga mereka akan diam saja kalau tidak ada hal yang penting. Tapi kali ini bella merasakan perbedaan dari tuan nya itu, ia melirik lelaki yang duduk tenang dibelakang menyenderkan pungguny di kursi sambil memejamkan matanya.
Kalau diam begitu imut juga ternyata. Batin bella tersenyum
Setelah mengantar tuan brayen ke rumahnya, bella langsung pergi meninggalkan rumah yang sebenarnya lebih pantas di sebut istana itu. Lalu ia pun mulai mengingat bahwa tadi dodi menelponnya. Sesampainya di apartemen christin, bella langsung pergi membersihkan diri. Apartemen itu hanya terdengar suara air shower yang mengguyur tubuh bella, karena belakangan ini christin pulang larut malam sehingga mereka hanya bisa berkomunikasi di pagi hari sebelum berangkat kerja.
“Seperti apartement sendiri ya, padahal mah Cuma numpang doang.” Gumam bella saat mengeringkan rambutnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda panggilan masuk, ia langsung berlari mengambil ponselnya yang ia letakkan di tempat tidur, terlukis sebuah senyuman manis di pipi nya saat melihat nama yang terpampang di layar hp itu.
“Hallo” ucap bella dengan suara yang jernih
“Halo bella, apa kau masih sibuk ?” terdengar suara dari sebrang sana.
“Tidak, ada apa tadi menelponku ?” tanya bella penasaran
“Oh. Itu, tidak apa-apa. Aku hanya ingin menanyakan kabar mu apa kau baik-baik saja ?”
“Tentu, bagaimana dengan mu ?” tanya bella balik
“Aku juga baik-baik saja, kudengar 2 minggu lagi tuan akan merayakan kedatangan adiknya.” Ucap dodi
“iya, aku dan rio sangat lelah mengurusnya.” Bella mengeluh
“Kau pasti sangat lelah sekali ya, ya sudah istirahat yang cukup agar besok kau bisa bekerja dengan baik, selamat malam.” Dodi
“Eh, ta” belum selesai melanjutkan ucapannya dodi langsung memutuskan sambungannya dengan bella
“Sialan, lelah ku bahkan hilang saat mendengar suara mu saja.” gumam bella.
“apa kau tahu, aku merindukan mu ?” gumam bella, lalu dia pun pergi tidur untuk menambah energi yang sudah terkuras beberapa hari ini.
Mengapa saat mendengar suaramu saja hatiku langsung terasa lebih tenang begini, aku sangat merindukan mu. Batin dodi
Sedangkan di apartemen Rio, ia sedang gelisah. Mondar mandir kesana kemari seperti setrikaan.
“Sialan. Siapa lelaki itu ? akan kuhabisi dia kalau tidak mengikhlaskan bella untuk ku. Berani-berani nya dia merebut incaran ku. “ uccap rio menghusap wajahnya kasar
“Aku harus secepatnya cari tahu siapa lelaki itu, akan kuhabisi muka nya yang bella katakan lelaki tampan itu. Huh, harusnya aku yang disebutnya seperti itu. “ Rio terlihat memikirkan sesuatu, lalu ia pun mengambil ponselnya dan mengirimi pesan kepada dodi.
“Malam brother, kau sedang sibuk tidak ? aku ingin menanyakan sesuatu.” Rio
“Tanya apa ?” dodi
“Apa kau tahu dimana alamat bella ?” rio.
“Aku hanya ingin menemuinya untuk mengantarkan beberapa berkas” rio
Dodi mengeryitkan dahi nya ketika bawahan nya itu menanyakan yang membuat hatinya berkobar ingin memukul mulut rio yang lancang itu.
“Berkas apa ? kau bisa mengirimkan email padanya” dodi
“Aku hanya minta alamat nya bodoh.” Rio
“Aku tidak tahu dia tinggal dimana, kau bisa tanyakan padanya saja.” dodi
“Sialan, pelit sekali dia, Mana mungkin dia tidak tahu alamat bella.” Ucap rio membaca pesan yang dikirim kan Dodi untuknya dan menghempaskan ponselnya ke tempat tidur.
“jangan-jangan kau juga menyukai nya ? awas saja kalau benar, aku tidak akan tinggal diam.” Ucap rio lagi
“Eh, tapi tidak mungkin, dia mana bisa menyukai wanita lain setelah kekasihnya itu pergi meninggalkannya. Haha, pokoknya hanya aku yang bisa memiliki mu bella. Kupastikan” ucap rio berargumen dengan dirinya sendiri.